Connect with us

Event

Rahayu Kertawiguna Raih “Produser Pejuang Hak Cipta” dari PAPPRI

Published

on

Rahayu Kertawiguna diapit oleh Ketua Umum PAPPRI, AM. Hendropriyono dan Penyanyi Legenda, Ivo Nilakhresna (kiri).

Kabarhiburan.com, Jakarta – Menandai perayaan Hari Musik Nasional (HMN) 2020, CEO NAGASWARA Rahayu Kertawiguna selaku CEO Nagaswara menjadi satu dari 8 tokoh musik nasional yang mendapatkan Anugerah Bakti Musik Indonesia, dalam kategori “Produser Pejuang Hak Cipta”.

Penghargaan tersebut diserahkan dalam acara perayaan “Hari Musik Nasional dan Apresiasi Bakti Musik Indonesia” yang dilangsungkan di Gedung Perpustakaan Nasional RI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (11/3) malam.

Rahayu yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum PAPPRI, telah memberikan dedikasi dan berjasa terhadap pengembangan musik di Indonesia. Pemilihan dirinya sebagai penerima penghargaan diputuskan oleh panelis dengan ketua Chandra N. Darusman.

Baginya penghargaan tersebut tidak pernah dibayangkan sebelumnya. Begitu terjun ke industri musik, Rahayu sudah mulai memperjuangakan hak cipta bagi musisi dan pelaku industri musik sejak tahun 2005.

Penganugerahan tersebut, berlangsung ditengah NAGASWARA Publisherindo Music (NPM) yang mewakili pencipta lagu Lagi Syantik berjuang di Pengadilan Nageri (PN) Jakarta Pusat melawan keluarga Gen Halilintar atas dugaan pelanggaran hak cipta lagu tersebut.

“Saya tidak pernah membayangkan akan memperoleh penghargaan ini. Karena sejak awal memperjuangkan persoalan hak cipta musik di tanah air, sungguh tidak mudah. Hingga hari ini, kita masih berhadapan dengan mereka yang merampas dan tidak menghargai hak-hak para musisi.

“Saya mengucapkan terimakasih kepada PAPPRI atas penghargaan ini. Apa yang saya peroleh ini adalah penghargaan bersama bagi mereka yang juga terus memperjuangkan hak cipta bagi para musisi tanah air,” kata Rahayu Kertawiguna.

Para penerima Anugerah Bakti Musik Indonesia 2020.

Beberapa langkah Rahayu Kertawiguna dalam upaya pemberantasan pembajakan terhadap karya musik di Indonesia, seperti berikut:

1.Bersama Togar Sianipar mendirikan GAPERINDO (Gabungan Perusahaan Rekaman Indonesia) tahun 2005. Rahayu menjabat sebagai Sekjen dan terus mengupayakan pemberantasan pembajakan di dunia musik.

2.Menghadirkan Kerispatih dan sejumlah artis untuk menyampaikan surat terbuka menyangkut pembajakan kepada Drs. Sutanto yang saat itu baru terpilih sebagai Kapolri (2005).

3.Merilis album band Seventeen (“Lelaki Hebat”) di pusat pembajakan, Glodok (2008).

4.NAGASWARA memproduseri album perdana SBY “Rinduku Padamu” sekaligus membayar royalti album tersebut sebagai bagian dari pendekatan kepada pemerintah guna membasmi persoalan pembajakan yang semakin merajalela (2008).

5.Menobatkan duo T2 (Tika dan Tiwi) sebagai sebagai Duta Gerakan Anti Pembajakan (2008).

6.Menandai Hari Musik Nasional, NAGASWARA membuka outlet NAGASWARA Original Store (NOS) di tengah-tengah penampungan bajakan di Glodok, 11 Maret. Inilah bentuk perlawanan “face to face” NAGASWARA dengan para penampung CD/ VCD/ DVD bajakan di Glodok. NOS menjual CD/ VCD/ DVD original dengan harga ekonomis, bahkan sama dengan harga bajakan.

