Connect with us

Film

Pafindo Hadirkan Dua Program Podcast di Tengah Pandemi

Published

on

Salah satu siasat Pafindo tetap kreatif di tengah Pandemi adalah melahirkan podcast.

Kabarhiburan.com, Jakarta – Pandemi Covid-19 berdampak pada terhentinya mesin industri perfilman nasional. Mulai dari penutupan serentak pintu bioskop, produksi film mati suri yang diikuti hilangnya mata pencaharian para kru dan pekerja seni di dalamnya.

Tapi, rupanya kreativitas selalu menemukan jalannya sendiri dengan cara beradaptasi pada keadaan, seperti yang dilakukan organisasi Pafindo (Perkumpulan Artis Film Indonesia) yang dimotori oleh Muhammad Bagiono, SH.

Selama pandemi, organisasi perfilman termuda di Indonesia ini tetap berkarya. Mereka mengalihkan perhatiannya sementara pada podcast, yakni program siaran non-streaming yang disiarkan secara audio-visual.

Bagiono beralasan bahwa dalam hidup, kita harus bersiasat untuk bertahan. Agar mampu berbuat sesuatu perlu siasat,

“Di benak saya saat ini adalah mencari cara agar pelaku industri dan elemennya tetap bertahan kreatif di tengah masa pandemi yang belum berakhir,” jelas Bagiono yang ditemui di studio podcat Pafindo di di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (28/8) sore.

Podcast Bincang-Bincang Santuy dipandu oleh Rony Dozer

”Saat berdiskusi dengan Rony Dozer tentang kerja yang bisa dilakukan agar tetap punya kegiatan kreatif, Rony mengusulkan bikin podcast, tayang di kanal YouTube. Kalau nanti viewers dan subscribes-nya layak, maka akan menghasilkan uang,” ungkap Bagiono menirukan Rony Dozer.

Podcast garapan Bags Pictures sepenuhnya di bawah naungan Pafindo Production. Karenanya, seluruh peralatan produksi yang digunakan pun milik Pafindo. Demikian pula para kru yang bertugas.

Bagiono menambahkan bahwa kru yang bertugas dalam pelaksanaan syuting, mutlak mengikuti anjuran protokol kesehatan, misalnya membatasi orang yang dilibatkan dalam proses produksi.

Sejauh ini Bags Pictures TV telah mengemas  dua program podcast, yakni Mitos Story yang dipandu oleh Bagiono dan Bincang-Bincang Santuy dipandu aktor gempal Rony Dozer.

“Kedua program ini tayang di Bags Pictures TV di kanal YouTube,” imbuh Bagiono yang menjanjikan kedua program bermutu tersebut akan menginspirasi masyarakat.

Ketua umum Pafindo, Muhammad Bagiono, SH bersama artis Laila Vitria.

“Mengenai tema yang dibahas dalam podcast, merupakan hasil diskusi para anggota Pafindo,” imbuh Bagiono yang tampil sebagai narasumber bersama artis Laila Vitria dalam  Bincang-Bincang Santuy bertema Wanita, Sensualitas yang Artistik.

Sebelumnya, program yang dipandu oleh Rony Dozer ini telah menghadirkan artis cantik Vera Chang yang berbagi cerita tentang Wanita dan Genre Komedi.

Pada episode berikutnya, Bagiono akan menghadirkan sederetan publik figure, selebriti, pegiat kreatif dan kalangan profesional sebagai narasumber. Tentu saja dengan topic-topik menarik dan menginspirasi. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Film

Percofia Pictures Resmi Berdiri, Bawa Angin Segar di Tengah Pandemi

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Selama berbulan-bulan dinaungi pandemi covid-19, menyebabkan industri kreativitas, seperti dunia perfilman, di Tanah Air masih lesu. Sebagian besar sineas menjauh dari lokasi syuting lantaran pintu bioskop masih ditutup.

Situasi menyedihkan tersebut tidak membuat jajaran managemen PT Percofia Nusaphala berputus asa. Sebaliknya, mereka justru mengembangkan sayapnya dengan mendirikan Percofia Pictures, sebuah rumah produksi baru di bidang dunia hiburan.

Boy Horizontal selaku Direktur Pengembangan Usaha dan Marketing Percofia Pictures menyebut rumah produksi ini merupakan mimpi yang terwujud, lewat Pak Ardi selaku Direktur Utama.

“Wabah Covid 19 bukan halangan buat kami berkreativitas untuk melahirkan karya-karya terbaik. Cintailah proses bukan protes. Orang pintar butuh proses bukan protes,” ungkap Boy, dalam acara syukuran peresmian Percofia Pictures di kawasan Ciracas, Jakarta Timur, Sabtu 12/9).

Tarmizi Abka selaku Direktur Operasional mengaku optimis Percofia Pictures mampu memberikan karya terbaik bagi industri kreatif tanah air.

Dalam genggamannya sudah ada beberapa proyek yang siap disajikan bagi pecinta film Indonesia. Sebut saja, film Mimpi Matahari, film 10 Biografi orang ternama Indonesia, kuis, termasuk support content untuk acara televisi swasta Nasional.

“Saya pun berharap bisa berkolaborasi dengan banyak pelaku industri kreatif, seperti conten creator, youtuber dan produser untuk menciptakan karya di luar industry film layar lebar,” jelas  Tarmizi.

Ia menambahkan bahwa dunia digital berupa internet dan media sosial telah mengantarkan kemudahan bagi semua orang terkoneksi melalui smartphone.

