Connect with us

News 11

Petani Sawit Korindo Bantah Tudingan LSM TuK Indonesia

Published

on

Jakarta – Tudingan Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) terhadap Korindo yang beroperasi di Halmahera Selatan, Maluku Utara dibantah keras oleh masyarakat setempat.

Tidak hanya menyebarkan kebohongan di kalangan masyarakat Halmahera, TuK Indonesia dan Rainforest Action Network (RAN) dinilai juga telah menghambat perekonomian di daerah tersebut.

Syahril selaku perwakilan masyarakat Gane, Halmahera Selatan, menandaskan, LSM TuK Indonesia dan RAN hanya membohongi msyarakat tentang kelapa sawit.

“Faktanya, kelapa sawit yang dikelola bersama dengan PT Gelora Mandiri Membangun (GMM), bagian usaha Korindo Group menebarkan hasil yang positif. Kenapa kami tolak? Sekarang kami hanya mau bekerja,” ujar Syahril di sela-sela pertemuan Rembug Nasional Petani Kelapa Sawit Indonesia di Jakarta, pekan lalu.

Syahril menambahkan, saat ini masyarakat terutama di Desa Gane sudah mulai menyadari akan pentingnya kelapa sawit bagi kesejahteraan masyarakat itu sendiri.

Semula masyarakat memang belum terbiasa dengan perkebunan sawit. Namun setelah memahami lebih lanjut, masyarakat lebih tertarik untuk mengembangkan perkebunan sawit.

Mahdi, Ketua Koperasi Gane Bersatu. Foto: Dok Korindo.

Terkait tuduhan LSM TuK Indonesia dan RAN, Mahdi selaku Ketua Koperasi Gane Bersatu menyampaikan bahwa pembakaran hutan ataupun pembalakan liar seperti yang dituduhkan LSM tersebut nyatanya tidak pernah terjadi.

Masyarakatpun merasa diyakini dengan adanya surat keterangan dari Dinas Kehutanan Pemkab Halmahera Selatan pada 2016 lalu, yang menegaskan pembukaan lahan yang dilakukan GMM tidak dengan cara dibakar.

Mahdi juga membantah tuduhan bahwa perusahan mengambil lahan masyarakat tanpa ada persetujuan dengan warga setempat.

“Tidak mungkin, karena sampai sekarang masyarakat masih mau melepaskan lahannya kepada perusahaan,” jelas Mahdi.

Di sisi lain, perusahaan selalu berusaha menjaga hubungan baik dengan warga. Tidak ada kekerasan, terlebih oleh pihak kepolisian seperti yang dikabarkan oleh LSM.

Mahdi sangat menyesalkan sekali banyaknya kebohongan yang dilakukan kedua LSM tersebut, lantaran masyarakat justru mengalami perkembangan setelah KORINDO hadir di Desa Gane.

Ia menjelaskan bahwa sebelum adanya perusahaan, tidak pernah ada warga yang bersekolah hingga ke jenjang perguruan tinggi. Kini, setelah KORINDO berdiri sudah ada warga yang kuliah.

Pembangunan infrastruktur jalan antar desa dan infrastruktur bangunan juga mulai berkembang pesat berkat keberadaan GMM beberapa tahun belakangan ini. Perusahaan ini dinilai sudah membantu masyarakat melalui berbagai kegiatan CSC maupun CSR-nya.

Oleh sebab itu, baik Syahril maupun Mahdi yang merupakan perwakilan masyarakat Gane, Halmahera Selatan ini, berharap agar tidak ada lagi kampanye hitam yang menyudutkan kelapa sawit. Masyarakat Gane mendukung dan menilai bahwa sawit akan menguntungkan bagi masyarakat disana di masa mendatang.

Mereka juga mengimbau agar pihak LSM bersedia untuk duduk bersama dengan masyarakat dan perusahan demi mencari solusi bersama bila diperlukan.

“Apabila ada permasalahan, mari kita bersama-sama dengan masyarakat bertemu dengan pihak perusahaan. Karena ini untuk kepentingan masyarakat, bukan?” anjur Mahdi.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News 11

Merasa Ditipu Pengembang Apartemen, Mahesa Putri Layangkan Gugatan

Published

on

By

Mahesa Putri didampingi kuasa hukumnya, Bayu Rizal,  Sosuharon. Nababan dan Bayu Santoso.

