Connect with us

Musik

Raih 4 ‘Standing Ovation’, Soca (Lampung) Tersenggol dari LIDA 2020

Published

on

Kabarhiburan.com, Jakarta – Lama tidak terdengar kabarnya, penyanyi dangdut senior, Mansyur S tampil di panggung LIDA 2020, Selasa (17/3). Mansyur berduet dengan Nassar membawakan lagu yang pernah hits berjudul Khana, telah membuat suasana studio menjadi semarak.

Penampilan mereka mengawali Konser Top 24 Grup 2, yang menampilkan persaingan Andi Nailah (Sulawesi Selatan), Siti Nurjannah Rumasu (Papua Barat), Hirna Soca (Lampung), dan M. Agung Putra R (Bengkulu).

Soca (Lampung) yang menjadi pembuka konser, mendapat empat standing ovation usai menyanyikan lagu Sunyi, milik Erie Suzan.

“Penampilan kamu semakin hari semakin bagus, kamu perempuan cerdas. Beruntung sekali yang mendapatkan kamu nanti,” puji Fildan DA.

Seperti Soca, Janna (Papua Barat) juga menyuguhkan lagu yang pernah dipopulerkan Erie Suzan, yakni Hujan. Hanya saja, Janna belum berhasil memperoleh pujian dari Dewan Juri.

Soimah menilai penampilan Janna terlihat kurang mendalami isi lagunya.

Kurang mendapat respons positif dari Dewan Juri, juga diperoleh Ila (Sulawesi Selatan), usai  membawakan lagu Dua Kursi, yang pernah dipopulerkan Rita Sugiarto.

Menurut Soimah, penampilan Ila terlihat menurun, sehingga Dewan Juri tidak bisa menyelamatkan Ila jika penampilannya tidak diperbaiki.

Giliran Agung (Bengkulu), satu-satunya duta pria dari Group 2 berhasil meluluhkan hati seluruh Dewan Juri lewat lagu Sudah Tau Aku Miskin, yang dipopulerkan Muchsin Alatas.

Tidak hanya itu, Agung juga memberi ‘bonus’ penampilannya dengan kepiawaian memainkan alat musik piano. Agung pun menerima segenap pujian Dewan Juri, termasuk mencuri hati Lesti DA.

“Agung, penampilan kamu berhasil mencuri hati aku,” ujar Lesti.

Penampilan Agung yang spektakuler tersebut turut mengangkat nama Agung dari posisi terrendah, 13, 33 persen. Dewan Juri menyelematkannya untuk lolos ke babak selanjutnya, bersama Ila di posisi teratas dengan nilai 36,90 persen dan Janna sebesar 31, 81 persen.

Sementara itu, Soca (Lampung) yang nilainya di zona tidak aman harus rela tersenggol dari panggung LIDA 2020. Ia menyusul Novia Mayang Sari sudah tersenggol sejak babak Top 44. Masyarakat Lampung pun kehilangan seluruh Duta Provinsinya di panggung LIDA 2020.

Soca yang sempat menuai pujian plus 4 standing ovation harus terdegradasi. Sebaliknya Ila dan Janna  menuai  kritik atas penampilannya, justru berhak melaju ke babak selanjutnya.

Situasi tersebut, sekali lagi menjelaskan betapa Polling SMS LIDA 2020, memiliki andil yang kuat dalam mendukung perjalanan para Duta Provinsi menuju tangga juara. (Tumpak Sidabutar/KH. Foto: Dok. Indosiar)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Musik

Elvy Sukaesih Bosan Mengalah

Published

on

By

Kabarhiburan.com, Depok

Seyogyanya, kamis ( 9/7.20) ratu dangdut, Elvy Sukaesih berniat bikin syukuran pada teman teman wartawan di rumahnya, bilangan Cawang, Jakarta Timur —– atas terbitnya single terbaru, Bosan Mengalah, ciptaan Nanang S yang bakal di rilis oleh HP Music.
Karena masih suasana pandemi covid-19, izin ‘keramaian’ tak dikeluarkan oleh keamanan setempat.

Untuk tetap bisa memperkenalkan single terbarunya itu, Elvy pun mengunggah potongan vedio klip yang dibuat oleh Christ Sinyal pada Jumat ( 10/7.30) di akun Instagram nya, @elvysukaesih. Sontak, unggahan lagu yang di arransemen oleh Aliek Ababil tersebut di serbu penggemarnya lewat kolam komentar . Rata rata sanjungan setinggi langit. Keren habis!

Support pun datang dari sesama penyanyi, seperti dari Iis Dahlia, Camelia Malik, Hety Koes Endang, Yunita Ababil via akun @corinovita_12.

