Connect with us

Musik

Ndarboy Angkat Kisah Asmara yang Cedera dan Merana Pada Album Kedua

Published

on

Ndarboy

Kabarhiburan.com – Sukses lagu Mendung Tanpo Udan, lagu pop dangdut Jawa yang viral dan banyak di-cover di media sosial, penyanyinya, Ndarboy alias Helarius Daru Indrajaya, kini merilis album bertajuk Cidro Asmoro.

Pria berusia 28 tahun, itu menaruh harapan besar agar musik dangdut lebih dihargai masyarakat, setara dengan genre musik lainnya.

“Saya ingin dangdut tak cuma dikenal gara-gara viral di sosmed dan berdasarkan view di YouTube melulu,” pinta Ndarboy dalam acara selamatan album Cidro Asmoro, Minggu (19/12) siang.

Baginya, seniman yang baik adalah seniman yang tetap harus punya karya jadi yang monumental, bisa disimpan dengan baik oleh masyarakat, terutama penggemar.

“Intinya melalui Cidro Asmoro ini saya ingin membuktikan kepada siapa saja, Jowo iso! Sekaligus jadi saksi perjalanan karier berkesenian saya selama ini,” ujar pria asli Pandak, Bantul, ini.

Keinginan tersebut, Ndarboy wujudkan pada album Cidro Asmoro yang dikemas spesial, berbentuk boxset album fisik sebanyak 400 boks. Ini berbeda dari album pertamanya, Pusakarya (2019), ketika itu dirilis secara digital.

Setiap boxset berisi CD, stiker, lirik, sertifikat kepemilikan dan gantungan kunci separuh hati, baik Cidro maupun Asmoro, seharga Rp400.000.

Ndarboy menjelaskan bahwa album tersebut memuat 10 lagu orisinil ciptaannya yang belum pernah dirilis. Semua lirik lagu terinspirasi dari kisah nyata tentang perjalanan kisah asmara yang cedera dan merana.

Kesepuluh lagu berkesinambungan, diantaranya Moro-moro Teko, Moro-moro Lungo dan Dalan Gerunjal dan lagu Selamat Jalan Kekasih, dituangkan ke dalam aransemen pop dangdut campursari ala Ndarboy yang khas.

“Keseluruhan lagu di dalam Cidro Asmoro menceritakan proses perjalanan, pertemuan,  percintaan (asmoro), ingkar janji (cidro), sakit hati, ketuhanan, perwayangan, alam  dan budaya, lalu pada akhirnya mengikhlaskan,” jelas Ndarboy.

Selain berkesinambungan, album Cidro Asmoro juga akan menawarkan pengalaman visual yang maksimal, karena kesepuluh lagu tersebut akan dirilis satu persatu setiap bulan dalam bentuk video series.

“Diedarkan satu per satu lagu setiap bulannya di berbagai platform music digital, seperti Spotify. Jadi, nantinya satu persatu lagu akan dikeluarkan sejak Januari 2022 hingga Oktober 2022 mendatang,” jelas Ndarboy. (Tumpak S)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Musik

Tiga Sekawan Briana Lahirkan Single Perdana ‘Cinta Baru’

Published

on

By

Tiga sekawan personel Briana: Achi Nasution, Brando dan Yazid.

Kabarhiburan.com – Pandemi belum sepenuhnya berakhir, namun grup musik Briana percaya diri terjun di industri musik Indonesia.

Dibentuk pada pertengahan 2022, Briana menyatakan siap mewarnai belantika musik Tanah Air. SingleCinta Baru’ dengan genre pop jadi langkah pertama mereka menggaet pendengar musik Indonesia.

Grup band asal Jakarta ini solid dengan tiga sekawan, yakni Achi Nasution (Vokal), Brando (Gitar) dan Yazid (Drum). Sempat bermusik dengan grup band sendiri, akhirnya mereka bertemu dan menemukan kecocokan di Briana.

Sebut saja vokalisnya, Achi Nasution, mantan vokalis band Speedpop yang merilis single pada 2010 silam. Begitu pula, Brando, sempat tergabung di Sinbad, band di bawah naungan label Nagaswara.

Sementara sang drummer, Yazid adalah drummer dari band bernama Ilang dan juga Good Gangster.

Achi Nasution menyebutkan single berjudul ‘Cinta Baru’ berirama melow mengangkat tema cinta yang universal.

“Kami angkat tema cinta, karena lirik tentang cinta itu kan umum ya, siapapun itu pasti punya kisah cinta,” ucap Achi Nasution, dalam keterangan persnya, baru-baru ini.

Cinta Baru’ menceritakan tentang kisah berakhirnya cinta seseorang dengan pasangannya. Namun ‘Cinta Baru‘ mengajak orang untuk move on, melupakan kesedihan karena putus cinta dan mengajak untuk membuka hati bagi sebuah cinta baru.

“Liriknya mengajak kita untuk move on. Jangan berlarut dalam kesedihan. Intinya sih begitu,” ujar Achi Nasution menambahkan.

Sementara itu, Brando menjelaskan, bahwa nama Briana tersebut diambil dari inisial nama ketiga personel, Brando, Yazid, dan Achi Nasution.

“Briana ini diambil dari inisial nama kita. Briana ada artinya juga, yakni bangsawan, atau berbudi luhur,” jelas Brando.

Ketiganya optimistis karya mereka bisa diterima pasar musik Tanah Air.

