Connect with us

Lifestyle

Peduli Komunitas Musik, GSUI Libatkan Fariz RM Sebar Donasi Kemanusiaan

Published

on

Kabarhiburan.com, Jakarta – Tuntutan berdiam di rumah demi memutus penyebaran wabah virus corona, memaksa para pekerja seni harus kehilangan rejeki.

Mereka yang biasanya menjual suara dan bermusik (di kafe, restoran, pernikahan dan hotel), kru band serta pengamen jalanan terpaksa menganggur, entah sampai kapan.

Jeritan hati para pekerja seni tersebut disampaikan oleh Mujib Hermani, selaku Ketua Federasi Pekerja Seni, di ruang sekretariat Gerakan 1000 untuk Indonesia (GSUI), Kamis (7/5).

Mujib mencatat sekitar 250 orang pekerja seni yang bernasib malang, namun dia meyakini faktanya bisa melebihi perkiraan.

“Satu persatu menghubungi saya untuk berkeluh kesah, tidak lagi memiliki penghasilan. Ada yang terpaksa menukar barang elektronik miliknya dengan beras. Bahkan, menanyakan tempat peminjaman beras,” jelas Mujib miris.

Federasi Pekerja Seni bukannya berpangku tangan, lalu melakukan terobosan untuk meringankan beban para anggotanya. Diantaranya, membuat semacam dapur umum di sejumlah titik, seperti di Kampung Makassar dan kawasan Pisangan di Jakarta Timur dan Bojong Kulur, Bogor.

“Di sana kami mengolah bahan makanan, lalu dibagikan kepada para pekerja seni yang menganggur,” ujar Mujib.

Namanya dapur umum, tentu saja belum memuaskan sampai mengetahui GSUI menjadwalkan pembagian bantuan 1000 paket sembako untuk para pekerja seni.

Donatur Semakin Banyak

Seperti diketahui, sejak covid-19 mulai merajalela di Indonesia, GSUI langsung ambil bagian. Dengan menggugah semangat anak bangsa di berbagai belahan bumi, menghimpun kepedulian untuk berdonasi secara pribadi maupun secara  komunitas untuk melawan covid-19.

GSUI juga memberi kesempatan kepada para donatur untuk saling tegur sapa dan berbagi pengalaman seputar covid-19 di berbagai belahan dunia, secara live streaming di laman YouTube, melibatkan para musisi dan lintas profesi dari berbagai negara dan benua.

Selain masih menghimpun dana dengan membuka rekening BNI No. Rek 320.420.520.2 a/n Gerakan Seribu Untuk Indonesia. Hingga Sabtu (7/5), GSUI berhasil menghimpun dana sebesar Rp 122.959.396.

Donasi yang terkumpul, selanjutnya didistribusikan dalam rangka  memutus penyebaran covid-19 maupun  membagikan bantuan bagi warga terdampak ekonomi.

Di antaranya membagikan ekstrak desinfektan di 250 kelurahan dan  membagikan seribu paket sembako di berbagai titik distribusi di seantero Jakarta.

GSUI turut mendukung donatur yang melakukan kegiatan serupa secara pribadi di lingkungan tempat tinggalnya, bagi pengemudi ojol dan taksi. Sungguh membanggakan.

“Yang kita rasakan donatur makin ke mari makin banyak. Setiap hari ada saja yang datang. Kita bersyukur untuk itu. Intinya Kita hanya ingin melakukan kegiatan positif untuk Indonesia,” ujar Harry Koko Santoso, salah satu penggagas GSUI.

Ia berharap energi positif kegiatan ini menyebar ke para musisi mapan lainnya, agar turut ambil bagian demi meringankan beban masyarakat terdampak pandemi covid-19.

Gandeng Fariz RM

Bertambahnya donatur membuat GSUI memperluas jangkauan warga terdampak covid-19. Belakangan GSUI menyasar para pekerja seni di Jakarta dan sekitarnya.

