Connect with us

wisata

PSBB Jakarta : Wishnutama Berharap Ada Ruang Pelaku Parekraf Tetap Produktif

Published

on

Kabarhiburan.com, Jakarta – Terhitung mulai 14 September 2002, Pemerintah Provinsi (pemprov) DKI Jakarta melalui Gubernur Anies Baswedan kembali memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Kebijakan ini dapat berdampak besar bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, . Menparekraf Wishnutama Kusubandio menegaskan pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif harus tetap mendapat ruang untuk produktif, meski diberlakukan PSBB.

Dalam siaran pers resmi Kemenparekraf, Sabtu (12/9/2020), Wishnutama mengatakan, Kami sangat memahami keputusan yang diambil dalam pemberlakuan kembali PSBB sebagai upaya pengendalian terhadap penyebaran virus COVID-19.

“Pemberlakuan PSBB tentu akan memiliki dampak yang besar, termasuk terhadap sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Terlebih saat ini sektor pariwisata dan ekonomi kreatif pelan-pelan sedang berupaya untuk bangkit,.” Ujar Wishnutama.

Ia berharap sektor dan pelaku usaha di bidang Pariwisata dan Ekraf, yang selama ini telah berupaya melaksanakan protokol kesehatan dengan baik, agar tetap diberikan ‘ruang’ untuk tetap menjalankan usahanya. Karena sektor pariwisata dan ekraf ini yang paling terpuruk dampak pandemi Covid-19 ini.

Sekaligus ia menekankan pentingnya kedisiplinan, kesadaran dan tanggung jawab dari masyarakat dan seluruh pihak dalam menjalani protokol kesehatan. Ini agar PSBB segera selesai dan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif kembali benar-benar bangkit.

Kemenparekraf/Baparekraf dikatakannya akan terus mendorong penerapan protokol kesehatan sekaligus menyiapkan dan mendampingi para pelaku parekraf untuk bangkit pascapandemi. Termasuk penerapan protokol kesehatan berbasis CHSE, serta terus mengkampanyekan Indonesia Care untuk mengimplementasikan protokol kesehatan sekaligus verifikasi guna menghadirkan destinasi yang bersih, sehat, aman, dan lingkungan yang lestari.

“Kemenparekraf/Baparekraf akan terus berkoordinasi dengan kementerian/lembaga terkait dan industri akan terus menyiapkan program yang akan memudahkan industri dan pelaku bertahan dan bangkit dari situasi pandemi,” kata Wishnutama.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Budaya

‘Good Friends’ Ajak Pemirsa NET Jelajahi Korea Selatan dan Jumpa Bintang K-Pop

Published

on

By

Kevin Hermanto dan Rafael Tan berjumpa Dita Karang, personel K-Pop di Program Good Friends, kerja sama NET dan SBS Korea Selatan.

Kabarhiburan.com – NET bersinergi dengan SBS TV Korea Selatan, menghadirkan program reality show keseruan perjalanan ke Korea Selatan, bertajuk Good Friends.

Episode perdana Good Friends sudah tayang layar NET sejak 15 November 2020 pukul 09.00 WIB silam. Selanjutnya, Good Friends tayang saban hari Minggu di jam yang sama.

Melalui program terbaru ini,  NET mengajak pemirsa menjelajah negeri ginseng dengan latar visual panorama indah. Termasuk menerobos ke belakang panggung beberapa bintang K-Pop yang mendunia.

Selama menjelajah, pemirsa dipandu oleh lima figur milenial, asal Korea Selatan dan Indonesia. Mereka adalah Jang Han-Sol, Han Yoo Ra, Rafael Tan, Bianca Kartika, dan Kevin Hermanto, saling memperkenalkan budaya dan berbagai cita rasa khas di negara masing-masing.

Dari namanya sudah ketahuan, Jang Han-Sol dan Han Yoo Ra asal Korea Selatan, namun keduanya fasih berbahasa Indonesia.

Youtuber Han Sol sempat tinggal di Malang, Jawa Timur, akan membantu rekan-rekannya mengenalkan kultur dan berbagai hal yang khas di negaranya.

Youtuber Yoo Ra sempat tampil di program Kelas Internasional NET, akan berbagi spontanitas dan keseruan dan kenekatannya mengikuti berbagai tantangan games bersama sejumlah bintang K-Pop.