Kabarhiburan.com, Tangerang – Selebgram Mahesa Putri mengaku kecewa terhadap PT. Megakarya Maju Sentosa, selaku developer Apartemen Ciputat Resort yang berlokasi Kelurahan Cipayung, Ciputat, Tangerang.

Mahesa Putri tidak sendirian. Masih ada 11 rekannya sesama pembeli apartemen yang mengalami nasib serupa. Mereka pun melawan.

Mahesa Putri dan kawan-kawan, didampingi kuasa hukumnya, Bayu Rizal, SH.,MH, R. Sosuharon. Nababan,SH.,MH dan Bayu Santoso, SH, mendatangi Pengadilan Negeri Tangerang, untuk  melayangkan gugatan atas perbuatan melawan hukum yang telah dilakukan developer.

Bayu Rizal menuturkan bahwa klien mereka berjumlah 12 orang sudah cukup sabar menunggu sejak tahun 2016 silam, menanti kepastian tentang kapan apartemen yang telah mereka pesan dapat diwujudkan. Namun, hingga kini tidak ada kepastian yang jelas dari pihak developer.

“Bila melihat isi Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB), serah terima harusnya pada tanggal 31 Desember 2019 dan paling lambat dapat diperpanjang 120 hari,” ujar Bayu.

Bayu pun meragukan itikad baik pihak Devlover dapat memenuhi prestasi yang diperjanjikan.

“Bagaimana bisa membangun 2 tower apartemen dalam kurun waktu 1 tahun? Tentunya itu mustahil,” imbuhnya.

Gugatan yang mereka layangkan ini bermaksud meminta pertanggungjawaban dari pihak devlover agar mengembalikan saja uang yang sudah dibayarkan oleh Mahesa Putri dan kawan kawan.

“Kerugian senilai kurang dari Rp 3 miliar sebagai kerugian materil, belum termasuk kerugian immateriil yang diderita oleh klien kami,” jelas Bayu yang sedang mempertimbangkan upaya hukum lain terhadap sang developer.

Mahesa Putri menuding, bahwa pihak devlover tidak bertanggung jawab dan kantornya sudah tutup.

“Ruangan kantornya hanya ditinggali oleh orang yang tidak mengetahui persoalan. Sudah begitu pihak marketing silih berganti, namun tidak satupun yang bisa memberikan jawaban pasti,” ujar Putri Mahesa yang akhirnya memilih untuk melayangkan gugatan ke Pengadilan Negeri Tangerang. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading

News 11

‘Ayo Kuliah Di Malaysia’ Targetkan 20 Ribu Mahasiswa dari Indonesia

Published

on

By

Para guru Bimbingan Karier se- Jabotabek usai mengikuti pameran ‘Ayo Kuliah di Malaysia’,

Kabarhiburan.com, Jakarta – Demi meningkatkan minat generasi muda Indonesia belajar ke Negeri Jiran, Kedutaan Malaysia bekerja sama dengan Education Malaysia Indonesia (EMI) dan Q Study  mengadakan pameran pendidikan dengan tagline  ‘Ayo Kuliah di Malaysia’.

Menteri Penasehat (Pendidikan) Kedutaan Besar Malaysia, Jakarta, Profesor Madya Dr. Mior Harris Bin Mior Harun, mengatakan bahwa sudah memasang target untuk menggaet 20 ribu mahasiswa dari Indonesia yang mau berkuliah di Malaysia.

Di hadapan para guru Bimbingan Karier se-Jabotabek,  Mior Harris, mengabarkan bahwa minat pelajar Indonesia yang ingin melanjutkan kuliah di Malaysia, sebanyak 70 persen diantaranya merupakan mahasiswa strata satu. Sisanya, mahasiswa strata dua atau setingkat magister.

Calon mahasiswa dari Indonesia kebanyakan memilih ilmu sosial, diantaranya manajemen, bisnis atau komunikasi yang menjadi jurusan favorit sebesar 70 persen. Selebihnya  mahasiswa dari Indonesia memilih ilmu teknik.

“Kalau melihat dari segi bidang, sebenarnya tak ada bidang yang utama, apalagi universitas di Malaysia punya sekitar 500 jurusan, jadi tak ada jurusan yang dominan,” kata Mior Harris di acara yang berlangsung di Four Points by Sheraton, Thamrin, Jakarta, Jumat (26/4).