“Pekan ini kami menyerahkan 1000 paket sembako bagi pekerja seni yang sudah terdaftar di berbagai komunitasnya di Jakarta, Bogor dan Bekasi,” ujar Sekjend GSUI, Carla Ideas.

Komunitas pekerja seni yang dimaksud adalah Federasi Pekerja Seni Indonesia diwakili Mujib Hermani, Robbie M mewakili pekerja seni wilayah Depok (Robbie M), Octa Q mewakili pekerja seni Bekasi dan Benny Benke dari Komunitas Pewarta Hiburan (Kohpi).

Bantuan tersebut berasal dari sejumlah donatur, seperti Hendardi dari Setara Institut, Fariz RM Management, Bingky Carburator Springs Bintaro, Moliano musisi dari Singapura, Komunitas Pribadi Baja dan Karyanta.

Permata Belladonna, selaku Managing Director Fariz RM Management mengatakan bahwa gerakan kemanusiaan ini murni atas nama kemanusiaan. Pada awalnya bantuan disalurkan ke panti anak yatim piatu, para janda, penghuni panti jompo, hingga pengemudi ojek.

“Tapi kondisi sekarang sungguh berbeda. Situasinya menjadi lain sejak adanya wabah covid-19. Semuanya terdampak, termasuk kawan-kawan dari media ikut di dalamnya. Oleh karena itu, Fariz RM Management menggandeng GSUI yang juga melakukan gerakan kemanusiaan yang sama,” ujar Permata.

Permata Belladonna menambahkan, sejauh ini pihaknya telah menyalurkan 1900 paket sembako dari target sebanyak 3000 paket sembako yang direncanakan.

“Sumbangan dari kantong pribadi kami, kali ini disalurkan lewat GSUI,” jelas Permata. (Tumpak Sidabutar/KH).

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lifestyle

Fariz RM dan T Bunc Collaboration Serahkan Donasi untuk Jurnalis Terdampak Covid-19

Published

on

By

Kabarhiburan.com, Jakarta – Wabah virus corona yang merajalela, tidak begitu saja memutus proses kreatif dan kegiatan donasi para musisi, seperti yang dilakukan Fariz RM Management dan T Bunc Collaboration.

T Bunc Collaboration merupakan komunitas beranggotakan 30 Disc Jockey, tersebar mulai dari Jakarta, Purwokerto hingga Surabaya. Mereka biasa beraksi dengan sejumlah musisi yang menguasai instrumen musik. Kini, T Bunc Collaboration bersama Fariz RM bersiap menciptakan single terbaru.

Ronny Lazuardi dan DJ Wearner, dua anggota T Bunc Collaboration, mengatakan di tengah pandemi mereka tetap menyalurkan kreativitas dan turut ambil bagian dalam kegiatan kemanusiaan.

“Sejak awal pandemi, kita sudah melakukan live streaming di channel YouTube beberapa kali. Selain live streaming, juga kita buka donasi,” jelas DJ Wearner.

Ronny Lazuardi menambahkan bahwa komunitas mereka terinsiprasi pada aksi yang dilakukan Fariz RM Management.

“Kami juga merasakan apa yang dirasakan teman-teman (jurnalis). Terlebih aktivitas kami di dunia hiburan turut terdampak,” ujar Ronny saat menyerahkan 100 bingkisan sembako yang melibatkan Gerakan Peduli Jurnalis (GPJ) di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan, Kamis (18/6).

Di tempat yang sama, Permata Warokka Belladona ditemani Caca Grazia mewakili Fariz RM management menjelaskan bahwa Fariz RM yang tergabung dalam 7 Bintang + sukses melakukan live streaming di channel YouTube pada 7 Juni 2020 silam.

“Kedepannya masih ada acara serupa yakni konser 7 Ruang dan Anthology di DSS studio, yang direncanakan pada  Juli mendatang,” ungkap Permata selaku Managing Director Fariz RM Management.