Keduanya akan berbagi tugas dengan Rafael Tan, Bianca Kartika, dan Kevin Hermanto dari Indonesia.

Penyanyi Rafael Tan dan vlogger Bianca Kartika didapuk menjadi tamu negara yang akan mengikuti jelajah Korea Selatan, sambil memperkenalkan kultur kebiasaan masyarakat di Indonesia, termasuk mengikuti keseruan bersama beberapa bintang K-Pop.

Sementara Kevin yang sempat bermukim di Korea Selatan akan membantu memandu rekan-rekannya saling memahami kebiasaan dan keberagaman yang menarik antara kedua negara tersebut.

Vlogger Bianca Kartika, Kevin Hermanto dan Rafael Tan di program Reality Show Good Friends, NET kerja sama SBS.

Kelima host ini akan mengunjungi beberapa lokasi spesial di Korea Selatan. Mulai dari rumah tradisional Korea hingga bertemu bintang-bintang K-Pop.

Salah satu yang menarik, pertemuan mereka dengan penyanyi asal Yogyakarta, Dita Karang yang berkarir di industri K-Pop Korea Selatan, bersama Secret Number.

Mereka juga bertemu KNK (K-Pop Knock), sebuah Boys-Band terkenal Korea yang beranggotakan Park Seoham, Jeong Inseong, Kim Jihun, Oh Heejun, dan Lee Dongwon.

Bukan itu saja. Kelimanya, bahkan menantang Girls-Band Korea Momoland untuk lomba masak, serta mengajak grup Oh My Girl bertarung dalam wahana permainan khas Korea Selatan.

Pendek kata, pemirsa NET  akan menyaksikan keseruan lima host “Good Friends” NET, yang berhasil menembus ke belakang panggung Boy-Band Wei dan The Boys yang super ketat.

Suasana syuting Reality Show ‘Good Friends’, kerjasama NET dan SBS Korea Selatan.

Tidak tanggung-tanggung. Sebanyak 28 kamera disiapkan untuk mengiringi perjalanan Good Friends menuju berbagai aktivitas wisata dan panggung K-Pop di Korea Selatan.

Meski demikian, perjalanan lima Good Friends sesungguhnya tidak mudah dan penuh kerja keras. Sebelum melakukan syuting, terlebih dulu melakukan karantina mandiri selama 14 hari sesuai protokol kesehatan di Korea Selatan.

“Belum lagi waktu kerja maraton yang membuat kami dan Kru dari SBS TV terpaksa  berisitirahat dalam kendaraan selama melakukan perjalanan. Namun semua terbayarkan oleh kerjasama kreatif penuh persahabatan, dan menyenangkan,” ujar Kevin Hermanto.

“Tak mudah pula menembus ke belakang panggung bintang-bintang K-Pop yang saat ini sedang naik daun, namun kesabaran kami terbayarkan saat merasakan keramahan beberapa bintang K-Pop,  saat berbincang dan bermain bersama menghadapi tantangan games yang diberikan,” kata Kevin menambahkan.

Direktur Programming NET, Yeni Anshar mengatakan bahwa Good Friends telah mengangkat benang merah persahabatan milenial dua negara dalam sebuah kisah perjalanan, yang dipadukan dengan keseruan reality show yang asyik ditonton.

“NET dan SBS TV menghadirkan jelajah negeri gingseng dengan latar visual panorama indah dan interaksi dalam berbagai tantangan games yang melibatkan 5 host Good Friends dengan sejumlah bintang K-Pop Korea,” jelas Yeni Anshar. (Tumpak S)

Continue Reading

wisata

Kemenparekraf : Peringati Hari Pariwisata Sedunia 2020, Bangun Langkah Optimisme Pariwisata Berbasis CHSE

Published

on

Kabarhiburan.com, Jakarta – Hari Pariwisata Sedunia pada 27 September 2020 sebagai momentum sosialisasi protokol kesehatan berbasis CHSE (Cleanliness, Healthy, Safety, and Environmental Sustainability) di destinasi pariwisata. Ini sekaligus membangun langkah optimis bagi pelaku pariwisata ditengah pandemi COVID-19.

Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf/Baparekraf Kreatif, Nia Niscaya dalam acara “Sosialisasi Adaptasi Kebiasaan Baru Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif” yang digelar secara daring, Sabtu (19/9/2020), mengatakan Hari Pariwisata Sedunia tahun ini mengusung “Tourism and Rural Development”.

