Connect with us

Lifestyle

PWI Jaya Bersama XL Axiata dan Finalis Puteri Indonesia Kampanyekan Bijak Gunakan Medsos

Published

on

Penyerahan sertifikat dari Ketua PWI Jaya Seksi Musik dan Lifestyle, Irish Rismoyo (kiri) kepada Cipto Rustianto selaku Corporate Communications XL Axiata.

Kabarhiburan.com, Jakarta – “Kalian semua para generasi milenial ini pada tahun 2030 hingga tahun 2040 nanti akan menggenggam kepemimpinan bangsa ini. Oleh karena itu jangan sampai terjebak dengan bermedia sosial yang negatif.”

Ajakan ini disampaikan oleh Cipto Rustianto (Corporate Communications XL Axiata) di hadapan ratusan siswa-siswi SMA Negeri 4 Tangerang Selatan yang antusias mengikuti Workshop Jurnalistik bagi Generasi Milenial bertema Bijak Berinternet, Cerdas Bermedia Sosial, dengan sub tema  Cegah Hoax Dengan Konten Positif, di Tangerang Selatan, Jumat (15/2).

Begitu dekatnya tema ini dengan dunia anak muda, membuat para siswa antusias mengikuti acara hingga usai. Apalagi dalam menyampaikan makalahnya, para narasumber menggunakan tutur bahasa yang akrab dengan keseharian mereka, termasuk menampilkan beragam postingan teman sebayanya di berbagai belahan dunia.

“Bayangkan kalau yang kalian sebarkan itu hoaks, maka kalian akan berhadapan dengan masalah hukum dengan ganjaran dipenjara. Sebaliknya, kalau yang kalian sebar adalah inspirasi, maka kalian ikut membangun bangsa,” ujar Cipto Rustianto.

Ia menambahkan bahwa konten yang dibuat medsos juga akan memengaruhi nasib dan masa depan. Termasuk ketika akan  melamar pekerjaan di suatu perusahaan.

“Jadi hati2 dalam memberikan konten di medsos yang kalian punya,” anjur Cipto Rustianto yang menyertakan makalahnya dengan menyertakan contoh-contoh postingan kaum milenial di berbagai belahan dunia.

Media Sosial Untuk Advokasi

Workshop yang digagas Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jaya Seksi Musik dan Lifestyle ini juga menghadirkan para narasumber yang kompeten. Mereka adalah Kesit B. Handoyo dan Iqbal Irsyad dari PWI Jaya, Musisi John Paul Ivan, Finalis Puteri Indonesia  Diah Ayu Lestari dan Wakapolres Tangerang Selatan, Kompol Arman S.I.K Msi.

Finalis Puteri Indonesia, Diah Ayu Lestari

Dialog interaktif juga terjadi saat Diah Ayu Lestari tampil di hadapan para siswa. Ia membenarkan bahwa workshop ini sangat penting karena berguna bagi generasi milenial saat ini untuk masa depan.

“Kita harus mengajarkan dan menanamkan sejak dini akan pentingnya menggunakan media sosial secara positif agar bisa membantu masyarakat di sekitarnya,” ujar gadis yang sudah sering mengkampanyekan tentang bermedia sosial yang sehat.

Dalam kesempatan ini, Diah Ayu Lestari kembali menghimbau para siswa SMA Negeri 4 Tangerang Selatan, agar menggunakan media sosial untuk advokasi sehingga bisa membantu masyarakat disekitarnya.

“Saya juga memberikan pemahaman tentang women enpowerment yang membicarakan sexual harassment, womens healt dan juga selfie love,” ungkap Diah Ayu Lestari yang merupakan Finalis Puteri Indonesia dari Jakarta 3.

Kalau Bijak Bisa Jadi Jutawan

Irish Riswoyo selaku Ketua PWI Jaya Sie Musik dan Lifestyle menekankan pentingnya PWI Jaya untuk mengadakan Workshop  yang diperuntukkan bagi generasi milenial semacam ini.

