Connect with us

Musik

Penyanyi Pendatang Baru dari Yogyakarta, Putri Ariani Rilis Single ‘Loneliness’

Published

on

Kabarhiburan.com – Kehidupan sehari-hari tidak bisa dilepaskan dari musik, karenanya banyak penyanyi menciptakan karya musik yang enak didengar di masa pandemi. Salah satunya, penyanyi belia bertalenta luar biasa dari Yogyakarta, Putri Ariani.

Gadis penyandang tunanetra bernama lengkap Ariani Nisma Putri yang akrab disapa Putri. Selain warna vokalnya bagus, Putri juga mahir bermain piano dengan tingkat kesulitan yang tinggi. Ia menyanyikan lagu Loneliness sambil bermain piano dengan penuh penghayatan.

Putri sendiri menulis lirik Loneliness, mengaransemen sesuai komposisi musik yang diingankan, lalu dijadikan sebagai single debutnya di industri musik.

Ini kegiatan yang menyenangkan bagi Putri, karena baru pertama kali menggarap lagu dengan serius dan menggunakan hati untuk mencurahkan segala keresahan yang dirasakannya.

Proses kreatif untuk video klip, Putri dibantu oleh ‘Ruang Kerja Kreatif’ untuk mengemas konsep supaya bisa menampilkan visual yang baik supaya sesuai dengan apa yang dirasakan Putri.

“Secara general, Loneliness bercerita tentang putus cinta. Ditinggal, pas lagi sayang-sayangnya. Ha ha ha. Kekecewaan seorang wanita akibat ditinggalkan cowoknya, yang akhirnya menjatuhkannya ke dalam kesendirian, Loneliness,” jelas Putri yang berterus terang belum pernah merasakan perihnya patah hati.

“Saya dengerin aja cerita orang-orang, lalu ujung-ujungnya jadi lirik. Jadi, Putri belum pernah marasakan seperti apa itu patah hati. Putri sendiri memaknai ‘Loneliness’ adalah ketika kita melakukan sesuatu yang terbaik untuk kita tetapi ternyata itu bukan yang terbaik,” ujar Putri Ariani, di Jalan Kerinci 8, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (24/9).

Apresiasipun berdatangan dari banyak orang, diantaranya dari promotor musik Indonesia ‘Deteksi Production’, Harry Koko dan gitaris band Cokelat Edwin Marshal Syarif.

”Putri ini talentanya sungguh luar biasa, oleh karena itu Deteksi Production ingin hadir menjadi bagian dari semangat Putri.  Kita harus dukung talenta penuh bakat ini untuk berprestasi lebih tinggi lagi, sebagai bagian dari semangat musik Indonesia,” ujar Harry Koko yang menyiapkan konser untuk Putri pada November mendatang.

Putri Ariani diapit oleh Harry Koko dan Edwin

Sementara Edwin memuji kemampuan Putri sebagai composer, arranger bahkan memproduseri sendiri karyanya pada usia 15 tahun.

“Untuk single berikutnya, ia menciptakan lagu tentang semangat ke-Indonesiaan, jadi saya akan terlibat membantu Putri, saya akan bermain gitar di lagu yang Insya Allah akan rilis pada 28 Oktober mendatang,” jelas Edwin.

Selain dari Harry Koko dan Edwin, dukungan serupa untuk Putri juga datang dari Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Anwar Sadat, yang sudah menyatakan dukungannya pada pembuatan video klip single untuk single berikutnya, kolaborasi Putri Ariani dan Edwin Cokelat.

“Liriknya bertema Nasional,” ujar Putri yang masih merahasiakan judul lagu yang dimaksud.

Go International

Putri mengaku terbiasa spontan dalam menciptakan lagu. Dimulai dari mengamati dan mendengar dari lingkungan sekitarnya, lalu ditulis menjadi satu kesatuan lagu.

“Untuk lirik dan notasi itu biasanya bareng, tapi saya tidak pernah menghitung waktunya,” jelas Putri, yang juga tidak menghitung jumlah lagu yang sudah dilahirkannya.

Semua karyanya diunggah pada Instagram pribadinya dengan lebih dari 289 ribu followers itu. TikTok-nya juga selalu dicermati oleh lebih dari 1,1 juta followers,  sebagai bukti Putri Ariani bukan nama yang asing bagi pecinta musik Indonesia.

Menyandang tunanetra sejak bayi usia 3 bulan, namun Putri Ariani dikaruniai suara emas yang memukau telinga pendengarnya. Pada usia 8 tahun menjuarai ajang pencarian bakat Indonesian Got Talent 2014, sempat mengikuti ajang Voice Kid sesion 2 (2017), lalu menyanyikan lagu tema Asian Para Games 2018, berjudul Song of Victory.

