Connect with us

Event

Penilaian Film Berdasar Genre, FFWI 2021 Klaim Lebih Fair

Published

on

Kabarhiburan.com, Jakarta – Festival Film Wartawan Indonesia (FFWI) XI 2021 telah diluncurkan pada 7 Juli 2021 silam. Malam puncaknya akan diselenggarakan tanggal 28 Oktober 2021 mendatang. FFWI XI akan menyediakan 30 piala bagi para pemenang dan piala khusus.

“Banyaknya piala ini sekaligus menjadi salah satu pembeda  FFWI dengan berbagai festival film lainnya,” kata ketua panitia FFWI, Wina Armada Sukardi, dalam keterangannya, Senin (12/7).

FFWI akan memulai sejarah baru dalam perfilman Indonesia, yakni menilai karya film yang telah ditayangkan di bioskop, serta memberikan penilaian terhadap karya film yang ditayangkan di media over the top atau OTT.

“Saya kira ini baru pertama kalinya terjadi di Indonesia. Arti penting sistem penilaian ini, menunjukan FFWI sangat mengadopsi perkembangan teknologi komunikasi,” jelas Wina, yang  memprediksi, langkah FFWI bakal diikuti oleh berbagai festival film lainnya di Indonesia.

Selain itu, FFWI juga menilai film peserta berdasarkan genre, atau masing-masing jenis film. Penilaian berdasarkan genre film akan memunculkan insan film yang dalam festival  film “konvensional”  sulit menjadi pemenang dan mendapat piala, dalam FFWI  hambatan itu dapat diatasi.

“Jadi penilaian film head to head atau apple to apple berdasarkan karya film sejenis. Dengan demikian ini dapat lebih fair,” tandas Wina Armada.

Cara penilaian berdasar genre, tambah Wina Armada, juga akan memberikan dampak positif buat perkembangan perfilman nasional Indonesia.

Pertama, film dari genre apapun punya kesempatan yang sama untuk jadi pemenang. Begitu juga pemain dan crewnya. Padahal selama ini mereka seperti termarginalkan dapat muncul.

“Sudah saatnya kita juga memberikan apresiasi dan penghargaan kepada insan film dari semua genre dan tidak hanya didominasi genre tertentu,” tandasnya.

Kedua, dengan paramenter genre film yang sama, diharapkan penilaian menjadi lebih fair.

Sementara itu, Ketua Bidang Penjurian FFWI, Yan Widjaya, menerangkan, semula panitia akan menilai empat genre film, masing-masing genre drama, horor, komedi dan laga.

Syarat agar dapat dinilai menjadi satu klaster genre tersendiri, minimal harus ada  lima peserta.

“Tetapi diprediksi genre laga, pesertanya tidak sampa lima, sehingga kemungkinan untuk tahun ini genre laga belum dapat dinilai,” kata Yan Wijdaya.

Dalam hal ini peserta genre laga akan dimasukkan ke genre yang paling berkenaan dengan genre karya film tersebut.

Yan Widjaya menjelaskan, dari setiap genre ada sembilan unsur yang akan dinilai oleh Dewan Juri FFWI.

Dengan tiga genre film, masing-masing genre dinilai sembilan unsur, jelas Yan Widjaya, hal  itu berarti sudah ada 27 piala untuk pememang.

“Kemudian disiapkan tambahan 3 piala khusus yang akan diberikan kepada tokoh khusus. Berarti total ada 30 Piala,” kata Yan.

Menurut Yan Widjaya, walaupun dalam ajang FFWI disediakan 30 piala, belum tentu semua piala itu akan habis terdistribusikan.

“Kalau memang tidak ada yang memenuhi syarat kriteria Dewan Juri, tidak akan dipaksakan ada pemenangnya,” kata  Yan Widjaya.

FFWI XI  diselenggarakan oleh Wartawan Film dan Kebudayaan  bermitra dengan Direktorat Perfilman, Musik dan Media Baru, Dirjen Kebudayaan, Kemendikbud dan Riset Teknologi. (Tumpak S)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Event

Semakin Seru, ‘D’Academy 5’ Hadir Dengan Dua Babak Baru

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Bersiaplah menjadi saksi lahirnya bintang dangdut masa depan lewat panggung kompetisi “D’Academy 5”. Indosiar telah memulai episode D’Academy 5 Audition” sejak 18 Juli hingga 8 Agustus 2022 mendatang setiap pukul 20.30 WIB.

Hasilnya, sebanyak 93 peserta dinyatakan lolos, selanjutnya berkompetisi di babak “D’Academy 5 Final Audition”, Live, pada Selasa, 9 Agustus 2022, pukul 20.30 WIB.

Bahkan diary dari kegiatan para peserta selama kompetisi D’Academy 5 berlangsung, juga bisa disimak lewat program “Bestie DA 5”, yang tayang di Vidio sejak Senin, 1 Agustus 2022.

