Connect with us

Musik

Pappri Bakal Umumkan Nama Perusahaan yang Enggan Bayar Royalti

Published

on

Dwiki Dharmawan (kedua dari kiri) di antara anggotanya penerima royalti, Rabu (31/1).

Kabarhiburan.com, Jakarta – Sejumlah musisi dan penyanyi  kini boleh merasa lega karena sudah memperoleh royalti atas karyanya. Sebut saja, Hamdan ATT, Ermy Kulit, Dewi Yull, Armand Maulana, Dide (eks Hijau Daun). Mereka kompak menyatakan rasa bahagianya setelah dinyatakan  memperoleh royalti atas karya mereka.

Lembaga Managemen Kolektif  Persatuan Artis Penyanyi Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia (LMK Pappri) yang menaungi telah  menjalankan tugasnya sebagai lembaga yang menaungi para musisi untuk memperoleh haknya, dengan membagikan royalti kepada para musisi.

“Alhamdulillah, kita bersyukur dapat membagikan royalti kepada para musisi dan penyanyi yang tergabung dalam organisasi Pappri. Royalti atas lagu-lagu karya mereka, yang dipergunakan oleh sejumlah industri hiburan lainnya seperti hotel, rumah karaoke, stasiun televisi dan beberapa media lainnya selama tahun 2017, hari ini kita akan bagikan kepada 422 anggota,” ujar Dwiki Dharmawan selaku Ketua Umum LMK Pappri, saat ditemui di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan, Rabu (31/1).

Dwiki menyebutkan, total dana yang berhasil dihimpun lembaganya, selanjutnya akan dibagikan sebesar Rp1,2 miliar lebih, akan dibagikan kepada 422 anggota. Adapun penerima royalti terbanyak Broery Pesulima atau Broery Marantika yang mendapat royalti paling besar yakni jumlahnya 35 jutaan. “Kami akan serahkan kepada keluarganya,” imbuh  Dwiki.

Meski patut dibanggakan, Jhoni Maukar selaku Sekjen Pappri masih menyayangkan adanya beragam kendala yang dirasakan  dalam melakukan penagihan atas penggunaan hak cipta oleh pengelola dunia hiburan. Situasi ini berdampak pada nilai royalti yang dirasakan masih tergolong kecil.

Bagi Jhoni Maukar, nilai Rp 1,2 miliar merupakan angka yang kecil, mengingat masih banyak industri hiburan yang  enggan membayarkan royalti, meski sudah mempergunakan lagu yang dipopulerkan para artis untuk kepentingan bisnisnya.

“Dari sekian banyak yang berhasil kita kolek, 50 persen diantaranya berasal dari rumah karaoke. Sementara industri hiburan lain masih banyak yang enggan memenuhi kewajibannya. Malah beberapa stasiun televisi besar dan stasiun radio besar  masih menunggak,” ujar Jhoni Maukar tanpa memerinci.

Demi memaksimalkan angka penagihan, LMK Pappri berjanji akan memberi efek jera bagi para pelaku industri hiburan yang dimaksud. “Caranya, dimulai dengan mengumumkan nama-nama media hiburan yang enggan membayarkan royaltinya kepada para musisi,” ujar Jhoni yang masih keberatan atas upaya hukum.

“Kalau sekarang dilaporkan ke pihak yang berwajib karena menyalahi aturan Pemerintah itu pasti akan sulit dan biayanya juga akan besar. Makanya ke depan kita akan coba umumkan kepada masyarakat media-media mana yang melakukan hal itu,” tambahnya,

Acara yang sekaligus menjadi ajang reuni tersebut dihadiri para artis dari lintas generasi. Di antaranya Hamdan ATT, Ermy Kulit, Dewi Yull, Armand Maulana, Dide (eks Hijau Daun), dan masih banyak lagi. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Musik

Duet Meldha (Jawa Barat) dan Selfi LIDA Tuai Pujian dari Seluruh Juri

Published

on

By

Meldha (Jawa Barat)

Kabarhiburan.com – Kompetisi LIDA 2021 resmi memasuki babak Top 28 sejak Jumat (7/5) silam. Seperti namanya, Top 28, menyisakan 28 Duta dangdut terbaik dari 21 provinsi, masih akan memperebutkan hadiah total Rp 1 Miliar rupiah.