“Tema Hari Pariwisata Internasional tahun ini lebih ke alam, pedesaan, pariwisata dan masyarakat lokal. Kalau kita hubungkan dengan program protokol kesehatan CHSE, rupanya program kita sudah sejalan dengan tema Hari Pariwisata Dunia. Kita diingatkan bahwa pariwisata harus tetap dijaga lingkungannya agar tetap lestari,” kata Nia Niscaya.

Nia mengatakan, jangan sampai protokol kesehatan dijalankan tetapi lingkungan tidak terjaga. Untuk itu ia mengajak seluruh pihak menjadikan Hari Pariwisata Dunia sebagai momentum untuk memperkuat penerapan protokol kesehatan berbasis CHSE di berbagai sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Termasuk di transportasi udara sebagai salah satu penunjang pergerakan wisatawan dan juga sektor ekonomi kreatif,” kata Nia Niscaya.

Ditambahkan oleh Direktur Pemasaran Pariwisata Regional I Kemenparekraf/Baparekraf, Vinsensius Jemadu bahwa penerapan protokol kesehatan terkait erat dengan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Perlu ada upaya pelestarian budaya yang ada di pedesaan sebagai salah satu potensi wisata.

“Kita juga harus mengangkat nilai kearifan lokal di area pedesaan, untuk dikembangkan sehingga rural area itu bisa maju dan berkembang, sehingga kita bisa menikmati outcome pariwisata untuk kesejahteraan bersama,” kata Vinsensius.

Acara ini juga dihadiri oleh Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumatera Utara, Muchlis, dan Kepala Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Barat, Lalu Mohammad Faozal yang menceritakan geliat sektor pariwisata di daerahnya untuk bangkit di era adaptasi kebiasaan baru pascapandemi COVID-19.

Muchlis menuturkan saat ini di wilayah Danau Toba dan sekitarnya tengah berjalan proses pembentukan desa wisata. Selain itu, pihaknya juga selalu mengkampanyekan penerapan protokol kesehatan di destinasi-destinasi wisata yang ada di Sumatera Utara.

Lebih lanjutn Vice President Commercial Performance PT. Angkasa Pura II, Wisnu Raharjo, menanggpi pihaknya telah menggulirkan kampanye “Safe Travel Campaign”. Kampanye ini menggaungkan pentingnya penerapan protokol kesehatan bagi penyedia jasa transportasi, terutama maskapai penerbangan.

“Kampanye ini bertujuan mengembalikan kepercayaan pengguna transportasi udara, terutama untuk meyakinkan jaminan keamanan, kesehatan, dan kebersihan transportasi udara bagi wisatawan,” kata Wisnu.

Ia menuturkan, ada tiga poin utama dari “Safe Travel Campaign”, yaitu kesiapan staf operasional, memastikan pengalaman bepergian yang aman bagi konsumen, dan membangun kepercayaan konsumen.

“Jadi pada poin pertama kita memastikan seluruh staf operasional di bandara menyesuaikan pola kerja dengan protokol kesehatan, mengenakan alat pelindung diri seperti masker, pengecekan suhu tubuh secara berkala serta pemantauan kesehatan staf secara berkala. Pada poin kedua, kita memastikan pengalaman bepergian yang aman bagi konsumen dengan menyediakan fasilitas-fasilitas penunjang protokol kesehatan seperti ketersediaan fasilitas cuci tangan dan menjaga kebersihan fasilitas bandara. Kemudian, kita membangun kepercayaan konsumen untuk bepergian dengan pesawat terbang dengan menginformasikan penerapan protokol kesehatan di bandara dan mengedepankan layanan berbasis digital,” jelas Wahyu.

Salah satu bentuk implementasi kampanye ini dapat dilihat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Beberapa di antaranya adalah touchless parking machine, touchless elevator, dan pemasangan sinar UV-C di tempat pengambilan bagasi dan hand rail eskalator Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta.

Berkat penerapan Safe Travel Campaign yang mengaplikasikan protokol kesehatan berbasis CHSE di Bandara Soekarno Hatta, Safe Travel Barometer menempatkan Bandara Internasional Soekarno-Hatta di urutan ke-34 dari 217 bandara di dunia sebagai salah satu bandara yang aman dari penyebaran virus COVID-19.