“Sebagai bentuk tanggung jawab moral untuk mencegah terjadinya penyebaran berita hoax,” ujar Irish Riswoyo yang menambahkan bahwa hingga tahun 2018 pengguna internet di Tanah Air telah mencapai 123 juta.

Suasana Workshop Jurnalisitik Bagi Generasi Milenial Bertema Bijak Berinternet, Cerdas Bermedia Sosial.

Besarnya  pengguna internet setiap tahun,  menunjukkan bahwa internet sudah menjadi kebutuhan pokok dalam gaya hidup, bahkan diperkirakan menjadi point of view atau pandangan hidup.

“Situasi ini menuntut kita harus cerdas menyaring berita, mana yang bersifat informasi positif dan mana yang bersifat negatif,  atau bahkan hoax. Baik melalui konten berbentuk  tulisan, foto maupun video,” katanya.

Irish menyimpulkan bahwa ketersediaan intenet membuat jari-jari kita bisa saja menjadi salah satu penentu masa depan seseorang.

“Kalau dipergunakan buat menyebar hoax maka akan berujung pada kasus hukum,  namun jika dipergunakan dengan bijak dan cerdas, boleh jadi bisa membuat seseorang menjadi terkenal atau bahkan menjadi jutawan,” tambah Irish. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lifestyle

Pertama di Indonesia, Gloskin Luncurkan Kombinasi Triple Xpert Serum

Published

on

By

dr. Nanang Masrani diapit oleh dr Radema M. Pranata dan dr. Gilang Gumilang.

Kabarhiburan.com – Memiliki kulit wajah yang sehat dan cerah merupakan harapan semua orang, terutama bagi wanita karir yang menuntut selalu tampil sempurna.

Kondisi kulit dibilang sehat dan bercahaya ketika wajah bebas jerawat, vlek, tidak berminyak, serta tidak kering.

Hanya saja, tidak semua orang seberuntung itu. Ada berbagai sebab munculnya beragam permasalahan kulit wajah, diantaranya pola hidup yang salah, tingkat stress yang tinggi, paparan sinar matahari dan polusi udara.

Situasi tersebut dapat menyebabkan kulit berjerawat, bekas jerawat, noda hitam, flek, muka kusam, kering dan kerutan-kerutan halus.

Dr. Nanang Masrani, selaku CEO dan Founder Gloskin menganjurkan agar setiap permasalahan kulit yang demikian, perlu dikonsultasikan dan mendapat perawatan sejak dini. Oleh sebab itu, pandai-pandailah memilih skincare,” ujarnya, saat ditemui di kliniknya,  di Jl. Bumi, Jakarta Selatan, Jumat (7/5) malam.

Gloskin merupakan salah satu klinik kecantikan ternama di Indonesia. Gloskin tiada henti melakukan inovasi, hingga siap menghadirkan produk terbaru, yang disebut sebagai Inovasi Wajah Glowing Dari Sang Ahli.

Inovasi tersebut berupa kombinasi Triple Xpert Serum yang terdiri atas Clear Xpert, Hydra Xpert dan White C Xpert. Semuanya mengandung bahan aktif berkualitas tinggi, yang aman dan efektif sesuai dengan berbagai permasalahan kulit, khususnya kulit orang Asia.

“Pemilihan kandungan Triple Xpert serum sudah melalui fase penelitian yang cermat selama hampir 2 tahun, hingga akhirnya di produksi,” jelas Nanang Masrani.

Clear Xpert, serum ini membantu memperkecil pori-pori, mengontrol produksi minyak dan menyamarkan nodsa hitam maupun bekas jerawat.

Hydra Xpert, serum ini mampu meningkatkan kadar air kulit, mengatasi kerutan halus dan mengurangi peradangan kulit.

White C Xpert serum yang berfungsi melindungi kulit dari efek buruk sinar matahari, menangkal radikal bebas dan polusi, membantu pembentukan kolagen, sekaligus mencerahkan kulit.

