Connect with us

Selebritas

Pencipta Lagu ‘Ikan Asin’ Ancam Layangkan Somasi Kepada Dua Artis Ini

Published

on

Dian Gaul (tengah) didampingi kuasa hukumnya, Gus Bejo dan Rekan menjelaskan dusuk persoalan honornya belum dibayarkan BK dan TM.

Kabarhiburan.com, Jakarta – Wajahku yang cantik/ Bodyku yang menarik/ Banyak mata melirik.

Bibirku yang seksi/ senyumku yang manja/ Ini bukan buatan.

Demikian dua baris syair lagu bertema cinta yang berjudul Ikan Asin, karya musisi Nurdiansyah, alias Dian Gaul.

Bersama syairnya, mantan personel boyband dangdut G4ul ini bahkan sudah menyiapkan pula aransemen lagu, sehingga dinyatakan siap masuk studio rekaman. Ia pun ingin karyanya ini segera sampai di masyarakat.

Hanya saja, keinginan Dian tinggal keinginan semata. Lagu yang diciptakan sejak Juni 2019 silam tersebut, hingga kini belum sampai di telinga pendengarnya. Pasalnya, Barbie Kumalasari (BK) dan Tessa Mariska (TM), selaku pemesan sekaligus penyanyinya, tidak kunjung hadir di studio rekaman.

Akibatnya, selain karyanya tidak bisa dinikmati masyarakat, Dian Gaul belum menerima honor sebagai pencipta lagu dari BK dan TM.

Kesabaran Dian Gaul pun habis sudah. Ia menuding sebagai sesama seniman, BK dan TM tidak punya komitmen. Dian Gaul lalu menggandeng kuasa hukumnya, Gus Bejo, untuk memberikan klarifikasi dan teguran hukum terhadap BK dan TM.

“Akhir Juni 2019 silam saya dihubungi oleh BK dan pedangdut TM agar dibuatkan lagu bertema Ikan Asin yang ketika itu sedang viral,” kenang Dian Gaul, yang ditemui di bilangan Condet, Jakarta Timur, Selasa (12/11).

Dian Gaul menyanggupi permintaan kedua selebritis tersebut. Saat itu juga Dian Gaul melakukan uji vokal dalam rangka membuat lirik yang pas. Dian juga diminta agar menyiapkan aransemen, studio rekaman, termasuk merancang syuting video klip.

“Saat itu saya baru menerima panjar total sebesar Rp 5 juta dari BK dan TM,” ujar Dian yang enggan menyebut nominal total honor yang disepakati dengan TM dan BK.

Dalam waktu seminggu, Dian telah menyelesaikan lagu pesanan BK dan TM. Ia juga sudah menyiapkan studio dan rencana syuting video klip. Sebaliknya, Dian Gaul menilai BK dan TM terkesana mengulur-ulur waktu.

“Mereka selalu saja menjawab masih sibuk atau suaranya agak serak, setiap saya meminta agar segera datang ke studio rekaman,” ujar Dian yang juga memantau kegiatan kedua artis tersebut secara diam-diam.

“Pernah saya nonton penampilan mereka sedang nyanyi di suatu tempat. Padahal ketika saya hubungi mereka mengatakan belum siap. Dari situ saya menilai mereka tidak menghargai komitmen,” ujar Dian yang menyayangkan sikap BK dan TM.

“Seyogianya, mereka berterus terang saja, cerita apa adanya. Jangan menggantung saya. Saya kan enggak enak sama kru yang sudah saya siapkan,” ujar Dian menggerutu.

Gus Bejo menunjukkan surat kuasa dari Dian Gaul dalam jumpa pers,, Selasa (12/11)

Kuasa hukumnya, Gus Bejo menilai tindakan BK dan TM merupakan dugaan perbuatan melawan hukum, yaitu melakukan wanprestasi terhadap pembayaran pemesanan lagu.

Klien kami telah dirugikan secara materil maupun imateril sebesar Rp 200 juta. Dengan perincian, Dian harga sebuah lagu ciptaan Dian berkisar antara Rp50 hingga Rp100 juta,” ujar Gus Bejo yang diaminkan oleh Dian.

“Khusus untuk lagu Ikan Asin, yang berupa lirik dan aransemen musiknya, kru pembuatan video klip, sewa studio rekaman, sehingga biaya membengkak,” rinci Gus Bejo.