“Kalau bioskop sudah enggak bisa menampung film, kita putar aja di Netflik, Maxxstream, YouTube dan lainnya,” kata Tarmizi yang akan memproduksi ulang filmnya, Kalam-kalam Langit (2016). (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading

Film

Webseries ‘Annaar’, Pengalaman Siksa Kubur Garapan Sutradara Ubay Fox

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Berbulan-bulan dibekap pandemi, kreativitas sutradara Ubay Fox justru membuncah. Jago membuat film horor untuk layar lebar, kini Ubay Fox membuat webseries yang ditayang di kanal YouTube berjudul Annaar.

Webseries Annaar  bertema drama keluarga dengan durasi sepanjang 10 hingga 15 menit pada setiap episodenya. Ubay Fox memilih para pemainnya, aktris Maya Yuniar dan aktor Wahyudi Beksi.

“Bukan film horor, tapi drama. Ceritanyanya saya ambil dari Al Quran surat Al-Furqan,” ungkap penggarap film Rasuk dan Uka-Uka Nini Tulang.

Menurut sutradara muda ini, webseries Annaar menceritakan seseorang yang merasakan pedihnya siksa neraka, saat dirinya mengalami mati suri akibat kecelakaan saat bersepeda.

“Saat mati suri, dibangkitkan ruhnya. Lalu ditanya oleh malaikat yang membuka semua catatan amal ibadahnya semasa hidup. Termasuk diperlihatkan, seperti apa hukuman bagi mereka penghuni neraka jahanam,” jelas Ubay Fox.

Aktris Maya Yuniar berperan sebagai Saidah, sosok istri soleha bersuamikan Abdul diperankan Wahyudi Beksi, sosok pria yang selalu lupa diri dan lupa bersyukur serta sering meninggalkan ibadah shalat.

Melalui kisah tersebut, Annaar ingin mengingatkan betapa banyak manusia yang meninggalkan ajaran Tuhannya, karena terlena akan keindahan duniawi.

“Manusia golongan ini banyak. Mereka adalah hamba Allah yang senang melanggar shalatnya sendiri,” kata Ubay Fox yang sudah siap memproduksi webseries berdurasi pendek lainnya.

Webseries Annaar yang diproduseri Sandi Suntara dari rumah produksi FoxMov tersebut, berkategori segala umur, artinya dapat dinikmati penonton anak-anak hingga dewasa. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading

Film

Stro TV Steaming Siap Tayangkan ‘Kalis’, Miniseri Perjuangan Hidup PSK

Published

on

By

Kabarhiburan.com, Jakarta – Sukses merilis 5 judul miniseri sebelumnya, Stro TV Streaming menyatakan siap menghadirkan konten original terbarunya yang berbeda dari sebelumnya. Kali ini berjudul Kalis, miniseri 5 episode yang masing-masing berdurasi 15 menit.

Kalis merupakan tontonan untuk kategori usia 21 keatas, akan tayang setiap Jumat malam. Episode perdana akan berlangsung pada 28 Agustus 2020, pukul 21.00 WIB mendatang.

Kamus Besar Bahasa Indonesia dinyatakan bahwa ‘kalis’ berarti suci, bersih dan murni. Namun dalam film garapan sutradara Agus H Mawardy ini, Kalis adalah sosok perempuan yang menjalani profesi sebagai pelacur demi menghidupi anaknya.

Kalis terpaksa hidup di jalanan sebagai pelacur akibat kesalahan masa muda, yakni hamil di luar nikah sehingga diusir oleh ayahnya dan terperangkap di ‘lembah hitam’.

Stro TV mengemas Kalis secara apik dengan konsep realis agar penonton juga merasakan, melihat dan mendengar jeritan-jeritan di balik tembok prostitusi secara lebih dekat dan nyata.

“Kami memotret tragedi manusia yang terjadi disekitar kita. Salah satunya, Kalis yang terpaksa masuk dunia prostitusi hanya karena kesalahan di masa muda.,” ujar Rita D selaku penulis cerita dalam jumpa pers virtual, Selasa (25/8).

Sementara sutradara Agus H. Mawardi membenarkan bahwa tema pelacur bukan hal baru di perfilman Nasional, tapi Kalis memberi sudut pandang baru.

Kalis mendekati realis dalam melihat dunia pelacuran. Karenanya, Kalis disajikan untuk penonton kategori usia 21 tahun ke atas,” jelas Agus yang mengaku bahwa cerita Kalis terinspirasi dari lagu, puisi dan buku-buku tentang pelacuran.

“Selanjutnya Rita D kemudian meramu dan kembangkan menjadi cerita seperti yang nanti kita tonton,” imbuh Agus H Mawardi yang turut dalam pemilihan pemain.

Dua Pakusadewo

Mereka adalah Reynavenzka Deyandra memerankan Kalis/Alisia, Avan Sanjaya sebagai Jajang, Cantiknya  sebagai Dede, Mando GW sebagai Gilang, Devina Mamboa merupakan Teman Alisia dan Egy Fadly memerankan Ayah Kalis.

“Ini film pertama aku. Ini sangat amat menantang karena banyak hal yang membuat aku harus bekerja keras untuk mendalami karakter Kalis,” ujar Reynavenzka Deyandra, yang beradu akting dengan dua Pakusadewo, yakni Tio Pakusadewo dan anaknya, Nagra Kautsar Pakusadewo.

Film Kalis tayang di Stro dengan mendownload applikasinya di Google Playstore atau Apple Appstore atau kunjungi www.stro.tv dan berlangganan 10.000 sebulan selama masa promosi. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement

Musik

Terbaru

Trending