Connect with us

Musik

Prihatin Pada Situasi Indonesia, Anisa Rahman Rilis Lagu Religi Tentang Covid-19

Published

on

Kabarhiburan.com, Jakarta – Penyanyi Anisa Rahman tengah berbahagia dan bersyukur, menyusul prestasi fantastis lagunya, cover Aisyah Istri Rasulullah di kanal YouTube, yang berhasil meraih 31 juta penonton. Jumlah ini masih akan terus bertambah.

“Sangat bersyukur dan terima kasih kepada para penggemar yang sudah membuat video tersebut ditonton 31 juta kali dalam tempo 3 minggu saja,” ujar Anisa Rahman dan HP Music melalui rilis yang dikirimkan pada Kamis (16/4).

Sambil terus menyaksikan pertambahan jumlah penonton video Aisyah Istri Rasulullah, Anisa Rahman sudah meluncurkan dua single sekaligus. Kali ini berjudul Berakhir dalam Taubat dan Li Khamsatun: Antara Azab dan Ujian.

Kehadiran dua single ini menunjukkan betapa tingginya produktifitas Anisa Rahman dalam berkarya, ditengah kondisi wabah virus korona tengah melanda Indonesia dan berbagai negara di dunia.

Perempuan kelahiran Bekasi, Jawa Barat ini membenarkan bahwa proses rekaman kedua lagu tersebut memang digarap di tengah wabah korona yang tengah melanda Indonesia.

“Alhamdulillah, semuanya berjalan lancar dan mulus. Mulai dari pra produksi, take vocal sampai mixing dan mastering. Semua tim yang terlibat diberi kesehatan hingga mampu merampungkan dua lagu ini,” ujar Anisa Rahman.

“Bersyukur banget sama Allah SWT. Saya dan tim masih bisa berkarya. Mulai dari menciptakan lirik lagu dan memadukan musiknya, meski dalam situasi sedang dilanda pandemi korona. Bener-bener bersyukur sama Allah,” kata Anisa Rahman sumringah.

Single lagu Li Khamsatun: Antara Azab dan Ujian karya dan aransemen oleh Ega HQ, memiliki cerita tersendiri.

Ega HQ menjelaskan bahwa lagu tersebut membawa pesan agar kita berserah diri dan berdoa kepada Tuhan pada masa wabah covid-19 yang tengah mengganas ini.

“Pesannya itu sebenarnya. Alhamdulillah, Anisa mampu mengadaptasi dan menyanyikannya dengan baik dan bagus. Anisa all out dalam menghayati lagu ini serta sangat maksimal,” jelas Ega HQ selaku gitaris Band Blackout yang kini rajin membuat lagu religi.

Gayung pun bersambut. Anisa merasa beruntung bisa berkolaborasi dengan Ega HQ dan HP Music dalam merilis lagu Li Khamsatun yang punya keterkaitan emosional dangan situasi wabah korona belakangan ini.

Anisa membenarkan, wabah korona bisa menulari siapa saja tanpa pandang bulu, status sosial maupun ekonomi orang. Hanya kepada Tuhan saja kita meminta perlindungan dan banyak-banyak berdoa akan kita terhindar dari virus yang mematikan ini.

“Lagu ini spiritnya adalah mengajak setiap orang kembali kepada Allah SWT untuk senantiasa  berdoa dan berdoa. Disamping kita harus mematuhi imbauan Pemerintah untuk tetap dirumah, pakai masker bila keluar rumah, jaga jarak dan tidak mudik dulu nanti,” jelas Anisa Rahman.

Yang namanya bencana akan selalu memilukan, namun kita harus tetap sadar bahwa di dalamnya terdapat hikmah dari Tuhan.

Sebagai ujian, bencana akan meningkatkan kualitas diri bagi orang yang mampu melewatinya. Sebagai azab, bencana akan menyadarkan diri atas kesalahan, sehingga kita dapat segera memperbaiki dan memohon ampunanNya.

Lirik lagu Lil Khamsatun berisikan doa sebagai berikut: Ya Allah, kuatkanlah kami. Jika wabah korona ini merupakan ujian. Ya Allah, akhirilah segera. Jika ternyata pandemi ini merupakan azab bagi kami. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Musik

Bangkitkan Lagu Anak Bermutu, Avish Persembahkan ‘Demi Cita-Citaku’

Published

on

By

Avish diapit oleh Kak Seto dan Bens Leo.

Kabarhiburan.com – Momentum Hari Pendidikan Nasional 2021 menjadi waktu yang tepat untuk mempertanyakan masihkah ada anak-anak bangsa mendapatkan tembang sepantar usianya?

Kegundahan yang sama juga dirasakan Ndoo Atria alias Ari Wahyudi, lewat karyanya ingin mengembalikan anak-anak menyanyi sesuai usia. Ndoo lalu menggandeng Avish (8) untuk merilis lagu Demi Cita-Citaku.

Lirik lagu Demi Cita-Citaku bercerita tentang begitu kuat dan semangatnya anak-anak belajar secara online alias pembelajaran jarak jauh, selama masa pandemi demi mengejar cita-cita.

