Connect with us

Profil

Menginspirasi Sukses Ci Michelle, Perintis Kecantikan yang Humanis

Published

on

Kabarhiburan.com, Jakarta – Sukses dan menginsprasi adalah kalimat yang tepat untuk menggambarkan sosok Michelle Wibowo, seorang wanita muda pengusaha di bidang kecantikan.

Pada usia masih terbilang muda, 28 tahun, Michelle sudah mengelola Foxy Beauty Clinic & Academy, sekaligus menekuni bisnis olahan madu untuk kesehatan dan kecantikan secara Multi Level Marketing (MLM), di perusahaan bernama Harmoni Dinamik Indonesia (HDI).

Lebih jauh, Michelle mengatakan bahwa Foxy Beauty Clinic and Academy yang  dirintisnya sejak tiga tahun silam, telah membantu banyak wanita yang bermasalah kulit dan kecantikan.

Sudah begitu, lembaga ini pun ikut  menciptakan banyak lapangan kerja dan mencetak  pengusaha baru di bidang klinik kecantikan.

Demikian pula HDI, dimana Michelle selaku Diamond Leader pun memiliki kepedulian besar terhadap sesama. Melalui program semacam CSR (Corporate Social Responsibility), HDI giat membagikan bantuan untuk program pendidikan bagi masyarakat yang tidak mampu. Salah satunya, di kota Batu, Malang, Jawa Timur.

“Kami sisihkan 5 persen dari keuntungan untuk  membangun sebuah lembaga pendidikan bernama ‘Sekolah Selamat Pagi Indonesia’ di kota Batu, Malang, Jawa Timur,” jelas Michelle dalam sebuah seminar di Jakarta baru-baru ini.

Sekolah ini disebut juga ‘Kampung Kids’, lantaran disana sudah ada ratusan siswa dari keluarga tidak mampu dan anak yatim piatu. Mereka tinggal di asrama yang menempati areal lahan seluas 20 Hektare.

Di lokasi yang sama, Michelle sudah berencana untuk membangun sebuah universitas yang memiliki program studi kewirausahaan. Menariknya, belajar di universitas ini tidak memungut biaya, alias gratis.

“Mumpung saya masih bisa membantu, saya akan lakukan apa yang bisa saya berikan,” ungkap Michelle.

Ia menambahkan bahwa mahasiswa yang belajar kewirausahaan di universitas ini, akan lebih banyak mendapat materi praktek. Kelak setelah lulus, mereka diharapkan bisa langsung mengaplikasinya dan menciptakan lapangan kerja baru. Ini memberi manfaat bagi masyarakat sekitarnya.

“Program studi ini akan menjawab persoalan banyaknya sarjana yang menganggur karena minimnya lapangan kerja,” tutur Michelle.

Kesuksesan Sebenarnya

Tanpa disadarinya, berbagai terobosan dan inovasi yang dilakukan, telah mengundang sejumlah lembaga untuk memberi apresiasi dan penghargaan untuk Michelle.  Sebut saja di antaranya, Top Woman Award 2019, Best Spirited, Inspiring & Creativity Woman Award Winner 2019, Indonesian Entrepreneur 2019 dan Pengusaha Wanita Kreatif &Inspiratif 2019.

Mengetahui perjalanan hidup dan eksistensi Michelle di berbagai kegiatan sosial pun menggoda Penerbit Pusat Profil dan Biografi Indonesia untuk menyertakan profil Michelle Wibowo ke dalam buku baru mereka.

Profil yang berjudul Ci Michelle Perintis Kecantikan yang Humanis, turut menghiasi buku bersampul mewah berjudul Profil Wanita Inspirasi Indonesia, Seri Kekayaan yang Tersembunyi Konsep dan Pemikiran Wanita Sukses.

Michelle pun turut hadir dalam acara peluncuran buku Profil Wanita Inspirasi Indonesia, yang berlangsung di hotel Mercure, Jakarta Selatan. Michelle, Jumat (1/3) malam.

