Connect with us

Kuliner

Penyanyi Dyah Ayu Lestari Rintis Café Boomie dan Bobaho

Published

on

Kabarhiburan.com, Jakarta – Kreasi kuliner mie memang sudah banyak, tetapi inovasi kuliner mie sepertinya tidak akan pernah berakhir.

Salah satunya, kreasi mie ayam yang disajikan penyanyi Dyah Ayu Lestari, di Komplek Perkantoran Pejaten, Jakarta Selatan. Dyah mulai melayani penikmat mie sejak Jumat (30/8).

Dari namanya saja terdengar unik, membuat penasaran dengan rasa mie yang diberi nama Boomie.

“Kami berharap, nama ini membawa pada kesuksesan, semoga Boomie bisa booming senusantara,” ujar Dyah disela-sela pembukaan café mie, hasil kerja sama dengan teman kuliahnya di kampus PPM Jakarta.

“Awalnya tugas kuliah enterpreneur di kampus PPM Jakarta, lalu saya teruskan membuka cafe mie ayam sekalian,” ujar mahasiswi jurusan manajemen ini tentang pematik ide membuka café mie.

Warna mie yang disajikan pun berbeda dari mie yang pada umumnya kuning atau putih. Mie bikinan Dyah berwarna hijau segar.

“Mie kami racikan sendiri, dari sayuran sawi, wortel dan buah naga, sehingga dijamin sehat. Jadi, warna hijau itu berasal dari warna sayuran,” jelas Dyah tentang hidangan Boomie. bikinannya.

Dyah yang merupakan Putri Persahabatan 2019 ini mendasarkan idenya pada kecenderungan orang Indonesia yang selalu memilih makanan sehat.

“Makanya, kami kombinasikan dalam makanan yang kami sajikan. Jadi meski makan berkali-kali enggak bikin sakit,” ujar Dyah yang menjamin boomie bebas dari MSG. “Terserah kalau konsumen ingin membubuhkan MSG sendiri,” tambahnya.

Selain Boomie, di cafenya juga menyediakan aneka minuman segar, berupa minuman Boba yang lagi hits. Dyah beri namanya Bobaho.

Satu di antara menu Bobaho yang disajikan adalah Boba’s Brown Sugar milk tea dengan campuran brown sugar dan kenyalnya boba.

“Dianjurkan untuk mengocoknya sebanyak 15 kali terlebih dahulu sebelum diminum,” ujar Dyah sambil meraciknya.

Selain Boba tersedia pula minuman Susu Murni Nasional yang legendaris. “Ini untuk mengenang masa kecil saat Susu Murni Nasional sedang populer,” imbuhnya.

Dari bisnis Boomie dan Bobaho yang mulai ditekuninya pula, semakin menegaskan lagi hobi Dyah selain menyanyi, yakni memasak dan berbisnis.

“Kami optimis. Kalau enggak, buat apa memulai bisnis mie ayam, tegasnya mantap.

“Saya juga senang memasak. Saya sangat menikmati dan senang sekali, bila masakan yang saya buat bisa diterima lidah orang yang memakannya. Rasanya ada kepuasan tersendiri, karena merasa enggak sia-sia perjuangan belajar memasak selama ini,” pungkasnya. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kuliner

Burger Kekinian Bad Bone Burger Rasa Otentik Asia “Gochujang” Siap Meluncur

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Ara Food, sebuah perusahaan Food & Beverage dengan konsep cloud kitchen yang berfokus pada makanan pesan antar kembali meluncurkan varian makanan terbarunya di awal 2021. Kali ini berupa burger yang dilabeli Bad Bone Burger.

Bad Bone Burger menawarkan rasa otentik Asia, siap meramaikan pasar burger, makanan yang selalu dekat dengan dunia anak muda ini.

Christiana Halim, CEO ARA Food berharap burger dengan cita rasa Gochujang yang khas Korea ini bisa diterima masyarakat.

“Ini adalah terobosan dari team kami, semoga cita rasa yang kami suguhkan ini bisa diterima. Bukan hanya bagi mereka yang sudah gemar banget pada hal yang serba Korea. Tapi juga publik pada umumnya,” ujar Christiana dalam keterangan resminya, Sabtu (16/1/2021).

Mengusung konsep Burger with Asian Delight, every taste has its story, Bad Bone Burger meluncurkan 2 varian burger pertamanya yaitu dengan saus Gochujang dari Korea dan saus Miso dari Jepang.