Alasan Memilih Malaysia

Tinggi animo pelajar Indonesia meneruskan kuliah di Malaysia, Mior Harris mengungkapkan, pertama karena jarak tempuh yang terbilang singkat antara Indonesia – Malaysia hanya sekitar 2 Jam. Demikian pula bila membandingkan dengan kampus swasta di Indonesia, universitas di Malaysia menerapkan biaya yang murah sehingga menjadi daya tarik tersendiri.

“Makanya kami memberikan tagline, ‘Terjangkau dan Terakui’ untuk pendidikan tinggi di Malaysia. Apalagi Malaysia punya mutu pendidikan yang sama baik dengan di Eropa, sudah sewajarnya kalau mahasiswa Indonesia menjatuhkan pilihan di beberapa universitas di Malaysia,” ucapnya.

Sementara itu, dalam daftar Southeast Asia’s Best Universities 2019 yang dikeluarkan oleh QS Ranking 2019. Sebanyak 5 universitas negeri dan 1 universitas swasta di Malaysia, yaitu; Universitas Malaysia (peringkat ke-3), Universitas Kebangsaan Malaysia (peringkat ke-4), Universitas Sains Malaysia (peringkat ke-6), Universitas Teknologi Malaysia (peringkat ke- 7).

“Bagaimana dengan Indonesia? Universitas Indonesia menduduki peringkat ke-9 dan Universitas Gajah Mada berada di peringkat ke-14,” imbuhnya.

Mior Harris menambahkan, dalam waktu dekat akan membangun universitas Indonesia swasta di Malaysia. Hal itu akan memudahkan calon mahasiswa Indonesia yang ingin bersekolah di Malaysia.

Pameran pendidikan tersebut secara resmi dibuka oleh Deputy Direction General of Higher Education, Dato’ Prof. Ir. DR. Mohd Saleh Jaafar,. Dalam sambutannya, antara lain mengatakan bahwa di Malaysia tercatat sebanyak 170 ribu mahasiswa asing dari 162 negara.

“Yang membanggakan, terdapat 11 ribu mahasiswa asal Indonesia yang tersebar di beberapa universitas di Malaysia,” ungkap Mohd Saleh Jaafar, dalam sambutannya. (Rachmawati AB).

Continue Reading

News 11

Federal Lubricants Perluas Jaringan Pasar Pelumas Tanah Air

Published

on

By

Kabarhiburan.com, Jakarta — Federal Lubricant resmi menjadi bagian dari perusahaan minyak dan gas Exxon Mobil. Akuisisi ini telah memberi sinergi yang positif bagi keduanya untuk memperluas jaringan dan pasar pelumas di Indonesia.

Presiden Direktur PT Federal Karyatama (FKT), Patrick Adhiatmadja mengatakan, pemasaran produk saat ini sudah mulai digulirkan dengan integrasi jaringan untuk penjualan produk Federal Lubricants dan ExxonMobil Lubricants Indonesia.

“Upaya kami adalah dapat memperluas jaringan pemasaran produk serta berimplikasi pada tumbuhnya pangsa pasar berdasarkan konsep B2C,” ujar Patrick saat menggelar media gathering di kawasan Antasari,  Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (24/4).

Patrick mengatakan bahwa Federal Lubricants memiliki visi baru, menjadikan perusahaan global terkemuka dan tetap berpegang teguh pada kearifan lokal, yang senantiasa mendengarkan kebutuhan pasar.

“Hal penting dari bergabungnya Federal Lubricants ke ExxonMobil adalah proses integrasi jaringan (dual brand integration) terkait dengan pergerakan produk-produk di pasar,” imbuh Patrick.

Seperti diketahui, ExxonMobile sebelumnya sudah memiliki entitas perusahaan yang memasarkan pelumas yaitu ExxonMobil Lubricants Indonesia. Kedua entitas ini mulai integrasi jaringan distribusi penjualan yang berfokus pada area-area potensial, seperti Jawa, Bali dan Sumatera.

Sekadar informasi, sejak 1988, FKT merupakan salah satu perusahaan yang memiliki produk pelumas sepeda motor terbesar di Indonesia. Perusahaan pemegang merek Federal Oil ini memiliki jaringan distribusi sebanyak 40 dealer, 3.200 federal oil center, dan lebih dari 10.000 pengecer di seluruh Indonesia. (Rachmawati AB/KH)

Continue Reading
Advertisement

Musik

Terbaru

Trending