Connect with us

Lifestyle

Nada Kita Untuk Brand, Tawarkan Cara Mudah Untuk Terhubung Dengan Pelanggan

Published

on

Kabarhiburan.com, Jakarta – Mendengarkan musik  menjadi salah satu dari 3 aktivitas yang paling sering dilakukan pemilik ponsel. Tidak heran kalau dalam waktu yang relatif singkat, Nada Kita layanan aplikasi streaming musik lokal, menjadi  favorit bagi lebih dari dua juta anak muda Indonesia.

Nada Kita yang diciptakan Tuned Global  tersebut kian agresif. Kini menghadirkan fitur terbaru, yakni Brand Channel alias Nada Kita Untuk Brand. Sebuah terobosan menggunakan musik yang  memudahkan bagi brand-brand yang ada di Indonesia untuk terhubung dengan penggunanya.

Con Raso selaku Direktur Pelaksana Tuned Global dan pemilik bersama Nada Kita mengatakan, Nada Kita Untuk Brand yang sudah dapat dijumpai di halaman aplikasi musik Nada Kita, memungkinkan tim pemasaran di Indonesia mengintegrasikan musik ke dalam strategi pemasaran secara mudah dan langsung dengan penikmat musik.

“Melalui Nada Kita Untuk Brand, mereka bisa mempromosikan produk hanya kepada pengguna potensial. Sekaligus dapat mengukur langsung dampak promosi terhadap pelanggan, tingkat keterlibatan, hingga konversi dan penjualan sebuah produk,” jelas Con Raso kepada wartawan  di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin (22/1).

Lebih jauh Con Raso menjelaskan,  Brand Nada Kita Untuk Brand  sudah mencakup Branded mix musik untuk menyasar khalayak tertentu sesuai aliran musik, suasana hati dan momen tertentu. ”Termasuk iklan audio untuk meningkatkan pangsa dengar saat orang sedang melakukan banyak hal secara bersamaan di ponsel mereka,” tambahnya.

Berharap Lebih Banyak yang Terhubung

Sejak berdiri pada pertengahan 2016, Nada Kita menyasar penikmat musik sehari-hari, secara luas yang biasanya mendengarkan siaran radio lokal. Mereka mendengarkan lagu hits lokal dan musik yang akrab di telinga setiap hari, serta mencari rekomendasi dan daftar putar yang siap digunakan.

Kemudian menggabungkan apa yang terbaik dari radio (kemudahan) dan yang terbaik dari digital (interaktif dan personal) melalui aplikasi Nada Kita dengan begitu mudah. Apalagi, Nada Kita sudah melakukan kerja sama dengan beberapa label musik besar nasional, diantaranya Aquarius Musikindo, Musica Studio’s, MyMusic, Nagaswara, Trinity dan VMC.

“Nada Kita memungkinkan orang Indonesia menikmati musik lokal favorit secara gratis dan tanpa perlu menghabiskan banyak data. Cukup dengan mengklik  mix music atau artis, selanjutnya Nada Kita akan membangun daftar putar lagu sesuai selera Anda,” ujar Con Raso.

Con Raso berharap akan semakin banyak lagi brand yang akan mengandalkan Nada Kita Untuk Brand untuk terhubung dengan pelanggannya. Sejauh ini Nada Kita Untuk Brand telah terintegrasi dengan berbagai merek, termasuk SPC Mobile, Evercoss, Samsung, KFC, Grab, Lazada dan Smartfren.

Berapa brand yang ingin digandeng tahun ini? Con Raso enggan untuk berbagi. Hanya saja, dia berharap akan ada lagi penambahan pada tahun ini. (Tumpak Sidabutar/KH).

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lifestyle

Hadirkan ‘Fantasi Musikal’, RAPOT Gandeng Raisa, Yura Yunita dan Afgan

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Pendengar sudah dibawa bernostalgia ke masa SMA pada tahun 2006, berjalan-jalan ke Kerajaan Singosari di Kediri pada abad ke 13, sampai merasakan ketegangan yang luar biasa akibat dikejar zombie pada genre thriller.

Sekarang sampailah Cinematic Audio Series Mau Gak Mau Season 2 persembahan dari RAPOT (Reza Anka Radhini Abigail – Potkes) pada petualangan terakhirnya, yaitu episode 13 yang bergenre “Fantasi Musikal”.

