Connect with us

Film

Nyanyikan ‘Kenanglah Aku’ Untuk Film ‘The Sacred Riana: Beginning’, Astrid Bayangkan Sosok Ini

Published

on

Astrid Sartiasari

Kabarhiburan.com, Jakarta – Sudah bisa dipastikan film horor The Sacred Riana: Beginning tayang di bioskop Tanah Air pada 14 Maret mendatang. Film itu akan dihiasi suara merdu Astrid pengisi original soundtrack (OST) film produksi Nant Entertaiment tersebut.

Lagu Kenanglah Aku, mengisahkan persahabatan antara Riana dan teman dunia mayanya berwujud boneka kegelapan bernama Riani. Riani menuntut kesetiaan dari Riana untuk terus bersamanya dan akan menjadi bencana saat Riana mencoba berbagi hidup untuk orang sekitar.

“Perasaannya kaget dan senang banget. Karena memang ada tawaran ini lagi menyanyikan lagu untuk film horor, setelah 16 tahun, ujar Astrid dalam acara rilis poster dan trailer film The Sacred Riana: Beginning di Pasar Rebo, Jakarta Timur, Rabu (20/2).

Seperti diketahui, wanita bernama lengkap Astrid Sartiasari ini juga didapuk untuk menyanyikan OST film horor Tusuk Jelangkung (2003), lagunya berjudul Ratu Cahaya.

Kembali menyanyikan lagu untuk film horor, wanita berusia 37 tahun ini menyambut tawaran itu dengan sukacita, meski lirik lagu sempat membuatnya merinding.

“Pertama itu aku dikasih tahu lagunya kayak apa. Aku dengar lagunya bikin merinding. Yang bikin musik Mas Andi Rianto yang sudah masterpiece. Pas didengerin sudah pasti aku terima ini,” jelas Astrid yang sempat kesulitan menjiwai lagu karena belum menonton filmnya.

“Kan penyanyi itu membawakan kata-kata dalam melodi, penginnya sih orang yang mendengarkan tuh bisa merasakan atau kebawa apa yang kita nyanyikan,” tutur pelantun Lingkaran itu.

Untuk menghayati lagunya, Astrid mencoba bayangkan sosok misterius Riana dan bonekanya saat menyanyi, ternyata berhasil.

“Aku harus mencari tahu dulu, apa sih maksudnya ada boneka kegelapan, ada teman dunia maya, ada kata-kata itu. Jadi, aku berusaha untuk membayangkan sosok Riana dan bonekanya,” pungkas Astrid. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Film

Serial Animasi BIMA S, Kisah Petualangan Satria yang Sarat Pesan Moral

Published

on

By

Kabarhiburan.com – MNC Animation siap suguhkan sebuah serial animasi terbaru, berjudul BIMA S. Sebuah serial bergenre aksi dan petualangan akan tayang di layar RCTI, mulai 4 Oktober 2020 mendatang.

Selanjutnya, BIMA S akan menjadi tontonan yang bisa dinikmati oleh seluruh anggota keluarga pada setiap Minggu pukul 10.00 WIB.

Tayangan ini merupakan hasil adaptasi dari BIMA Satria Garuda Series yang pernah tayang di RCTI. Tak hanya formatnya diubah menjadi 3D, BIMA S pun menggelar jalan cerita yang lebih menarik dan kekinian.

BIMA S mengisahkan tentang Satria, seorang remaja yang spontan, pemberani, dan senang bereksplorasi. Satria juga mampu bertransformasi menjadi sosok BIMA S yang memiliki kekuatan dan senjata-senjata dahsyat.

BIMA S bersama para sahabatnya, Prof. T, Aurora, Ve, dan Nadra-Rama harus bertualang lintas galaksi, melawan monster-monster dan mengumpulkan kekuatan 7 matrix ajaib untuk menghentikan Infernus sang musuh besar yang berambisi untuk menguasai semesta.

Liliana Tanoesoedibjo selaku CEO MNC Animation mengatakan, BIMA S menyuguhkan aksi pertarungan seru, serta sarat dengan pesan moral, seperti nilai kepercayaan, persahabatan, perjuangan dan pengorbanan.

Serial BIMA S juga dilengkapi dengan aksi komedi segar yang menjadikan BIMA S sebagai tontonan yang menarik dan menghibur keluarga Indonesia.

“Animasi BIMA S sudah ditunggu oleh fanbase superhero Indonesia, khususnya para penggemar BIMA,” ujar Liliana.

Animasi BIMA S adalah IP (Intelectual Property) dari MNC Animation yang diharapkan menjadi kebanggaan animasi lokal Indonesia.

