Connect with us

Event

Meriahkan Ulang Tahun Sekolah Musiknya, Purwacaraka Akan Gelar Konser Tiga Dekade

Published

on

Kabarhiburan.com, Jakarta – Tanpa terasa lembaga pendidikan musik Purwa Caraka Musik Studios (PCMS), tahun ini sudah menginjak usia 30 tahun. Musisi Purwacaraka sudah memperiapkan serangkaian kegiatan menarik sejak 26 Januari hingga 3 November 2018 mendatang.

Diawali dengan memberangkatkan 62 siswanya dalam acara Asia Pacific Art Festival 2018 yang digelar 26-29 Januari di Singapura. Dalam Festival tersebut PCMS berhasil membawa pulang 6 Distinction Gold Awards, 31 Gold Awards, dan 13 Silver Awards.

Selanjutnya pada tanggal 7 – 10 Februari 2018 mendatang, memberangkatkan siswa siswi PCMS berpartisipasi dalam Asia Pasific Art Festival di Siam Reap, Kamboja.

Tidak melulu kegiatan festival. Purwacaraka  tengah menggiatkan pentingnya pengetahuan musik bagi anak-anak di Indonesia. Dia  sudah melakukan CSR di beberapa Sekolah Dasar yang terfokus pada daerah asal berdirinya Purwa Caraka Musik Studio, kota Bandung.

“Kita sudah melakukan CSR di beberapa Sekolah Dasar di daerah Bandung, dulu mereka (siswa SD) pulang sekolah pada ambil sampah, sekarang adanya alat musik yang sudah diberikan, habis pulang sekolah mereka main musik,” kata Purwacaraka  yang ditemui di kawasan Menteng, Rabu (31/1).

Rangkaian acara tersebut akan ditutup dengan acara puncak berupa konser 3 dekade, yang  akan digelar pada 3 November 2018 di Taman Ismail Marzuki Jakarta. Konser ini akan dikemas dengan megah dilengkapi tata panggung, tata cahaya, dan sound berkualitas.

“Konser tersebut mengangkat tema musik 80-90 an yang diiiringi orchestra dengan menampilkan siswa-siswi terbaik yang dimiliki PCMS yang telah diseleksi terlebih dahulu,” ungkap Purwacaraka. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Event

Indosiar Siap Gelar ‘Pop Academy’, Hadirkan Berbagai Terobosan di Masa Pandemi

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Usai melahirkan bintang dangdut generasi baru melalui Liga Dangdut Indonesia 2020, Indosiar langsung bergegas untuk melahirkan superstar pop Indonesia di masa mendatang lewat Pop Academy.

Seperti namanya, ajang terbaru ini bermaksud mencari bakat muda bersuara emas dalam bernyanyi genre musik pop Indonesia.

Demi maksudnya tersebut, Indosiar telah menggandeng sejumlah musisi ternama yang berprestasi lewat karyanya dan dicintai penikmat musik Tanah Air untuk hadir sebagai Dewan Juri.

Mereka adalah  Ariel NOAH, Armand Maulana, Ruth Sahanaya, Bebi Romeo, Melly Goeslaw, Giring Ganesha, Pinkan Mambo, Andien, Anji, Rizky Febian dan Soimah. Tidak ketinggalan, Agnez Mo juga turut menilai langsung para Academia di Grand Final Concert dan Result Show Concert Pop Academy.

Para Dewan Juri akan menilai, memberi masukan dan arahan atas penampilan Academia untuk bisa tampil berkembang lebih baik lagi. Baik dari segi suara maupun kostum di atas panggung.

Sementara itu, kostum para Academia akan dicermati Fashion Guru, yang telah malang melintang di bidang fashion dalam negeri maupun mancanegara. Sebut saja, Carend Delano, Maya Ratih dan Diana Putri akan menilai dan memberikan masukan atas busana yang dikenakan oleh para Academia.

Tak main-main. Fashion Guru yang dilibatkan dalam Pop Academy adalah mereka yang telah menjadi langganan dari para artis Hollywood, seperti Ariana Grande, Camilla Cabello, Janet Jackson, Nicki Minaj, Carrie Underwood dan masih banyak lagi.

Meski dikelilingi Dewan Juri dan Fashion Guru yang beken, para Academia dipastikan mampu berkompetisi secara sehat dan semarak, berkat kehadiran para presenter pilihan. Sebut saja, Raffi Ahmad, Gilang Dirga, Mario Pratama, Narendra Pawaka dan Rizky Billar.

