Connect with us

Musik

PWI Sie Musik, Film dan Lifestyle Dorong Pemerintah Terbitkan Ijin Konser

Published

on

Para narasumber dalam diskusi: ‘Recovery Industri Hiburan di Era New Normal’, Sabtu (22/8).

Kabarhiburan.com, Jakarta – Pemerintah RI mencanangkan new normal sejak 2 bulan silam, namun para pekerja seni di dunia hiburan musik dan film belum bisa melakukan aktivitasnya hingga hari ini.

Situasi tersebut disebabkan oleh kebijakan pemerintah masih kerap berubah-ubah. Belum adanya prosedur tetap alias protap sebagai panduan agar aktivitas dunia hiburan bisa berjalan kembali di era new normal saat ini.

Hal ini mengemuka dalam diskusi: Recovery Industri Hiburan di Era New Normal, yang diselenggarakan PWI Sie Musik, Film dan Lifestyle di Jambuluwuk Resort, Ciawi, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (22/8).

Promotor musik Harry Koko Santoso mencatat, tidak kurang dari 76.000 musisi yang hari ini tidak bisa melakukan kegiatan alias menganggur sejak pandemi Covid-19.

Promotor musik, Harry Koko Santoso

“Dari catatan kami, memang ada sekitar 30.000 musisi dari zamannya band Koes Plus sampai Raisa sekarang yang punya kegiatan. 1000 lebih diantaranya sudah eksis,” jelas Koko.

CEO Deteksi Musik ini juga mencatat, dalam sehari saja ada ribuan kegiatan musik yang tertunda, maka hitung sendiri berapa banyak konser yang tertunda selama pandemi Covid-19 sampai hari ini.

“Kalaupun ada kegiatan musik di acara pernikahan, ulang tahun dan sebagainya di tingkat kelurahan di berbagai kota, namun skalanya masih sangat kecil. Yang pasti, pandemi telah membuat para musisi kesulitan secara ekonomi,” katanya.

Harry Koko menambahkan bahwa hampir semua negara di dunia mengalami masalah besar selama pandemi, namun pemerintah harus ada ketegasan yang pasti tentang protokol kesehatan demi menunjang kegiatan ekonomi.

Caranya, pemerintah daerah memberi kelonggran bagi kegiatan seni. Misalnya, menggratiskan sewa gedung atau areal bagi kegiatan seni, mengurangi atau bahkan menghapus pajak tontonan bagi kegiatan seni. Syukur-syukur, industri kreatif  PHRI juga dibantu.

Kalau kegiatan mereka mendapat bantuan konkret dari pemerintah, saya kira kita bisa keluar dari masa pendemi ini,” pinta Harry Koko Santoso.

Tidak ada kegiatan manggung (off air) selama Pandemi Covid-19 juga disuarakan oleh Agi Sugianto selaku produser artis, seperti Trio Macan, T-Five dan D’Mojang.

”Hitung saja, jika Trio Macan sekali manggung dibayar 70 juta. Jika dalam sebulan katakanlah 4 kali, maka jika dihitung dari bulan maret sampai sekarang sudah berapa juta ratus juta kerugiannya,” jelas Agi.

Lebih jauh Agi mengatakan bahwa penghasilan utama artis di bawah naungannya, terbesar berasal dari konser off air, sehingga jika tidak ada konser, itu artinya tidak ada pemasukan.

Demi memaksimalkan pemasukan, Agi sudah melakukan terobosan, seperti mengadakan  konser secara digital. Hasilnya, 70 persen hasil digital masih tergantung dari hasil konser artisnya. Sementara pemasukan dari YouTube,  belum bisa dijadikan ladang pemasukan.

“Pemasukannya fluktuatif yang baru bisa diterima pada tahun depan,” jelas Agi yang mengamini pernyataan Harry Koko Santoso, tentang perlunya prosedur tetap dari pemerintah untuk menggerakkan kembali dunia hiburan di masa new normal.

Selain Harry Koko Santoso dan Agi Sugianto, PWI Sie Musik, Film dan Lifestyle juga menghadirkan para narasumber lain, seperti  musisi – Roy Jeconiah, Ketua Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI) – Djonny Sjafruddin, pekerja seni – Inggrid Wijanarko, komedian – Derry 4 Sekawan, Ketua Umum Pafindo – Bagiono Prabowo dan Ketua Umum Parfi – Alicia Johar.

Diskusi yang berlangsung dalam suasana akrab ini dibuka secara resmi oleh Ketua PWI DKI Jakarta, Sayid Iskandarsyah, yang hadir bersama jajaran pengurus harian PWI DKI Jakarta.

Dalam sambutannya, Sayid Iskandarsyah mengatakan bangga dengan kegiatan PWI DKI Jakarta Sie Musik, Film dan Lifestyle  yang menghadirkan para narasumber yang kompeten di bidangnya.