“Semua penghargaan yang datang bukanlah  target pencapaian, melainkan sekadar  penambah semangat sekaligus tanggung jawab agar terus berkarya dan bermanfaat untuk sesama,” ujar Michelle.

Dalam kesempatan yang sama, Michelle memberi penjelasannya tentang arti kesuksesan.

“Bagi saya, sukses jika bisa berbagi dengan orang lain, bisa menjadi inspirasi buat orang lain. Kemudian,  saya bisa memberikan dampak positif kepada orang lain, sekaligus bisa membantu orang lain untuk sama-sama sukses. Itulah arti kesuksesan yang sebenarnya,” pungkasnya sambil tersenyum. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Profil

Dr. Ayu Widyaningrum: Sukses Jangan Diukur dari Finansial

Published

on

By

Dr. Ayu Widyaningrum menolak anggapan bahwa kesuksesan berkaitan dengan uang.

Kabarhiburan.com, Jakarta – Prestasi yang direngkuh dr Ayu Widyaningrum terus melaju,  sejalan dengan sukses kinik kecantikan miliknya,  Widya Beauty Clinic di Banjarmasin, yang telah melambungkan namanya sebagai dokter kecantikan ternama.

Tak heran, kalau dokter cantik yang biasa dipanggil Widya ini, telah menjadi ‘buah bibir’ bagi pasien yang datang ke klniknya.

“Saya sering terharu pada pasien yang kepada anaknya mengatakan,’kamu harus seperti dokter Widya’. Pada saat itu saya langsung terharu,” kenang Widya.

Baginya, prestasi maupun sukses itu tidak hadir begitu saja. Ia terlebih dulu harus melewati beragam rintangan yang membuatnya harus jatuh dan bangkit lagi. Semua situasi ini telah menggembleng dan menjadikan dirinya setegar sekarang.

“Menurut saya, menjadi sosok yang sukses seperti saya tidak mudah. Banyak situasi yang membuat saya jatuh dan bangkit lagi melewatinya,” ujar ibu dari tiga anak ini.

Widya mengaku enggan mengalah pada keadaan, dengan terus menggali potensi dirinya untuk menciptakan peluang dan keberanian agar bisa maju dan optimis.

“Saya mencontoh kerja keras orang tua saya, bahwa kalau ingin sukses harus bekerja dari nol. Belajar dan belajar. Ini akan membuat kita kuat dan menghargai potensi saya,” ujar Widya.

Si sulung dari dua bersaudara ini terlahir dari keluarga sederhana, pasangan H. Suwaji dan Hj. Kusworini. Ia mengatakan, sejak masih sekolah hingga lulus kuliah kedokteran, sudah hidup mandiri.

Setelah menjadi dokter, Widya kemudian mendirikan klinik kecantikan, juga dari nol. Jiwa bisnis telah membentuk dirinya menjadi sosok dokter yang profesional nan tajam melihat peluang bisnis, telah membawa klinik kecantikan miliknya, terus berkembang pesat.

Berbagai kalangan rupanya mengikutinya perjalanan hidupnya, lalu mengapresiasi karyanya yang bermanfaat bagi orang lain di bidang kecantikan. Mereka pun menganugerahkan Widya perhargaan. Sebut saja di antaranya The Best Clinic of The Year, Top Woman Awards, maupun penghargaan Youth Enterpreur dan masih banyak lagi.

Widya menerima penghargaan The Best of Beauty Clinic 2019 dan turut merilis buku Profil Wanita Inspirasi Indonesia.

Termasuk lembaga Pusat Profil dan Biografi Indonesia, merasa tertarik untuk menulis profil Widya sebagai kisah inspiratif. Judulnya Sukses Jangan Diukur dari Finansial.

Kisah ini tertuang dalam buku terbaru bersampul mewah: Profil Wanita Inspirasi Indonesia, Seri Kekayaan yang Tersembunyi, Konsep dan Pemikiran Wanita Sukses.

