Connect with us

Event

Produk Dapur Cerdas dan Mandi Hidup dari JOMOO Kini Hadir di Indonesia

Published

on

Kabarhiburan.com, Jakarta – Produsen perlengkapan kamar mandi dan dapur eksklusif merek JOMOO secara resmi memasuki pasar Indonesia. Perusahaan asal China berskala internasional ini merupakan merek terkemuka dan terpercaya yang sudah merambah  ke lebih dari 80 negara di dunia, kini hadir di Indonesia.

Produk JOMOO meliputi seluruh perlengkapan kamar mandi dan dapur. Mulai dari smart toilet, keran, shower set, shower screen, bak mandi, produk sensor, dan berbagai produk lainnya.

JOMOO menandai kehadirannya di Indonesia melalui pengumuman publik, dalam acara penekanan tombol menyalakan visual logo JOMOO, pada acara Opening & Brand Launching JOMOO, berlangsung di Ritz Carlton Hotel – Pacific Place, Sudirman Central Business District (SCBD), Jakarta, Kamis (9/5).

Penekanan tombol dilakukan oleh Mr Gao Tianyu selaku Sekretaris kedua Kedutaan Besar Republik Rakyat Cina di Republik Indonesia, bersama sejumlah pejabat JOMOO Group, disaksikan sejumlah pengusaha rekanan.

Acara ini sekaligus menjadi simbol dimulainya babak baru dari dapur cerdas dan mandi hidup dari JOMOO untuk pelanggan Indonesia.

Di tempat yang sama, juga berlangsung penanda tanganan kerjasama strategis yang dilakukan Li Wanpeng selaku General Manager JOMOO Indonesia dan Will Wen, Wakil Presiden Gree Indonesia.

Li Wanpeng mengatakan, JOMOO Indonesia dan GREE Indonesia akan menjalin kerjasama strategis jangka panjang di pasar Indonesia.

“Berbagai kesiapan telah kami dilakukan, antara lain kesiapan produk berkualitas tinggi untuk pelanggan dan proyek di Indonesia,” ujar Li Wanpeng.

Tampak hadir, Lin Sinan selaku Wakil Ketua JOMOO Group dan Mr. Wu Rui selaku Manajer Umum Gree Indonesia.

Demikian pula General Manager PT. Bersama Vialli Jaya, Himawan Tjahyadi dan Mr. Chen Shudeng selaku General Manager PT. Luas Sukses Abadi, serta para perancang pemenang penghargaan Jerman, pengusaha pengembang properti di Indonesia, dan lebih dari 120 tamu menghadiri acara besar ini.

Mereka turut menyaksikan acara pemotongan pita besar, di showroom JOMOO Indonesia yang berlokasi di kawasan Gandaria, Jakarta Selatan.

“Sebagai showroom andalan JOMOO di Indonesia, ini mencakup produk Full-line dari JOMOO yang menyediakan solusi One-Stop dapur dan kamar mandi untuk pelanggan,” terang Li Wanpeng.

Menurut Li Wanpeng, Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia. Indonesia berada dalam pelukan laut dan memiliki hubungan yang erat dengan air.

“JOMOO berada dalam industri yang berhubungan dengan air. Kami terus meningkatkan dan berinovasi untuk membuat hubungan antara orang dan air yang lebih baik. Menyesuaikan hubungan antara manusia dan kesehatan,’ ujarnya.

Mewarisi Semangat Desain Eropa

JOMOO telah menjual produknya ke lebih dari 80 negara dan wilayah di dunia. Memiliki showrooms khusus di lebih dari 50.000 toko retail, dengan tenaga pelayanan lebih dari 80.000 orang di seluruh dunia.

Johann Duck selaku Design Director of JOMOO European Operation Center mengatakan bahwa JOMOO terus melakukan inovasi karena melihat dampak positifnya terhadap kinerja bisnis.

“Kami memiliki 16 laboratorium, 8 pusat penelitian global yang berbasis di Jerman, Amerika, dan Cina. Hampir 3000 paten dan tim lebih dari 2000 profesional, dan menginvestasikan lebih 5% dari pendapatan penjualan dalam penelitian dan pengembangan tahunan,” jelasnya.

