Connect with us

Event

Peserta Indonesia Timur Dominasi Panggung The Voice Indonesia

Published

on

Coach Vidi dan Nino mengapit Philipus

Kabarhiburan.com, Jakarta – Memasuki akhir tahun 2018, babak audisi The Voice Indonesia justru semakin seru! Banyak kejadian menarik mengharukan, menegangkan dan bahagia yang berlangsung pada minggu ketujuh penayangannya di GTV.

Apalagi coach Anggun, Armand, Vidi dan Nino serta  Titi tampak semakin agresif dan selektif  memilih peserta yang menjadi bagian dalam timnya.

Episode kali ini, diwarnai kehadiran peserta yang datang dari wilayah timur Indonesia. Sebut saja, Philipus asal Flores, Nusa Tenggara Timur, yang menjadi pembuka panggung The Voice tadi malam, Kamis (13/12).

Pembawaannya yang tenang dan suaranya khas membuat lagu berjudul P.D.A  yang dialunkannya terdengar enak, membuat semua coach kesengsem dan memutar kursi untuknya, langsung melancarkan rayuan maut.

“Warna suara kamu bagus. Di tim saya belum ada tipe suara kayak kamu,” bujuk Anggun, yang dibalas Vidi dan Nino tak mau kalah. “Tipe suara lo paling kita suka, ngenakin lagu banget!” ujar Vidi dan Nino.

Usaha Vidi dan Nino ternyata tak sia-sia. Terbukti Philipus menjatuhkan pilihan kepada Vidi dan Nino sebagai sang coach.

Peserta dari Timur Indonesia lain yang tidak kalah memesona  adalah Pieter dari Ambon. Seperti Philipus, pria berusia 36 tahun ini juga mampu mengajak semua coach memutar kursi.

Lagu To Love Somebody yang dipopulerkan oleh Michael Bolton sukses dibawakannya dengan kematangan suara yang baik.

Saking terperangahnya coach Titi sempat berucap “Kalau orang Ambon udah nyanyi, bahaya,” ujar Titi. Sementara coach Armand memuji Pieter. “Gue cinta banget suara lo!” ujar Armand. Pada akhirnya Pieter menjatuhkan pilihannya pada Titi sebagai coachnya.

Selain Philipus dan Pieter, tampil pula Shafira asal Surabaya. Ia bahkan sempat berduet dengan coach Titi, namun menjatuhkan pilihan masuk tim Vidi dan Nino.

Dari semua coach, Titi Dj menjadi coach terbanyak memperoleh peserta didik. Setelah Pieter, ada peserta kembar identik bernama Nada dan Nadya asal Makassar. Mereka membawakan lagu Dekat Di Hati milik coach Nino.

Duo dara manis ini, bahkan sempat berduet diatas panggung dengan Titi Dj. Disusul Eunice juga asal Surabaya juga bergabung dengan Pieter dan Duo Nada & Nadya di tim Titi Dj.

Berbeda dengan coach Anggun, yang hanya menambah 2 peserta ke dalam timnya. Mereka adalah Moza asal Lampung dan Annisa asal Bandung.

Moza yang membawakan lagu Havana, sempat menangis ketika melihat coach Anggun memutar kursi baginya. Begitu juga mojang Bandung bernama Annisa. Di balik tubuh mungilnya, Annisa justru tampil maksimal dengan lagu Bintang Kehidupan milik Nike Ardila.

Sementara coach Armand hanya mendapat Erlin, gadis muda bersuara menarik dari Surabaya. Lagu milik Isyana berjudul Kau Adalah diubah arrasemennya, membuat coach Titi dan Armand terpukau dan seketika memutar kursi buat Erlin.

Hanya saja kedua coach ini berbeda pandangan tentang sosok Erlin. Titi bilang, suara Erlin bening dan penampilannya sudah Oke. Sebaliknya, Armand malah melancarkan kritiknya, bahwa penampilan Erlin masih banyak kekurangan yang harus dipoles.