Menariknya, kontestan yang dinyatakan lolos dari babak audisi tidak langsung melangkah ke panggung Konser, seperti musim sebelumnya.

Konser tahun ini menghadirkan dua babak sebelum babak konser nantinya. Babak pertama, yakni “D’Academy 5 Final Audition” dan “D’Academy 5 Fifty Fifty”. Kesempatan kedua, berupa “D’Academy 5 Wild Card” bagi peserta yang tersenggol di babak Fifty Fifty.

“Memasuki musim ke-5 Indosiar mengemas kompetisi D’Academy lebih menarik, dengan melibatkan penyanyi dangdut yang lahir dari ajang pencarian bakat Indosiar sebagai Dewan Juri, bersama penyanyi dangdut senior lainnya,” jelas Harsiwi Achmad, selaku Direktur Programming SCM, Jumat, 5 Agustus 2022.

Mereka adalah Lesti DA, Fildan DA, serta Reza DA bersama Via Vallen dan Jenita Janet. Kelimanya akan didukung oleh Soimah, Nassar, Dewi Perssik dan Rita Sugiarto.

Demikian pula, Diana Putri, Maya Ratih, Fomal, Eko Tjandra dan Defrico Audy, selaku Fashion Guru akan turut andil untuk memberi masukan terhadap kostum yang dikenakan kontestan D’Academy.

Dewan Juri dan Fashion Guru akan memberi beragam tantangan kepada para kontestan D’Academy 5. Kemudian akan terpilih 24 peserta, yakni 20 peserta yang lolos dari babak Fifty Fifty dan 4 peserta dari Wild Card, akan tampil di Konser D’Academy 5 demi memperebutkan gelar Juara D’Academy 5.

Ketatnya persaingan D’Academy 5 akan semakin meriah oleh kehadiran para host, yakni Ramzi, Irfan Hakim, Ruben Onsu, Gilang Dirga, Rara LIDA, Jirayut DAA, dan Rizky Billar.

Sebelumnya, seluruh kontestan yang terpilih telah melalui tahap audisi D’Academy 5 secara online yang diikuti ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia, melakukan proses seleksi untuk mendapatkan 200 peserta yang bersaing di episode “D’Academy 5 Audition”.

“Besarnya animo peserta audisi online D’Academy 5, menjadi salah satu bukti bahwa musik dangdut semakin dapat dinikmati oleh generasi muda,” ungkap Harsiwi.

Dari 200 peserta dipilih 93 peserta yang akan akan menampilkan kemampuan terbaiknya demi merebut hati Dewan Juri untuk melaju ke babak selanjutnya, bersaing di babak “D’Academy 5 Final Audition” untuk memperebutkan 40 tiket menuju babak “D’Academy 5 Fifty Fifty”.

Di babak “D’Academy 5 Fifty Fifty” akan tampil 4 peserta di setiap episode dan hanya memilih 2 peserta dengan bakat dangdut terbaik. Selanjutnya dipilih 20 kontestan terbaik yang berhak mendapat tiket menuju Konser D’Academy 5 Top 24.

Untuk melengkapi kuota 24 kontestan, maka 8 peserta yang telah tersenggol mendapatkan kesempatan kedua dengan bertanding di babak “D’Academy 5 Wild Card” untuk memperebutkan 4 posisi yang masih tersedia.

“Kami sangat optimis melalui D’Academy 5 ini dapat kembali melahirkan bintang dangdut baru masa depan bersuara merdu,” tutur Harsiwi Achmad. (Tumpak S)

Continue Reading

Event

Panggung Talenta Terbaik, ‘Indonesia’s Got Talent’ Tayang Mulai 8 Agustus 2022

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Panggung bagi semua talenta terbaik, Indonesia’s Got Talent (IGT) akan menghibur masyarakat mulai Senin, 8 Agustus 2022 mendatang. Ajang produksi Fremantle ini, tayang di layar RCTI pada setiap Senin dan Selasa pukul 21.30 WIB.

Tidak hanya fokus ajang menyanyi, IGT juga menampilkan talenta menari, memainkan alat musik, dance, magician dan talenta lainnya. Oleh karena itu, ajang pencarian bakat yang satu ini menjadi program The Biggest Talent Search In The World.

Dini Putri selaku Programming & Acquisition Director RCTI, mengatakan RCTI televisi swasta pertama di Indonesia selalu menjaga konsistensi dalam menghadirkan tontonan spesial yang dapat menghibur pemirsa, khususnya dalam program ajang pencarian bakat.

“Hadirnya program ini juga sebagai bentuk dukungan RCTI kepada masyarakat untuk mau menunjukkan bakat yang dimiliki,” ujar Dini, dalam jumpa pers, Jumat, 5 Agustus 2022.

Indonesia’s Got Talent yang diselenggarakan di Jakarta Concert Hall, bertempat di INews Tower ini, diikuti ribuan peserta di babak audisi yang berlangsung pada Februari hingga Mei 2022 silam.

