Connect with us

Musik

Musikus Dian Pramana Putra Tutup Usia Pada 57 Tahun

Published

on

Duet Dian PP dan Ika Putri dalam lagu Demi Cinta di Studio RPM, Jakarta

Kabarhiburan.com, Jakarta – Lagu Demi Cinta yang dinyanyikan duet Dian Pramana Putra dan Ika Putri, di studio musik RPM di Kawasan Sudirman Jakarta Selatan, awal Desember silam, boleh jadi rekaman yang terakhir bagi Dian PP.

Lagu tersebut bakal mengisi album Duet With Dian Pramana Putra, yang berisi 10 lagu. Penggarapan album yang melibatkan beberapa penyanyi kenamaan Tanah Air ini, rencananya bakal rilis pada 2019 mendatang.

Hanya saja, seperti kata pepatah lama: Manusia hanya bisa berharap, Tuhan juga yang memutuskan. Dian tidak sempat menunggu acara rilis albumnya tersebut.

Pria kelahiran 2 April 1961 di Medan ini dinyatakan meninggal dunia pada hari ini, Kamis (27/12) pukul 20.50 WIB, setelah berjuang melawan penyakit kanker darah yang dideritanya.

Berita duka ini diunggah oleh konduktor Addie MS melalui akun resmi twitternya. Jenazahnya disemayamkan di rumah duka Jl Tebet Barat VI Nomor 3, Jakarta Selatan.

Dian PP dan Ika Putri mengapit Produser Seno M. Harjo.

Sebelumnya Deddy Dhukun, rekan Dian PP dalam grup musik 2D, mengungkapkan kesehatan Dian memang sempat membaik. Situasi ini membuat sesama musisi sempat menggagas konser penggalangan dana, pada Sabtu (29/12) mendatang pukul 21:00 WIB di Dimsum Festival, Kemang, Jakarta Selatan.

Menciptakan Puluhan Lagu

Nama Dian PP mulai melejit saat mengikuti kompetisi Lomba Cipta Lagu Remaja 1980. Pada ajang tersebut, lagu ciptaannya bertajuk Pengabdian menduduki posisi ketiga.

Sejak saat itu, Dian PP terus berkarya menelurkan album, baik solo maupun bersama Deddy Dhukun dalam grup bernama 2D.

Dian PP juga pernah membentuk grup musik Kelompok 3 Suara (K3S) bersama Deddy dan Bagus A. Ariyanto, dengan hit Bohong. Selain puluhan lagu ciptaannya yang dipopulerkan penyanyi lain. (Tumpak Sidabutar/KH. Foto-foto Andy A)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Musik

Dinda Permata Ingin Dikenal Karena Prestasi, Bukan Sensasi

Published

on

By

Dinda Permata Boyong hadiah dari ajang kompetisi menyanyi Big Stage 2019 di Malaysia.

Kabarhiburan.com, Jakarta – Satu lagi penyanyi Indonesia berhasil mengukir prestasi yang mengharumkan nama Indonesia di negeri jiran, Malaysia. Dialah Dinda Permata.

Gadis kelahiran Medan, Sumatera Utara ini memancarkan wajah berbunga-bunga saat menceritakan pengalamannya selama lebih dari 2 bulan, sejak Agustus silam mengikuti  kompetisi yang berlangsung di Auditorium Majlis Bandaraya Shah Alam, Kuala Lumpur, Malaysia.

Dikenal sebagai penyanyi dangdut yang bernaung di bawah label Nagaswara Musik, Dinda ternyata mampu membawakan berbagai genre musik melalui vokalnya yang khas.

Kemampuannya sudah ditunjukkan selama mengikuti ajang kompetisi menyanyi bergengsi di negeri jiran, Malaysia, Big Stage 2019.

Kompetisi tersebut menguji kemampuan Dinda bukan saja untuk membawakan lagu Melayu, dangdut dan pop. Genre rock pun dilalapnya.