Ketua PWI DKI Jakarta Sie Musik, Film dan Lifestyle

Irish Riswoyo selaku Ketua PWI Sie Musik, Film dan Lifestyle berharap kegiatan ini mampu  menemukan solusi terbaik dan keputusan bersama yang kelak akan diserahkan DPR RI Komisi X.

“Sebagai jurnalis yang kesehariannya meliput kegiatan hiburan, ikut prihatin dengan kondisi dunia hiburan yang belum juga bangkit dari keterpurukan akibat pandemi Covid-19.

“Disini kami merasa perlu duduk bersama dan berdikusi dengan semua stakeholder dunia hiburan, guna menemukan solusi terbaik agar pekerja seni bisa segera kembali beraktivitas di era new normal ini,” ujar jurnalis senior ini.

Suksesnya diskusi Recovery Industri Hiburan di Era New Normal, mendapat dukungan dari Jambuluwuk Resort, Warner, Pafindo, Proaktif, Nagaswara, Balihai, Keith Rustam, Sandec Sahetapy, Bogor Rain Cake, Deteksi Production, PT Bromo Noto Negoro dan PT Satas Transportindo International (STI). (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Musik

Bahagianya Nursia (Maluku Utara), Melaju ke Top 28 Dapat Hadiah Uang dan Baju

Published

on

By

Cinta (Jawa Barat)

Kabarhiburan.com – Jelang babak Top 28 menyisakan 21 provinsi yang masih memiliki Duta di panggung LIDA 2021, disusul Elsa (Kalimantan Barat) yang tersingkir pada konser Top 42 Group 7 Putih.

Konser yang berlangsung Kamis (6/5) malam, dibuka oleh Cinta (Jawa Barat) dengan lagu Cinta Ayah. Ia begitu menghayati kata demi kata lirik lagunya, membuat Dewan Juri Lesti DA, Reza DA, Fildan DA dan Ekon Tjandra terkesima dan memberinya standing ovation.

Terutama Lesti DA yang mengaku teringat pada almarhum ayahnya, saat melihat penampilan Cinta menyanyi.

“Cinta, Masya Allah kamu nyanyi lagu ini dengan sangat baik, terima kasih banget. Terima kasih buat Bapak yang selalu menemani dan membesarkan Dedek hingga sekarang.” ungkap Lesti sambil berurai air mata.

Cinta juga mengungkapkan lagu yang dibawakannya terinspirasi akan sosok almarhum ayahnya yang selalu ada untuk dirinya. “Bapak, Cinta kangen banget sama Bapak” bisik Cinta.

Nursia (Maluku Utara)

Dewan Juri Lesti DA, Fildan DA dan Eko Tjandra memberikan standing ovation untuk Nursia (Maluku Utara) yang energik saat menyanyikan Janur Kuning.

Fildan menilai Nursia pintar mengendalikan suasana dan mampu memberikan sesuatu yang berbeda.

“Kamu memberikan racun-racun yang luar biasa dan cengkoknya, gila banget.” puji Fildan. Selain standing ovation, Nursia juga panen hadiah berupa uang senilai Rp 1 juta dari Reza DA.

“Semoga hadiah dari saya membuat kamu semangat dan semakin bisa menampilkan yang terbaik. Sukses, ya,” ucap Reza.

Rasa kagum juga mendorong Eko Tjandra untuk memberikan baju untuk Nursia yang langsung dipakainya di panggung.

“Ini spesial aku bikin dan jahit sendiri, loh.” kata Eko usai memberikan baju.

Elsa (Kalimantan Barat)

Sayangnya sukses Cinta dan Nursia tidak sampai kepada Elsa (Kalimantan Barat). Lagu yang didendangkannya, Tamu Malam Minggu, malah mendatangkan kritik tajam dari Reza DA.

“Mulai dari ambitusnya yang fatal serta banyak juga falsnya. Endurance kamu berantakan, terdengar sekali cara bernyanyi kamu keteteran.” tutur Reza.

Seperti sudah diduga, polling akhir menempatkan Cinta (Jawa Barat) di posisi teratas dan memastikan diri untuk lanjut ke babak Top 28. Sementara Nursia (Maluku Utara) yang berada di posisi dua terendah mengikuti jejak Cinta, setelah diselamatkan lewat vote dari Dewan Juri.

Itu artinya, Elsa (Kalimantan Barat) harus tersenggol dari panggung LIDA 2021, sekaligus membuat Kalimantan Barat kehilangan seluruh Duta Provinsinya di LIDA 2021.

Mengingat persaingan diantara 21 provinsi kian ketat, pemirsa dapat memberikan dukungan kepada Duta Provinsi favoritnya, supaya Duta Provinsi kebanggan pemirsa dapat tetap bertahan di panggung LIDA 2021.