Akhirnya, 8 peserta yang terdiri dari Erlin, Moza, Annisa, Philip, Shafira, Eunice, Pieter dan Nada & Nadya dipastikan melaju ke babak Knockouts.

Jangan lewatkan episode Blind Auditions selanjutnya setiap Kamis, pukul 19.30 WIB, hanya di GTV. (Tumpak Sidabutar/KH. Foto-foto Dok. GTV)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Event

TVRI Raih Opini Prestisius di Bidang Keuangan

Published

on

By

Direktur Utama LPP TVRI menerima penghargaan opini WTP dari anggota III BPK, Achsanul Qosasi di Gedung TVRI, Senayan, Senin (17/6).

Kabarhiburan.com, Jakarta – Semangat dan kerja keras yang dilakukan Televisi Republik Indonesia (TVRI) untuk mengembalikan kejayaan yang sempat hilang di era digitalisasi, kini mulai berbuah manis.

Sebut saja di antaranya, TVRI kembali menayangkan siaran olah raga bulu tangkis dan sepak bola dunia, memilihkan siaran yang ramah bagi anak-anak. Pendeknya, TVRI menghadirkan tayangan yang diharapkan merangsang persatuan bangsa menjadi semakin erat.

Selain memperbaiki mutu siaran, TVRI juga membenahi tata kelola keuangan, khususnya pertanggungjawaban dan laporan keuangan.

Hasilnya, TVRI meraih opini yang prestisius, yakni Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), berdasarkan laporan keuangan tahun 2018.

Prestasi di bidang keuangan ini disampaikan oleh Achsanul Qosasi selaku Anggota III BPK, dalam acara sykuran dan halalbihalal yang berlangsung di Lobi TVRI, kawasan Senayan, Jakarta (17/6).

Direktur Utama LPP TVRI, Helmy Yahya, mengatakan perolehan WTP merupakan prestasi tertinggi yang didapatkan TVRI pada tahun 2019. Sebelumnya, TVRI menjadi langganan opini Disclaimer alias Tidak Memberikan Pendapat (TMP) dan Wajar Dengan Pengecualian (WDP) dari BPK.

“Sebuah perjuangan yang dilakukan Dewan Pengawas, Direksi dan seluruh karyawan baik di pusat, maupun daerah dalam memperbaiki tata kelola keuangan, khususnya penataan aset dan pertanggung jawaban, serta laporan keuangan,” kata Helmy Yahya.

Helmy berharap prestasi WTP dapat menjadi tolok ukur terjadinya transformasi di lingkungan TVRI, terutama di sektor keuangan dan pengelolaan anggaran yang akuntabel.

“Catatan dari BPK juga akan kami tindaklanjuti,” janji Helmy yang menjadikan predikat WTP sebagai modal untuk membangkitkan kepercayaan terhadap mitra dan pihak-pihak lain yang ingin bekerjasama dengan TVRI.

“Saya yakin mitra kerja TVRI akan semakin progresif dalam meningkatkan serta membantu menghadirkan tayangan yang berkualitas,” ujar Helmy Yahya optimis. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading

Budaya

Trans 1000 Jakarta dan PIGIJO Dukung Gebyar Festival Budaya Betawi Cipedak

Published

on

By

Tari Kinang Kilaras turut meramaikan Gebyar Festival Betawi Cipeda, Minggu (16/6).

Kabarhiburan.com, Jakarta – Tari Kinang Kilaras yang menggambarkan betapa bahagianya wanita Betawi dibawakan oleh lima penari elok, ikut memberi suasana gembira pada perhelatan Gebyar Festival Budaya Betawi, Cipedak, Jakarta Selatan, Minggu (16/6).

Suasana gembira ini terlihat di wajah segenap warga RW 09 Kelurahan Cipedak, Jakarta Selatan. Mereka menyambut penobatan wilayah ini sebagai Kampung Alpukat oleh Walikota Jakarta Selatan, Marullah Matali.

Gebyar festival kali ini berlangsung selama dua hari, sejak Sabtu (15/6) hingga Minggu (16/6). Selama itu pula, warga antusias memamerkan kekayaan budaya Betawi yang sudah terkenal itu. Mulai dari aneka pantun jenaka, musik Gambang Kromong hingga parade andong.