Demikian pula melakukan donasi sebisa mungkin akan terus dilakukan dalam durasi yang panjang.

“Targetnya jangka panjang. Hal positif pasti akan berlanjut meski pandemi sudah berlalu. Kalau Covid-19 sudah selesai, Mas Fariz RM dengan senang hati berkolaborasi dengan T Bunc Collaboration, ujar Permata ditemani Caca Gracia, manajer Fariz RM. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading

Lifestyle

PWI Pusat Apresiasi Dukungan Sejumlah Gubernur Terhadap Media di Tengah Wabah Covid-19

Published

on

By

Kabarhiburan.com, Jakarta – Ketua Umum PWI Pusat Atal S Depari menyambut baik atas dukungan sejumlah kepala daerah yang telah memperhatikan kelangsungan hidup media di daerah akibat pandemi Covid-19, seperti yang telah ditunjukan Gubernur Kalimantan Tengah dan Gubernur Jawa Timur.

“Berbagai langkah insentif kepada industri media harus dilakukan oleh pemerintah pusat maupun daerah agar dapat menyelamatkan hidup pers nasional di tengah ancaman pemutusan hubungan kerja karyawan perusahaan media seiring dengan penurunan performa bisnis industri media nasional secara drastis akibat imbas Covid-19,” ujar Ketua Umum PWI Pusat Atal S Depari, Minggu, (7/6).

Pernyataan Ketua Umum PWI Pusat itu berdasarkan informasi yang dia terima dalam pertemuan webinar antara pengurus pusat PWI dengan para ketua PWI se Indonesia baru-baru ini.

Dalam pertemuan tersebut PWI berharap agar kerjasama iklan dan advetorial dengan Pemda tetap terjalin karena hal itu sangat membantu kelangsungan hidup media. Dan berharap jangan sampai anggaran dikurangi karena alasan pandemi.

Menurut Ketua PWI Kalteng Haris Sadikin, Gubernur Kalteng Sugianto Sabran telah menyetujui penambahan belanja publikasi melalui media sebesar Rp10 miliar periode Juli hingga Desember 2020 dalam rapat koordinasi dengan organisasi pers (PWI) dan pimpinan media, pada Rabu, 3 Juni 2020.

“Belanja publikasi diantaranya untuk kontrak pemberitaan, iklan, dan advertorial. Belanja publikasi dialokasikan untuk media berbadan hukum yang terdampak covid-19, dan media yang masuk dalam kategori UMKM,” jelas Ketua PWI Kalteng Haris Sadikin.

Haris juga memohon doa dan dukungan dari para pengurus PWI agar DPA belanja media dapat selesai disusun dan disahkan paling lambat pertengahan Juni 2020.

Sementara itu dari Jawa Timur dikabarkan bahwa Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak membuka kerjasama dengan media di tengah keterbatasan situasi saat ini.

Emil Dardak menyampaikan bahwa media juga tetap punya fungsi advokasi untuk mengingatkan apa yang luput dilihat pemerintah. Di sisi lain, dia meminta media juga dapat menjadi penyampai info yang clear, dan mengingatkan soal judul-judul berita yang kadang bombastis. Pemprov sendiri menegaskan tidak akan memotong anggaran pers dan sosialisasi melalui media.

Mendengar kesulitan yang dialami berbagai media di sejumlah daerah, Sekretaris Jenderal PWI Pusat Mirza Zulhadi berharap agar para kepala daerah di Indonesia dapat terus mendukung kelangsungan hidup media di daerahnya, karena bagaimanapun juga pers adalah salah satu dari pilar demokrasi dan pers punya peran strategis di masa pandemi ini.

