Connect with us

Musik

Raina Gumay Kembalikan Masa Jaya Lagu Anak Lewat ‘Pelangiku’

Published

on

Kabarhiburan.com, Jakarta –  Keindahan pelangi selalu saja menarik perhatian siapapun yang melihatnya. Keindahan Pelangi pula yang menginspirasi Andi Rianto, akhirnya menciptakan sebuah lagu tentang pelangi.

Lagu yang menggambarkan kemunculan pelangi dari mata anak-anak ini, kemudian dijadikan lirik lagu oleh Monty  Tiwa, berjudul Pelangiku. Lagu ini dibawakan oleh penyanyi cilik, Raina Gumay.

Menyimak alunan lagunya, sangat terasa sekali kualitas yang dibentangkan sejak intro lagu Pelangiku dimulai. Ada kesan petualangan yang ditawarkan, baik dari segi lirik maupun ritmenya, sehingga membawa imajinasi dan khayalan pendengar.

Alunan musik orchestra dan suara sopran yang jernih, milik penyanyi cilik yang bernama lengkap Raina Premiera Gumay ini, juga menjadi kunci hal tersebut.

Memasuki fase kedua, Pelangiku menawarkan keceriaan yang semakin menjadi-jadi. Lompatan-lompatan nada ceria, tak ubahnya degup rasa gembira bocah bermain diselingi alunan suara  dari Raina, mengingatkan kita pada seniornya terdahulu, Sherina ataupun Gita Gutawa.

Raina berhasil menjadikan alunan ini terdengar manis, bersemangat dan sangat pas menyatu secara musikalitas dengan iringan musik dari Andi Rianto.

“Waktu pertama kali diperdengarkan lagu ini, Raina merasa seperti berada di sebuah fantasi, ada Pelanginya, fairy tail, peri-peri gitu. Rasanya indah sekali. Pas dengar dan nyanyikan pertama kali, Raina suka banget,” ujar Raina yang saat ini menginjak usia 10 tahun.

Pada usia mudanya, gadis cilik ini telah memiliki segudang pengalaman menyanyikan berbagai jingle lagu untuk berbagai produk iklan anak-anak. Kali ini, ia terasa sangat pas menceritakan tentang keindahan pelangi dari kacamata anak-anak.

Raina memang memiliki bakat menyanyi sejak kecil. Selain mengisi jingle dari berbagai macam produk kenamaan, Raina juga pernah menjadi pengisi suara salah satu lagu di film 3 Dara, pengisi acara Konser Anak TVRI.

Ia juga menggeluti berbagai acara anak, seperti menjadi pemeran utama dalam pentas Cinderella Sunflower Show, Alice in The Wonderland Mentari Show dan pengisi suara di berbagai konten Youtube.

Mimik menggemaskan Raina saat bersama musisi Melly Goeslaw

Baru-baru ini, Raina memperkenalkan lagu Pelangiku yang akan dirilisnya kepada beberapa musisi kenamaan di Tanah Air, seperti, Melly Goeslaw, Reza Artamevia, Andi Rianto, Uci Nurul, Carlo Saba dan Mario, Hivi, Arsy Widianto, Sandy Canester,  Kikan, Addie MS, Tohpati, dan pengamat musik Bens Leo sekaligus mewanwancara mereka satu persatu.

Raina yang juga pembawa acara cilik, seakan tak canggung lagi untuk berinteraksi dengan para musisi, termasuk memperkenalkan dan memperdengarkan lagu perdana yang dinyanyikannya, Pelangiku.

Berikut rangkuman wawancara dengan beberapa musisi yang video lengkapnya bisa dilihat di kanal Youtube Raina Official : https://www.youtube.com/watch?v=8RlnFBU8fSg  YD

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Musik

‘Gelora Asmara’ dari Pasangan BIANCADIMAS

Published

on

By

Pasangan suami istri Dimas Wibisana dan Bianca Nelwan, yang lebih dikenal dengan grup duo BIANCADIMAS, kembali merilis single terbaru, berjudul Gelora Asmara.

Lewat single yang dirilis pada 27 Maret 2020 ini, mereka mengekspresikan sebuah kebersamaan dengan nuansa asmara yang begitu kental. Lirik tulusnya cinta dipadu dengan aransemen yang segar.

Gelora Asmara masih didominasi petikan gitar elektrik Dimas. Hanya saja, bebunyian drum elektrik elektrik synthesizer 90-an, membuat single ini berbeda dari single BIANCADIMAS sebelumnya. Sebut saja, single Cerita Kita dan Samudra Arjuna.

Gelora Asmara bernuansa santai dan lirik yang manis, menceritakan upaya meyakinkan orang yang dicinta bahwa cintanya tulus.

Untuk proses rekaman, Bianca dan Dimas dibantu oleh musisi Dimas Pradipta, selaku mixing dan mastering engineer dan dilakukan di rumah mereka.

Sebelum menggarap single Gelora Asmara, BIANCADIMAS telah menggarap sejumlah proyek musik bagi musisi kenamaan Tanah Air, seperti Fiersa Besari, Ghaitsa Kenang, Hanggini, Luthfi Aulia, Rahmania Astrini, Reza Rahadian, Trisouls, serta Ungu dan Citra Scholastika.