“Kami mengharapkan niat baik BK dan TM agar menyelesaikan kewajibannya segera. Bila dalam pekan ini, belum membayarkan hak klien kami, maka kami akan melayangkan somasi,” pungkas Gus Bejo. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Selebritas

Fibuladeleon: Belajar Make Up dan Fashion Ibarat Main Boneka Barbie

Published

on

By

Kabarhiburan.com, Jakarta – Ijazah Starata 2 pada Ilmu Psikologi, sempat membawa Fibuladeleon menikmati dunia kerja di sebuah biro psikologi, bahkan menjadi staf ahli anggota DPR.

Hanya saja, pencapaian sukses ini tidak serta merta memberinya kenyamanan batin. Fibuladeleon justru merasa dunia kerja yang terikat jam kantor, bukanlah passion-nya.

Tidak seperti dunia seni, khususnya sebagai vokalis pada sebuah band bernama Indonesia Beat Club. Band ini yang selalu membawakan lagu-lagu milik sang legendaris, Beatles.

Bersama band ini, justru membuat perempuan kelahiran Semarang ini happy dan menikmati. Apalagi ketika mereka dapat kesempatan melakukan roadshow ke berbagai negara di Eropa, termasuk mengunjungi kota kelahiran band Beatles, Liverpool (2016).

Siapa sangka, dalam perjalanan roadshow ini membuat perjalanan karir Fibuladeleon ikut berubah.

Dalam perjalanan dari Liverpool menuju London, Fibuladeleon secara tidak sengaja membaca spanduk tawaran kursus kecantikan di London Beauty School. Seketika itu pula, hati Fibuladeleon langsung terpikat untuk mendaftarkan dirinya.

“Jadi, semuanya terjadi tanpa disengaja. Usai roadshow, teman-teman band balik ke Indonesia, sementara aku memilih tinggal di London, karena mau ikutan shortcourse,” kenang Fibuladeleon yang baru-baru ini ditemui di Arman Armano Academy, Rawamangun, Jakarta Timur.

Sejak mengenal lebih luas tentang dunia make up dan kecantikan, Fibuladeon menganggap aktivitas ini sebagai hobi yang menghasilkan. Ia pun seakan tak pernah berhenti mempelajari bidang make up dan kecantikan.

Usai dari London, Fibuladeleon sempat kembali ke Indonesia, namun hanya sebentar, kemudian  mendatangi Atelier de Maquillage Make Up School, di Paris (2018).

Indonesia Jadi Cantik

Sambil terus menambah pengalaman dan mengaplikasikan ilmunya kepada masyarakat, Fibuladeon juga mengikuti berbagai lomba bergengsi tentang tata rias wajah. Di lain waktu dia  belajar bersama make up artist senior lainnya di  Arman Armano Academy, Rawamangun, Jakarta Timur.

Fibuladeleon pun mengaku sangat menikmati dunia make up, yang diibaratkannya sebagai bermain boneka Barbie.

“Bisa membongkar pasang make up dan fashion, sesuai selera tanpa harus menghilangkan karakternya,” ujar Fibuladeleon yang menyukai riasan teknik Bold make up dengan sentuhan flawless.

“Bold make up merupakan teknik make up yang lebih strong, dimana riasan di pinggiran matanya ada warna-warna hitam, hijau, pink dan warna menyala lainnya. Sehingga kelihatan teksturnya,” jelasnya.

Fibuladeleon kini tengah ancang-ancang untuk mewujudkan mimpinya, memiliki sekolah dan workshop yang sudah dirintis di kota Depok, Jawa Barat. Di sana, Fibuladeleon sedang giat membangun  sebuah salon kecantikan yang diberi nama Paraperi Salon.

Bersama salon tersebut, Fibuladeleon ingin mewujudkan kecintaannya pada dunia make up dan kecantikan.

“Indonesia kan kaya (beragam) budayanya. Jadi aku mau membuat semua wanita Indonesia jadi cantik. Cantik yang tanpa meninggalkan karakter budaya dan warna kulit aslinya,” ujar Fibuladeleon,  peraih penghargaan sebagai siswa terbaik di Arman Armano Academy Award 2019. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading

Selebritas

Jennifer Dunn Terima Faisal Haris Apa Adanya

Published

on

By

Firman Chandra

Kabarhiburan.com, Jakarta – Faisal Haris melalui kuasa hukumnya, Firman Chandra akhirnya angkat bicara seputar pernyataan Jennifer Dunn soal memulai hidup dari nol, saat bersama Faisal Haris, meski Haris memiliki 30 aset kekayaan usai bercerai dari Sarita Abdul Mukti.