7.NAGASWARA memperkarakan Inul Vizta atas tuduhan menggunakan video klip bajakan artis-artisnya di gerai-gerai karaoke Inul Vizta (tahun 2015).

8.Dari tahun 2005 hingga saat ini, Rahayu tetap berjuang dan memperkarakan para pembajak yang membajak lagu-lagu milik artis NAGASWARA hingga ke pengadilan. Untuk itu, ia bahkan sampai ke beberapa pengadilan di daerah.

9.Rahayu sering diminta keterangannya sebagai saksi ahli dalam proses pengadilan kasus pembajakan karya cipta.

10.Rahayu juga kerap diundang sebagai dosen tamu menyangkut persoalan pembajakan di kalangan akademis, termasuk memberikan masukan akan hal yang sama di Kementerian Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif.

11.Rahayu dan NAGASWARA mendapat kehormatan dari Presiden Jokowi yang semasa kampanye sempat hadir di NAGASWARA dan membuat video klip bersama artis-artis NAGASWARA seperti Delon, Tika T2, Hello band, Zivilia, Fitri Carlina, Siti Badriah dan lain-lain untuk lagu “Cari Presiden”. Dalam kesempatan tersebut, Jokowi juga dinobatkan sebagai “Presiden Anti Pembajakan.”

“Kita berharap industri musik nasional akan terus lebih baik di masa-masa mendatang. Untuk itu, insan musik harus tetap semangat berkarya, terus memperjuangkan apa yang menjadi hak mereka. Selamat Hari Musik Nasional 2020. No Music No Life,” tegas Rahayu. (Rls)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Event

Pesan Migi Rihasalay Lewat Desainnya Bertema ‘SEMI’ dan Lukisan Botol

Published

on

By

Migi Rihasalay

Kabarhiburan.com – Semangat kreatif desainer Migi Rihasalay terus bersemi, meski di tengah pandemi. Salah satunya, Migi hadirkan dalam karya busana terbarunya pada pagelaran busana Malang Fashion Movement (MFM) 2021, di kota Malang, Jawa Timur, Sabtu (10/4) silam.

Pagelaran busana tersebut berlangsung di Kota Malang, Jawa Timur. Di sana, Migi bersama desainer nasional lainnya menghadirkan busana ready to wear bertema ‘SEMI’.

Tema kali ini punya arti ‘bersemi’,  diangkat dari penantian sebuah musim.

“Dimana banyak orang menanti, setelah musim hujan, datanglah musim semi yang akan menyambut musim kemarau,” ujar Migi di Jakarta, dalam keterangan tertulisnya baru-baru ini.

Migi menerjemahkan tema tersebut ke dalam desain terbarunya, yang bernuansa cerah dari warna-warni bunga dan dituangkan ke bahan linen.

Baginya, desain ini sekaligus menjadi ciri khas untuk bahan fashion yang nyaman disandang pada musim semi.

“Seperti banyaknya harapan dipergantian musim guna menyambut hari baru. Sesuai dengan harapan kita semua agar pandemi Covid-19 cepat berlalu,” pinta Migi, yang memilih 8 look terbaik dari 15 look rancangannya pada MFM 2021.

Menariknya, selain terus berkarya sebagai desainer busana, Migi pun merawat kreatifitasnya untuk produktif di bidang seni lainnya. Salah satunya melalui media botol daur ulang alias bottle recycle.

Ia pun mengumpulkan botol-botol bekas, lalu dicuci dan bersihkan. Botol tersebut dicat beraneka warna untuk kemudian dilukis.

“Ini bukan sekadar hobi semata, namun punya maksud dan tujuan yakni menggali potensi teman-teman dan anak-anak yang suka melukis,” jelas Migi.

Migi bersama sang suami Andrew James di Rumah Joglo, di Tanjung Lesung, Banten.

Bahkan, Migi dan sang suami, Andrew James, akan membentuk sebuah program belajar dan berkarya sebagai wadah bagi anak-anak yang hobi melukis.