Putri juga mengasah bakatnya menulis lagu sejak usia 10 tahun, lalu belajar piano dan aransemen lagu secara otodidak sejak usia 11 tahun. Kini, pada usianya menginjak 15 tahun, Putri siap menyongsong masa depannya yang cerah sebagai musisi.

“Alhamdulillah, Putri sekarang sudah mulai yakin untuk menulis dan membuat lagu sendiri. Putri akan terus mengasah bakat supaya bisa terus berkembang dan bisa Go International. Harapannya, lewat karya-karya, Putri bisa dipandang dan dihargai sebagai musisi,” kata Putri optimis.

Single Loneliness milik Putri Ariani sudah dapat dinikmati di berbagai digital musik streaming. (Tumpak S).

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Musik

QODIR Band Nyanyikan Ulang Lagu ‘Bangun Tidur’ Kemasan Baru

Published

on

By

QODIR Band Nyanyikan ulang lagu ‘Bangun Tidur”. (Foto: Dok. Qodir Band)

Kabarhiburan.com – Band QODIR remake lagu fenomenal berjudul ‘Bangun Tidur’, yang dahulu pernah dipopulerkan mendiang Mbah Surip. Lagu yang nyeleneh dan bergaya lucu, sangat akrab di telinga era tahun 2000, mengingatkan pada gaya mediang Mbah Surip yang slengekan. Jadilah lagu ‘Bangun Tidur’ pupuler pada 2003.

Kini lagu tersebut dinyanyikan dengan kemasan baru dengan aura rock yang kekinian ala QODIR Band.

“Asal muasal ide lagu ini muncul dari Dul Jaelani. Dul yang punya ide, dia suka banget lagu itu karena katanya dia kaum rebahan. Jadi kami ingin buat lagu dengan aransemen untuk kaum rebahan, tapi dalam nuansa penuh semangat dan tentu rock,” ungkap Axel CB, salah satu personil Band QODIR.

“Karena kami ingin memperjuangan musik rock agar kembali ke skena komersial, tentu bersama band rock gen z lainnya,” ujar Axel CM didampingi Dul Jaelani dalam keterangannya, Senin, 16 Januari 2023.

“Awalnya, kita memang sering banget membawakan lagu ini secara live. Karena kita emang suka banget lagu ini. kita suka mendengarkan lagu mendiang Mbah Surip ini di saat-saat sedih,” ujar Dul.

“Jadi kami ingin membuat versi audionya saja sebagai bentuk portofolio meng-cover lagu orang tapi tentu dengan warna kami,” sebut Dul Zaelani memberi alasan atas remake lagu ‘Bangun Tidur’.

Proses rekaman lagu ‘Bangun Tidur’ digarap dengan sentuhan live di studio rekaman. Sentuhan inilah yang membuat proses pembuatan lagu Bangun Tidur ala QODIR Band menjadi unik.

“Uniknya saat kami memutuskan untuk membuat rekaman lagu ini secara live recording. Kami ingin merasakan perjuangan musisi jaman dulu yang kalau rekaman harus satu take.

Kesulitannya, ya harus main bener dari awal sampai akhir. Alhamdulillah Qodir berhasil ,” ungkap Dul Jaelani yang bertindak sebagai vokalis sekaligus bassit.

Untuk bisa menyanyikan ulang lagu Bangun Tidur, QODIR sudah meminta izin dengan pihak-pihak terkait.

“Urusan izin lagu sudah diurus di awal-awal. Saya orang yang sangat mengapresiasi pencipta lagu dan segala bentuk administrasinya. Saya pribadi sudah berbincang via WhatsApp dengan Mas Varid putra dari Alm. Mbah Surip sebagai bentuk kulonuwun. Tentu juga sudah berbicara kepada pihak publishing Falcon, dan mendapatkan izin resmi dari mereka ,” tutur Dul Jaelani.

Dengan dirilisnya lagu ‘Bangun Tidur’ versi QODIR diharapkan bisa jadi alternatif bagi generasi Z sekarang ini.

Lagu ‘Bangun Tidur’ sudah bisa didengarkan di channel Youtube dan Spotify. (Tumpak S)

Continue Reading

Musik

Debut Single ‘Cerita Manis’, Levi Gandeng Dewa Budjana dan Musisi Kenamaan

Published

on

By

Levi Kolaborasi Dewa Budjana, Luncurkan single ‘Cerita Manis’. (Foto: Dok. RHD)

Kabarhiburan.com – Memasuki 2023 industri musik Indonesia semakin berwarna. Salah satunya datang dari Levi, penyanyi pendatang baru asal Jakarta yang memulai debutnya dengan meluncurkan single ‘Cerita Manis’.

Lirik ditulis langsung oleh ayahnya, Lemmy R Ibrahim, lalu aransemen oleh Dik. ‘Cerita Manis’ mengisahkan tentang kenangan manis saat remaja.

“Lagunya tentang kenangan anak sekolah SMA yang sudah punya jalan hidupnya masing-masing. Kalau ditanya ada related nya sama pengalaman Levi justru nggak ada,” ungkap Levi.

