Connect with us

Event

PB IDI Selenggarakan Reuni Bagi Para Peraih Dokter Kecil Award

Published

on

Safitri Rinjani, peraih Dokter Kecil Award dari Provinsi Riau (2009) memberikan testimoni disaksikan dr Ulul Albab, Sp.OG dan Prof. Dr. dr. Ilham Oetama Marsis, Sp. OG(K)

Kabarhiburan.com, Jakarta – Tidak kurang dari dua puluh alumni terbaik Dokter Kecil Award 2008 – 2016 kembali dipertemukan di kantor pusat PB IDI (Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia), Jakarta, Selasa (17/4).

Mereka selanjutnya diberangkatkan menuju Camp Huu Cai, Ciawi, Bogor untuk berreuni selama tiga hari, sejak Selasa (17/4) sampai Jumat (20/4) mendatang.

Acara tahunan yang digelar Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) bekerja sama dengan  Reckitt Benckiser (RB) Indonesia ini diberi nama Satu Dekade Dokter Kecil Award dan mengusung tema Baktiku Bagi Anak Indonesia – Berkarya Nyata, Sehatkan Bangsa.

Ketua Pengarahnya, dr. Ulul Albab Sp.OG mengatakan,  selama 10 tahun program ini konsisten menginspirasi dokter kecil Indonesia dan terus berbuat bagi bangsa dan negara melalui perannya sebagai dokter kecil di sekolah. Peran yang mungkin terlihat kecil, namun berdampak sangat nyata bagi kesehatan generasi penerus bangsa.

Satu Dekade bukanlah waktu yang singkat bagi eksistensi sebuah program. Perjalanan yang tidak mudah untuk mengemban misi mulia ini, kadangkala menghadapi berbagai rintangan juga tantangan.

Namun, tidak menyurutkan langkah karena derap kaki dan binar mata penuh antusias dari para dokter- dokter kecil Indonesia yang selalu menginspirasi dan menjaga program ini untuk terus tetap ada di setiap tahunnya,” kata Ulul.

Sebagian dari para peraih Dokter Kecil Award tahun 2008 hingga 2016 yang mengadakan reuni

Ketua PB IDI Ilham Oetama Marsis sependapat dengan Ulul, bahwa bahwa program Dokter Kecil Award  dimaksudkan untuk menggairahkan program Dokter Kecil, melalui Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) di seluruh sekolah dasar di Tanah Air.

“Adanya dokter kecil di sekolah, telah menumbuhkan pemahaman dan kesadaran untuk menerapkan pola hidup sehat, sejak anak-anak usia sekolah dasar melalui role model yang dekat dengan mereka, yaitu teman sebaya,” kata Marsis saat memberangkatkan para peserta reuni, Selasa (17/4).

Marsis berharap  program dapat konsisten hadir setiap tahun. Selain kualitas maupun kuantitas pesertanya perlu terus ditingkatkan. “Dengan demikian, tujuan kampanye kesehatan yang dicita-citakan mampu terlaksana dengan baik dan tepat sasaran,” tambahnya.

Program Dokter Kecil Award telah diselenggarakan sebanyak 9 kali sejak tahun 2008 hingga 2016. Pesertanya adalah siswa-siswi Sekolah Dasar yang telah melalui seleksi dari tingkat kabupaten dan provinsi, melalui IDI wilayah masing-masing. Selanjutnya mewakili provinsi untuk bersaing di tingkat nasional.

Memasuki penyelenggaraan ke-10, panitia Dokter Kecil Award mengundang perwakilan Dokter Kecil Indonesia yang merupakan alumni terbaik dalam kurun waktu 2008-2016.

Para peraih Dokter Kecil Award yang telah menuntut ilmu di berbagai bidang ini, akan menjalani karantina selama tiga hari. Mereka akan berbagi pengalaman tentang kegiatan masing-masing,  selain mengajak satu sama lain untuk berbagi ilmu, keterampilan, permasalahan dan pengalaman tentang kampanye kesehatan di daerahnya masing-masing.

Selanjutnya, mereka akan mendapat keterampilan mulai dari psikologi, menulis, hingga media sosial dari para pakar. Mereka diharapkan menjadi role model yang menginisiasi, memotivasi, bahkan mengkatalisator terbentuknya pola hidup sehat. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Event

Raffi Ahmad Beberkan Makna Filosofi Jersey Resmi RANS Cilegon FC

Published

on

By

Jersey RANS Cilegon FC (tampilan Youtube)

Kabarhiburan.com – Jelang mengarungi kompetisi sepak bola di Liga 2 Indonesia, RANS Cilegon FC milik Raffi Ahmad memperkenalkan jersey resmi mereka, yang dikemas dalam acara bertajuk Jersey For Everyone, di kawasan Pluit, Jakarta Utara, Senin (20/9).