“Kami berharap, lagu perdana ini bisa disukai masyarakat. Semoga lagu ini bisa diterima di industri musik Tanah Air,” pinta Brando yang dalam waktu dekat akan memperdengarkan ‘Cinta Baru’ ke sejumlah radio di Indonesia. (Tumpak S)

Continue Reading

Musik

Hiroaki Kato Rilis ‘Satu Hati’, Theme Song Acara ‘Kesennuma Indonesia Festival’

Published

on

By

Hiroaki Kato luncurkan single ‘Satu Hati’.

Kabarhiburan.com – Sejak mempopulerkan lagu ‘Ruang Rindu’ ke dalam bahasa Jepang dan Indonesia, lagu-lagu Hiroaki Kato sudah tidak asing lagi di telinga pecinta musik Indonesia. Penyanyi asal Jepang ini terus berkarya untuk Indonesia.

Terbaru, Hiroaki Kato kembali merilis single terbaru bertajuk ‘Satu Hati’ (Kokoro Hitotsu Ni) pada Kamis, 8 September 2022.

Menariknya, lagu ‘Satu Hati’ juga menjadi Official Theme Song Festival yang berlangsung di Jepang, pada Rabu, 7 September 2022.

Untuk melahirkan ‘Satu Hati’, Hiroaki Kato berkolaborasi dengan produser musik Ari Renaldi, yang juga produser di album pertama Hiroaki Kato.

Ia menjelaskan bahwa terciptanya lagu ini setelah melihat begitu banyak kerja sama yang diukir oleh Jepang dan Indonesia.

“Walau beda bangsa, budaya dan bangsa, tapi kita selalu bahu membahu dan bergandengan tangan demi menjaga persahabatan baik ini,” ungkap Hiroaki Kato tentang sumber inspirasinya pada lagu ‘Satu Hati’.

”Jujur, aku bangga dan senang sekali lagu ini bisa jadi Theme Song acara Kesennuma Indonesia Festival yang ternyata banyak sekali orang Indonesia bekerja di daerah tersebut,” sambung Hiro.

Memasuki tahun ke-65 Persahabatan Indonesia dan Jepang, Hiroaki Kato, menaruh harapannya.

“Karena kita masih berbagi langit yang sama, kita tetap jaga keharmonisan ini bersama dan semoga para pendengar di Indonesia bisa merasakan kehangatan dan semangat dari lagu ini,” pinta Hiroaki Kato. (Tumpak S)

Continue Reading

Musik

Tanah Air Project Rilis Single ‘Song of Deliverance’ Terinspirasi dari Candi Borobudur

Published

on

By

Grup Musik Tanah Air Project Rilis single ‘Song of Deliverance’

Kabarhiburan.com – Candi Borobudur kembali menjadi sumber inspirasi musik. Hasilnya, terciptalah single beserta video terbaru bertajuk ‘Song of Deliverance’.

Ini single berbahasa Inggris pertama bagi grup musik Tanah Air Project yang didukung oleh Vialinda (vocal), Gerard Laisina (gitar), Daniel Mantiri (gitar), Ezekiel Rangga (keyboard & secuencer) dan Ardika Prayudha (drum).

Sebelumnya, band beraliran rock sinematik asal Jakarta ini selalu menghadirkan lagu-lagu Indonesia, diantaranya Negeri Pemenang, Kandang Kita dan Hegemoni.

Seluruh karya musik mereka sesuai dengan ideologi bermusik Tanah Air Project yang mengacu pada cerita Nusantara dan Semangat Kebangsaan.

Song Of Deliverance’ karya Ezekiel Rangga, misalnya, terinspirasi dari berdirinya Candi Borobudur, warisan dunia yang dibangun pada era Kerajaan Samaratungga dari Dinasti Syailendra pada abad ke 7 – 9 Masehi.

Menjadikan ‘Song Of Deliverance’, sebuah karya single kreatif yang sarat makna akan ajakan terhadap perilaku masyarakat pada masa ini.

“Pesan positif untuk membangun tanah kita dan menjadi tuan rumah atas kekayaan lokal kita menjadi bagian penting dari pesan lagu ini,” ujar Ezekiel Rangga merangkap produser dalam jumpa pers di kawasan SCBD, Jakarta, pada Sabtu, 3 September 2022.

Menariknya, single ini melibatkan Daeng Oktaf, mantan bassist band rock Edane. Daeng Oktaf mengisi seluruh part bass dari single ‘Song of Deliverance’. Hasilnya, menjadikan warna lagu menjadi unik dan gahar.

Demikian pula, video klip ‘Song of Deliverance’ digarap dengan animasi yang modern dan dinamis tanpa meninggalkan ciri khas Tanah Air Project.

Gerard Laisina menyutradarai langsung video dengan menggabungkan teknologi visual dengan aset lingkungan, menjadikan cerita dan pesan yang lebih mudah dicerna, yaitu Borobudur sebagai tempat pencerahan bagi manusia dan berdirinya sebuah pusat peradaban.

Selain itu, sekelompok seniman muda berbakat dari sanggar tari dan musik tradisional di kawasan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, semakin memperjelas ideologi bermusik Tanah Air Project.

“Semoga single ini menjadi inspirasi yang baik bagi bangsa Indonesia,” pinta Ezekiel Rangga. (Tumpak S)

Continue Reading
Advertisement

Trending