Dukungan dapat disampaikan melalui aplikasi Shopee sebagai official voting partner LIDA 2021, atau kirim SMS ke 97288 dengan format: LIDA (spasi) Nama Duta dengan tarif Rp 2.200 per sms. (Tumpak S. Foto-foto: Dok: Indosiar)

Continue Reading

Musik

Andika Mahesa dan Liebie Batal Kolaborasi dalam Single ‘Kemenangan’

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Penyanyi Liebie kembali luncurkan karyanya, sebuah single religi berjudul Kemenangan. Ini menjadi single religi keduanya, setelah Sujudku yang diterbitkan pada awal Ramadan 2021.

Lagu Kemenangan berkisah tentang perasaan umat muslim secara keseluruhan yang telah meraih kemenangan, usai menjalankan ibadah puasa selama sebulan, meski tidak kunjung bisa mudik berlebaran.

“Tema lagu Kemenangan berbeda dari single Sujudku, yang mengisahkan kisah pribadi saya,” jelas Liebie dalam keterangan tertulis, Jumat (7/5).

Liebie yang bernaung di bawah label Bintang Andika Musik (BAM), melibatkan Joel Lasso untuk menggarap aransemen. Sedangkan produser ditangani oleh Ferdian.

Lewat single Kemenangan pula, Liebie sebenarnya ingin mengulang suksesnya saat berduet dengan Andika Mahesa dalam single Janji Babang, beberapa waktu lalu.

Hanya saja, Liebie harus menenangkan hati, rencana tersebut harus ditunda.

Sebenarnya. mau duet dengan ‘Babang’ (panggilan akrab Andika Mahesa), tetapi karena pengetatan perjalanan oleh pemerintah sehubungan dengan larangan mudik maka saya batalkan,” jelas pedangdut asal Bandar Lampung ini.

“Habis Lebaran nanti. Insya Allah, aku mau merilis single lagi. Nah, disitu aku akan duet sama babang seperti lagu di single sebelumnya Janji Babang,” ujar Liebie memberikan bocoran.

Seperti diketahui, tidak sulit bagi Liebie untuk menyatukan chemistry berduet dengan Andika Mahesa. Selain masih ada hubungan saudara, Andika sekaligus memegang jabatan Direktur di Bintang Adian Musik (BAM).

Lagu Kemenangan akan diputar serentak di stasiun radio di seluruh Nusantara, mulai Jumat (7/5). Selain sudah bisa dinikmati di semua platform digital musik seperti; iTunes, Spotify, Joox, YouTube Music, dan digital streaming lainnya. (Tumpak S)

Continue Reading

Musik

Tak Pernah Merasa Tua, God Bless Persembahkan ‘Mulai Hari Ini’

Published

on

By

Kabarhiburan.com – God Bless, band rock legendaris, merayakan 48 tahun perjalanan musiknya di Industri musik Indonesia.

Selama itu pula, band yang digawangi  Achmad Albar (vokal), Donny Fattah (bass), Ian Antono (gitar), Abadi Soesman (kibor), dan Fajar Satritama (drum), tampil di atas pentas  mengaktualisasikan God Bless sebagai seniman musik.

“Jika Mulai Hari Ini, God Bless genap berusia 48 tahun, kami sama sekali tidak pernah merasa tua karena esensi musik sebaiknya dilepaskan dari dimensi ruang dan waktu. Yang kami lakukan adalah meretrospeksi karya-karya yang sudah pernah dihasilkan,” ujar God Bless dalam keterangan tertulisnya, Rabu (5/5).

Bertepatan dengan hari ulang tahunnya, God Bless juga memberi nafas baru pada lagu Mulai Hari Ini, lagu yang melukiskan perjalanan anak manusia dari hitam ke putih, meninggalkan kekelaman untuk menuju jalan Tuhan.

Hal ini merupakan pengayaan tema God Bless dalam menelusuri aspek kehidupan, mulai sosial, humanisme, lingkungan, kritik, persahabatan dan sebagainya.

Mulai Hari Ini dijadikan obat kerinduan God Bless yang tidak dapat menemui penggemarnya selama pandemi. Selain, dapat diartikan sebagai sebuah harapan bagi God Bless untuk menyongsong hari baru yang semoga akan terus membaik.

“Semoga lagu ini bisa menjadi penyejuk, terutama bagi saudara-saudara kami yang dalam waktu dekat akan merayakan hari raya Idul Fitri,” pinta mereka.

Lagu Mulai Hari Ini merupakan karya cipta Ian Antono dan Fajar Budiman. Berirama rock n roll klasik, warna yang pernah dimunculkan pada debut album lewat lagu Sesat dan Rock Di Udara. Sempat pula menghiasi film Alangkah Lucunya (Negeri Ini), garapan Deddy Mizwar dengan Reza Rahardian dan Slamet Rahardjo sebagai tokoh utama.

Ian Antono juga mengerjakan scoring-nya bersama Thoersi Argeswara dimana kolaborasi ini dianugerahi Piala Citra sebagai Penata Musik Terbaik pada Festival Film Indonesia 2010. (Tumpak S)

Continue Reading
Advertisement

Trending