Jersey RANS Cilegon FC dibalut warna-warni menarik, terdiri dari jersey home dan jersey away. Masing-masing memiliki satu makna mendalam, yakni keabadian.

“Filosofi yang kita punya itu adalah burung phoenix. Kenapa phoenix? Karena dia bisa hidup bertahun-tahun bahkan beribu tahun. Ketika dia membakar dirinya, dia bisa hidup lagi, jadi abadi,” jelas Raffi didampingi Rudy Salim, pada peluncuran Jersey RANS Cilegon FC.

Kalau jersey home didominasi warna ungu dan merah jambu, sedangkan jersey away didominasi warna putih dan jersey ketiga dengan balutan warna hitam. Raffi mengklaim jersey ini sangat nyaman dikenakan.

“Untuk jersey Rans Cilegon FC sendiri, kita menggunakan bahan yang sangat nyaman. Pokoknya ini akan sangat nyaman untuk para pemain,” ujar Raffi tentang Jersey hasil kerja sama RANS CFC dengan Hundred tersebut.

Dalam mengikuti Liga 2 Indonesia, RANS Cilegon FC mendapat dukungan 11 sponsor. Nama-nama sponsor ini menempel pada bagian depan jersey resmi tersebut.

Acara peluncuran Jersey resmi RANS Cilegon FC sekaligus memperkenalkan  Dito Ariotedjo sebagai chairman baru. (Tumpak S)

Continue Reading

Event

Mengerucut Jadi 35 Judul Film Unggulan FFWI XI 2021

Published

on

By

Wina Armada Sukardi (kiri) didampingi Edy Suwardi.

Kabarhiburan.com – Film unggulan Festival Film Wartawan Indonesia (FFWI) ke-XI kian mengerucut jadi 35 judul film saja, dari 92 film Indonesia yang tayang sejak September 2020 hingga September 2021. 30 film diantaranya tayang di bioskop, sisanya 62 film tayang di OTT, seperti Netflix, Disney+Hotstar, Klik Film, Bioskop Online, dan lainnya). Masing-masing terdiri dari tiga sampai lima unggulan.

Demikian terungkap dalam Diskusi Kegiatan Penjurian FFWI XI yang berlangsung di Hotel Amaroossa Grande, Bekasi, Minggu, 19 September 2021.

Yan Widjaya selaku Ketua Bidang Penjurian FFWI XI menjelaskan, sampai saat ini telah dipilah 7 film Komedi, 7 film Horor dan 21 film Drama, selanjutnya masih akan mengalami kurasi unggulan.

“Yang unggulannya akan diumumkan pada 18 Oktober 2021. Kemudian akan menghasilkan sembilan unggulan yang akan kita nilai, meliputi sembilan unsur, yakni Film, Sutradara, Penulis Skenario, DOP (Penata Kamera), Aktor Utama, Aktris Utama, Aktor Pendukung, Aktris Pendukung, dan Penyunting (Editor),” kata Yan Widjaya.

Yan Widjaja menambahkan, unggulan FFWI XI akan diumumkan pada 18 Oktober, selanjutnya pemenangnya akan diumumkan di malam puncak FFWI XI, pada 28 Oktober 2021.

Sebelumnya, Wina Armada Sukardi selaku Ketua Panitia FFWI XI mengatakan, penilaian FFWI XI bersifat sangat independen, tanpa harus berpretensi, dengan hanya menilai sembilan unsur.

Sebelumnya direncanakan empat kategori yang dinilai, yaitu Drama, Horor, Komedi dan Laga (Action). Tapi karena jumlah film berkategori Laga sedikit, sehingga dewan juri hanya menilai untuk tiga kategori dari 27 unsur yang ada. Plus tiga piala khusus.

FFWI tahun 2021 menjadi gelaran kesebelas, mengingat sebelumnya wartawan sudah menggelar sepuluh kali. Urutannya, empat kali oleh PWI dari 1970 sampai dengan 1975, dua kali oleh PWI Jaya pada 1985 dan 1986.

Selanjutnya, dua kali Festival Film yang didukung oleh Jak TV dan Usmar Ismail Awards dua kali.

