Connect with us

wisata

“Perjuangan dan Harapan Menuju Indonesia Maju” Terpilih Sebagai Karya Terbaik di “Lomba Rayakan Kemerdekaan” HUT RI Ke-75

Published

on

Kabarhiburan.com, Jakarta-  Dari 102 finalis karya video peserta “Lomba Rayakan Kemerdekaan” bertema “Cinta Indonesia” dalam rangka perayaan HUT ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia yang mengangkat tema “Cinta Indonesia”, akhirnya Kemenparekraf mengumumkan video berjudul “Perjuangan dan Harapan Menuju Indonesia Maju”, sebagai karya terbaik. Karya dari Tim Super Marines 1 Provinsi Jawa Timur, Kota Surabaya juga berhasil menyabet gelar sebagai juara favorit.

“Saya atas nama Presiden Republik Indonesia mengucapkan selamat kepada para pemenang Lomba Rayakan Kemerdekaan,” kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio dalam acara apresiasi “Lomba Rayakan Kemerdekaan” yang digelar secara hybrid, Selasa (15/9/2020).

Wishnu menilai karya para finalis dan peserta lainnya sangat luar biasa dan kreatif. Menunjukkan meski saat ini semua sedang berada di situasi pandemi yang penuh dengan keterbatasan, namun para peserta tetap mampu berkreasi dengan penuh inovasi.

“Hal tersebut dapat terlihat dalam video-video karya peserta saat momen penghormatan dengan sikap sempurna ketika lagu Indonesia Raya dikumandangkan. Tidak lupa juga saya sampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya untuk seluruh peserta yang sudah mengunggah karyanya dengan luar biasa. Sekali lagi tetap semangat dan selamat,” kata Wishnutama.

Lomba Rayakan Kemerdekaan berlangsung melalui proses yang cukup panjang. Selama periode lomba terdapat 2.192 perwakilan peserta dari 33 provinsi di Indonesia yang mendaftar melalui situs www.hutri75.kemenparekraf.go.id. Dari jumlah tersebut terdapat 838 peserta yang mengunggah video di tiga sosial media, yaitu YouTube, Facebook, dan Instagram yang kemudian dikurasi oleh para kurator.

Dari proses kurasi tersebut, didapat 102 karya video dengan berdasarkan kelengkapan data pendukung, administrasi, dan juga pemenuhan kriteria penilaian. Yaitu unsur cinta Indonesia, menerapkan protokol kesehatan, semangat gotong royong dan kebersamaan, ide dan kreativitas, serta estetika dan nilai seni.

Ketua Dewan Juri Lomba Rayakan Kemerdekaan, Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta, mengatakan, proses kurasi terhadap 102 karya video tersebut dilakukan pada 1 dan 2 September 2020 dan menghasilkan 20 finalis karya video serta enam karya video yang direkomendasikan kepada Dewan Juri Kehormatan untuk dinilai dan ditetapkan urutan pemenang.

Dewan juri Kehormatan yakni Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Mendagri Tito Karnavian, Mensesneg Pratikno dan Menparekraf Wishnutama Kusubandio.

“Semuanya memberikan nilai atas enam video yang terbaik, akhirnya diputuskan pemenang seperti yang disampaikan,” kata Adi Deriyan.

Ia berharap lomba ini dapat terus membakar semangat dan optimisme masyarakat. “Harapan besarnya, yang utama adalah kita bangga dengan negara ini, kita punya kebanggaan menjadi warga di negara ini, warga negara Indonesia,” kata Adi Deriyan.

 

Para Pemenang “Lomba Rayakan Kemerdekaan”:

20 Finalis (Hadiah Uang Pembinaan masing-masing Rp25 Juta)

Harapan 3: “Kami Cinta Indonesia”, dari SMP IL Kapten Fatubaa, Nusa Tenggara Timur, Kabupaten Belu (Hadiah Uang Pembinaan Rp40 Juta).

Harapan 2: “Semangat Agustusan Kampung Tinjon Yogyakarta”, dari kelompok Kontjo Lawas Project, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kabupaten Sleman (Hadiah Uang Pembinaan Rp50 Juta).

Harapan 1: “Dari Perempuan Raja Ampat untuk Indonesia”, dari kelompok Mora (Molo Ombin Raja Ampat), Provinsi Papua Barat, Kabupaten Raja Ampat (Hadiah Uang Pembinaan Rp60 Juta).

Juara 3:  “Semangat Cinta Indonesia dari Pedalaman Kalimantan”, dari kelompok Bersinar Desaku, Provinsi Kalimantan Timur, Kabupaten Kutai Kartanegara (Hadiah Uang Pembinaan Rp75 Juta).

Juara 2: “Terbang Tinggi untuk Indonesia”, dari kelompok Fikri Ashsiddiqi, Provinsi Kalimantan Selatan, Kota Banjarmasin (Hadiah Uang Pembinaan Rp100 Juta).