Sementara, di kanal Official Music Video Hp Music, lagu Bosan Mengalah yang diunggah baru hitungan jam, penikmatnya sudah lebih dari 17 ribu. Dan, sudah ada iklan online nya. ” Itu belum seberapa. Lagu ini belum saya promosikan,” ungkap Hadi Soenyoto dari HP Music saat dihubungi Kabarhiburan.com Minggu ( 12/7.20)

Lajut Hadi, beraninya produser dari Hp Music ini mengorbitkan Elvy Sukaesih yang terbilang tak muda lagi. Dengan lugas, Hadi katakan dirinya tak takut, penyanyinya itu bersaing dengan para pendatang baru yang cantik cantik.
Selaku produser, ia tak pernah ada istilah buang penyanyi yang tua yang sudah afkir.. Dan produksi penyanyi muda, greas serta menjanjikan,
“Selama penyanyi itu masih bersemangat dan vocalnya tak terlalu berubah, tetap saya akan produksi. Persoalan rejeki ( untung,red) sudah ada yang mengaturnya,” terang Hadi.

Hadi Soenyoto seperti memberi contoh, kehadiran Elvy Sukaesih kembali di dunia recording dan tetap masih eksis di panggung panggung hiburan dalam usianya kini, sebagai contoh yang terbaik bagi para pendatang baru yang patut dituru.

” Penyanyi itu bukan sekedar modal tampang, cantik. Akan tetapi, kualitas vocal dan performa juga harus diperhatikan, harus dijaga, ” tegasnya, seraya memberikan contoh lagi, pedangdut Rhoma Irama tak muda lagi, akan tetapi fisik dan suaranya tetap terjaga.
( Zar/KH) foto foto: Istimewa

Continue Reading

Musik

Pertemuan Terakhir Papa T Bob Dan Produser HP Record, Hadi Soenyoto

Published

on

By

Kabarhiburan.com, Depok

Jumat ( 10/7- 20) dunia hiburan kembali kehilangan putra kreatif di dunia recording. Papa T Bob — begitu lelaki kelahiran 22 Oktober 1960 ini kerap di sapa.

Sebelum meninggal,  pencipta lagu anak anak ini, akan cek up ke rumah sakit,  mendadak  terjatuh di rumahnya, dan mengalami batuk batuk kecil. Oleh anaknya, Papa T Bob  secepatnya di larikan ke RS Budi Asih, Cawang. Namun, nyawa lelaki yang bernama di KTP , Erwanda Lukas ini tak tertolong.

Pada,  April lalu, pencipta lagu anak anak yang banyak menelurkan album dan mencetak pendatang  penyanyi baru anak anak di era tahun 1990 an ini sempat diopname, karena penyakit diabetesnya yang menahun.

Di sekitar bulan April itu pula, penyanyi yang sempat banyak “mendulang dolar” dari dunia recording ini, beranjang sana ke kantor HP Record, di bilangan Harco Manga Dua, Jakarta Barat.

Kondisinya sungguh memprihatinkan. Perawakannya, terlihat begitu amat kurus. Ia turun dari ojek online.  Di masa jayanya, mobil merek apa yang tak pernah ia pakai dan miliki.

“Iya, badan ini susut lebih dari 20 Kg. Dua bulan terakhir ini, baru agak mendingan naik 4 Kg, ” cerita  Papa T Bob  pada Kabarhiburan.com mengenai penyakitnya itu.

Saat itu, Papa T Bob mengakui, ia tengah menjalankan Detox (cara perawatan yang berfungsi untuk mengeluarkan racun-racun yang berada di dalam tubuh, red)
” Jadi saya tak boleh makan makanan yang mengandung karbohidrat,” lanjutnya. Proses Detox ini diakuinya sudah  berjalan nyaris dua tahun, “Alhamdulillah,  badan terasa lebih sehat, ” ungkapnya lagi.

Kehadiran papa T Bob  ke kantor HP Record itu,  sama halnya dengan penyanyi dan para pencipta lagu lainnya, menawarkan karya lagunya. Menurut almarhum, Produser HP Record, Hadi Soenyoto “wajib” merekam ulang lagu fenomenalnya, saat Papa T Bob, masih menggunakan nama Wanda Chaplin.

” Harusnya, Pak Hadi, berani merekam ulang lagu saya yang satu ini. Lagunya pernah ngetop Pak,” ungkap Papa T Bob, seraya menyanyikan sepenggal lagunya itu di depan Hadi Soenyoto secara akapela ( proses menyanyi tampa diiringin alat musik, red.).