Jadilah babak Top 28 menjadi pertarungan sengit yang kian menarik untuk disaksikan. Pasalnya, setiap duta diwajibkan berduet  dengan Bintang Indosiar, dihadapan Dewan Juri gabungan Juri tim Merah dan Juri tim Putih.

Suasana baru tersebut langsung menyengat Nisa (Bengkulu). Ia tersenggol pada Konser LIDA 2021 Top 28 Grup 1, Jumat (7/5), disusul Sonang (Riau) tersingkir di Konser Top 28 Grup 2, Sabtu (8/9).

Sementara pada Konser Top 28 Grup 3 yang berlangsung Minggu (9/5), menghadirkan Jihan (DKI Jakarta), Faisal (Kalimantan Tengah), Meldha (Jawa Barat), dan Eki (Kepulauan Bangka Belitung).

Kompetisi dibuka oleh penampilan duet Jihan (DKI Jakarta) dan Randa LIDA, menyanyikan lagu Yang Tersayang. Namun sayang, duet itu tidak berbuah standing ovation yang diinginkan.

Dewan Juri beralasan bahwa romantisnya nanggung dan tidak dibarengi interaksi dari mereka kepada Dewan Juri sebagai penonton.

“Meski dari segi vokal, Jihan sudah mengalami peningkatan yang baik. Hanya saja, masih belum  menunjukkan semua kelebihannya. Harusnya lebih luwes lagi,” pinta Reza DA.

Di belakang Jihan, ada Meldha (Jawa Barat) yang berduet dengan sang jawara LIDA 2018, Selfi LIDA. Keduanya membawakan lagu Diam Bukan Tak Tahu. Meldha langsung meraih standing ovation dari kelima Dewan Juri Rita Sugiarto, Inul Daratista, Fildan DA, Reza DA dan Defrico Audy.

Duet Meldha (Jawa Barat dan Selfi LIDA

Sukses ini membuat Meldha mempertahankan keunggulannya atas 5 standing ovation pada babak Top 42. Pujian pun berdatangan, utamanya dari Rita Sugiarto.

“Keduanya memiliki suara yang sangat bagus, bikin saya bingung membedakan. Suara Meldha sangat berkarakter dan improvisasinya bagus sekali. Vokal Meldha masuk sekali dengan lagu ini,” puji Rita Sugiarto, yang dibenarkan Fildan DA.

Chemistry kalian terlihat padu. Improvisasi juga enak. Meldha mengalami peningkatan yang sangat luar biasa, membuktikan jiwa kamu memang dangdut sekali,” tutur Fildan DA.

Lagu Milikku dibawakan oleh duet Faisal (Kalimantan Tengah) dengan Gunawan LIDA, si Juara 2 LIDA 2020, enak didengar. Hasilnya, mampu menuai empat standing ovation dari empat Dewan Juri, kecuali Inul Daratista. Alasannya?

“Karena terdapat pembagian suara yang terkesan bertabrakan di beberapa bagian lagu,” kata Inul.

Sebaliknya, Rita Sugiarto justru menginginkan agar Faisal harus lebih spektakuler lagi. Kalian kompak sekali dan tadi enak sekali didengar. Saya sangat menikmati penampilan kalian,” katanya.

Faisal (Kalimantan Tengah) dan Gunawan LIDA

Konser Top 28 Grup 3 berakhir pada duet Eki (Kepulauan Bangka Belitung) dengan Nia LIDA, lewat lagu Jangan Tinggalkan Aku. Hanya saja, Eki tidak berhasil meraih standing ovation.

“Lagu ini mengingatkan pada masa perjuangan saya. Begitupun saat melihat penampilan kamu, saya tahu dari suara kamu yang bergetar itu. Kamu sangat grogi dan berdampak pada penampilan kamu, banyak kehilangan lirik lagu,” ujar Fildan DA.