Melalui keterangan resminya, Rabu (5/5), genre ini mengajak pendengar berpetualang di dunia yang penuh fantasi dengan misi mencari Reza Chandika yang tertinggal dalam petualangan sebelumnya.

Berbeda dari tiga genre sebelumnya, sebagian dialognya dibalut dalam format musikal. Sesuatu yang sama sekali belum pernah dilakukan oleh RAPOT. Karenanya, RAPOT berkolaborasi dengan berbagai musisi papan atas Indonesia seperti Afgan, Raisa, Sivia, Yura Yunita, Sheila Dara, Ardhito Pramono, dan Gamaliel yang sekaligus menjadi vocal director untuk genre fantasy musical ini.

Wastana Haikal didaulat menjadi illustrator untuk artwork dalam genre ini, menambah nuansa fantasy dan dreamy yang lebih kental, dibawah arahan Naya Anindita, sutradara muda, yang sebelumnya menyutradarai film “Eggnoid”, “Imperfect The Series”, dan masih banyak lagi.

Akankah Radhini, Abigail, dan Anka menemukan Reza Chandika? Bagaimana akhir dari petualangan RAPOT dalam Cinematic Audio Series Mau Gak Mau Season 2?

Dengarkan petualangan mereka dalam genre Fantasy Musical yang akan dirilis pada hari ini, Selasa 4 Mei 2021 pukul 16.00 WIB, eksklusif di Spotify. Jangan lupa untuk mendengarkan memakai earphone atau headphone untuk pengalaman yang maksimal. (Tumpak S)

Continue Reading

Lifestyle

Belajar dari Pengalaman Zaskia Sungkar yang Mencuci Pakaian dengan Tangan

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Masih segar dalam ingatan, postingan Zaskia Sungkar yang menunjukkan celah jemari tangannya yang memerah, seperti terbakar. Konon, berawal dari mencuci pakaian anak dan suaminya dengan tangan.

Dalam sekejap postingan tersebut dibanjiri para sahabatnya sesama artis serta ribuan netizen. Selain menyatakan prihatin, ada netizen yang menuliskan tips mengatasi kulit tangan iritasi karena sabun.

Ada pula yang memberi penjelasan rinci tentang:  ‘Kesalahan Yang Sering Terjadi Saat Mencuci Baju’. Penjelasannya sebagai berikut:

Secara tidak sadar, saat melakukan suatu kegiatan kita sering melakukan kesalahan yang luput dari perhatian. Pada akhirnya, kesalahan itu menjadi kebiasaan yang kita lakukan setiap saat. Misalnya, kegiatan mencuci pakaian.

Mencuci memang bukan kegiatan sulit, namun tetap saja memerlukan ketelitian. Jika tidak teliti, maka pakaian tidak akan berumur panjang.

Foto: Istimewa

Berikut ini kesalahan mencuci pakaian, baik menggunakan mesin maupun menggunakan tangan.

Tidak Memisahkan Pakaian Terlebih Dahulu

Hal ini memang tidak dirasa perlu bagi sebagian orang, namun jika tidak dilakukan bisa menyebabkan pakaian luntur dan rusak.

Sebelum mencuci seyogianya terlebih dulu mengelompokkan pakaian sesuai warna maupun jenis bahan kain. Tindakan ini perlu demi mencegah kerusakan pada serat kain.

Tidak Membuka Kancing Pakaian

Membuka kancing saat mencuci pakaian, tujuannya agar kancing pakaian tidak tersangkut pada saat proses pencucian. Tindakan kecil dan singkat ini pun dapat membuat umur pakaian lebih panjang.

Menggunakan Pemutih Secara Berlebihan

Pemutih berfungsi untuk menghilangkan noda bandel seperti darah atau keringat yang membekas pada pakaian. Pemutih akan mengoksidasi kotoran yang menempel pada pakaian.

Hanya saja, jika digunakan untuk pakaian berwarna bisa menyebabkan warna pakaian jadi berubah. Karenanya, penggunaan pemutih sebaiknya hanya untuk pakaian putih dengan takaran secukupnya saja.

Terlalu Banyak Menggunakan Deterjen

Penggunaan deterjen secara berlebih akan membuat busa deterjen lebih sulit hilang saat dibilas. Apalagi, saat kulit bersentuhan langsung dengan deterjen, maka kulit tangan menjadi kasar dan terasa panas dibuatnya.