Kemampuan tersebut telah menyerap perhatian penonton pada setiap penampilannya. Sekaligus memuluskan jalannya hingga mencapai tangga finalis.

“Sejak awal ikut ajang ini, banyak orang sudah mengenali diriku. Mereka menyapa lalu minta foto bareng, saat bertemu di tempat umum,” kenang Dinda Permata yang ditemui saat acara syukuran di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (17/10).

DindaPermata didampingi Anto Angkasa, penulis lagu ‘Tak Sanggup Lagi’

Kompetisi yang diikuti oleh belasan penyanyi dari berbagai negara di Asia tersebut, juga mendudukkan Datuk Siti Nurhaliza, Cakra Khan dan Judika sebagai Dewan Juri.

Dinda mengatakan, Dewan Juri telah berulang kali memberinya nilai tinggi. Hanya saja, dukungan voting di dunia maya bagi Dinda sangatlah minim.

“Mungkin karena masyarakat Indonesia belum banyak mengetahui ajang Big Stage 2019. Situasi ini dimanfaatkan lawan untuk meningkatkan perolehan nilai melalui dunia maya untuk mendapatkan voting tinggi,” ucap pelantun Tak Sanggup Lagi ini.

Pada akhirnya Dinda menduduki peringkat kelima, sementara Han Byul asal Korea Selatan meraih tangga juara utama.

Begitupun, wanita yang masih betah sendiri ini memilih berpikir positif. Ia mengaku bersyukur mendapat kesempatan tampil dalam ajang menyanyi tingkat Asia tersebut.

Setidaknya, ajang tersebut telah membuka pintu rejeki baginya, dengan hadirnya tawaran sebagai bintang iklan, nyanyi untuk soundtrack film.

“Saya bersyukur sekali bisa dikenal diluar negeri. Mungkin rejeki saya dimulai dari sana. Berkarir dimanapun bagi asaya enggak masalah. Saya juga ingin dikenal karena prestasi dan bukan sensasi,” pinta Dinda Permata. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading

Musik

Indosiar: Kami Konsisten, Fildan Kini Menjadi Komentator

Published

on

By

Reza dan Fildan menyatakan siap dengan tugas baru sebagai Komentator pada ajang kompetisi menyanyi dangdut, di Indosiar, DA Asia 5.

Kabarhiburan.com, Jakarta – Indosiar mengapresiasi berbagai komentar para netizen yang mempersoalkan terpilihnya Fildan dan Reza menjadi komentator di ajang Dangdut Academy Asia 5 (DA Asia 5).

Anggapan netizen bahwa Indosiar tidak konsisten, kini terbantahkan. Jawaban ini disampaikan Ekin Gabriel selaku VP – PSRD Division Head Indosiar dalam jumpa pers DA Asia 5 di SCTV Tower, Senayan, Jakarta, Rabu 916/10).

“Kami konsisten, bahwa siapapun yang juara pertama pada ajang D’Star akan menjadi komentator. Sekarang kami sudah membuktikan, Fildan kini menjadi komentator DA Asia 5,” jelas Ekin.

Setelah Fildan, Indosiar telah melihat sosok Reza punya potensi untuk menjadi komentator, makanya mengajak Reza. Apalagi, Indosiar memiliki hak prerogatif dalam menentukan siapa lagi yang layak jadi komentator, yang sangat baik untuk program.

“Kami sudah melihat cara Reza berbicara ketika tampil di program LIDA, sehingga track record-nya sudah tidak diragukan lagi, makanya kami mengajak Reza sebagai komentator,” imbuhnya.

Reza Zakarya yang merupakan juara 3 kompetisi D’Star mengaku sempat bertanya-tanya tentang kemampuannya sebelum menerima tawaran untuk duduk di kursi komentator.

“Setelah beberapa orang meyakinkan saya untuk menerima saja, barulah  tawaran dari Bu Siwi (Harsiwi Achmad)  Pak Ekin (Ekin Gabriel) saya terima dengan lapang hati. Sayua akan memberikan yang terbaik untuk program DA Asia 5),” ujar Reza yang didampingi Fildan.