“Kombinasi Triple Xpert Serum berfungsi sebagai antioksidan kulit, anti aging, sekaligus memperbaiki kulit berjerawat dengan formula yang alami cocok dipakai jangka panjang tanpa efek samping,” jelas dr. Radema M. Pranata, SpKK, salah seorang Dermatolog di Gloskin.

Menariknya, Triple Xpert Serum dapat digunakan untuk semua jenis dan kondisi kulit.

“Bahkan aman bagi kulit ibu hamil maupun menyusui,” kata dr. Gilang Gumilang, aesthetic consultan di Gloskin.

Kini, Gloskin Xpert Serum sudah tersedia di seluruh cabang Gloskin, seperti Kebayoran  dan Tebet (Jakarta Selatan), Bekasi, Gading Serpong, Surabaya, Malang, Balikpapan, Banjarmasin, Makassar dan Bali.

Di sana pasien dapat berkonsultasi di klinik maupun secara virtual dengan para dokter ahli di Gloskin. (Tumpak S)

Continue Reading

Lifestyle

Hadirkan ‘Fantasi Musikal’, RAPOT Gandeng Raisa, Yura Yunita dan Afgan

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Pendengar sudah dibawa bernostalgia ke masa SMA pada tahun 2006, berjalan-jalan ke Kerajaan Singosari di Kediri pada abad ke 13, sampai merasakan ketegangan yang luar biasa akibat dikejar zombie pada genre thriller.

Sekarang sampailah Cinematic Audio Series Mau Gak Mau Season 2 persembahan dari RAPOT (Reza Anka Radhini Abigail – Potkes) pada petualangan terakhirnya, yaitu episode 13 yang bergenre “Fantasi Musikal”.

Melalui keterangan resminya, Rabu (5/5), genre ini mengajak pendengar berpetualang di dunia yang penuh fantasi dengan misi mencari Reza Chandika yang tertinggal dalam petualangan sebelumnya.

Berbeda dari tiga genre sebelumnya, sebagian dialognya dibalut dalam format musikal. Sesuatu yang sama sekali belum pernah dilakukan oleh RAPOT. Karenanya, RAPOT berkolaborasi dengan berbagai musisi papan atas Indonesia seperti Afgan, Raisa, Sivia, Yura Yunita, Sheila Dara, Ardhito Pramono, dan Gamaliel yang sekaligus menjadi vocal director untuk genre fantasy musical ini.

Wastana Haikal didaulat menjadi illustrator untuk artwork dalam genre ini, menambah nuansa fantasy dan dreamy yang lebih kental, dibawah arahan Naya Anindita, sutradara muda, yang sebelumnya menyutradarai film “Eggnoid”, “Imperfect The Series”, dan masih banyak lagi.

Akankah Radhini, Abigail, dan Anka menemukan Reza Chandika? Bagaimana akhir dari petualangan RAPOT dalam Cinematic Audio Series Mau Gak Mau Season 2?

Dengarkan petualangan mereka dalam genre Fantasy Musical yang akan dirilis pada hari ini, Selasa 4 Mei 2021 pukul 16.00 WIB, eksklusif di Spotify. Jangan lupa untuk mendengarkan memakai earphone atau headphone untuk pengalaman yang maksimal. (Tumpak S)

Continue Reading

Lifestyle

Belajar dari Pengalaman Zaskia Sungkar yang Mencuci Pakaian dengan Tangan

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Masih segar dalam ingatan, postingan Zaskia Sungkar yang menunjukkan celah jemari tangannya yang memerah, seperti terbakar. Konon, berawal dari mencuci pakaian anak dan suaminya dengan tangan.

Dalam sekejap postingan tersebut dibanjiri para sahabatnya sesama artis serta ribuan netizen. Selain menyatakan prihatin, ada netizen yang menuliskan tips mengatasi kulit tangan iritasi karena sabun.