Sesuai perjalanan hidup yang ditulisnya dalam buku tersebut, Widya mengatakan bahwa kesuksesan bukan berawal dari uang.

“Saya sangat menolak anggapan bahwa kesuksesan berawal dari uang. Saya berasal dari keluarga sederhana. Saya membangun klinik Widya dari nol,” tegasnya usai menghadiri peluncuran buku Profil Wanita Inspirasi Indonesia,” di Hotel Mercure, Jakarta Selatan, Jumat (1/3) malam.

dr. Widya (keempat dari kiri) bersama wanita inspiratif lainnya menerima penghragaan di Hotel Mercure, Jakarta Selatan, Jumat (1/3).

Sekali lagi Widya menegaskan bahwa wanita inspiratif itu, adalah sosok wanita yang bisa memberikan motivasi dan semangat kepada orang lain. Terutama anak muda maupun wanita lain untuk bisa mengembangkan potensi yang ada di dalam dirinya.

“Agar bisa sukses, kita harus bekerja dari nol, lalu belajar dan belajar. Itu akan membuat kita kuat dan menghargai apa yang ada di dalam diri kita. Gagal sekali dua kali, jangan menjadi putus asa. Siapa tahu kesuksesan itu bisa jadi luar biasa,” imbuhnya. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading

Profil

Ayumi Fukui Ingin Meniti Karir di Dunia Modeling

Published

on

By

Ayumi Fukui Serius Menekuni Modeling.

Kabarhiburan, Jakarta – Berkarier di dunia modeling menjadi salah satu profesi favorit yang ingin digapai oleh banyak kawula muda. Salah satu diantaranya adalah Ayumi Fukui.

Dara cantik berdarah Jepang-Indonesia ini bernaung di bawah Rumah Photo MUA & Model ini mencoba mengembangkan karirnya di dunia modeling di tanah air.

Dunia modeling sudah akrab dengan Ayumi sejak usia 5 tahun. Kini di usianya terbilang remaja, dengan tinggi badan 163 Cm dan berat 40 Kg, Ayumi  telah mencatat prestasi terbaik di berbagai ajang maupun even yang diikutinya.

“Aku didukung Mama dan Papa untuk terjun di dunia model. Hingga sekarang pun aku terus mendalami bidang model di Miss Kimmy Jayanti School. Aku selalu ingin menggali ilmu dan pengalaman yang baru,” jelas Ayumi kepada Kabarhiburan.com, Sabtu (23/2).

Founder RPM Hendra Lesmana, menjelaskan bahwa pihaknya menyambut baik keinginan Ayumi mendalami dunia modeling. Malahan RPM yang mewadahi beberapa model, sudah menyiapkan program-program terbaik bagi anak didiknya, termasuk bagi Ayumi.

“Kami sudah mempersunting sejumlah televisi nasional sebagai wadah bagi Ayumi untuk melebarkan sayap dalam meraih cita-citanya. Tidak hanya modeling, bahkan entertaint,” jelas Hendra Lesmana yang memberi bukti betapa seriusnya RPM menggiring Ayumi ke dunia entertainmen.

Salah satunya, Ayumi menjadi salah satu model dalam pameran di Dmall, selain Ayumi pernah dilibatkan dalam pembuatan film layar lebar berjudul  The Teacher garapan sebuah rumah produksi di Malaysia.

Selanjutnya, RPM tengah melakukan pemotretan dan beberapa syuting acara variety show bagi Ayumi yang mahir memainkan piano ini.

”Kami tidak muluk-muluk dan tidak main-main dalam mempersiapkan Ayumi di dunia modeling yang kami anggap masih memiliki ruang dan langkah lebar bagi karir Ayumi di dunia modeling. Selain kami akan mempertemukan Ayumi  dengan musisi dan pencipta lagu ternama untuk pembuatan single dan album bagi  Ayumi,” janji Hendra Lesmana. (Rachmawati/KH. Foto: Dok. RPM).