Polling akhir menempatkan Faisal (Kalimantan Tengah) di posisi teratas, sekaligus berhak melaju ke babak Top 21.

Sementara Meldha (Jawa Barat) harus puas berada di posisi tiga terendah bersama Jihan (DKI Jakarta) dan Eki (Kepulauan Bangka Belitung). Dewan Juri sepakat untuk menyelamatkan Meldha (Jawa Barat) untuk melaju ke babak Top 21.

Perolehan polling Jihan (DKI Jakarta) yang unggul atas Eki (Kepulauan Bangka Belitung), sehingga Eki (Kepulauan Bangka Belitung) dinyatakan tersenggol dari panggung LIDA 2021.

Supaya Duta Provinsi kebanggan terus bertahan di panggung LIDA 2021, pemirsa dapat memberikan dukungan kepada Duta Provinsi favoritnya.

Caranya, kirimkan dukungan melalui aplikasi Shopee sebagai official voting partner LIDA 2021, atau kirim SMS ke 97288 dengan format: LIDA (spasi) Nama Duta dengan tarif Rp 2.200 per sms. (Tumpak S. Foto-foto: Dok. Indosiar)

Continue Reading

Musik

‘Pesan Cinta’, Untuk Saling Menghargai Perbedaan dari Rieka Roslan dan Popsicle

Published

on

By

Grup vocal Popsicle

Kabarhiburan.com – Penyanyi Rieka Roslan gandeng anak asuhnya di ajang Pop Academy Indosiar 2020, kini tergabung dalam grup vocal Popsicle meluncurkan lagu terbarunya berjudul Pesan Cinta.

Lagu ini mengusung pesan agar generasi muda menghargai perbedaan dan bertoleransi antar sesama. Semua menyadari bahwa perbedaan itu indah dan harus bisa mempersatukan sebagai bangsa.

Anggota Popsicle semua perempuan, terdiri Martha Fakdawer, Maria Puspita, Tasya Ivanka, Inara Detry dan Tabita Roselin. Mereka berasal dari latar belakang, suku dan agama yang berbeda-beda. Ada dari Papua, Sumatera Utara, Jawa Tengah, Jakarta dan Sulawesi Utara.

“Pesan Cinta diluncurkan pada 21 April 2021, bertepatan dengan Hari Kartini. Ingin membawa semangat Kartini dan semua pejuang perempuan, dengan semangatnya memberikan pesan positif untuk Indonesia melalui lagu ini,” ujar Rieka.

“Indonesia memiliki anak bangsa yang bertalenta dalam budaya sebagai aset bangsa ini. Keberagaman ini harus terus dipupuk, agar lebih mencintai bangsa dan tanah airnya. Sekaligus memahami perbedaan di dalamnya, mulai dari suku, agama dan adat istiadat,” katanya.

Seluruh proses produksi pembuatan Pesan Cinta dikerjakan oleh Halaman Musik, suatu komunitas bentukan Rieka Roslan dan Angga Saleh, bertujuan mewadahi dan memfasilitasi musisi dan seniman Indonesia untuk dapat berkarya di pentas Nasional.

Selama pandemi berlangsung, Halaman Musik melakukan kegiatan sosial bersama seluruh insan musik dari berbagai usia dan lintas genre. Kemudian menjadi komunitas dan berkarya yang bisa menjadi seruan atau pesan baik, untuk memberikan motivasi yang positif pada generasi muda.

Bagi Rieka, lagu adalah cara mudah untuk memberikan pesan kepada generasi muda, agar mereka memahami bahwa berbeda itu indah.

“Untuk itu, saya menciptakan lagu ini dan saya nyanyikan bersama dengan 5 anak millenials yang merupakan anak didik saya,” kata Rieka.