Lagi pula, berbagai hasil penelitian para ahli menyimpulkan bahwa penggunaan deterjen secara berlebihan dapat menyebabkan pencemaran lingkungan dan polusi air.

Salah satu solusi mengatasi gangguan tersebut adalah penggunaan deterjen berbahan aktif tumbuhan tanpa LABSA, yakni deterjen yang terbuat dari minyak nabati yang didapatkan dari kelapa, kelapa sawit, atau kacang kedelai.

Sifatnya yang mudah terurai sehingga menjadi ramah lingkungan, sehingga deterjen berbahan dasar tumbuhan merupakan terobosan baru dalam mencuci pakaian.

Salah Pilih Deterjen

Deterjen berbahan tumbuhan sudah sejak lama digunakan di luar negeri. Sebaliknya, di Indonesia masih banyak beredar deterjen yang mengandung LABSA atau Linear Alkyl Benzene Sulphonic Acid.

LABSA adalah asam lemak organik (zat turunan minyak bumi) yang larut dalam air dan diencerkan untuk mengeluarkan panas. Jika tidak hati-hati, LABSA dapat membahayakan kulit. Kulit akan terasa panas dan keriput atau pecah-pecah dibuatnya. Oleh sebab itu, sebaiknya gunakan produk yang natural agar aman untuk kulit.

Tentu LABSA suatu saat nanti akan habis jika digunakan terus menerus. Seyogianya menjadi fokus Indonesia, mulailah mengganti bahan tersebut dengan bahan lebih natural seperti di luar negeri.

Selain lebih ramah kulit dan ramah lingkungan, deterjen berbahan tumbuhan lebih mudah larut saat membersihkan serat pakaian. Di Indonesia sudah ada belum ya, deterjen berbahan dasar tumbuhan? (Tumpak S)

Continue Reading

Lifestyle

Solusi Raffi Ahmad Kala Nagita Slavina Ngidam Mie Instan

Published

on

By

Nagita Slavina ngidam mie instan

Kabarhiburan.com – Usia kehamilan kedua Nagita Slavina, kini memasuki bulan ketiga. Seperti ibu hamil pada umumnya, istri Raffi Ahmad ini ini mengaku sedang ngidam. Apapun dimintanya kepada sang suami, termasuk makanan dan hal-hal nyeleneh lainnya.

Sebagai suami suami tercinta, tentu saja mengikuti keinginan sang istri pada batasan tertentu. Dengan kata lain, Raffi tetap konsisten mengawasi Nagita agar tidak mengonsumsi makanan yang membahayakan kesehatan Nagita dan bayinya.

Salah satu yang dipantangkan Raffi bagi Nagita dalah mengonsumsi makanan instan. Karena, umumnya makanan praktis dinilainya kurang bernutrisi dan tidak baik untuk kesehatan Nagita dan kandungannya.

Raffi ternyata mengetahui benar bahwa makanan instan, seringkali mengandung bahan-bahan tidak alami, seperti pengawet dan penguat rasa.

Sebaliknya Nagita tidak begitu saja mampu menampik keinginan dari ngidamnya. Nagita masih saja  keukeh minta dibuatkan mie instan ke Raffi atau ke asisten rumah tangganya.

Beruntung, Raffi telah menemukan solusi untuk memenuhi keinginan Nagita, tetap boleh makan mie instan, asalkan Mie Lemonilo yang Raffi nilai lebih sehat.

Seperti diketahui, proses pembuatan Mie Lemonilo tidak melalui proses penggorengan, melainkan pemanggangan sehingga tidak menyumbang lemak. Terbukti, air rebusan Mie Lemonilo terlihat jernih.

Sudah begitu, Mie Lemonilo tidak menggunakan pengawet, pewarna buatan, maupun penguat rasa. Bahkan, warna hijau pada mie yang berasal dari saripati bayam,  sudah pasti lebih sehat dan aman untuk Nagita konsumsi.

Berbagai keistimewaan Mie Lemonilo pun melahirkan rasa nyaman dan bagi Raffi Ahmad, saat Nagita minta dibuatkan mie instan. Nagita pun menyukai dan menyantap dengan lahap. (Tumpak S)

Continue Reading
Advertisement

Trending