Demikian disampaikan Firman Chandra selaku kuasa hukum Faisal Haris, saat ditemui di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

“Kalau hidup dari nol wajar saja. Mba Jeje sudah sampaikan bahwa mayoritas asset yang dimiliki Mas Haris itu barang dagangan,” kata Firman Chandra.

“Boleh dong saya ikutan menjual. Boleh dong saya ikut mempromosikan barang dagangan tersebut. Biar bagaimana pun dia kan suami,” sambungnya lagi.

Firman Chandra mengatakan memulai hidup nol yang dimaksud Jennifer Dunn karena bisnis properti Faisal Haris tidak cepat terjual seperti bisnis lainnya.

“Jadi mba Jeje ,yah hidup dari satu rumah ke rumah lain. Karena emang bisnis Mas Haris adalah properti. Namanya properti, kan jual-beli properti,” imbuh Firman Chandra.

“Nah mulai nolnya dari sana, apakah bisa? Kan menjual rumah tidak dalam waktu cepat. Jadi definisi dari nol karena yang didapatkan rumah dagangan semuanya,” imbuhnya.

Meski demikian, Jennifer Dunn mau menerima Faisal Haris apa adanya.

“Mba Jeje melihat ada yang berbeda. Mereka mau hidup bersama sampai kapan pun. Sampai kakek nenek. Dan itulah yang membuat, kalau saya boleh sampaikan, ini yang dinamakan perjalanan hidup atas nama cinta,” ucap Firman Chandra. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading

Selebritas

Lucinta Luna Ditangkap Terkait Narkoba, Bagi Ratna Pandita Ibarat Bisul Pecah

Published

on

By

Ratna Pandita, mantan rekan duet Lucinta Luna di grup vokal Duo Bunga.

Kabarhiburan.com, Jakarta – Setelah ditangkap di apartemen Thamrin City, selebgram Lucinta Luna kini  menjalani pemeriksaan di Mapolres Jakarta Barat. Polisi bahkan telah melakukan tes urine bagi Lucinta Luna.

Saat dikonfirmasi kepada Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Yusri Yunus membenarkan bahwa  Lucinta Luna dinyatakan positif  telah mengonsumsi narkotika.

“Yang bersangkutan dibawa ke Polres Jakbar, dilakukan tes urine, inisial LL positif mengandung Benzo. Benzo itu masuk ke dalam golongan psikotropika,” jelas Yusri Yunus  di Polda Metro Jaya, Selasa (11/2).

Lucinta Luna (kiri) saat digiring polisi ke Mapolres Metro Jakarta Barat. (foto: Istimewa)

Kabar penangkapan Lucinta Luna langsung memenuhi halaman berita sepanjang hari, sampai juga ke telinga Ratna Pandita, mantan rekan duet di grup vokal Duo Bunga, Ratna Pandita.

Ratna Pandita pun menyambut positif kabar yang menimpa selebgram transgender tersebut.

“Hmm. Kayaknya bisul saya pecah. Ha ha ha. Saya senang banget, karena uneg-uneg saya selama ini sudah terjawab,” ujar Ratna Pandita yang ditemui di Mal Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Selasa (11/2).

“Semoga saja dia diberi ganjaran yang setimpal dengan perbuatannya. Dia juga telah menipu dan menzolimi saya,” imbuhnya.

Menjawab pertanyaan, Ratna mengaku mengetahui bahwa Lucinta menggunakan obat-obat penenang sejak lama.

“Saya sudah tahu, sejak kami mulai bergabung di Duo Bunga (2018) selama 7 bulan. Saya tahu dia sering minum, ketika itu masih berupa obat penenang. Diam-diam dikonsumsi jelang tampil di hadapan penonton,” ujar Ratna.

“Sekarang, sudah meningkat menjadi narkoba. Mungkin duitnya sudah banyak, ya,” pungkas Ratna. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement

Musik

Terbaru

Trending