Connect with us

Musik

Peluang Duta Provinsi Menuju Kemenangan Semakin Dekat

Published

on

Peserta Top 6 Grup 1. Dari kiri ke kanan: Puput, Alif dan Cut tampil bersama menutup konser show Top 6 grup 1.

Kabarhiburan.com, Jakarta – Seperti namanya, Top 6. Sebanyak enam Duta Provinsi telah menyisihkan 74 Duta Provinsi lainnya. Mereka masih terus bersaing untuk menjadi yang terbaik dalam kompetisi dangdut terbesar di Tanah Air, LIDA 2019.

Jumlah mereka sudah mengerucut, persaingan pun kian ketat. Mereka dituntut selalu tampil prima guna meraih dukungan sebanyak mungkin dari Dewan Juri maupun pemirsa Indosiar.

Kompetisi babak Top 6 dibuka dengan iringan lagu Rekayasa Cinta. Keenam peserta tampil  dengan formasi baru. Cut (Aceh), Alif (Kalimantan Timur), dan Puput (Sulawesi Selatan) tergabung dalam Grup 1. Sementara di Grup 2, ada Sheyla (Maluku), Faul (Aceh), dan Kiki (Kepulauan Riau).

Alif (Kalimantan Timur) bahagia dapat respon bagus dari Soimah.

Konser LIDA 2019 Show Top 6 Grup 1 yang berlangsung Selasa (23/4), dibuka oleh Alif. Duta Kalimantan Timur ini membawakan lagu Perpisahan, mampu menarik perhatian seluruh Dewan Juri serta  penonton. Termasuk dari Soimah yang kerap memberi kritik pedas.

“Malam ini kamu sudah lebih natural. Dinamika bagus, keras lembutnya sudah bagus. Ekspresi dan penghayatan juga bagus,” puji Soimah.

Giliran Inul Daratista mengagumi penampilan Cut yang menyanyikan Cinta Bukanlah Kapal.

Inul Daratista menggambarkan penampilan Cut (Aceh)  layaknya nonton konser

“Penampilan kamu bagus banget. Saya merasa seperti nonton konser. Malam ini kamu ada kemajuan, improvisasi dan bahasa tubuh kamu bagus. Kamu mampu membuat kami semua terpesona”, ungkap Inul Daratista yang melakukan standing ovation.

 

Puput yang sebelumnya telah dihujani kritik pedas atas body language di atas panggung, semalam justru meraih pujian usai menyanyikan lagu Iming-Iming.

“Malam hari ini kamu ada perubahan. Saya puas dengan penampilan kamu. Body language kamu sudah mulai bernyawa, sudah ada ekspresinya, tatapan mata kamu sudah hidup dan cengkok kamu luar biasa,” ujar Soimah.

Lagu ‘Iming-Imning’ dari Puput (Sulawesi Selatan) meraih standing ovation.

Sebagai penutup kompetisi, ketiga peserta diberi kesempatan berkolaborasi menyanyikan lagu Liku-Liku.

Akumulasi penilaian dari Panel Provinsi, Dewan Juri, dan dukungan pemirsa, sementara telah menempatkan Alif di posisi terakhir. Namun situasi ini masih menunggu dukungan dari pemirsa yang akan ditutup usai Konser LIDA 2019 Result Top 6 Grup 1.

Konser ini disiarkan Rabu (24/4) malam, secara live dari studio 5 Indosiar mulai pukul 18.30 WIB. (Tumpak Sidabutar/KH. Foto-foto: Dok. Indosiar)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Musik

Lesti Berurai Air Mata Nyanyikan ‘Saat Terakhir’

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Setelah menggandeng Gen Halilintar dan Mawar Eva de Jogh, platform streaming musik JOOX bersama Trinity Optima Production kemudian mengajak Lesti, satu-satunya pedangdut untuk bergabung dalam Project 2000-an JOOX.

Proyek ini bertujuan memperkenalkan kekayaan musik Indonesia kepada generasi muda dengan mengemas ulang lagu-lagu yang pernah populer di era 2000-an.

Lesti memilih lagu berjudul Saat Terakhir, yang bakal mengharu biru pendengarnya. Lagu ini pernah dipopulerkan oleh band ST12.

“Aku tuh sama semua lagu-lagunya ST12 suka. Dulu punya albumnya dan selalu dengerin, jadi hampir semua lagunya tahu dan seneng banget,” ungkap peraih juara pertama ajang Dangdut Academy ini, dalam rilis yang dikirim pada Selasa (29/9).

Lagu Saat Terakhir ditulis Charly van Houten sebagai ungkapan kesedihan yang mendalam, karena ditinggalkan oleh seorang sahabat sekaligus orang yang ia sayangi.  Begitu pula Lesti yang langsung teringat  momen ketika ia ditinggalkan sang uyut (kakek) yang disayangi.

“Waktu uyut sakit, uyut mau ketemu tapi akunya nggak bisa. Sampai uyut koma, uyut bilang mau ketemu aku. Kebetulan pas bisa pulang, excited banget saat itu, tapi di perjalanan pulang, uyut udah nggak ada,” kenang Lesti sambil berurai air mata.

Pengalaman ditinggalkan membuat Lesti sungguh menghayati ketika proses rekaman lagu Saat Terakhir.

“Lirik dan makna lagu ini, kan sangat menyentuh banget, membuat aku ikut ngerasain lagi sedihnya ditinggalkan. Jadi pas rekaman, aku sempat nangis sampai harus istirahat dulu,” jelas Lesti.

Selain penghayatan yang dalam melalui ciri khas suara Lesti, keindahan lagu ini diperkuat oleh   beberapa instrument dangdut yang natural. Lesti pun berharap pesan mendalam pada lagu Saat Terakhir dengan aransemen segar tersebut dapat tersampaikan.