“Dari Sumatera Utara juga mengabarkan bahwa gubernur dan jajarannya berinisiatif melakukan pertemuan dengan jajaran pers setempat dan membentuk tim bersama untuk mencari solusi di tengah pandemi,” ujar Mirza Zulhadi. (Rls)

Continue Reading

Lifestyle

Inspiratif! Rayakan HUT Pancasila, Yayasan Sahabat Kartini Salurkan Sembako dan Tanam Pohon

Published

on

By

Rani Anggraini bersama Komunitas Sahabat Kartini membagikan sembako bagi warga terdampak Covid-19 di sekitar Ciliwung, Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Kabarhiburan.com, Jakarta – Beragam kegiatan dapat dilakukan dalam rangka memperingati Hari Kelahiran Pancasila ke-55 pada 1 Juni 2020. Salah satunya, seperti dilakukan Komunitas Sahabat Kartini dan Yayasan Baahira Jakarta.

Mereka mempererat tali persaudaraan sesama anak bangsa, dilakukan dengan menyusuri Ciliwung sambil menyapa dan membagikan bahan makanan bagi warga terdampak Covid-19, di Kelurahan Pejaten Timur, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (1/6).

Bagi Ketua Umum dan pendiri kedua organisasi tersebut, Rani Anggraini Safitri, kegiatan tersebut merupakan kelanjutan program yang sudah mereka susun sejak jauh-jauh hari, bagi masyarakat di sepanjang aliran Ciliwung.

Untuk memuluskan kegiatannya, kali ini Rani Anggraini mendapat dukungan para petugas Dinas Lingkungan Hidup Pemprov DKI yang menyediakan dua unit speedboat. Mereka menyusuri Ciliwung sejauh 2 Kilometer mendatangi warga yang sudah menunggu di beberapa titik distribusi.

“Kegiatan ini melanjutkan pembagian sembako untuk warga terdampak Covid-19 yang bermukim di pinggir Ciliwung,” ujar Rani Anggraini, usai membagikan 100 paket sembako berupa beras, minyak goreng, gula, pasta gigi, biscuit, sabun dan sirup.

“Semoga bantuan kami dapat meringankan beban keluarga yang terdampak Covid-19 di sekitar Ciliwung,” pinta Rani yang menandai kehadirannya di Ciliwung dengan menanam Pohon Ketapang di lokasi yang sama.

Dibantu H. Royani dari Komunitas Peduli Ciliwung (kiri), Rani menanam bibit pohon Ketapang di pinggir Ciliwung.

Kegiatan penanaman pohon tersebut, Rani didukung oleh H. Royani dari Komunitas Peduli Ciliwung di Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, yang sudah menyiapkan lokasi penanaman bibit pohon ketapang.

Dukung Wacana New Normal

Ibu dari dua anak ini tampak antuasias melaksanakan seluruh kegiatannya, sehingga merencanakan untuk kembali hadir di lokasi yang sama.

“Semoga saja Sahabat Kartini dan Yayasan Baahira bisa terus berbagi kepada masyarakat terdampak Covid-19. Tadi ada wacana agar kami juga mendukung pelestarian lingkungan Ciliwung dan pengembangan PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini),” kata Rani Anggraini.

“PAUD sudah ada, namun perlu dukungan bagi para guru PAUD,” imbuh Rani,  yang menyambut gembira pada kebijakan pemerintah akan menerapkan tatanan hidup baru alias New Normal.

Bagi Rani Anggraini (tengah), wacana New Normal akan menghidupkan kembali roda ekonomi.

Baginya, wacana New Normal akan menghidupkan kembali roda ekonomi masyarakat, yang sudah terpuruk sejak wabah Corona melanda Indonesia.

“Ya, pandemi ini telah menghentikan roda ekonomi seluruh lapisan masyarakat. Termasuk saya, harus menutup beberapa restoran milik saya. Dengan adanya New Normal, saya dan teman-teman pengusaha berharap bisa memulai lagi kegiatan ekonomi,” pinta Rani Anggraini. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement

Musik

Terbaru

Trending