Produser yang banyak mengontrak para penyanyi dan para pencipta lagu ini, hanya mangut mangut kecil, mendengarkan Papa T Bob, menyanyi secara akapela itu.
” Yang terpenting, sekarang ini, kamu naikin berat badanmu, sehat dulu, ”  celetuk Hadi Soenyoto  atas permintaan Papa T Bob itu.
” Oh iya, kamu datang ke sini naik apa?, ” tanya Hadi Soenyoto yang banyak mencetak dan mengontrak penyanyi top, seperti Nicky Astria,  Popy Mercury, Helda Sanira, Iis Dahlia, Rita Sugiarto,  Mansyur S, Rhoma Irama, dan lainya.
” Itu pak, tadi naik ojek online, ” ungkap Papa T Bob, tampa tedeng aling aling. Tak lama, Hadi Soenyoto pun pamit untuk keluar kantornya lebih dahulu, karena ada keperluan.

Ketika kabarhiburan.com kembali  hubungi produser  HP Record, Hadi Soenyoto mengakui, dengan almarhum belum terikat kerjasama. “Hanya ada satu lagu yang saya kontrak lagu almarhum, itu pun dari Publishernya, ”  terang Hadi Soenyoto Jumat ( 10/7.20).
Judulnya, Susan Nyanyi Lagi, “Mungkin ini karya almarhum yang terakhir akan di bawakan oleh Ria Enes,” ungkap Hadi Soenyoto.
( Zar/KH) foto foto: Istimewa

Continue Reading

Musik

Gaet Denada, Vito Damay Rilis ‘Tambah Cinta’ Bikin Semangat Himpun Donasi Bagi Pekerja Seni

Published

on

By

Kabarhiburan.com, Jakarta – Di tengah konsentrasinya menangani pasien dengan Covid-19, dr. Vito Damay Sp JP, M.Kes, FIHA memanfaatkan waktu luangnya untuk menulis lirik dengan pesan yang kuat lewat lagu berjudul Tambah Cinta.

Lagu Tambah Cinta yang ditulisnya bersama Roni Namul, Vito Damay ingin menyampaikan pesan penyemangat untuk sama-sama menghadapi pandemi. Lagu berjudul Tambah Cinta sangat cocok didengarkan untuk tetap optimis dan saling menjaga.

Vito Damay menjelaskan bahwa ide membuat lagu muncul di tengah pandemi yang menyusahkan bahkan membosankan. Suasana sedih dan galau tentang apa yang harus dilakukan. Bekerja sebagai dokter pun, ia masih diiringi rasa khawatir akan virus yang mengancam, ditambah lagi banyak muncul lagu yang mendayu-dayu, bikin sedih.

“Sekarang saatnya kita move on. Aku pikir, bikin lagu yang bersemangat akan membuat kita optimis, saling bantu untuk tetap maju dengan tetap menjaga diri dari penyakit. Kita harus berjuang untuk keluarga dan orang yang kita sayangi,” ujar Vito Damay dalam webinar di Jakarta, Selasa (7/7).

Yosie Joe mengaransemen ke dalam musik yang mewarnainya dengan musik rap, Vito Damay lantunkan duet bersama rapper Denada Tambunan, membuat  lagu Tambah Cinta membawa semangat, harapan dan optimisme.

“Saat bikin lagu dengan gitar pada Maret silam, saya mikir genre apa yang bikin supaya nadanya memberi semangat dan energi baru di tengah pandemi? Pilihanku jatuh pada rap dan ingat Denada Tambunan,” jelas Vito Damay tentang pilihan genre lagu dan duet.

Vito Damay mengaku pernah komunikasi jarak jauh dengan Denada yang tengah berada di Singapura, membahas seputar Covid-19. Kini giliran Vito Damay ajak Denada Tambunan diskusi tentang lirik dan nada lagu Tambah Cinta.

Tak hanya mengajak Denada, Vito Damay juga mengajak adik kandungnya, dr. Vika Damay, ikut berdendang, mewakili generasi muda sekarang yang harus berjuang menghadapi tantangan pandemi.

Lagu Tambah Cinta sudah dapat dinikmati di platform digital itunes, joox, deezer dan apple music, sementara video klip dapat disaksikan di laman YouTube channel doktervito.

Vito Damay juga berkolaborasi bersama platform fundrising letsshare, sehingga seluruh pendapatan dari lagu Tambah Cinta akan didonasikan bagi pasien dan pekerja seni yang memerlukan uluran tangan selama masa pandemi. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement

Musik

Terbaru

Trending