Hadir pula Irvnat dan Vaness sebagai pelatih vokal dan Donne D’Soul sebagai pelatih koreografi. Sementara penampilan academia sepanjang kompetisi di panggung Pop Academy akan diiringi alunan musik Oni n Friends.

Audisi Berlangsung di Tengah Pandemi

Sebelum tampil di panggung Indosiar, para peserta terlebih dulu melakukan audisi secara online. Audisi ini sudah disajikan melalui Live Streaming pada Agustus silam di aplikasi Vidio. Audisi ditangani langsung oleh Dewan Juri Melly Goeslaw, Giring Ganesha dan Pinkan Mambo.

Mereka yang mendapatkan Pop Card dinyatakan lolos audisi sebanyak 120 peserta, selanjutnya melanjutkan perjuangannya di Final Audition.

Final Audition berlangsung selama sepekan di studio Emtek dan ditayangkan on air di Indosiar, pada pukul 21.00 WIB, mulai Senin (5/10) mendatang.

Para juri akan memilih dan menentukan 40 Academia yang berhak tampil berkompetisi pada Konser Pop Academy Top 40, yang akan bergulir setiap hari, mulai Senin (12/10) mendatang.

Harsiwi Achmad selaku Direktur Programming SCM mengatakan Pop Academy menjadi bukti nyata Indosiar tiada henti hadirkan berbagai terobosan di setiap program yang ditayangkan, sekalipun di tengah pandemi saat ini.

Proses audisi yang digelar online, hanya satu dari sekian banyak tantangan yang akan dihadapi, dalam  mengemas sebuah program musik menjadi tontonan meriah dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan.

“Karena situasi yang sangat dinamis ini, tidak berlebihan bila nantinya lahir lebih dari satu Superstar dari Pop Academy,” ujar Harsiwi dalam jumpa pers virtual, Kamis, 1 Oktober 2020. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading

Event

Cindy Sedih Tidak Bisa Melaju ke Babak 6 Besar

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Persaingan di Kontes Dangdut Indonesia (KDI) 2020 kiat ketat. Apalagi kini telah memasuki babak 8 besar. Grup 2 menampilkan 4 kontestan, yakni Gita (Lombok), Rahman (Bogor), Cindy (Bone), dan Reka (Garut).

Mereka beradu yang terbaik dalam menyanyi di panggung MNC Studios, Kebun Jeruk, Jakarta, Senin (28/9) malam.

Kontes dibuka oleh Cindy, wanita cantik asal Bone, membawakan lagu Cinta Berpayung Bulan. Dilanjutkan dengan penampilan Gita (Lombok) dengan lagu Engkaulah Takdirku sukses membius dewan juri.

Peserta asal Bogor, Rahman juga tampil sempurna dalam lagu Jandaku.

“Rahman pas mebawakan lagu ini. Gak dimacem-macemin. Kamu ini pas banget. Kekuatan kamu di dangdut klasik,” ujar Iis Dahlia.

Kontes 8 besar grup 2 KDI 2020 ditutup dengan penampilan Reka (Garut) dengan lagu Nirmala.

Keempat kontestan telah menampilkan penampilan terbaiknya. Ruben Onsu dan Vega Darwanti selaku pembawa acara mengumumkan bahwa Cindy (Bone) harus terhenti menggapai mimpi menjadi Bintang Dangdut masa depan.

“Sedih karena Cindy tidak bisa melaju ke babak selanjutnya. Tapi masuk di top 8 Cindy merasa bersyukur. Cindy harus lebih semangat lagi dan lebih baik lagi,” ujar Cindy.

Minggu depan, 6 kontestan akan bersaing di babak 6 besar yang lebih seru, yakni Gita (Lombok), Rahman (Bogor), Reka (Garut), Wahid (Sidoarjo), Elsa (Tasikmalaya), dan Haviz (Dumai).

Ayo, dukung terus kontestan idola kalian melalui SMS dengan format ketik KDI (spasi) Nama Kontestan kirim ke 95151 dan melalui aplikasi RCTI+. Jangan lupa saksikan juga Kontes KDI berikutnya setiap Senin pukul 19.00 di layar MNCTV. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading

Event

Selamat! Meli Nuryani dari Jawa Barat Rebut Juara Pertama LIDA 2020

Published

on

By

Sebagai juara pertama LIDA 2020, Meli berhak memboyong piala bergilir LIDA 2020 ke Provinsi Jawa Barat.