“Program ini akan kami gelar di rumah kreatif, di Kampung Joglo yang kami bangun di Tanjung Lesung, Banten,” jelas Migi menambahkan. (Tumpak S)

Continue Reading

Event

Baksos Tiga Panti Asuhan Forwan Gandeng TNI AU

Published

on

By

Kabarhiburan.Com. Forum Wartawan hiburan (FORWAN) Indonesia kerja bareng dengan Ikatan Mandiri Perwira Remaja Millenium (IMPERIUM) 2000 TNI AU menggelar bakti sosial ke 3 Panti Asuhan di kawasan Lubang Buaya, Jakarta Timur.

“Kami alumni Ikatan Mandiri Perwira Remaja Millenium (IMPERIUM) 2000 TNI AU dengan senang hati mendukung kegiatan baksos dalam rangka ulang tahun ke 7 Forwan. Kegiatan sosial ini senafas dan sejalan dengan misi
IMPERIUM 2000, untuk itu ajakan kerjasama baksos kami sambut gembira” ujar Letkol Pnb Hendra Supriyadi, S.E., MMOAS, Ketua Imperium di yayasan Nurul Ibad Lubang Buaya Jakarta Timur.
Senin (10/5/2021.

Acara yang bertajuk pemberian Tali Asih Kepada Anak Yatim Dan 7 Tahun FORWAN Melangkah dengan membagikan 300 bingkisan
,dari IMPERIUM 2000 dan
FORWAN.

dan santunan di tiga panti asuhan yakni, Yayasan Darul Quran, Yayasan Nurul Ibad Dan Yayasan Nurul Huda, dan masing-masing panti mendapatkan 100 bingkisan.

“Setiap tahun kami berbagi tali asih kepada anak-anak yatim, alhamdulilah tahun ini bersama FORWAN di bulan suci Ramadan kami bisa berbagi di 3 Panti Asuhan. Semoga berkah buat teman-teman perwira yang tergabung di IMPERIUM 2000
dan FORWAN.” Ujar Letkol Pnb Hendra Supriyadi.

Sementara, Sutrisno Buyil selaku Ketua Umum FORWAN mengaku bersyukur bisa kerjasama dengan IMPERIUM 2000 yang beranggotakan perwira menengah aktif yang memiliki kesibukan luar biasa padat.

“Kerjasama dengan IMPERIUM 2000 lumayan singkat, meski baru saling mengenal tapi tawaran FORWAN untuk menggelar baksos disambut antusias. Bahkan ditengah kesibukannya bisa mencari 3 panti asuhan untuk berbagi tali asih, Ini bukan pekerjaan mudah, untuk itu FORWAN mengucapkan terima kasih kepada IMPERIUM 2000,” ujar Sutrisno Buyil dalam kata sambutannya sebelum membagikan santunan.

Buyil berharap kerjasama dan sinergitas antara TNI AU pada umumnya dan pada khususnya bisa terus terjalin di masa depan.

“Kesamaan visi dalam bidang sosial, membantu rekan sejawat yang sedang sakit, kena musibah dan membantu keluarga rekan yang ditinggal selamanya sahabatnya. Modal kuat untuk saling bersinergi,” harap Buyil.

“Untuk itu FORWAN mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada IMPERIUM 2000, Ucie Sucita, PT. Kino Indonesia Tbk, PT Melon Indonesia, SCTV , Indosiar, Direktorat Film, Musik dan Media Baru Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Nagaswara Music, Proaktif, Soto Seger Boyolali Hj. Amanah. Dengan harapan kerjasama yang baik ini terus terjalin kedepannya, ” pungkas Sutrisno Buyil.