Ia menambahkan, JOMOO pun terpilih sebagai pemasok eksklusif sanitary ware untuk stadion utama Olimpiade Musim Dingin tahun 2022.

Sebagai produsen sanitary ware terkemuka, JOMOO yang juga anggota German Design Council, telah meraih sejumlah penghargaan desain terkemuka secara global. Sebut saja di antaranya, penghargaan 21 iF Design Awards, 21 Red Dot Design Awards, 3 German Design Awards dan German ICONIC Award.

JOMOO bahkan telah menjalin kemitraan strategis jangka panjang dengan tim global kelas atas, seperti Siemens, IBM, Huawei, Giugiaro desain dari Turin Italia, dan Patrick Leung Design Firm, Dirk Schumann, Paolo Cesaretti.

JOMOO mewarisi semangat desain Eropa, standar manufaktur Jerman, dan teknologi canggih dari Amerika, Cina, Jepang, Korea, dan Negara lainnya. JOMOO juga memprioritaskan aspek kesehatan dan produk yang lebih manusiawi ke dalam desain inovatifnya. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Event

Jadilah Peserta Lomba Lari ‘Second Chance Charity Run 2019’

Published

on

By

foto: secondchance.com

Kabarhiburan.com, Jakarta – Belakangan olahraga lari sedang tren di seluruh dunia. Selain relatif murah, mudah melakukannya, dapat dilakukan dimana saja, serta mampu masuk ke berbagai komunitas masyarakat.

Keunggulan olahraga lari tersebut menginspirasi Yayasan Second Chance mengajak masyarakat untuk turut menyebarkan semangat positif bagi warga binaan di lembaga pemasyarakatan dalam kegiatan lomba lari dalam acara Second Chance Charity Run 2019, pada Minggu (21/7) di Lot 16 SCBD, Jakarta.

Kegiatan ini menyediakan dua kategori lomba lari, yakni 5 KM dan 10 KM, didukung oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Dirjend PAS) Kementerian Hukum dan HAM, Kedutaan Besar Afrika Selatan di Indonesia serta Kantor PBB untuk urusan Narkoba dan Kejahatan (United Nation Office on Drug and Crime/UNODC).

Pendiri Yayasan Second Chance, Evy Amir Syamsudin diapit oleh Heni Yuwono (kanan) dan Delima Sari Putri (kiri)

Evy Amir Syamsuddin selaku pendiri Yayasan Second Chance mengatakan bahwa kesempatan kedua adalah hak setiap manusia, termasuk bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Ia berharap agar masyarakat turut membantu para warga binaan agar siap kembali ke lingkungannya sebagai warga masyarakat yang mandiri bermartabat.

“Kami memberikan pelatihan, pembinaan dan pendampingan yang berkesinambungan untuk membentuk kemandirian WBP, serta memberikan kesempatan yang sama pada WBP melaui program pelatihan yang kami siapkan,” ujar Evy dalam jumpa pers di kawasan Mega Kuningan, Jakarta, Selasa (16/7).

Senada dengan Evy, Direktur Pelayanan Tahanan dan Pengelolaan Basan Baran Dirjend PAS, Heni Yuwono, pihaknya mengajak masyarakat untuk turut memberikan dukungan positif bagi WBP dalam rangka membangun manusia Indonesia yang bermartabat.

“Kami berharap peran media untuk menjaring komunitas masyarakat lainnya yang memiliki kepedulian kepada WBP. Kami masih mengharapkan uluran tangan dalam membantu WBP,” ujar Heni Yuwono dalam jumpa pers yang menghadirkan Delima Sari Putri.

Delima merupakan salah satu Warga Binaan Pemasyarakatan yang sudah menghirup udara bebas dari Lembaga Pemasyarakatan Anak Wanita Tangerang sejak awal Juli 2019.

Begitu bebas, wanita cantik ini langsung mengambil bagian. Ia merancang desain menarik pada medali dan kaus bagi peserta Second Chance Charity Run 2019.