Juara 1: “Perjuangan dan Harapan Menuju Indonesia Maju, dari kelompok Super Marines 1, Provinsi Jawa Timur, Kota Surabaya (Hadiah Uang Pembinaan Rp125 Juta).

Juara Favorit: “Perjuangan dan Harapan Menuju Indonesia Maju, dari kelompok Super Marines 1, Provinsi Jawa Timur, Kota Surabaya (Hadiah Uang Pembinaan Rp50 Juta).

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

wisata

Optimalkan Gelaran Presidensi G20, Bali Terapkan Visa On Arrival ( VOA)

Published

on

Kabarhiburan.com, Jakarta- Kebijakan penerapan dan pemberlakuan kembali Visa On Arrival (VOA) memberikan angin segar terhadap percepatan pemulihan industri pariwisata Tanah Air.

Kendati penerapan VOA ini masih terbatas di Bali, tetapi kebijakan ini menjadi langkah pembuka bagi pemulihan industri pariwisata di Indonesia.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno menyatakan kebijakan bebas karantina bagi Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) bagi WNI dan WNA memberikan dampak positif terhadap pariwisata dan ekonomi kreatif.

Kebijakan itu juga dalam rangka mengoptimalkan Indonesia selaku tuan rumah penyelenggaraan berbagai event internasional seperti MotoGP 2022, Presidensi G20, World Tourism Day, dan lainnya.

“Jumlah wisatawan mancanegara kita targetkan tahun ini sebesar 1,8 juta sampai 3,6 juta. Ini adalah sinyal kebangkitan ekonomi kita untuk membuka peluang usaha dan lapangan kerja,” kata Sandi pada Weekly Press Briefing, Selasa (8/3).

Sandiaga mengungkapkan, kebijakan itu dilakukan dengan berbasis data dan masukan dari para ahli dan epidemiolog. Jumlah masyarakat yang tervaksinasi lengkap dan booster serta tingkat penularan Covid-19 di Bali, Batam, dan Bintan terkendali.

Dengan diberlakukannya VOA pulau Nusa Penida bakal kembali menjadi destinasi favorit. Nusa Panida adalah sebuah pulau di provinsi Bali memiliki populasi sekitar 45.000  jiwa dan mencakup sekitar 200 km2.

Pada tahun 2010, area seluas 20.057 hektar di sekitar Nusa Penida dan pulau-pulau tetangga Nusa Ceningan dan Nusa Lembongan dinyatakan sebagai Zona Maritim yang Dilindungi.

Pulau ini dikenal sampai saat ini karena tempat menyelamnya. Nusa Penida memiliki sekitar 15 spot diving bertaraf internasional yang terkenal.

Kedalaman laut Nusa Panida rumah bagi 296 spesies karang dan 576 spesies ikan karang. Tetapi penyelam juga datang dari seluruh dunia untuk melihat Pari Manta, hadir sepanjang tahun, dan Mola Mola dari Juli hingga Oktober.

Bali selain memiliki destinasi yang keren, ada sejumlah potensi ekonomi kreatif di Bali yang bisa terus dikembangkan. Misalnya, Tenun Endek yang memikiki corak khas Bali.

Corak motif beragam, pilihan warna yang cerah, proses pembuatan bukan mesin (ATBM), dan memiliki motif-motif khusus yang hanya bisa dikenakan pada upacara tertentu.

Sayangnya, tenun Bali terancam gempuran produk tiruan. Inilah yang sedang diperjuangkan oleh Dekranasda Bali.

Daerah perajin endek ada di Kecamatan Sidemen, Kabupaten Karangasem. Kain endek bisa dikenakan sebagai sarung atau gaun, kemeja, tinggal pilih sesuai selera.

 

Continue Reading

wisata

Pendampingan Sangat Efektif Menjawab Berbagai Keluhan

Published

on

Kabarhiburan, Maluku Utara – Salah satu kendala UMKM produsen dalam alih teknologi digital adalah terkurasnya waktu mereka untuk menggawangi produksi dan pemasaran offline, sehingga memiliki keterbatasan waktu untuk belajar tentang seluk-beluk pemasaran digital. Padahal aplikasi-aplikasi digital berfungsi untuk membuat proses bisnis menjadi lebih efektif dan efisien.

Melihat kondisi demikian, Anita D. Yuniartika, fasilitator yang bertugas di Ternate Utara memilih untuk bertamu door-to-door ke lokasi bisnis peserta, saat PPKM sudah dilonggarkan, dan sudah diizinkan oleh pemerintah setempat. Tentunya hal ini dilaksanakan dengan memperhatikan Protokol Kesehatan Covid-19 dengan ketat.

Disamping kendala waktu, masih ada kendala lain seperti masalah jaringan dan gadget milik peserta yang kurang memadai. Untuk memudahkan penyampaian materi pendampingan, maka para fasilitator diperbolehkan melakukan pendampingan praktek langsung. Dengan praktek langsung ini, maka kesulitan-kesulitan yang dihadapi saat pendampingan dapat cepat teratasi.