Selain audisi online melalui aplikasi RCTI+ dan sosial media Instagram, TikTok serta Facebook, audisi juga digelar secara offline di beberapa kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, Yogyakarta, Bali, Manado, Balikpapan, dan Kupang.

Semua talenta terbaik Indonesia menampilkan aksi memukaunya di hadapan para juri, seperti Denny Sumargo, Rossa, Reza Arap, Ivan Gunawan, Ariel ‘Noah’, Raline Shah, dan Armand Maulana.

Para juri yang berasal dari ranah entertainment ini akan memberikan pandangan yang beragam dari talenta-talenta yang tampil. Pastinya akan bersama pemirsa menikmati atraksi-atraksi memukau para kontestan,” ucap Fabian Dharmawan selaku VP Head of Production Operation Division RCTI.

Fremantle, selaku pemegang lisensi hak siar dan komersil, mengungkapkan bahwa hadirnya Indonesia’s Got Talent adalah kesempatan bagi masyarakat Tanah Air untuk mengembangkan talenta yang dimiliki untuk mencapai jenjang yang lebih tinggi lagi dalam karier hiburan.

“Got Talent adalah pertunjukan tanpa batasan usia, tanpa batasan talenta, tanpa batasan budaya, ras bahkan melintasi batas negara. Sebuah kebhinekaan talenta dalam satu panggung inspirasi,” kata Victor Ariesza selaku Co Managing Director Fremantle.

Sejak diluncurkan pada 2006, acara ini berhasil memecahkan rekor penonton sebanyak 1 milyar di seluruh dunia. Pemegang Rekor World Guinness untuk kategori format Reality Talent Search paling sukses, yang dibuat di 69 wilayah secara global dan terus berkembang dengan jutaan pemirsa TV dan bahkan lebih banyak penggemar di media sosial.

Pendek kata, fenomena kesuksesan global ini telah mendominasi di semua platform selama lebih dari satu dekade. (Tumpak S)

Continue Reading

Event

Keren! Pelukis Muda Ajria Siregar Luncurkan Buku ‘Terbang Bersama Kupu-kupu’

Published

on

By

Ajria Siregar luncur buku ‘Terbang Bersama Kupu-kupu’

Kabarhiburan.com – Sukses menggelar karya lukisannya pada pameran bertajuk ‘Paint Makes Me Happier’ di Jakarta Selatan pada pekan lalu, pelukis muda Ajria Siregar juga menghadirkan sebagian lukisannya ke dalam buku, berjudul Terbang Bersama Kupu-kupu.

“Alhamdulillah, semoga buku ini bisa mendokumentasikan sebagian karya lukis aku selama ini,” ujar Ajria Siregar dalam keterangannya, Senin (25/7).

Ia berharap buku berjudul Terbang Bersama Kupu-kupu yang ditulis Prigidanto Agung ini bisa menambah khazanah seni lukis di Tanah Air.

Menurut Prigidanto Agung melalui buku ini tergambar metamorfosis Ajria Siregar dalam berkarya.

“Perjalanan Ajria dalam berkarya bisa terlihat dalam buku meski tidak semua karya dimasukkan. Mulai dari tahun-tahun awal ia berkarya hingga karya terbaru. Semoga setelah ini Ajria akan terus melukis dan melahirkan karya-karya selanjutnya,” kata Agung.

Gadis bernama lengkap Safana Ajria Putri Siregar yang biasa disapa Jia ini memang sejak kecil sudah menunjukkan bakat dalam melukis. Memulai dengan menggambar objek dengan krayon, lalu meluas ke medium lain seperti cat air, cat akrilik dan lain sebagainya.

Jia  beruntung memiliki orangtua yang mengerti potensi yang dimilikinya. Ia diarahkankan pada guru yang tepat yang bisa mengeksplorasi bakat yang dimilikinya.

Kesabaran pelukis Kana Fuddy Prakoso dalam mengajari Jia belajar menggambar membuahkan hasil.  Puluhan karya lukis sudah dihasilkan Jia dengan mengusung beragam tema, dari bunga, hewan, makanan, alat transporasi, hingga pemandangan alam menjadi obyek lukisan yang menawan.

Setiap guratan kuas yang dihasilkan Jia memiliki kekuatan. Seperti kupu-kupu menjadi obyek lukisannya,  terlihat hidup lengkap dengan latar yang mengitarinya. Ada bunga aneka jenis dan warna, termasuk rembulan yang cantik.

“Saya suka menggambar karena menggambar membuat saya bahagia banget kalau saya lagi sedih terus menggambar sedihnya hilang aja gitu. Saya juga senang menggambar karena saya ingin membuat orang tersenyum dengan karya saya,” kata Ajria Siregar soal pilihannya melukis. (Tumpak S)

Continue Reading
Advertisement

Trending