“Selain itu ada juga harapan agar semuanya kembali normal seperti sedia kala,” ujar Ndoo Atria didampingi Avish yang ditemui di kawasan Gatot Sunroto, Jakarta Selatan, Selasa (4/5).

Ndoo mengaku tertarik pada bakat menyanyi Avish, sehingga menyiapkan lagu yang setara dengan usianya.

“Kebetulan saya kenal dengan ayahnya, maka saya tawarkan untuk menyanyikan lagu yang saya buat. Jadilah single perdana, Demi Cita-Citaku,” ujar Ndoo.

Gayung pun bersambut, Avish mengaku senang dengan lagu Demi Cita-Citaku. Ia tidak kesulitan mendendangkannya hingga proses rekaman.

“Saya senang, waktu pertama kali mendengar lagu om Ndoo, terus saya pelajari. Hanya butuh 4 hari bisa langsung proses rekaman,” kata Avish yang belajar piano sejak usia 4 tahun.

Kehadiran Avish di Industri musik anak-anak, mendapat perhatian Kak Seto dan Bens Leo. Keduanya turut mengapresiasi hadirnya single perdana milik Avish.

“Lagunya cocok buat anak-anak, liriknya sesuai dengan usianya. Avish mempunyai bakat yang bagus,” ujar Kak Seto yang berharap kehadiran Avish akan menginspirasi lahirnya penyanyi-penyanyi cilik lainnya.

Senada dengan Kak Seto, pengamat musik Bens Leo memuji lirik lagu Demi Cita-Citaku.

“Liriknya ada kata-kata cita-citaku ingin jadi Gubernur, ingin jadi presiden, ingin jadi polisi dan tentara. Menurut saya, secara lirik sudah sesuai dengan anak seusia Avish,” ujar Bens Leo yang mengusulkan agar lagu milik Avish itu didaftarkan di ajang Ami Awards.

Bayu Randu selaku owner Musicblast pun menjanjikan upaya promosi yang maksimal.

“Nanti akan kami pilih agar iklannya muncul di konten anak-anak yang sesuai umur Avish. Misalnya, di konten anak umur antara 8 sampai 12 tahun”, jelas Bayu.

Executive Produser Apih Dicky dari Somen Record mengaku tertarik menjadi produser bagi Avish.

“Bakat Avish luar biasa. Selain nyanyi dia juga jago taekwondo, jadi saya beruntung bisa memproduseri dia,” kata Apih. (Tumpak S)

Continue Reading

Musik

Meldha (Jawa Barat) Sukses Taklukkan Panggung LIDA 2021

Published

on

By

Sawitri (DKI Jakarta)

Kabarhiburan.com – Konser LIDA 2021 Top 42 Grup 6 Merah menghadirkan Sawitri (DKI Jakarta), Meldha (Jawa Barat), dan Ikhwan (Sulawesi Barat), berlangsung pada Senin (3/5) malam. Mereka bertanding diawasi seksama pada Dewan Juri: Soimah, Inul Daratista, Dewi Perssik, dan Yosep Sinudarsono.

Konser ini dipandu Ramzi, Irfan Hakim, Ruben Onsu, Rara LIDA dan Jirayut DAA, lalu meminta Alif LIDA dan Wulan LIDA menanggalkan atribut kedaerahan demi tugas sebagai Sahabat Duta bersama Byodee dan Selfi LIDA.

Lengkingan cengkok dari Sawitri (DKI Jakarta) yang mantap saat membawakan lagu “Gundah”, membuat Inul Daratista dan Yosep Sinudarsono langsung memberikan standing ovation.

Inul Daratista menilai Sawitri (DKI Jakarta) layaknya penyanyi profesional, yang sudah terbiasa menyanyi dari panggung ke panggung.

“Sedikit masukan saja, mata kamu pada saat menyanyi harus lebih fokus lagi, meski tanpa penonton. SDemikian pula gaya panggung harus lebih disesuaikan,” tutur Inul Daratista.

Senada dengan Inul Daratista, Soimah juga menilai Sawitri (DKI Jakarta) sudah seperti penyanyi profesional.

“Ini adalah sebuah kompetisi, sehingga sedikit saja kekurangan akan dinilai dan dikomentari. Tadi di beberapa part lagu ada nada-nada yang geser,” kata Soimah tentang alasannya tidak memberikan standing ovation.

Meldha (Jawa Barat)

Tak mau kalah dari Sawitri, Meldha berupaya tampil maksimal lewat lagu Hadirmu Bagai Mimpi. Suaranya yang berkarakter langsung menuai standing ovation dari seluruh Dewan Juri.

“Saya melihat penampilan kamu sudah seperti penyanyi terkenal. Kamu harus bisa lebih banyak lagi menunjukkan karakter suara kamu yang berbeda”, komentar Dewi Perssik yang diamini  Inul Daratista.

“Banyak sekali kelebihan yang kamu miliki. Karakter suara yang bagus, tidak dimiliki oleh kebanyakan orang. Usahakan memilih lagu yang sesuai dengan suara serak-serak basah yang kamu miliki,” pesan Inul Daratista.