Bagi Anda yang berminat mengikuti kegiatan ini bisa mendaftar di laman panitia lomba: https://www.secondchancerun.com/ (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading

Event

‘Jembatan Asa’ SCTV Menyambung Harapan dari Barat Hingga Timur

Published

on

By

Peresmian ‘Jembatan Asa’ di Kampung Muncang Babakan, Jasinga, Bogor, bedrsama Dude Herlino, Rizky Nazar dan Cut Syifa.

Kabarhiburan.com, Jakarta – Tanpa terasa, SCTV telah memasuki usia 29 tahun. Jelang perayaannya, setasiun televisi yang bermarkas di kawasan Senayan ini kembali membuka tradisi penggalangan dana untuk program Jembatan Asa.

Program ini merupakan wujud kepedulian terhadap wilayah yang secara geografis aksesnya terputus karena rusak atau bahkan tidak tersedianya sarana jembatan.

Antusias pemirsa dalam mewujudkan kepeduliannya tercermin dari jumlah dana sebesar Rp 8.431.121.450, yang berhasil dihimpun selama 4 tahun terakhir pelaksanaannya.

Donasi yang disalurkan pemirsa SCTV, kemudian diwujudkan dengan pendirian berbagai tipe jembatan, sesuai kebutuhan dan kondisi geografis wilayah yang membutuhkan.

David Suwarto selaku Deputy Director Programming SCTV berharap jembatan-jembatan yang sudah dibangun mampu menjadi penyambung berbagai harapan dari warga setempat.

“Berkat budi baik pemirsa SCTV, kehidupan masyarakat di sekitar pembangunan jembatan berdampak positif menggerakkan sendi kehidupan sosial, budaya, perekonomian dan pendidikan setempat,” tambah David.

Jembatan Asa di Desa Sirna Bhakti, Pamengpeuk, Garut, Jawa Barat

Sejak 2015, sejumlah jembatan sudah dibentangkan dan bermanfaat bagi masyarakat dalam bentuk  jembatan  gantung, jembatan gelagar beton dan jembatan gelagar besi, yang tersebar dari pulau Sumatera, Jawa, Lombok, Bali, Sumbawa, Kalimantan hingga Sulawesi.

Jembatan sepanjang 110 meter di Kampung Astana, Desa Walikukun, Kec. Carenang, Kabupaten Serang, Banten – Banten, tercatat sebagai jembatan terpanjang yang pernah didirikan program ini.

Hingga saat ini proses pembangunan masih terus berlanjut, antara lain di Desa Bentek, Kecamatan Gangga, Lombok Utara; Desa Lian Batu, Kecamatan Walendrang Barata, Luwu; Desa Pasirkecapi, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak, Banten dan Desa Nanga Raun, Kecamatan Kalis, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.

Total sampai saat ini ada 23 jembatan hasil donasi pemirsa yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Kepedulian terhadap fasilitas jembatan bagi warga desa juga ditunjukkan para pemain sinetron Cinta Suci. Mereka adalah Irish Bella, Ammar Zoni, Raya Kohandi, Meriam Belina dan lainnya. Turut mengajak pemirsa untuk membantu masyarakat yang membutuhkan di berbagai wilayah di Indonesia.

“Mari kita salurkan bantuan untuk Jembatan Asa, Jembatan menuju kebahagiaan semua,” ajak Irish Bella.

Jembatan Asa menjadi perantara bagi pemirsa yang ingin berdonasi pengadaan sarana jembatan. Sejak 1 Juni 2019 lalu, pemirsa sudah dapat menyalurkan bantuannya melalui rekening Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih dengan nomor rekening BCA 500.557.2000.

Hingga Jumat (12/7) jumlah donasi yang berhasil dikumpulkan atas partisipasi 3596 pemirsa SCTV mencapai Rp 684.908.781.