Lagu Saat Terakhir akan dilepas di JOOX pada 24 September 2020, disusul video lirik yang dirilis pada 28 September 2020 di Kanal Youtube 3D Entertainment, sebagai sub-label Trinity Optima Production. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading

Musik

Resmi Dirilis, Lagu ‘Rindu Ini’ Milik Mendiang Chrisye

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Karya mendiang Chrisye masih bisa dinikmati hingga saat ini. Bahkan, masih ada karyanya berupa sebuah lagu yang belum pernah dirilis. Lagu yang dimaksud berjudul Rindu Ini.

Lagu ciptaan Tito Soemarsono dan Cecep tersebut selesai almarhum rekam pada tahun 1992. Selama 28 tahun tersimpan, sehingga lagu Rindu Ini dinyatakan sebagai ‘Harta Karun dari Chrisye yang Tersimpan Berpuluh Tahun’.

Kemudian Musica Studios berinisiatif akan merilis lagu Rindu Ini, pada September 2020, bertepatan dengan bulan kelahiran Chrisye.

Rindu Ini bercerita tentang seseorang yang jatuh hati kepada pasangannya dan senantiasa merindukannya. Meskipun ada cerita sedih di masa lalu, namun dia tetap tulus mencintai sang kekasih hingga akhir hayatnya.

“Lagu Rindu Ini diciptakan dengan menggunakan balutan teknologi keluaran awal tahun 1990-an yang terbilang modern pada masanya. Jika diperdengarkan dengan seksama, aransemen dan musiknya masih relevan dengan zaman sekarang,” ujar Dwiki Dharmawan selaku produser, Sabtu (26/9).

Indrawati Widjaja selaku Executive Producer dari Musica Studios menjelaskan alasan kenapa Rindu Ini belum dirilis pada 1992, yakni proses untuk pemilihan lagu andalan pada masa itu tidak mudah. Perlu pertimbangan yang matang untuk memasukkan lagu andalan ke dalam rangkaian album selanjutnya.

“Demikian juga dengan lagu Rindu Ini. Lagu ini adalah salah satu lagu yang saat itu diunggulkan dan masih tersimpan rapi sampai saat ini. Musica baru memutuskan untuk mengeluarkan lagunya sekarang karena lagu ini dirasa memiliki materi bagus dan tetap bisa dinikmati oleh pencinta musik saat ini,“ ujar wanita yang akrab disapa Ibu Acin.

Lagu Rindu Ini dari Chrisye bisa dinikmati pada tanggal 25 September 2020 di Spotify, YouTube dan seluruh digital platform. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading

Musik

Langkah Pasti Minola Sebayang Angkat Musisi Karo ke Kancah Musik Indonesia

Published

on

By

Suasana konser ‘Karo Memanggil Kami Hadir’ berlangsung di Resto Toba Dream, Jakarta Selatan, Jumat (25/9).

Kabarhiburan.com – Selain kesibukan sebagai pengacara kenamaan,  Minola Sebayang masih menaruh perhatian besar kepada perkembangan budaya, terutama pada pelaku seni dan musisi Tanah Karo, Sumatera Utara, sejak belasan tahun silam.

Minola kini melangkah lebih jauh lagi dengan membentuk MSP alias Minola Sebayang Project, sebagai wadah untuk mengorbitkan musisi Tanah Karo ke industri musik Tanah Air.

Salah satu caranya, MSP menggagas acara musik berjudul  Karo Memanggil Kita Hadir, di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan, Jumat (25/9).

Sebuah konser live streaming di kanal YouTube Toba Dream TV, menampilkan empat penyanyi berbakat dari Tanah Karo, yakni Maharani Tarigan, Mey Permata Tarigan, Rainson Surbakti dan Trisna Key. Mereka menunjukkan penampilan terbaiknya dalam membawakan lagu-lagu yang akrab di telinga pendengarnya.

“Keempat penyanyi ini punya talenta yang besar dari Karo. Saya ingin mengangkat nama Karo di pentas musik Indonesia,” ujar Minola, yang ditemui seusai acara.

Minola Sebayang (kedua dari kanan) diapit oleh para penyanyi asal Tanah Karo yang diorbitkan.

Minola Sebayang mengaku optimistis, bakat besar yang dimiliki keempat penyanyi tersebut akan mengangkat nama musisi asal Karo semakin dikenal di jagat musik Indonesia.

“Artis Karo punya talenta besar di musik yang tak kalah dengan musisi lain. Sekarang saya mencoba membawa mereka berkiprah di musik tingkat nasional,” ujar Minola yang berjanji akan membuka kerjasama dengan musisi Indonesia demi mengangkat nama Karo.

“Saya telah bekerja sama dengan Rieka Ruslan dalam proyek ini. Termasuk juga dengan Viky Sianipar, seperti pada acara konser streaming ini. Semoga ke depan musisi dari Tanah Karo bisa bersaing dan diakui di musik Indonesia,” pinta Minola.

Minola juga menyebutkan, tekadnya untuk membesarkan nama Karo di musik Indonesia itu sudah dilakukannya sejak tahun 1999. Hingga kini, Minola terus konsisten memperjuangkan nama Karo di musik.

Baginya, untuk membangun Karo tidak harus menjadi pemimpin, misalnya menjadi kepala daerah terlebih dahulu.

“Sebagai seorang putra daerah pun, saya harus bisa membawa nama harum Tanah Karo di banyak bidang. Salah satunya adalah bidang seni, seperti kita tahu, Karo adalah salah satu daerah di Indonesia yang memiliki kekayaan seni budaya sendiri,” pungkas Minola Sebayang. (Tumpak Sidabutar/KH. Foto: Istimewa))

Continue Reading
Advertisement

Musik

Terbaru

Trending