Suasana panggung LIDA 2021 seketika berubah ketika Soimah meminta Nia LIDA yang bertugas sebagai Sahabat Duta untuk memberikan contoh menyanyi yang baik. Sayang Nia LIDA mengecewakan Soimah karena dinilai lebih buruk dibandingkan peserta.

Siapa sangka, gertakan Soimah tersebut hanya bagian dari kejutan istimewa pada perayaan HUT Nia LIDA ke-19. Bola mata Nia LIDA berlinang menerima kejutan dari Dewan Juri, host, dan Sahabat Duta. Ramzi, bahkan telah menyiapkan satu kotak spesial untuk Nia LIDA.

“Saya memang menaruh perhatian khusus pada Nia yang cantik, baik, dan sopan. Jadi, kali ini gue kasih hadiah yang belum pernah diberikan kepada peserta lain,” kata Ramzi yang langsung ditanggapi oleh Nia LIDA.

“Aku merasa Abi memang baik sama aku dan perhatian sama aku sejak aku audisi”, ungkap Nia LIDA sambil membuka hadiah berupa makanan berbuka puasa.

Ramzi memberikan hadiah ulang tahun kepada Nia LIDA

Kompetisi berlanjut pada penampilan Ikhwan (Sulawesi Barat) membawakan lagu Seperti Mati Lampu, yang dipopulerkan oleh Nassar. Upaya Ikhwan kali ini hanya meraih satu standing ovation dari Yosep Sinudarsono.

Sebelum menerima komentar Dewan Juri, Ikhwan (Sulawesi Barat) mengakui penyebab penampilannya yang tidak maksimal, yakni beberapa nada masih goyang dan kehabisan nafas.

“Kamu anak pintar, dapat mengoreksi penampilan sendiri. Sebenarnya saya cukup terhibur dengan penampilan kamu dan suara kamu juga bagus. Tetapi saya tidak mau kamu lalai pada  beberapa hal yang perlu dikoreksi dari penampilan kamu. Semua yang kamu sebutkan tadi itu benar semua, hingga saya belum bisa memberikan standing ovation”, ujar Soimah.

Polling akhir menempatkan Meldha (Jawa Barat) di posisi teratas yang sekaligus memastikan diri melaju ke babak Top 28. Sementara Ikhwan (Sulawesi Barat) harus puas berada di posisi dua terendah bersama Sawitri (DKI Jakarta).

Dewan Juri sepakat untuk menyelamatkan Sawitri (DKI Jakarta) untuk melaju ke babak Top 28. Dengan demikian Ikhwan (Sulawesi Barat) tersenggol dan perjuangannya hanya terhenti di babak Top 42 LIDA 2021. (Tumpak S. Foto-foto: Dok. Indosiar)

Continue Reading

Musik

Sambut Hari Kemenangan, Aldiv Persembahkan ‘Rasa Syukurku’

Published

on

By

Aldiv diapit oleh Krisna Balagita dan Ferry Ferdiansyah

Kabarhiburan.com – Sambut datangnya hari kemenangan, Idul Fitri 1442 Hijriyah, Aldiv persembahkan single terbarunya, berjudul Rasa Syukurku.

Sebuah lagu bernuansa pop ceria (medium beat) yang ditulis oleh Krisna Balagita (eks ADA Band).

Lagu ini mengangkat segala hal-hal yang Allah berikan dari sudut pandang manusia sebagai hambanya. Melalui liriknya yang sangat sederhana, lagu ini menuturkan tentang sebuah ajakan bersyukur kepada Allah, agar kita sebagai umatNya semakin dekat denganNya.

“Setiap orang itu harus bersyukur atas apa-apa yang diberikan Allah selama hidup-nya, walaupun hambanya bersalah, berdosa atau khilaf,” ujar Krisna Balagita dalam keterangan tertulis, Selasa (4/5).

Krisna Balagita yang telah banyak menciptakan single hits di blantika musik pop Indonesia pun berharap, kiranya lagu Rasa Syukurku dapat memotivasi setiap orang yang mendengarkannya.

Masih di bawah naungan DUMECA Records yang membesarkan namanya, Aldiv menjelaskan bahwa bait demi bait pada lagu Rasa Syukurku mempunyai makna yang sangat positif. Bahwasanya seluruh alam memang bertasbih memuji nama Allah. Betapa besar dan agung kuasa Allah atas semua ciptaannya.

“Kini, kita diajak untuk selalu bersyukur atas segala karunia yang tak terhingga sampai kita akhirnya dapat berjumpa lagi dengan hari penuh berkah yaitu Hari Raya Idul Fitri (Lebaran) setelah sebelumnya kita berpuasa sebulan penuh,” ujar Aldiv.

Baginya, Rasa Syukurku menjadi single religi ketiga sepanjang bulan Ramadan 2021. Dua lagu sebelumnya, berjudul Sang Pengasih dan Jika Ku Jauh Darimu. (Tumpak S)

Continue Reading
Advertisement

Trending