Selain Jembatan Asa, SCTV akan kembali memberikan bantuan dana kelahiran dan berbagai bingkisan menarik kepada 29 ibu di 29 wilayah Indonesia yang melahirkan bayi dengan proses normal, tepat di Hari Ulang Tahun SCTV di tanggal 24 Agustus 2019 dalam program Kejutan Bayi 29. (Tumpak Sidabutar/KH. Foto-foto: Dok. SCTV)

Continue Reading

Event

PWI DKI Jaya Tingkatkan Sistem Pendidikan dan Latihan Wartawan

Published

on

By

Kabarhiburan.com, Bogor – PWI DKI Jakarta agar lebih meningkatkan sistem pendidikan dan pelatihan wartawan, diantaranya dapat dilakukan melalui kerja sama dengan perguruan tinggi.

Demikian antara lain, disampaikan Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Atal S. Depari, ketika membuka Rapat Kerja (Raker) PWI DKI Jakarta, di hotel Graha Dinar,  Cisarua,  Kabupaten Bogor,  Jawa Barat,  Selasa (12/7).

Raker PWI DKI Jakarta mengambil tema “Mengembalikan PWI Jaya sebagai Barometer Organisasi Kewartawanan Nasional “, berakhir pada Sabtu (13/7).

Dalam sambutannya, Atal mencontohkan Harian Kompas, yang sudah lebih dulu memberi program pendidikan dan pelatihan bagi wartawannya, secara rutin menugaskan wartawan meliput berbagai bidang dalam kurun waktu tertentu.

Atal pun berharap tugas PWI menjadikan wartawan yang kompeten dan semakin profesional. Termasuk program kerja yang diputuskan dalam Raker ini seyogianya tidak melenceng dari Peraturan Dasar (PD) dan Peraturan Rumah Tangga (PRT).

“Selamat melaksanakan Raker. Semoga berhasil menyusun program yang unggul sehingga PWI DKI Jakarta lebih maju dan berkembang,” pintanya.

Sebelumnya, Ketua PWI DKI Jakarta,  Sayid Iskandarsyah mengungkapkan, Raker baru saat ini dapat dilaksanakan.

“Komisi-komisi sudah menyelesaikan tugas, namun karena waktu dan keterbatasan Raker baru bisa dilaksanakan sekarang,”  ujar Sayid, yang berharap masing-masing komisi dapat menghasilkan output yang luar biasa untuk kemajuan PWI sebagai barometer organisasi kewartawanan.

Sayid menambahkan bahwa salah satu program prioritas adalah pembentukan Sekolah Jurnalistik Indonesia (SJI), sebagai motor pendidikan wartawan sehingga berkembang dan semakin profesional.

“Semoga Raker dapat menghasilkan program kerja yang terbaik,” pinta Sayid.

Program kerja dibahas dalam rapat komisi, terdiri dari Komisi A membahas Bidang Organisasi, Komisi B membahas Program Kerja, dan Komisi C membahas Keuangan.

Raker juga menghadirkan Ketua Komisi Kompetensi PWI Pusat, Kamsul Hasan, yang memberi  memberi materi tentang  Surat Keterangan Pendampingan Ijasah (SKPI) sebagai pembekalan untuk tim penyusun modul atau silabus dari SKPI, yang akan diterapkan di Universitas Bakrie, Jakarta, dalam waktu dekat.

SKPI merupakan dokumen resmi yang dikeluarkan oleh institusi perguruan tinggi, berisi pencapaian akademi serta capaian pembelajaran dan kualifikasi mahasiswa atau mahasiswi ketika menjalani perkuliahan.

Dalam kaitannya dengan PWI, penerapan SKPI dikhususkan kepada mahasiswa dari Fakultas Ilmu Komunikasi atau Jurnalistik. Landasan hukum SKPI adalah Permendikbud No. 81 Tahun 2014 tentang Ijazah, Sertifikat Kompetensi dan Sertifikat Pendidikan Tinggi.

Naek Pangaribuan selaku ketua panitia Raker berharap agar kegiatan ini dapat memacu kinerja organisasi, menyamakan persepsi, membuat program kerja jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement

Musik

Terbaru

Trending