Connect with us

Event

PWI DKI Jaya Tingkatkan Sistem Pendidikan dan Latihan Wartawan

Published

on

Kabarhiburan.com, Bogor – PWI DKI Jakarta agar lebih meningkatkan sistem pendidikan dan pelatihan wartawan, diantaranya dapat dilakukan melalui kerja sama dengan perguruan tinggi.

Demikian antara lain, disampaikan Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Atal S. Depari, ketika membuka Rapat Kerja (Raker) PWI DKI Jakarta, di hotel Graha Dinar,  Cisarua,  Kabupaten Bogor,  Jawa Barat,  Selasa (12/7).

Raker PWI DKI Jakarta mengambil tema “Mengembalikan PWI Jaya sebagai Barometer Organisasi Kewartawanan Nasional “, berakhir pada Sabtu (13/7).

Dalam sambutannya, Atal mencontohkan Harian Kompas, yang sudah lebih dulu memberi program pendidikan dan pelatihan bagi wartawannya, secara rutin menugaskan wartawan meliput berbagai bidang dalam kurun waktu tertentu.

Atal pun berharap tugas PWI menjadikan wartawan yang kompeten dan semakin profesional. Termasuk program kerja yang diputuskan dalam Raker ini seyogianya tidak melenceng dari Peraturan Dasar (PD) dan Peraturan Rumah Tangga (PRT).

“Selamat melaksanakan Raker. Semoga berhasil menyusun program yang unggul sehingga PWI DKI Jakarta lebih maju dan berkembang,” pintanya.

Sebelumnya, Ketua PWI DKI Jakarta,  Sayid Iskandarsyah mengungkapkan, Raker baru saat ini dapat dilaksanakan.

“Komisi-komisi sudah menyelesaikan tugas, namun karena waktu dan keterbatasan Raker baru bisa dilaksanakan sekarang,”  ujar Sayid, yang berharap masing-masing komisi dapat menghasilkan output yang luar biasa untuk kemajuan PWI sebagai barometer organisasi kewartawanan.

Sayid menambahkan bahwa salah satu program prioritas adalah pembentukan Sekolah Jurnalistik Indonesia (SJI), sebagai motor pendidikan wartawan sehingga berkembang dan semakin profesional.

“Semoga Raker dapat menghasilkan program kerja yang terbaik,” pinta Sayid.

Program kerja dibahas dalam rapat komisi, terdiri dari Komisi A membahas Bidang Organisasi, Komisi B membahas Program Kerja, dan Komisi C membahas Keuangan.

Raker juga menghadirkan Ketua Komisi Kompetensi PWI Pusat, Kamsul Hasan, yang memberi  memberi materi tentang  Surat Keterangan Pendampingan Ijasah (SKPI) sebagai pembekalan untuk tim penyusun modul atau silabus dari SKPI, yang akan diterapkan di Universitas Bakrie, Jakarta, dalam waktu dekat.

SKPI merupakan dokumen resmi yang dikeluarkan oleh institusi perguruan tinggi, berisi pencapaian akademi serta capaian pembelajaran dan kualifikasi mahasiswa atau mahasiswi ketika menjalani perkuliahan.

Dalam kaitannya dengan PWI, penerapan SKPI dikhususkan kepada mahasiswa dari Fakultas Ilmu Komunikasi atau Jurnalistik. Landasan hukum SKPI adalah Permendikbud No. 81 Tahun 2014 tentang Ijazah, Sertifikat Kompetensi dan Sertifikat Pendidikan Tinggi.

Naek Pangaribuan selaku ketua panitia Raker berharap agar kegiatan ini dapat memacu kinerja organisasi, menyamakan persepsi, membuat program kerja jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Event

Peserta Audisi dari 20 Kota Siap Bersaing di Indonesian Idol 2019

Published

on

By

Kabarhiburan.com, Jakarta – Sukses menggelar audisi di 20 kota di seluruh Indonesia, ajang pencarian bakat menyanyi  Indonesian Idol sesi 10 memasuki tahapan baru.