“Dengan tayangnya BIMA S, akan menjadi pelopor animasi superhero Indonesia yang mampu bersaing di tingkat internasional,” imbuh Liliana. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading

Film

Percofia Pictures Resmi Berdiri, Bawa Angin Segar di Tengah Pandemi

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Selama berbulan-bulan dinaungi pandemi covid-19, menyebabkan industri kreativitas, seperti dunia perfilman, di Tanah Air masih lesu. Sebagian besar sineas menjauh dari lokasi syuting lantaran pintu bioskop masih ditutup.

Situasi menyedihkan tersebut tidak membuat jajaran managemen PT Percofia Nusaphala berputus asa. Sebaliknya, mereka justru mengembangkan sayapnya dengan mendirikan Percofia Pictures, sebuah rumah produksi baru di bidang dunia hiburan.

Boy Horizontal selaku Direktur Pengembangan Usaha dan Marketing Percofia Pictures menyebut rumah produksi ini merupakan mimpi yang terwujud, lewat Pak Ardi selaku Direktur Utama.

“Wabah Covid 19 bukan halangan buat kami berkreativitas untuk melahirkan karya-karya terbaik. Cintailah proses bukan protes. Orang pintar butuh proses bukan protes,” ungkap Boy, dalam acara syukuran peresmian Percofia Pictures di kawasan Ciracas, Jakarta Timur, Sabtu 12/9).

Tarmizi Abka selaku Direktur Operasional mengaku optimis Percofia Pictures mampu memberikan karya terbaik bagi industri kreatif tanah air.

Dalam genggamannya sudah ada beberapa proyek yang siap disajikan bagi pecinta film Indonesia. Sebut saja, film Mimpi Matahari, film 10 Biografi orang ternama Indonesia, kuis, termasuk support content untuk acara televisi swasta Nasional.

“Saya pun berharap bisa berkolaborasi dengan banyak pelaku industri kreatif, seperti conten creator, youtuber dan produser untuk menciptakan karya di luar industry film layar lebar,” jelas  Tarmizi.

Ia menambahkan bahwa dunia digital berupa internet dan media sosial telah mengantarkan kemudahan bagi semua orang terkoneksi melalui smartphone.

“Kalau bioskop sudah enggak bisa menampung film, kita putar aja di Netflik, Maxxstream, YouTube dan lainnya,” kata Tarmizi yang akan memproduksi ulang filmnya, Kalam-kalam Langit (2016). (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading

Film

Webseries ‘Annaar’, Pengalaman Siksa Kubur Garapan Sutradara Ubay Fox

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Berbulan-bulan dibekap pandemi, kreativitas sutradara Ubay Fox justru membuncah. Jago membuat film horor untuk layar lebar, kini Ubay Fox membuat webseries yang ditayang di kanal YouTube berjudul Annaar.

Webseries Annaar  bertema drama keluarga dengan durasi sepanjang 10 hingga 15 menit pada setiap episodenya. Ubay Fox memilih para pemainnya, aktris Maya Yuniar dan aktor Wahyudi Beksi.

“Bukan film horor, tapi drama. Ceritanyanya saya ambil dari Al Quran surat Al-Furqan,” ungkap penggarap film Rasuk dan Uka-Uka Nini Tulang.

Menurut sutradara muda ini, webseries Annaar menceritakan seseorang yang merasakan pedihnya siksa neraka, saat dirinya mengalami mati suri akibat kecelakaan saat bersepeda.

“Saat mati suri, dibangkitkan ruhnya. Lalu ditanya oleh malaikat yang membuka semua catatan amal ibadahnya semasa hidup. Termasuk diperlihatkan, seperti apa hukuman bagi mereka penghuni neraka jahanam,” jelas Ubay Fox.

Aktris Maya Yuniar berperan sebagai Saidah, sosok istri soleha bersuamikan Abdul diperankan Wahyudi Beksi, sosok pria yang selalu lupa diri dan lupa bersyukur serta sering meninggalkan ibadah shalat.

Melalui kisah tersebut, Annaar ingin mengingatkan betapa banyak manusia yang meninggalkan ajaran Tuhannya, karena terlena akan keindahan duniawi.

“Manusia golongan ini banyak. Mereka adalah hamba Allah yang senang melanggar shalatnya sendiri,” kata Ubay Fox yang sudah siap memproduksi webseries berdurasi pendek lainnya.

Webseries Annaar yang diproduseri Sandi Suntara dari rumah produksi FoxMov tersebut, berkategori segala umur, artinya dapat dinikmati penonton anak-anak hingga dewasa. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement

Musik

Terbaru

Trending