Kabarhiburan.com – Pandemi Covid-19 tidak menyurutkan Indosiar untuk menuntaskan ajang pencarian bakat menyanyi dangdut terbesar dengan hadiah dan peserta terbanyak, Liga Dangdut Indonesia (LIDA) 2020 .

Acara yang mengenakan tagline Seni Menyatukan ini disiarkan secara langsung dari dari studio Emtek, Jakarta Barat, konsisten menerapkan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah.

Pada situasi demikian, Meli Nuryani keluar sebagai juara Liga Dangdut Indonesia (LIDA) 2020 dan Provinsi Jawa Barat resmi memboyong Piala Bergilir LIDA 2020.

Meli menjadi pemenang LIDA 2020, usai mengalahkan pesaingnya Gunawan Muharjan asal Maluku Utara dan Hari Putra dari Jambi pada Konser Kemenangan pada Senin (28/9) malam tadi.

Ketiganya saling mengalahkan dalam meraih perolehan SMS sejak Konser Grand Final pada Minggu (27/9).

Sebelumnya sampai kesana, mereka telah melalui proses seleksi ketat pada babak demi babak dan mengalahkan duta dangdut terbaik dari 34 provinsi, sejak 23 Januari 2020. Termasuk mengalahkan ribuan peserta saat audisi pada 15 Januari 2020.

Penampilan ketiga Duta Provinsi pada Konser Grand Final dan Konser Kemenangan pun dibanjiri pujian dari Dewan Juri, yang terdiri dari Soimah, Dewi Perssik, Inul Daratista, Lesti DA, Fildan DA dan Nassar.

Bahkan, Ruth Sahanaya yang berduet dengan mereka pada Konser Grand Final, mengaku kagum pada kualitas suara dan penampilan Meli, Hari dan Gunawan. “Ketiganya sudah jadi bintang,” puji Ruth Sahanaya.

Setelah memperlihatkan kembali rangkuman penampilan ketiganya sejak babak audisi, Ramzi, Irfan Hakim, Gilang Dirga, Rizky Billar, Rara LIDA, dan Jirayut DAA, mengumumkan urutan juara LIDA berdasarkan akumulasi perolehan polling SMS.

“Selamat kepada Meli (Jawa Barat), Juara LIDA 2020,” seru Irfan Hakim dan Ramzi disambut oleh Dewan Juri dengan sukaria.

Hasil akumulasi Polling SMS, Meli terpaut tipis dari Gunawan di urutan kedua. Meli berhasil mengumpulkan 35,91 persen, sedangkan Gunawan harus puas dengan 32,84 persen dan Hari menjadi juara ketiga mengumpulkan 31,25 persen.

Padahal di Konser Grand Final hasil polling sementara, Hari mengumpulkan 36,67 persen, lebih unggul dari Gunawan dengan 32,54 persen dan Meli dengan 30, 79 persen.

“Meli mengucapkan terima kasih kepada kedua orangtua Meli yang selalu kasih support dan doa untuk Meli,” ujar perempuan berusia 15 tahun tersebut sambil berurai air mata bahagia.

Sebagai juara pertama, Meli didaulat memboyong Piala Bergilir LIDA 2020, trophy, hadiah uang sebesar Rp 500 juta dan rekaman satu judul single. Gunawan mendapat hadiah uang sebesar Rp 300 juta dan hadiah uang sebesar Rp 200 juta untuk Hari Putra.

Protokol Kesehatan

Terkait pandemi Covid-19, Indosiar pun mewanti-wanti kepada seluruh pendukung Duta Provinsi agar tidak menggelar penyambutan para juara LIDA 2020, saat pulang ke provinsi asal masing-masing.

Mengenakan ‘face shield’ saat tidak menyanyi.

Anjuran tersebut disampaikan oleh pembawa acara Ramzy dan Irfan Hakim pada setiap kesempatan sepanjang Konser Kemenangan.

Seperti diketahui, Indosiar konsisten menerapkan protokol kesehatan yang lebih ketat sejak babak Top 6 pada 19 September 2020. Selama kompetisi berlangsung, maka seluruh pengisi acara wajib mengenakan face shield, kecuali Duta Provinsi saat menyanyi.

Demikian pula penyanyi latar dibatasi enam orang saja, kursi Dewan Juri diberi jarak, disediakan hand sanitizer dan disinfektan di dalam studio. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement

Musik

Terbaru

Trending