Ada pula yang memberi penjelasan rinci tentang:  ‘Kesalahan Yang Sering Terjadi Saat Mencuci Baju’. Penjelasannya sebagai berikut:

Secara tidak sadar, saat melakukan suatu kegiatan kita sering melakukan kesalahan yang luput dari perhatian. Pada akhirnya, kesalahan itu menjadi kebiasaan yang kita lakukan setiap saat. Misalnya, kegiatan mencuci pakaian.

Mencuci memang bukan kegiatan sulit, namun tetap saja memerlukan ketelitian. Jika tidak teliti, maka pakaian tidak akan berumur panjang.

Foto: Istimewa

Berikut ini kesalahan mencuci pakaian, baik menggunakan mesin maupun menggunakan tangan.

Tidak Memisahkan Pakaian Terlebih Dahulu

Hal ini memang tidak dirasa perlu bagi sebagian orang, namun jika tidak dilakukan bisa menyebabkan pakaian luntur dan rusak.

Sebelum mencuci seyogianya terlebih dulu mengelompokkan pakaian sesuai warna maupun jenis bahan kain. Tindakan ini perlu demi mencegah kerusakan pada serat kain.

Tidak Membuka Kancing Pakaian

Membuka kancing saat mencuci pakaian, tujuannya agar kancing pakaian tidak tersangkut pada saat proses pencucian. Tindakan kecil dan singkat ini pun dapat membuat umur pakaian lebih panjang.

Menggunakan Pemutih Secara Berlebihan

Pemutih berfungsi untuk menghilangkan noda bandel seperti darah atau keringat yang membekas pada pakaian. Pemutih akan mengoksidasi kotoran yang menempel pada pakaian.

Hanya saja, jika digunakan untuk pakaian berwarna bisa menyebabkan warna pakaian jadi berubah. Karenanya, penggunaan pemutih sebaiknya hanya untuk pakaian putih dengan takaran secukupnya saja.

Terlalu Banyak Menggunakan Deterjen

Penggunaan deterjen secara berlebih akan membuat busa deterjen lebih sulit hilang saat dibilas. Apalagi, saat kulit bersentuhan langsung dengan deterjen, maka kulit tangan menjadi kasar dan terasa panas dibuatnya.

Lagi pula, berbagai hasil penelitian para ahli menyimpulkan bahwa penggunaan deterjen secara berlebihan dapat menyebabkan pencemaran lingkungan dan polusi air.

Salah satu solusi mengatasi gangguan tersebut adalah penggunaan deterjen berbahan aktif tumbuhan tanpa LABSA, yakni deterjen yang terbuat dari minyak nabati yang didapatkan dari kelapa, kelapa sawit, atau kacang kedelai.

Sifatnya yang mudah terurai sehingga menjadi ramah lingkungan, sehingga deterjen berbahan dasar tumbuhan merupakan terobosan baru dalam mencuci pakaian.

Salah Pilih Deterjen

Deterjen berbahan tumbuhan sudah sejak lama digunakan di luar negeri. Sebaliknya, di Indonesia masih banyak beredar deterjen yang mengandung LABSA atau Linear Alkyl Benzene Sulphonic Acid.

LABSA adalah asam lemak organik (zat turunan minyak bumi) yang larut dalam air dan diencerkan untuk mengeluarkan panas. Jika tidak hati-hati, LABSA dapat membahayakan kulit. Kulit akan terasa panas dan keriput atau pecah-pecah dibuatnya. Oleh sebab itu, sebaiknya gunakan produk yang natural agar aman untuk kulit.

Tentu LABSA suatu saat nanti akan habis jika digunakan terus menerus. Seyogianya menjadi fokus Indonesia, mulailah mengganti bahan tersebut dengan bahan lebih natural seperti di luar negeri.

Selain lebih ramah kulit dan ramah lingkungan, deterjen berbahan tumbuhan lebih mudah larut saat membersihkan serat pakaian. Di Indonesia sudah ada belum ya, deterjen berbahan dasar tumbuhan? (Tumpak S)

Continue Reading
Advertisement

Trending