Sementara itu, Direktur pemasaran dan pelayanan PT. Angkasa Pura I, Devy Suradji, menambahkan pihaknya juga mensosialisasikan kepada para penyedia transportasi darat yang ada di bandara untuk menerapkan protokol kesehatan yang sama seperti pada fasilitas di dalam bandara.

“Kita juga meminta agar penyedia transportasi darat menerapkan customer service virtual, jadi petugas customer service ditempatkan di dalam sebuah ruangan yang dilengkapi dengan komputer lengkap dengan kamera yang terhubung perangkat berupa monitor yang ada di meja customer service sehingga konsumen dan petugas bisa tetap berinteraksi tanpa harus ada kontak fisik,” kata Devy.

 

 

Continue Reading

wisata

Pertemuan The 52nd ASEAN NTOs Meeting and Related Meetings, Indonesia Usulkan 5 Kerja Sama Pariwisata

Published

on

Kabarhiburan.com, Jakarta- Dievent The 52nd ASEAN NTOs Meeting and Related Meetings, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengusulkan 5 komitmen kerja sama tingkat regional dalam penanggulangan COVID-19 pada sektor pariwisata.

Direktur Hubungan Antarlembaga Kemenparekraf/Baparekraf, K. Candra Negara  dalam pembukaan kegiatan yang digelar 15, 21, dan 28 September 2020. secara virtual menjelaskan, rangkaian pertemuan ini menunjukkan komitmen ASEAN untuk terus mempererat kerja sama kawasan, khususnya dalam penanggulangan dampak COVID-19 di wilayah ASEAN.

“Ada lima poin yang kami usulkan dalam penanggulangan dampak COVID-19. Yang pertama, adalah Indonesia mengusulkan penghapusan ASEAN Single Aviation Market (ASAM) atau pasar tunggal penerbangan,” ujarnya.

Lanjut Candra, Lima poin tersebut diantaranya pembebasan jalur penerbangan melalui perjanjian ASAM, merupakan open sky agreement yang bertujuan untuk meningkatkan konektivitas domestik dan kawasan ASEAN melalui integrasi jaringan produksi dan liberalisasi pelayanan.

Poin kedua yang diusulkan berkaitan mengenai Kamboja yang meminta agar keketuaan mereka dapat diperpanjang hingga tahun 2022.  Hal ini akan mempengaruhi posisi Indonesia dalam keketuaan ASEAN di 2022.

Karena itu, Indonesia akan menyampaikan beberapa win-win solution kepada pihak Kamboja agar keketuaan ASEAN 2022 tetap menjadi milik Indonesia.

Ketiga, Indonesia mengusulkan agar Progress of Draft Protocol to Amend the MRA-TP (Mutual Recognition Agreement on Tourism Professional) atau pengaturan antara negara-negara ASEAN yang dirancang untuk memfasilitasi pergerakan bebas dan pekerja yang berkualitas dan bersertifikat antara negara anggota ASEAN segera dijalankan. Di pertemuan NTOs sebelumnya, beberapa negara anggota.

Keempat, lanjut Candra, terkait tentang pembahasan HCA (_Host Country Agreement_) pada Regional Secretariat for the Implementation of MRA-TP. HCA ini merupakan komponen penting untuk menetapkan dasar hukum dan standar pendapatan bagi berdirinya Sekretariat Regional.

Kelima, Indonesia mendukung adanya inisiatif _Development of ASEAN Framework to Facilitate the Tourist Travel Bubble Schemes_. Oleh karena itu, Indonesia terus berupaya untuk menekan laju pertumbuhan COVID-19 sehingga dapat memunculkan rasa percaya dari negara lain ketika membahas kemungkinan kerja sama _travel bubble_ di masa depan.

Dalam pertemuan tersebut terdapat beberapa hal yang menjadi agenda pembahasan pada rangkaian pertemuan ini, diantaranya seperti Mid-Term Review ASEAN Tourism Strategic Plan (ATSP) 2016-2025, ASEAN Tourism Marketing Strategy (ATMS) 2017-2020, ASEAN Tourism Professional Monitoring Committee (ATPMC). Sebagai tuan rumah, Indonesia memiliki beberapa isu strategis yang menjadi fokus pembahasan pada pertemuan kali ini.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Musik

Terbaru

Trending