Untuk para penggemar makanan Korea pasti sudah tidak asing dengan saus Gochujang. Saus asal Korea ini memiliki rasa yang asam dan sedikit pedas. Sedangkan Miso dengan citarasa Jepang memiliki karakter rasa yang gurih.

 

Yang istimewa, patty yang ada di dalam tumpukan Bad Bone Burger menggunakan daging sapi dan daging ayam pilihan yang diolah dengan bumbu-bumbu yang menyempurnakan rasa saat menikmati brand burger dengan tagline Tell Your Story ini.

Jika mulai penasaran dengan rasanya, Bad Bone Burger bisa dipesan online mulai 11 Januari 2021. Caranya, pesan lewat aplikasi layanan pesan antar GoFood dan GrabFood serta WhatsApp di 0897 588 7777 dengan jam operasional mulai pukul 09.00 – 22.00 WIB.

Saat ini wilayah pengantaran meliputi Kelapa Gading, Sunter, Kemayoran, Pulomas, Pulogadung, Cempaka Putih, Cempaka Mas, dan sekitarnya.

“Kalau sudah merasakan Bad Bone Burger, jangan lupa tell your story, ya,” pinta Christiana. (Tumpak S)

Continue Reading

Kuliner

Masih Belia, Jason Surya Sudah Sukses Berbisnis Siomay Halal

Published

on

By

Jason Surya (kedua dari kanan) dengan drone kebanggaannya.

Kabarhiburan.com, Surabaya – Penggemar Siomay Halal di Surabaya bersiaplah  memanjakan selera. Wisata kuliner Surabaya kini diramaikan oleh hadirnya dua kedai Siomay Halal, bernama Tang Kitchen. Lokasinya, di Ruko San Antonio N 1 no 175 Pakuwon City. Satunya lagi, di Ruko Niaga Gapura C.

Warna kedai Tang Kitchen yang didominasi merah dan logo bocah berkacamata lengkap dengan topi chef yang khas, membuatnya mudah terlihat oleh masyarakat penggemar Siomay Halal, di dua kawasan sibuk tersebut.

Ya, dua kedai Siomay Halal di lokasi berbeda, namun openingnya diselenggarakan berbarengan, pada hari ini, Sabtu, 12 Desember 2020.

Menariknya, acara pembukaan kedai ini berlangsung dengan cara yang spesial, yakni memanfaatkan drone. Piranti canggih kekinian ini akan dimanfaatkan sebagai sarana pengiriman siomay kepada pelanggan.

Drone merupakan inovasi baru dalam bisnis masa depan, sudah mulai diterapkan oleh pengusaha belia, Jason Surya dalam bisnis Siomay Halal.

Jason masih berusia 13 tahun. Pelajar di SMP swasta di Surabaya ini merintis bisnis Siomay Halal dari keprihatinannya melihat tim medis yang kekurangan APD (Alat Pelindung Diri). Padahal tim medis selalu bersentuhan dengan warga yang terpapar Covid-19, yang merebak luas di Surabaya.

Acara seremonial pembukaan kedai Siomay Halal di Ruko San Antonio N 1 no 175 Pakuwon City, Surabaya, Sabtu (12/12).

Jason pun berinisiatif untuk mengumpulkan donasi dari masyarakat. Caranya, dengan berjualan Siomay Halal. Jason memang  hobi makan siomay dan mahir mengolah mulai dari bahan baku sampai jadi siomay halal yang enak di lidah.

Selanjutnya, Siomay Halal bikinannya dijual secara online, sebagai pilihan karena pemerintah memberlakukan PSBB. Gara-gara PSBB pula, sekolahnya memberlakukan pembelajaran  jarak jauh.

Jason pun memanfaatkan waktu luangnya untuk mengolah siomay, lalu menjualnya secara online. Siapa sangka, Siomay Halal bikinan Jason laris manis. Duit pun lekas terkumpul  dalam waktu relatif singkat.

Selanjutnya, Jason memberanikan diri menemui Tri Rismaharini, selaku Walikota Surabaya, guna menyerahkan langsung donasi hasil penjualan Siomay Halal, pada 2 Mei 2020 silam.

Semangat belajar berbisnis Jason yang luar biasa, tidak lantas membuatnya lupa pada tugas utamanya sebagai pelajar. Jason ingat betul pesan Tri Rismaharini, agar Jason tetap semangat bersekolah dan mengasah terus empati dan kepedulian pada sesama. (Tumpak S)

Continue Reading

Kuliner

Sukses Maya NK Bisnis Bakso Rumahan di Tengah Pandemi

Published

on

By

Nurkhasanah raih sukses di masa pandemi.