Levi menjelaskan proses penggarapan lagu hingga masuk dapur rekaman, ternyata sangat singkat. Sang ayah, Lemmy, bahkan mengajak musisi kenamaan seperti Dewa Budjana, Gilang Ramadhan, Shadu Rasjidi, Iwang Noorsaid dan Happy Pretty untuk bekerjasama.

“Prosesnya terhitung enam bulan sampai rilis. Akhir Agustus lalu, papa tiba tiba kirim lagu dan minta aku latihan, besoknya masuk rekaman. Selanjutnya giliran Om Budjana, Om Gilang, Om Shadu, Tante Happy Pretty, dan yang terakhir Om Iwang Noorsaid buat rekaman,” kenang Levi yang kini genap 20 tahun.

“Setelah rekaman selesai, syuting video clip bareng Om Gilang dan Om Budjana. Selanjutnya urus untuk launching lagunya aja. Jadi, yang butuh waktu itu persiapan launching lagunya,” ujar Levi menambahkan.

Pertama kali masuk dapur rekaman sekaligus berkolaborasi dengan musisi kenamaan, sempat membuat Levi merasa canggung.

“Pastinya jadi kebanggaan untuk diri sendiri, bisa kerja bareng sama musisi ternama. Jadi sebuah impian juga sejak dulu punya single. Ternyata terwujud walau tak terpikir kolaborasi sama musisi hebat,” ungkapnya.

Levi yang terlahir dari keluarga yang hobi menyanyi, membuatnya terbawa mencintai dunia tarik suara. Levi mengaku senang menyanyi sejak kecil.

“Oma, tante, om juga pada suka nyanyi karaoke gitu jadinya aku terbawa suka. Apalagi kalau nyanyi di kamar mandi, happy aja bawaannya. Wah ternyata suara aku bagus juga,” selorohnya.

Levi menaruh harapan agar ‘Cerita Manis’ bisa diterima oleh penikmat musik Indonesia. Ditambah lagi, single ‘Cerita Manis’ mampu mewakili perasaan siapa saja yang mendengarkan.

“Setelah ‘Cerita Manis’, Levi berharap bisa kolaborasi bersama musisi-musisi Indonesia lainnya,” pinta Levi. (Tumpak S)

Continue Reading

Musik

DeHills Corporation Awali 2023 dengan Konser ‘Semua Jadi Satu’ di Lima Kota Besar

Published

on

By

Kabarhiburan.com – DeHills Corporation akan membuka 2023 mendatang dengan konser ‘Semua Jadi Satu’, yang menyatukan 4 legenda musik Tanah Air, yakni Fariz RM, Deddy Dhukun, Mus Mujiono dan Vina Panduwinata.

Konser ‘Semua Jadi Satu’ akan digelar di 5 kota besar Indonesia, mulai dari Makassar, Medan, Surabaya, Yogyakarta dan Bandung.

Keempat legenda musik akan membuka rangkaian konser mereka dari Makassar, yakni di  UpperHills Convention Hall, Makassar, pada 25 Januari 2023 mendatang.

Show Director konsernya,  Atoek Fatturachman, menjanjikan bahwa konser ‘Semua Jadi Satu’ akan menghadirkan banyak kejutan pada setiap konsernya yang layak untuk dinantikan oleh penonton dan penggemar keempat legenda musik.

“Kejutan seperti apa, silahkan datang dan tonton konser ‘Semua Jadi Satu’,” tulis Atoek Faturrachman pada keterangan tertulis, Minggu, 11 Desember 2022.

Di industri musik Indonesia, Fariz RM, Deddy Dhukun dan Mus Mujiono adalah musisi, vokalis sekaligus pencipta lagu, yang karya-karyanya tidak lekang oleh waktu.

Hasyim Arsal Alhabsi selaku penanggungjawab deHills Corporation menyebutkan bahwa, ide menghadirkan konser ini adalah untuk menghidupkan kembali memori sebagian orang dengan lagu-lagu dari Fariz RM, Deddy Dhukun, Mus Mujiono, yang hingga saat ini masih diminati oleh penggemar musik Tanah Air.

“Melalui DeHills Production, kami akan hadir di dalam industri kreatif Tanah Air dengan menghadirkan sebuah konser,” ujar Hasyim Arsal Alhabsi.

Ia juga mengingatkan bahwa pemesanan tiket konser ‘Semua Jadi Satu’, bisa dilakukan melalui aplikasi deHills yang sudah bisa di download AppStores dan Play Stores.

Yogie Pribadi dari deHills Digital menambahkan, sebagai sebuah aplikasi super Apps, aplikasi DeHills selain memiliki fitur ticketing, juga bisa menjadi partner untuk semua event organizer juga promotor musik. (Tumpak S)

Continue Reading
Advertisement

Trending