Kegelisahan yang sama, juga dialami Fildan saat mendapat tawaran sebagai komentator, usai menjuarai D’Star (2019).

“Saya dan Reza sama-sama belajar. Insya Allah kami bisa memberikan sedikit ilmu buat teman-teman peserta. Kami pernah menjadi mereka (menjadi peserta). Mudah-mudahan ilmu kami bermanfaat untuk mereka,” ujar Fildan. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading

Musik

Band Padi Reborn Rilis Album Akustik ‘Indera Keenam’ Pada HUT ke 30 MNC Group

Published

on

By

CEO RCTI Kanti Mirdiadti diapit oleh personil Band Padi Reborn, Faisal Ivan dan Untung Pranoto selaku VP Production RCTI.

Kabarhiburan.com, Jakarta – Sambut perayaan ulang tahun ke-30, MNC Group telah menyiapkan sederetan acara menarik yang dikemas dalam MNC Fest 2019.

Salah satunya yang paling ditunggu, khususnya ‘Sobat Padi’ (fans base Band Padi Reborn) adalah Mega Konser Indera Keenam Padi Reborn yang akan digelar pada pukul 21.00 WIB di Studio RCTI+, MNC Studios,  Kebun Jeruk, Jakarta, Jumat (1/11) mendatang.

Indera Keenam dipilih sebagai judul konser tunggal kali ini, sekaligus merupakan judul album terbaru Padi Reborn, yang siap diluncurkan oleh grup musik yang digawangi oleh Ari (gitar), Fadly (vokal), Yoyo (drum), Rindra (bas), dan Piyu (gitar) ini.

“Kami beruntung Padi Reborn berkenan menggelar Mega Konser Indera Keenam Padi Reborn untuk  memeriahkan  HUT MNC Group ke-30,” ujar Kanti Mirdiati selaku CEO RCTI saat jumpa pers di MNC Studios, Kebon Jeruk, Jakarta, Selasa (15/10).

Promotornya, Faisal Ivan mengatakan konser ini sekaligus menjadi jawaban atas kerinduan penikmat music yang menantikan album baru dari grup asal Surabaya ini.

“Semoga masyarakat yang menyaksikan secara langsung dapat terhibur dan menjadi penawar rindu dari Sobat Padi di seluruh Indonesia,” ujar Faisal.

Dalam konser yang berdurasi 90 menit tersebut, Padi Reborn akan menyertakan beberapa musisi ternama yang diajak meramaikan konser ini, di antaranya Giring Ganesha.

“Ini kehormatan bagi kami bisa tampilkan Mega Konser Padi Reborn Indera Keenam. Yang pasti spesial. Ini pertama kami bikin konser di studio paling besar di Asia Tenggara, bertepatan dengan keluarnya album terbaru. Kami sudah nggak sabar dan merasa beruntung banget,” ungkap Fadly.

Indera Keenam merupakan album akustik pertama bagi Padi Reborn. Ada delapan lagu yang mengisi album terbaru ini. Beberapa diantaranya merupakan karya lama mereka dengan aransemen baru.

“Ini pertama kali bermain akustik. Musiknya soft, ternyata jauh lebih susah. Susah karena biasanya dengan power yang full, kali ini harus tampil mengiringi,” ujar Yoyo sang drummer.

Tiket konser sendiri terbagi dalam lima kategori. Kategori termurah Silver dibanderol Rp 150 ribu, Festival dihargai Rp 200 ribu, Gold dijual Rp 250 ribu serta Platinun Rp 400 ribu.

Selanjutnya, kategori VIP dibanderol Rp 1 juta. Bagi pemegang tiket tersebut, berkesempatan melakukan meet & greet, foto bareng hingga dinner bareng seluruh personel Padi Reborn.

Tiket sudah tersedia melalui aplikasi RCTI+ yang bisa diunduh melalui playstore maupun App store. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement

Musik

Terbaru

Trending