Ajang yang selalu melahirkan idola-idola baru di bidang entertainment ini akan hadir di layar RCTI mulai pukul 21.00 WIB, pada hari Senin dan Selasa, mulai 7 Oktober 2019 mendatang.

Sebelum sampai ke sana, terlebih dulu RCTI perkenalkan lima juri utama guna menemukan idola baru di bidang tarik suara. Mereka adalah Ari Lasso, Bunga Citra Lestari (BCL), Judika, Maia Estianti dan Anang Hermansyah.

Selain lima juri utama, Indonesian Idol sesi 10 juga menyebar para agen khusus yang bertugas mencari kandidat idola. Sebut saja, Rizky Febian, Marcell, Bams, Citra Scholastika, Nowela, Marion dan Abdul.

Dini Putri selaku Director Programming & Acquisition RCTI melihat nama besar para juri yang tampil, maka ia berharap para juri mewakili mata penonton dan mendampingi perjalanan calon Idol.

“Mereka harusnya berhasil menemukan kandidat di dunia entertainment,” ujar Dini Putri dalam Jumpa Pers di MNC Studios, Kebun Jeruk, Jakarta Barat, Senin (16/9).

Anang Hermansyah yang kembali menjadi juri Indonesian Idol, mengatakan bahwa peserta kali ini memiliki kualitas dan kelebihan yang diatas rata-rata dari tahun sebelumnya. Ini membuat persaingan menjadi lebih seru.

“Saya melihat untuk tahun ini, mereka lebih kreatif dan punya semangat juang tinggi untuk menjadi yang terbaik. Itu saya suka. Ajang ini akan menjadi permulaan mereka di industri musik Tanah Air,” ujar Anang.

“Kalau mereka mampu melewati tahap ini, saya yakin mereka akan menjadi penyanyi besar, seperti Judika, Delon dan lainnya. Mereka enggak cuma menarik dari sisi komersial, tapi juga punya kemampuan dalam bidang musik,” imbuh Anang.

Menyinggung hadirnya para penyanyi baru yang lahir lewat media digital yang marak belakangan ini, seperti instagram, YouTube dan sejenisnya.

Anang meyakini bahwa para penyanyi yang lahir secara instan lewat sosial media, tidak mungkin bisa menyaingi penyanyi yang lahir dari ajang pencarian bakat, seperti Indonesian Idol.

“Ajang ini punya standar yang ketat dalam melahirkan bintang. Kami berusaha menempa dan menjadikan mereka paket lengkap sebagai seorang penyanyi. Dan itu yang mungkin gak dimiliki oleh penyanyi dari media sosial,” ungkap Anang. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading

Event

‘Film YouTube Festival 2019’, Ajang Lomba Bikin Film Pendek Berhadiah Menarik

Published

on

By

Kabarhiburan.com, Jakarta – Menjadi YouTuber sedang tren dunia belakangan ini. Menjanjikan peluang menjadi terkenal dan lahan mencari duit yang menggiurkan.

YouTube juga telah menjadi sarana mengembangkan bakat dan potensi di berbagai bidang. Salah satunya di bidang perfilman.

Situasi ini menginspirasi situs Karya Bintang Bersama (KBB), sebuah komunitas yang giat memproduksi film melalui media YouTube, untuk menggelar Film YouTube Festival 2019.

“Kami berharap ajang ini menjadi peluang bagi pecinta seni film mengadu kreatif dan kemampuan dalam memperoduksi dan membaca selera penonton di YouTube,” ujar Irwansyah, pimpinan KBB sekaligus Ketua Pelaksana Film YouTube Festival 2019.

Irwansyah menggandeng penggiat film Nasional, Syamsul B. Adnan dan Rahmat Chili, yang merancang sistem dan bentuk keikutsertaan para peserta, penilaian hingga hadiah bagi para pemenang. Selain mendapat dukungan Samsu, pengusaha Koffie SLB (Sehat Lahir Batin).

Viewer Terbanyak

Adapun ketentuan dan persyaratan bagi para peserta Film YouTube Festival 2019:

Tema dan genre bebas, tidak mempertontonkan adegan porno, sadisme maupun SARA.