Mereka juga memamerkan aneka kuliner Betawi seperti bir pletok, kerak telor, kembang goyang dan kuliner lainnya yang digelar di sepanjang Jalan Srengseng Sawah.

Perhelatan ini didukung oleh Trans 1000 Jakarta bersama PIGIJO. Keduanya bahkan tengah giat mengangkat potensi pariwisata Kepulauan Seribu.

Claudia Ingkriwang  (tengah)

Claudia Ingkriwang selaku Direktur Pengembangan Pariwisata Trans 1000 Jakarta, menegaskan bahwa Gebyar Festival Budaya Betawi Cipedak menjadi salah satu kegiatan untuk melestarikan kecintaan terhadap budaya Betawi.

Seperti diketahui, budaya Betawi merupakan salah satu daya tarik pariwisata di Jakarta telah menginspirasi Trans 1000 Jakarta dan PIGIJO dan menyatakan siap mendukung upaya Pemprov DKI Jakarta mewujudkan Kepulauan Seribu sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional.

Trans 1000 Jakarta dan PIGIJO, bahkan sudah merencanakan penyelenggaraan Gebyar Festival Budaya Betawi yang akan berlangsung di Kepulauan Seribu.

“Kami sedang menyiapkan tranportasi berupa kapal penyeberangan modern, nyaman dan terjangkau yang akan meluncur pada Juli mendatang,” ujar Claudia di sela-sela acara Gebyar Festival Budaya Betawi, Cipedak, Minggu (16/6).

Sebanyak tiga unit kapal Trans 1000 berkapasitas 130 -150 penumpang yang siap mengantar wisatawan mengunjungi enam pulau di Kepulauan Seribu, yakni Pulau Untung Jawa, Pramuka, Pari, Tidung, Harapan, Kelapa dan Pulau Sembilan,” ujar Claudia.

“Dalam waktu dekat kami segera merealisasikan,” janji Claudia Ingkriwang, didampingi Nasdi (investor), Nana Suryana (Direktur Trans 1000 Jakarta) dan Aga (Direktur Bisnis Development). (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading

Event

Kecewa dan Bahagia Prilly Latuconsina Sambut Lebaran

Published

on

By

Kabarhiburan.com, Tangerang – Prilly Latuconsina  bersukacita menyambut Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1440 Hijriah. Berbagai persiapan telah Prilly persiapkan guna menyambut Lebaran, seperti pakaian dan mukena yang akan dikenakan pada momen ‎salat Idul Fitri.

Mengenai baju dan mikena ini, Prilly mengaku sempat geregetan karena sampai dua hari menjelang Lebaran, kedua benda itu belum sempat dibelinya karena kesibukan kuliah dan syuting yang menyita waktu.

Sudah begitu, Prilly Latuconsina terpaksa absen melaksanakan salat Idul Fitri, karena mendadak kedatangan tamu bulanan. Ini di luar rencananya,  padahal selama dua tahun belakangan bintang film Danur ini selalu hadir untuk salat Idul Fitri bersama kedua orang tua dan adiknya.

“‎Kecewa banget. Aku sudah mandi, sudah siap-siap. Eh, tiba-tiba dapet. Ya sudah, mau gimana lagi ya,” cerita Prilly Latuconsina saat open house di rumahnya di kota Tangerang, Rabu, (5/6).

Mukena yang seyogianya digunakan untuk salat Idul Fitri tidak bisa digunakan, harus disimpan. Ia berencana akan memakainya saat Lebaran tahun depan.

“Jadi ya sudah mukena dipakai tahun depan aja,” ujar Prilly Latuconsina.

Meski membatalkan ikut  salat Idul Fitri, Prilly Latuconsina tetap merasa bahagia. Ia bisa berkumpul dengan keluarga, menikmati kebersamaan.

“Yang penting kumpul keluarga dan sangat kekeluargaan,” simpul Prilly. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement

Musik

Terbaru

Trending