Continue Reading

Profil

Anna Mariana Raih Gelar Doktor dan Profesor: ‎ Gelar Tidak Berarti Apa-Apa, Jika Tidak Bermanfaat Bagi Banyak Orang

Published

on

By

Kabarhiburan, Jakarta – Desainer tenun dan songket, Anna Mariana (59)‎, terbang ke Polandia pekan lalu. Ia sudah ditunggu untuk menerima gelar Doktor dan Profesor dari Warsaw Management University.

Perempuan asal Solo yang merupakan pencetus lahirnya Tenun dan Songket Betawi ini, memang  ‎ tercatat sebagai mahasiswi internasional untuk program study DBA (Doctor of Business Administration) di  Warsaw Management University, sejak tiga tahun silam.

Universitas di ibukota Polandia tersebut sejak lama telah menjalin kerja sama dengan Universitas Mercu Buana (UMB) di Indonesia dan juga Universitas di Malaysia.

“Alhamdulillah, saya sudah berhasil meraih S3 di bidang Hukum sekaligus dianugerahi gelar Profesor.‎ Ini merupakan S3  yang kedua. Sebelumnya, pada September 2017 lalu  saya meraih program double degree untuk MBA dan Doktor untuk bidang Management Business Administration di University Of Georgia Netherland,” kata Anna kepada Kabarhiburan, Sabtu (23/2).

Bukan itu saja. Pada bulan Juni mendatang Anna Mariana pun berhak menyandang gelar Profesor dari universitas yang sama. Pemilik butik House of Marsya ini menambahkan bahwa tesis untuk program sudah dipersiapkan lebih awal, sebelum maju pengujian dan sidang.

“Waktu itu setelah membuat jurnal dan beberapa buku,  tulisan saya dikaji oleh Universitas di Polandia. Setelah dapat diterima, pada 16 Februari 2019. Selanjutnya Rektor dan Dekan di sana akan memberikan pengukuhan langsung untuk menjadi Profesor bidang Budaya dan  hukum,” ujar Anna.

Pengukuhan sebagai profesor juga akan berlangsung di Warsaw Management University pada 29 Juni 2019 mendatang. Gelar tersebut kelak akan melengkapi namanya: Prof. Dr. Hj. Anna Mariana, S,H. M.H, MBA.

Meski sudah menyandang gelar yang mentereng, Anna Mariana yang juga dikenal sebagai Pendiri, Dewan Pakar &‎ Pembina Komunitas Teksil Tradisional Indonesia (KTTI) ini tetap seperti biasanya, selalu ramah dan rendah hati.

Baginya, sebuah gelar hanyalah pencapaian cita-cita, sekaligus prestasi dalam menuntut ilmu.

“Semua dicapai melalui proses perjuangan yang panjang, membutuhkan tenaga,  pikiran maupun materi yang tidak sedikit. Namun harus dijalani dengan sabar, ikhlas supaya tidak menjadi beban,” ucapnya.

Anna menambahkan bahwa pencapaian gelar itu menjadi tidak akan berarti apa- apa, jika ilmu yang didapat  tidak bisa memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Yang menarik, saat menerima gelar Doktor, Anna mengenakan baju dengan desain khusus berbahan tenun Sumba,  Nusa Tenggara Timur.

“Dalam moment yang baik, telah jadi kewajiban saya untuk mempromosi budaya Indonesia lewat balutan busana. Apalagi karya tenun ini handmade  dan masih sangat tradisional. Begitu juga motif-motif dan warna alam yang mempunyai nilai- nilai seni dan budaya serta filosofi yang tinggi, di mata masyarakat dunia,” jelas Anna.

Sejauh ini Anna bersama Komunitas Teksil Tradisional Indonesia (KTTI),‎ tengah berupaya untuk meyakinkan pemerintah tentang pentingnya ada Peringatan Hari Tenun dan Songket Nasional. Seperti halnya Hari Batik Nasional yang diperingati setiap tanggal 2 Oktober.  (Rachmawati AB/KH).

Continue Reading
Advertisement

Musik

Terbaru

Trending