Karya yang diajukan merupakan karya yang bersifat orisinal, tidak melanggar hak cipta dan belum pernah ditayangkan di YouTube.

“Peserta dibebaskan memilih perangkat syuting, bisa menggunakan kamera atau ponsel. Yang penting gambar jernih dan bersih,” imbuh Syamsul B. Adnan.

Ajang ini terbuka bagi peserta tidak dibatasi usia, boleh perorangan maupun kelompok dan mengisi formulir pendaftaran dengan membeli satu boks Koffie SLB.

Bukti pendaftaran dikirimkan ke bintangbersama377@gmail.com, berikut struk pembelian koffie SLB. Kirimkan pula materi film dengan durasi sekitar 10 hingga 15 menit.

Pendaftaran sudah dibuka sejak 8 September hingga 8 Oktober 2019. Selanjutnya penyerahan materi film akan berlangsung pada 8 Oktober hingga 2 November 2019.

Semua film yang diterima panitia akan ditayangkan serentak di YouTube, mulai 10 November hingga 10 Desember 2019.

Pengumuman nominasi akan berlangsung pada 14 Desember dan pengumuman pemenang berlangsung pada 22 Desember 2019.

Para juara didasarkan pada dua kategori, yakni  Film dengan viewer terbanyak dan Film favorit dalam bentuk trailer film dengan like terbanyak.

Panitia Film YouTube Festival 2019 telah menyediakan aneka hadiah menarik bagi para pemenang,. Berupa kamera, boom mic, laptop dan thropy serta uang jutaan rupiah. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading

Event

NAGASWARA 20 Tahun Konsisten Wadahi Musisi Kreatif

Published

on

By

Kabarhiburan.com, Jakarta – Di tengah industri musik tanah air yang tidak terlalu sehat belakangan ini, penyanyi-penyanyi NAGASWARA tetap berkarya dan berkibar. Jawabannya adalah kreativitas.

Perusahaan rekaman yang bermarkas di Jalan Johar, Menteng, Jakarta Pusat, genap berusia 20 tahun pada hari ini, Senin (9/9). Selama kurun waktu itu pula NAGASWARA menjadi bagian tidak terpisahkan dari sejarah perjalanan musik Tanah Air.

Rahayu Kertawiguna sejak mendirikan NAGASWARA pada 9 September 1999 silam, hingga kini masih konsisten mewadahi musisi-musisi kreatif.

“Sejak awal saya memang berharap label ini bisa mengakomodir musisi-musisi yang merasa susah masuk ke label. Namun demikian, kesempatan yang kami berikan, harus bisa dimanfaatkan betul-betul secara kreatif,” jelas Rahayu Kertawiguna, seperti dalam rilis yang diterima Kabarhiburan.com, Senin (9/9).

Dalam perjalanannya, NAGASWARA telah melahirkan banyak artis kreatif. Sebut saja, Kerispatih, Wali band, T2, Dadali, The Dance Company (TDC).

Di sisi lain, NAGASWARA juga melahirkan genre dancedhut yang kian digandrungi pecinta musik, lewat para penyanyi, seperti Fitri Carlina, Zaskia Gotik, Siti Badriah, Hesty Klepek-klepek, Duo Anggrek dan masih banyak lagi.

“Kami memang tidak bisa berharap banyak dari regulasi, yang mungkin menguntungkan penyanyi atau musisi dan mereka yang bekerja di dunia musik ini. Bagi saya, kreativitas menjadi hal penting untuk terus hidup di industri ini,” imbuh Rahayu.

Kreativitas pula yang membuat NAGASWARA mencatatkan fenomena pada tahun 2018 silam, lewat artis Siti Badriah dan lagunya Lagi Syantik.

Video musik lagu tersebut menjadi satu-satunya video musik Indonesia dengan perolehan viewer terbanyak. Hingga saat ini, video klip yang diupload pada 23 Maret 2017 tersebut sudah dilihat lebih dari setengah miliar orang. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement

Musik

Terbaru

Trending