Connect with us

Film

Mulai 17 September, Film ‘Detak’ Versi Director’s Cut Tayang di Bioskop Online

Published

on

Fillm ‘Detak’ tayang terbatas di Bioskop Onlne mulai 17 September mendatang. (Foto: Instagram)

Kabarhiburan.com – Sukses meraih berbagai penghargaan di berbagai festival film mancanegara, tiba saatnya film Detak dinikmati lewat layanan TVOD streaming Bioskop Online.

Film Detak merupakan versi director’s cut Tarian Lengger Maut, akan ditayangkan mulai Jumat, 17 September hingga 3 Oktober 2021 mendatang.

Sebelum sampai ke sana, sutradara Yongki Ongestu dan produser Aryanna Yuris mengadakan virtual media gathering, menghadirkan aktor Refal Hady dan aktris Alyssa Abidin. Hadir pula, Gupta Gautama, selaku Head of Content Bioskop Online, pada Selasa (14/9).

Yongki Ongestu menjelaskan film ‘Detak’ telah meraih aneka penghargaan di berbagai festival film mancanegara. Sukses tersebut mendorong tim produksi film ‘Detak’ untuk menayangkan penyuntingan akhir berdasarkan keinginan sutradara, agar bisa dinikmati masyarakat luas.

“Versi ini adegannya lebih detail dan proses pengenalan dan pendalaman karakter lebih panjang. Kami juga menggunakan treatment yang berbeda” ujar Yongki Ongestu berpromosi.

Salah satu treatment yang dimaksud adalah previsualization atau penggambaran adegan sebelum syuting dengan membuat animasi film secara utuh. Selain, masih ada treatment psychology of colour, yakni menyoroti perubahan karakter melalui gerakan kamera dan palet warna.

“Kami berharap, versi ini bisa dinikmati penonton. Versi sinemanya sudah tayang di bioskop offline. Sedangkan versi festival akan tayang di bioskop online,” jelas produsernya, Aryanna Yuris.

Film ‘Detak’ bercerita tentang profesi dokter yang memiliki status sosial yang tinggi di mata masyarakat. Dokter Jati (Refal Hady) paham betul statusnya tersebut, saat tiba di desa Pagar Alas sebagai penyembuh serta rajin menolong warga desa.

Seiring kehadirannya, muncul sebuah misteri di desa tersebut. Satu per satu warga menghilang dan jasadnya ditemukan tanpa jantung.

Detak jantung dr. Jati pun jadi tidak beraturan karena berjumpa seorang perempuan desa bernama Sukma (Della Dartyan), dalam masa penahbisan menjadi Penari Lengger, seni tradisi yang diwariskan turun-temurun.

Apa sebenarnya yang terjadi di desa Pagar Alas? Yang lebih penting lagi, apa yang terjadi diantara dr. Jati dan Sukma?

Saksikan film Detak mulai 17 September hinga 3 Oktober 2021, dengan harga tiket presale terbatas Rp 25.000. Tiket sudah bisa diperoleh melalui website www.bioskoponline.com. Aplikasinya bisa  diunduh melalui App Store dan Google Play Store. (Tumpak S)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Film

Tertunda 2 Tahun, Film ‘Trah 7’ Umumkan Tayang di Bioskop 13 Januari

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Memasuki tahun 2022, pecinta film Indonesia masih menempatkan genre horor sebagai favorit setelah drama. Film horor banyak digemari sebab alur cerita yang kerap membuat penasaran penonton.  Salah satunya film horor berjudul ‘Trah 7’.

Produsernya, Diana Limbong dari DLK Production, mengumumkan film perdananya tayang serentak di bioskop Tanah Air, mulai 13 Januari 2022 mendatang, usai tertunda selama 2 tahun pandemi.

“Penantian yang panjang buat saya telah berakhir. Sekarang saya sangat berbahagia, akhirnya bisa menggelar film ini untuk pecinta film Indonesia. Semoga bisa membahagiakan penonton,” ujar Diana Limbong usai Gala Premiere ‘Trah 7’ di Bioskop Epicentrum, Kuningan, Jakarta, Senin (10/1/2022) malam.

Diana mengatakan, ia sering mendengar di masyarakat kemarahan yang berujung pada umpatan ‘Saya kutuk tujuh turunan’.

“Ini menginspirasi saya untuk membuat film horor yang beda dari yang pernah ada,” katanya.

Kevin Torsten dan Diana Limbong bersama Gary Iskak.

‘Trah 7’ mengisahkan sosok Karyono yang menginginkan kekayaan materi dengan cara memuja setan. Berhasil meraih kekayaan yang diimpikan, Karyono malah mengumbar nafsu tanpa peduli pada larangan yang pernah didengarnya, yakni tidak boleh meniduri gadis tertentu.

Peristiwa singkat tersebut menyebabkan Karyono dijatuhi kutukan sampai tujuh turunan oleh halaka. Siapa sangka, turunan ketujuh yang dimaksud adalah Nico, sosok mahasiswa playboy yang diperankan oleh aktor muda Kevin Torsten.

Selain Kevin Torsten, film garapan sutradara Ferial Rachmany ini juga menghadirkan Gary Iskak, Chantiq Schagerl, Erwin Cortez, Bambang Oeban, Surya R Kusumah dan masih banyak lagi.