Acara baksos ditutup dengan silaturahmi antara Perwira IMPERIUM 2000 dengan TIM FORWAN ***

Continue Reading

Event

Easy Goers Ajak Anak Yatim Piatu Pilih Sendiri Baju untuk Merayakan Lebaran

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Sebanyak 79 anak yatim dari Yayasan Marhaban Yatama dan Al-Abqo, langsung gembira ria saat mendapat tawaran untuk jalan-jalan ke Plasa Bintaro, tepatnya Cahaya Departement Store.

Diajak jalan-jalan saja sudah membuat mereka riang gembira. Apalagi, diizinkan untuk memilih sendiri pakaian dan sepatu baru yang diinginkan untuk dikenakan menyambut Hari nan Fitri, 1442 H, yang sudah di depan mata.

Dalam tempo relatif singkat, satu demi satu anak telah menenteng tas berisi pakaian maupun sepatu. Mereka dengan sabar menunggu teman lainnya yang masih sibuk memilih dan mencoba pakaian yang diinginkan.

“Alhamdulillah tadi ambil baju dan sweater. Senang, nggak nyangka bisa belanja di sini,” ucap Nia (13), anak yatim dari Yayasan Marhaban Yatama.

Kegembiraan sama juga dirasakan Ardi (17) dari Yayasan Al-Abqo. Ia bersama teman-temannya mengaku bersyukur diberi kebahagiaan jelang Lebaran, diajak belanja oleh Permata Warokka dari komunitas Easy Goers, Tangerang Selatan.

“Semoga ibu Permata sehat selalu, panjang umur. Dilancarkan segala usaha dan rejekinya. Alhamdulillah, sudah dua kali lebaran dibeliin baju baru,” ucap Ardi.

Kegiatan menggembirakan ini diinisiasi oleh Komunitas Easy Goers, mengajak anak-anak yatim belanja kebutuhan lebaran.

Tim Easy Goers begitu setia dan sabar menemani masing-masing anak memilih pakaian yang diinginkan. Tim lainnya berada di dekat kassa, sibuk menghitung nilai belanjaan masing-masing anak.

Menurut Yayak, humas Easy Goers, belanja bareng anak yatim menjadi acara puncak aksi sosial Easy Goers jelang Lebaran.

Sebelumnya, mereka sudah menggelar aksi sosial di berbagai lokasi di seputaran Jabodetabek, seperti menyalurkan sembako, buka bersama dan sahur on the road dan masih banyak lagi.

“Kami juga bekerjasama dengan organisasi atau komunitas yang punya misi sama. Seperti komunitas Seruni Pertiwi yang peduli terhadap kemanusiaan,” ujar Yayak menambahkan.

Permata Warokka sebagai pencetus ide sekaligus donatur dalam Easy Goers mengungkapkan bila kegiatan baksos sudah menjadi agenda rutin.

“Kegiatan berbagi ini sebenarnya sudah menjadi agenda aku setiap tahun dan selalu berganti-ganti kolaborasinya dengan komunitas,” jelasnya.

“Kebetulan sekarang berkolaborasi dengan komunitas Easy Goers, dimana aku solid bersama mereka dan alhamdulillah kegiatan yang positif ini berjalan dengan lancar,” tambahnya lagi.

Rencana kedepannya, komunitas Easy Goers akan menggelar bakti sosial lainnya. Seperti donor darah, sunatan masal dan pemeriksaan gigi secara gratis bagi masyarakat yang tidak mampu.

“Insya Allah, kedepannya masih banyak kegiatan sosial lainnya. Semoga pandemi segera berlalu dan kami bisa mewujudkan niatan Easy Goers yang selalu ada bagi mereka yang membutuhkan,” jelas Permata.

Tentang Easy Goers, Permata pun menjelaskan bila komunitasnya tidak sekedar berkumpul tanpa tujuan. “Jadi aku bersama komunitas Easy Goers ini bukan hanya group WAG dan sekedar nongkrong-nongkrong. Tetapi selalu ingin berbuat hal-hal positif untuk membantu siapa saja yang membutuhkan,” katanya mengakhiri perbincangan. (Tumpak S)

Continue Reading
Advertisement

Trending