Edy Suwardi selaku Kepala Kelompok Kerja (Kapokja) Apresiasi dan Literasi Film (Alif) Direktorat Perfilman dan Media, Kemendikbud Ristek RI mengatakan, pihaknya hanya menjadi pendamping dan memfasilitasi kegiatan FFWI XI.

Pokja Alif, juga meyakini hasil penjurian yang dilakukan dan didapatkan Juri FFWI XI akan baik.

“Intinya kami mendukung kegiatan FFWI XI, sebagai bagian ekosistem perfilman Indonesia. Dengan tujuan akhir dapat turut membuat film menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” kata Edy Suwardi.

Continue Reading

Event

Popo Gingsul (Lampung) Memikat Empat Mentor dengan Goyang Putar Mantul

Published

on

By

Kabarhiburan.com– Jelang babak Top 20 Bintang Pantura 6 Indosiar, Juragan Soimah membebaskan para Mentor, yakni Nassar (Tim Kiyowo), Via Vallen (Tim Sayang), Jenita Janet (Tim Happy), dan Dewi Perssik (Tim Terpesona), menentukan lima biduan dan biduanita dari masing-masing tim untuk melaju ke babak Top 20 Bintang Pantura 6.

Panggung Pilih-Pilih Grup 9 yang berlangsung Selasa (14/9), diawali penampilan Popo Gingsul (Lampung), menyanyikan ‘Sayang 2’. Ia berhasil mengajak seisi Studio 5 Indosiar bergoyang Putar Mantul, serta memikat keempat Mentor untuk mendorong tuas.

Dewi Perssik menjadi Mentor pertama mendorong tuas disusul oleh Jenita Janet, Via Vallen, dan Nassar.

“Saya terpesona dengan suaranya yang sangat bagus. Jarang loh, penyanyi yang bisa bernyanyi sambil bergoyang dan tetap mengatur pernafasan dengan baik,” puji Dewi Perssik, dibenarkan Nassar yang  pernah tampil satu panggung di event offair bersama Popo Gingsul (Lampung) sebelum pandemi.

Pantura Boys pun langsung berebut untuk foto bersama Popo Gingsul (Lampung). Setelah mendapat pujian dari keempat Mentor, Popo Gingsul (Lampung) menjatuhkan pilihannya untuk bergabung ke Tim Happy.

Garryn Nugraha (Kuningan) juga diperebutkan oleh Dewi Perssik, Via Vallen dan Jenita Janet yang mendorong tuas. Lagu “Ra Kuat Mbok” yang Garryn Nugraha (Kuningan) bawakan dengan menyisipkan beatbox.

Soimah

“Suara dan penampilan kamu bagus. Keren kamu pokoknya, tidak semua orang punya kemampuan beatbox. Aku tertarik sama kamu dan aku berharap kamu bisa masuk ke Tim Sayang,” harap Via Vallen, yang langsung disambut Garryn Nugraha (Kuningan) untuk bergabung di Tim Sayang.

Selanjutnya, “Secawan Madu” dipersembahkan oleh Ryndi Noviantika (Cirebon) dengan goyangan Seblak Senggol, hanya memikat hati Dewi Perssik untuk mendorong tuas.

Dewi Perssik optimis dapat mengasah kemampuan Ryndi Noviantika jika bergabung ke Tim Terpesona.

“Dewi itu sangat peka dengan kemampuan para peserta. Tadi goyangan Ryndi juga sangat bagus,” puji Juragan Soimah yang langsung mencoba goyang Seblak Senggol.

Okky Saputra (Mojokerto) jadi biduan terakhir dari Grup 9  membawakan “Pengobat Rindu”, belum berhasil memikat keempat Mentor.

“Mungkin di tahun-tahun sebelumnya saya bisa memilih kamu. Saya tidak pernah mempermasalahkan penampilan kamu yang mirip dengan saya, malah saya bersyukur sekali. Tapi kali ini saya ingin Tim Kiyowo hanya terdiri dari biduanita saja”, ungkap Nassar.

Okky Saputra (Mojokerto) harus turun panggung dari Bintang Pantura 6 karena tidak ada Mentor yang memilih.

Sementara di akhir acara tidak ada Mentor yang menggunakan kesempatan untuk Tarik Selendang. Sehingga Popo Gingsul (Lampung) tetap berada di Tim Happy, Garryn Nugraha (Kuningan) bergabung dalam Tim Sayang, dan Ryndi Noviantika (Cirebon) di Tim Terpesona. (TS. Foto-foto: Dok. Indosiar)

Continue Reading
Advertisement

Trending