Tidak akan berhenti disini, Halaman Musik akan terus berkarya dan memberikan wadah bagi talenta-talenta baru, agar karya mereka dapat dinikmati oleh pencinta musik Tanah Air. (Tumpak S)

Continue Reading

Musik

Bahagianya Nursia (Maluku Utara), Melaju ke Top 28 Dapat Hadiah Uang dan Baju

Published

on

By

Cinta (Jawa Barat)

Kabarhiburan.com – Jelang babak Top 28 menyisakan 21 provinsi yang masih memiliki Duta di panggung LIDA 2021, disusul Elsa (Kalimantan Barat) yang tersingkir pada konser Top 42 Group 7 Putih.

Konser yang berlangsung Kamis (6/5) malam, dibuka oleh Cinta (Jawa Barat) dengan lagu Cinta Ayah. Ia begitu menghayati kata demi kata lirik lagunya, membuat Dewan Juri Lesti DA, Reza DA, Fildan DA dan Ekon Tjandra terkesima dan memberinya standing ovation.

Terutama Lesti DA yang mengaku teringat pada almarhum ayahnya, saat melihat penampilan Cinta menyanyi.

“Cinta, Masya Allah kamu nyanyi lagu ini dengan sangat baik, terima kasih banget. Terima kasih buat Bapak yang selalu menemani dan membesarkan Dedek hingga sekarang.” ungkap Lesti sambil berurai air mata.

Cinta juga mengungkapkan lagu yang dibawakannya terinspirasi akan sosok almarhum ayahnya yang selalu ada untuk dirinya. “Bapak, Cinta kangen banget sama Bapak” bisik Cinta.

Nursia (Maluku Utara)

Dewan Juri Lesti DA, Fildan DA dan Eko Tjandra memberikan standing ovation untuk Nursia (Maluku Utara) yang energik saat menyanyikan Janur Kuning.

Fildan menilai Nursia pintar mengendalikan suasana dan mampu memberikan sesuatu yang berbeda.

“Kamu memberikan racun-racun yang luar biasa dan cengkoknya, gila banget.” puji Fildan. Selain standing ovation, Nursia juga panen hadiah berupa uang senilai Rp 1 juta dari Reza DA.

“Semoga hadiah dari saya membuat kamu semangat dan semakin bisa menampilkan yang terbaik. Sukses, ya,” ucap Reza.

Rasa kagum juga mendorong Eko Tjandra untuk memberikan baju untuk Nursia yang langsung dipakainya di panggung.

“Ini spesial aku bikin dan jahit sendiri, loh.” kata Eko usai memberikan baju.

Elsa (Kalimantan Barat)

Sayangnya sukses Cinta dan Nursia tidak sampai kepada Elsa (Kalimantan Barat). Lagu yang didendangkannya, Tamu Malam Minggu, malah mendatangkan kritik tajam dari Reza DA.

“Mulai dari ambitusnya yang fatal serta banyak juga falsnya. Endurance kamu berantakan, terdengar sekali cara bernyanyi kamu keteteran.” tutur Reza.

Seperti sudah diduga, polling akhir menempatkan Cinta (Jawa Barat) di posisi teratas dan memastikan diri untuk lanjut ke babak Top 28. Sementara Nursia (Maluku Utara) yang berada di posisi dua terendah mengikuti jejak Cinta, setelah diselamatkan lewat vote dari Dewan Juri.

Itu artinya, Elsa (Kalimantan Barat) harus tersenggol dari panggung LIDA 2021, sekaligus membuat Kalimantan Barat kehilangan seluruh Duta Provinsinya di LIDA 2021.

Mengingat persaingan diantara 21 provinsi kian ketat, pemirsa dapat memberikan dukungan kepada Duta Provinsi favoritnya, supaya Duta Provinsi kebanggan pemirsa dapat tetap bertahan di panggung LIDA 2021.

Dukungan dapat disampaikan melalui aplikasi Shopee sebagai official voting partner LIDA 2021, atau kirim SMS ke 97288 dengan format: LIDA (spasi) Nama Duta dengan tarif Rp 2.200 per sms. (Tumpak S. Foto-foto: Dok: Indosiar)

Continue Reading
Advertisement

Trending