Kabarhiburan.com – Pandemi Covid-19 belum tahu kapan berakhir, jika disikapi dengan positif justru bisa membangkitkan kreativitas ekonomi untuk menambah pemasukan keluarga.

Maya Nurkhasanah sukses melakukannya. Ibu rumah tangga yang kesehariannya menjadi admin di Klinik pengobatan syaraf Kiki Hendrawan ini membuka usaha kuliner, berupa bakso hygienis tanpa pengawet yang enak dan lezat.

Kisah sukses tersebut dimulai dari jelang perayaan Idul Fitri 1441 H dalam suasana Pandemi Covid-19, beberapa bulan silam. Ketika itu, Maya iseng membuat bakso daging sapi dan daging ayam. Rencananya bakso bikinannya  akan disajikan bagi keluarganya yang datang bersilaturahmi.

Tanpa diduga, dua keluarga adiknya, Tari dan Giarti, memberi kabar akan datang bersilaturahmi sekaligus melaksanakan Sholat Ied bersama keluarga Maya.

Usai Sholat Ied, mereka ramai-ramai menyantap bakso buatan Maya. Pujian pun berdatangan dari keluarga adik-adiknya.

“Baksonya, enak banget dan empuk. Kok bisa bikin bakso kayak gini? Kursus dimana?” Demikian pertanyaan yang bertubi-tubi dari kedua pasang adiknya.

“Ini masih coba coba aja, siapa tau bisa. Eh, ternyata bisa dan enak ya,” jawab Maya mulai merasa bangga. Apalagi, Giarti pun menawarkan diri untuk menjualnya.

“Pasti ada yang mau, apalagi sudah tahu rasanya. Lumayan bisnis baru di tengah situasi corona kayak gini. Nanti aku bantu jualan, deh,” usul Giarti.

Selang 3 pekan lepas lebaran, Maya mulai bergegas membuat bakso. Selain untuk dikonsumsi keluarga, Maya juga berniat untuk menjual bakso, sesuai saran Giarti.

Maya lalu mengabarkan kegiatannya bikin bakso kepada Giarti. Giarti pun datang untuk mengambil beberapa bungkus bakso yang akan ditawarkan kepada teman-temannya.

Hasilnya menggembirakan, bakso yang dibawa Giarti habis dalam hitungan jam, dibarengi pujian tentang nikmatnya bakso bikinan Maya.

Sajian bakso siap kirim dari Nurkhasanah

Berbagai pujian tersebut menguatkan rasa percaya diri Maya untuk memulai bisnis bakso tanpa merek ini untuk ditawarkan kepada teman-temannya. Seperti dugaan, pesanan mulai berdatangan dari teman-temannya sampai sekarang, sampai ada ada yang menawarkan kerjasama untuk membuka gerai bakso siap saji.

Hanya saja, Maya belum menyanggupi lantaran keterbatasan waktu. Apalagi, Maya merasa hanya bisa bikin bakso saja, belum sampai pada membuat kuah dan asesoris siap saji. Maya hanya menjual bakso sapi  tanpa kuah.

Setelah sukses membuat bakso sapi, Maya mulai mencoba varian lain, yakni bakso ayam dan bakso tahu. Kali ini sudah dengan merek dagang, Immev Food.

Untuk bakso sapi, Maya memasang harga Rp 45.000 per pak berisi 50 butir bakso. Sementara bakso ayam Rp.40.000 per pak berisi 50 butir. Adapun bakso tahu dibanderol Rp. 20.000 per pak berisi 10 baso.

Kabar tentang Maya dengan bakso rumahannya, beredar cepat di kalangan pelanggan. Situasi ini sempat membuat Maya kewalahan melayani order pesanan, terutama soal waktu pengantaran.

”Alhamdulillah, sekarang pesanan lumayan  banyak. Selain dari teman-teman, kalangan umum juga banyak, termasuk pengusaha katering,” ujar Maya. Ia juga kerepotan apabila pemesan berdomisili yang jauh dari rumahnya.

“Tetapi, terkadang si pemesan minta di gojekin atau grab. Mereka yang bayar ongkos kirim,” celoteh Maya, lalu memberitahukan tentang cara memesan bakso rumahan bikinannya.

“Cukup melalui whatsapp (WA) atau telpon ke 0812-1112-6565. Tinggal sebut bakso yang dipesan, berapa banyak serta harganya,” jelas Maya. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement

Trending