Konflik berlanjut pada saat Nico dan teman-temannya mengunjungi sebuah desa, yang ternyata merupakan lokasi kutukan diturunkan. Apakah Nico dan teman-temannya akan selamat? Saksikan keseruannya di layar bioskop Tanah Air. (Tumpak S)

Continue Reading

Film

‘Cinta Pertama, Kedua dan Ketiga’ Angga Yunanda dan Putri Marino di 2022

Published

on

By

Angga Yunanda dan Putri Marino (Foto: Instagram)

Kabarhiburan.com – Membuka tahun 2022, sineas perempuan Gina S Noer sudah menyiapkan film terbarunya untuk keluarga Indonesia, berjudul ‘Cinta Pertama, Kedua & Ketiga’.

Ceritanya mengetengahkan kisah Raja diperankan Angga Yunanda dan Asia diperankan Putri Marino. Keduanya mewakili anak yang beranjak dewasa dengan beban tanggung jawab mengurus orangtuanya.

Haruskah mereka mengalah untuk orangtuanya sebagai yang terbaik, untuk semua sebagai keluarga yang utuh? “Cinta Pertama, Kedua & Ketiga” adalah tentang perayaan cinta dan keluarga yang penting ditonton segenap keluarga untuk menghangatkan hati.

Lewat film ini, Gina S Noer bersama Starvision dan Wahana Kreator ingin mengulang sukses film ‘Dua Garis Biru’ (2019), yang sukses meraih lebih dari 2,5 juta penonton, diikuti berbagai penghargaan dari berbagai festival film dan tayang di bioskop mancanegara.

Menurut Gina S Noer, film ‘Cinta Pertama, Kedua & Ketiga’ adalah surat cinta untuk banyak keluarga yang selalu berusaha mencari bentuk terbaik dalam keadaan tersulit pun.

“Film ini berusaha mengulik, bagaimana keluarga tetap bisa terbentuk pada keadaan yang tak ideal,” ujar Gina, saat menggelar Gala Premiere di bioskop Epicentrum, Kuningan Jakarta, Selasa (28/12).

Film ‘Cinta Pertama, Kedua & Ketiga’ bercerita tentang dua keluarga dengan orang tua tunggal dari anak yang mendewasa di rantai sandwich generation, dan yang menjadi pengurus bagi orangtuanya yang sakit.

“Mereka bertemu di masa pandemi, tetapi tetap bisa “lincah berdansa” dengan hidup untuk ‘menemukan cinta, humor, dan harapan di sana,” kata Gina S. Noer, peraih penghargaan ganda Penulis Skenario Asli dan Adaptasi Terbaik di FFI 2019.

Gina pun berharap film ini bisa memberi penyegaran atas makna baru tentang keluarga serta relasi antar-anggota keluarga.

Akting Angga Yunanda dan Putri Marino dalam film ini didukung oleh Slamet Rahardjo, Ira Wibowo, Asri Welas, Ibnu Jamil, Widi Mulya, Ersa Mayori dan masih banyak lagi.

Film “Cinta Pertama, Kedua & Ketiga” resmi tayang di bioskop Tanah Air pada 6 Januari 2022 mendatang. Sebelum sampai ke sana, film ini rilis di Jogja Netpac Asian Film Festival (JAFF) pada 4 Desember silam, yang mendapat sambutan yang baik dengan cepatnya karcis ludes terjual. (Tumpak S)

Continue Reading

Film

‘Uti Keke’ Siap Syuting, Angkat Kisah Romansa di Tengah Keragaman Budaya

Published

on

By

Produser Ayu diapit oleh para pendukung film ‘Uti Keke’

Kabarhiburan.com – Satu lagi film karya anak bangsa yang sedang ramai diperbincangkan, berjudul ‘Uti Keke’. Film perdana Ayu Cinema Production, ini dibintangi oleh aktor dan aktris ternama, yakni  Gary iskak, Reiner Manopo, Jess Gracie, Ferly Putra dan masih banyak lagi.

Banyak dibicarakan, lantaran film ini mengangkat kisah romansa dan persahabatan dengan latar belakang agama yang berbeda.

“Percintaan yang membuat kita sedih. Oleh sebab itu, film ini harus bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat di Indonesia,” ujar produsernya, Ayu, pada acara selamatan ‘Uti Keke’, berlangsung di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (23/12).

Selain mengangkat kisah percintaan dan persahabatan, film ‘Uti Keke’ juga mengangkat tentang potensi budaya, pariwisata, kuliner dan adat Gorontalo dan Minahasa.

‘Uti Keke’ menjadi sebuah film inspiratif yang menggambarkan sebuah persahabatan dua muda-mudi dengan latar agama yang berbeda plus kearifan lokal Gorontalo dan Minahasa mampu menyatukan perbedaan menjadi sebuah kesatuan dalam kebhinekaan.

Syuting film ‘Uti Keke’ akan syuting pada Januari 2022 mendatang. Berlangsung selama 20 hari. 80 persen dilakukan di Gorontalo dan 20 persen di Minahasa.

Billy selaku Co Produser.

Co Produsernya, Billy menegaskan bahwa gagasan film ini hanya mengangkat fakta yang ada dan terjadi antara dua daerah berbeda.

“Semoga film ini mendapat sambutan yang baik dari masyarakat Indonesia dan mampu memberi nilai edukasi di tengah masyarakat inndoneaia yang majemuk,” pintanya.

Acara selamatan film Uti Keke digandengkan dengan peresmian D&A Express, cabang Jakarta. D&A merupakan perusahaan jasa ekspedisi yang sedang bertumbuh. (Tumpak S)

Continue Reading
Advertisement

Trending