“Kami fasilitator di Maluku Utara memutuskan untuk melakukan pelatihan door to door. Kami mendatangi rumah atau tempat usaha UMKM, lalu kemudian melakukan pendampingan secara langsung”, ungkap Anita.

Menurut Anita, antusiasme peserta sangat tinggi untuk mengenal pemasaran secara online. Materi-materinya tepat guna. Pengenalan tentang aplikasi-aplikasi digital dalam pendampingan Active Selling dapat mempermudah proses bisnis dari para pelaku UMKM.

Misalnya saja dalam penggunaan aplikasi agregator, dimana dalam sekali upload produk, maka bisa muncul di berbagai akun toko online atau marketplace yang dimiliki.

Urusan stocklist pun tertangani dengan baik. Atau aplikasi Point of Sales (POS), sebagai aplikasi kasir yang sudah dilengkapi dengan catatan pembukuan, arus kas, dan perhitungan Harga Pokok Penjualan (HPP).

“Sekarang peserta belum familiar, tapi dengan kemauan para pelaku UMKM dalam mengadopsi aplikasi-aplikasi digital, saya yakin nantinya bekal yang diperoleh dari program pendampingan ini akan bermanfaat secara maksimal,” lanjut Anita.

Jika kegiatan ini akan dilanjutkan kembali untuk menyasar UMKM-UMKM yang belum terjaring oleh Program Active Seling 2021, maka Anita berharap bahwa para fasilitator jumlahnya ditambah agar dapat menjangkau lebih banyak peserta.

“Harapan saya agar program ini selalu ada tiap tahunnya, dan mungkin fasilitator harus ditambah jumlahnya, agar jangkauan kita semakin luas. Sangat banyak UMKM yang membutuhkan program seperti ini,” tutup Anita.

I Nyoman Adhiarna, Direktur Ekonomi Digital Kementerian Kominfo mengapresiasi para fasilitator yang bersemangat seperti Anita dan timnya. Beliau mengucapkan terima kasih kepada para fasilitator yang tak lelah melatih dan mendampingi para peserta baik online maupun offline.

“Fasilitator adalah mata, tangan, dan kaki kami. Terimakasih karena selalu semangat dalam menjangkau para peserta hingga ke tempat-tempat yang jauh. Semoga dari pelatihan ini, para pelaku UMKM dapat berbagi ilmu kepada UMKM lainnya sehingga ilmu yang didapat dari Program Active Selling dapat tersampaikan dari mulut ke mulut, ” kata Nyoman.

Program Active Selling 2021 menyasar 26.000 UMKM produsen sektor pengolahan masing-masing di sepuluh Kawasan Wisata Prioritas. Kegiatan pendampingan digelar selama bulan Juli hingga Desember 2021, dengan melibatkan sejumlah fasilitator yang telah diseleksi dan diberikan pembekalan. Materi yang disampaikan adalah optimlisasi media sosial dan marketplace, serta penggunaan berbagai aplikasi-aplikasi digital.

Continue Reading

wisata

Sandiaga Uno Tak Segan Tutup Tempat Wisata yang Abai Prokes

Published

on

Kabarhiburan.com, Jakarta- Meski libur lebaran dilarang mudik dan tempat wisata diperbolehkan beroperasi. Namun harus taat dengan aturan protokol kesehatan (prokes) yang ketat.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno tak segan akan menutup tempat wisata yang abai Prokes. Ini ia tegaskan dalam jumpa pers Weekly Press Briefing, awal pekan ini (5 Mei 2021)

“Kami tidak akan segan menindak tegas dengan memberikan sanksi hingga menutup tempat wisata bagi yang tidak menerapkan protokol kesehatan. Kami juga sudah memberikan sertifikasi CHSE” katanya.

Tidak tanggung-tanggung, Sandiaga bahkan mengancam akan memberi sanksi hingga penutupan lokasi wisata jika mengabaikan pentingnya penerapan protokol CHSE (Cleanliness, Health, Safety, dan Environment Sustainability).

“Menjaga protokol CHSE adalah menjadi tanggung jawab Bersama,” tegas Sandiaga.

Sandiaga mengungkapkan ada beberapa lokasi wisata di Bali yang abai dengan penerapan CHSE. Ia langsung menghubungi pemilik usaha

Apalagi tujuan dari sertifikasi CHSE adalah menjamin kenyamanan wisatawan sekaligus menciptakan rasa aman dari penyebaran Covid-19. dengan output menciptakan peluang pekerjaan bagi penduduk setempat.

Maka itu,  peran Pentahilix dari komunitas, pemerintah, pengusaha dan media sangat dibutuhkan. Dibukanya tempat wisata, selain mengembalikan ekonomi pariwisata, juga mengedukasi masyarakat untuk mengajarkan aturan kesehatan masa pandemi Covid-19. (Gembur/KH)

Continue Reading
Advertisement

Trending