Dimas menjadi penata musik dan produser untuk soundtrack film Imperfect, menulis lagu Aku Tanpamu yang dibawakan Maizura untuk tema film Bebas.

Single Gelora Asmara sudah dapat Anda dinikmati dalam format audio, melalui beragam layanan musik streaming dan video musik dalam kanal YouTube BIANCADIMAS. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading

Musik

‘Tamu Malam Minggu’ Bawa Nia (Sulawesi Selatan) Melambung Tertinggi

Published

on

By

Dewi Perssik menilai Nia (Sulawesi Selatan) sudah punya aura bintang.

Kabarhiburan.com, Jakarta – Situasi tidak menggembirakan harus diterima Sulawesi Selatan. Duo dutanya, Andi Nailah dan Rusnia harus saling mengalahkan, selain masih bersaing dengan Hamid Haan (Nusa Tenggara Timur), pada Konser Top 18 Grup 4 yang berlangsung Rabu (25/3).

Persaingan pun akhirnya dimenangkan oleh Nia (Sulawesi Selatan). Ia mendapat nilai polling tertinggi, disusul Hamid (Nusa Tenggara Timur) yang diselamatkan Dewan Juri juga berhasil lolos ke babak selanjutnya. Sementara Ila (Sumatera Selatan) yang berada di posisi kedua harus rela tersenggol.

Nia pantas mendapatkan beragam pujian dari Dewan Juri dan nilai tertinggi, berkat penampilannya yang memukau, saat menyanyikan lagu Tamu Malam Minggu yang dipopulerkan oleh Endang Triswati.

Dewi Perssik mengungkapkan bahwa Nia sudah mempunyai aura bintang. Ditambah lagi body language dipadu tarian indah sambil bernyanyi, membuat Nia tampak ekspresif saat menyampaikan lagu.

Pujian senanda dan empat standing ovation Dewan juri berikan bagi Hamid (Nusa Tenggara Timur), usai membawakan lagu Azza milik Rhoma Irama.

Sempat lupa lirik, Dewan Juri selamatkan Hamid (Nusa Tenggara Timur).

Hamid pun sukses membuat Reza DA yang mengaku ingin berteriak histeris sejak awal penampilan.

Hamid memang sempat lupa lirik lagu, tapi Nassar tetap berdiri untuk Hamid lantaran merasa lebih banyak nilai plus untuk Hamid daripada minusnya. Sudah vokal Hamid sangat bagus, tune dan improvisasi juga sangat bagus.

Sama dengan Hamid, Ila (Sulawesi Selatan) juga membawakan lagu yang dipopulerkan Rhoma Irama, berjudul Anak yang Malang, justru menjadi antiklimaks dalam konser Top 18 Grup 4.

Ila (Sulawesi Selatan) harus rela tersenggol.

Ila (Sulawesi Selatan) belum mampu mendapatkan pujian dari Dewan Juri, lantaran dinilai belum mampu menunjukkan perkembangan yang signifikan.

Fildan DA mengatakan, Ila selalu membawakan lagu dangdut klasik di setiap penampilannya, sehingga belum ada perbedaan. Ini bisa membuat bosan pendengarnya.

Dewan Juri lainnya, Dewi Perssik menilai ekspresi wajah Ila terlihat tidak tulus dan natural, padahal lagu menuntut pembawaan yang mengesankan kesedihan bagi yang melihat penampilannya. (Tumpak Sidabutar/KH. Foto-foto: Dok. Indosiar)

Continue Reading

Musik

Para Dokter dan Perawat Pasien Corona, Cut Mila: Mereka Pahlawan

Published

on

By

Kabarhiburan.com, Jakarta – Artis penyanyi dangdut, Cut Mila, ikut merasakan dampak wabah penyakit virus corona yang tengah melanda Tanah Air.

Sebagian jadwal manggung Cut Mila di beberapa kota yang telah masuk agendanya terpaksa batal, menyusul seruan hindari kerumunan.

Cut Mila membenarkan, meski tidak semua batal. Ada beberapa agenda lainnya yang tetap lanjut, kebetulan masih aman dari wabah virus corona.

Rupanya Cut Mila sudah memperhitungkan sebelumnya kalau wabah mematikan tersebut akan berpengaruh pada pekerjaannya.

Iya. Ini kan bisa kita sebut bencana, ya. Bahkan pemerintah telah membuat seruan untuk stay at home dan work from home. Nah, aku rasa ini demi kebaikan kita semua. Jadi kalau berdampak pada pekerjaanku sebagai penyanyi, ya harus diterima,” ujar pelantun Loh Bang.

“Kasus positif corona setiap hari bertambah, vaksin belum ditemukan. Semua ahli kedokteran di banyak negara sedang melakukan pekerjaannya untuk segera menemukan vaksin corona, termasuk di Indonesia,” katanya.

Begitu juga dengan para dokter dan perawat medis yang mulai bertumbangan karena terdampak wabah corona, saat menangani pasien di rumah sakit.

“Mereka itu pahlawan. Mari doakan mereka tetap sehat, dijaga Allahu ta’alla. Mereka kerja tanpa pamrih, mereka juga ingin kita sehat dan wabah ini segera lenyap. Kita beri semangat untuk mereka dengan diam di rumah dan jaga jarak antar manusia,” pinta Cut Mila. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement

Musik

Terbaru

Trending