Connect with us

Lifestyle

Rebecca Reijman Bantu Warga Terdampak Covid-19

Published

on

Kabarhiburan.com, Jakarta – Penyakit corona virus (covid-19) masih menjadi momok menakutkan. Guna memutus mata rantai penyebarannya, Pemerintah RI, antara lain menghimbau agar setiap warga saling menjaga jarak dengan orang lain (physical distancing).

Himbauan tersebut rupanya berdampak langsung bagi banyak warga yang menafkahi keluarganya dari rezeki harian. Mereka yang kehilangan mata pencaharian ini sebagian tinggal di sekitar rumah Rebecca Reijman.

Becca, begitu panggilan akrabnya, rupanya punya cara tersendiri untuk membantu meringankan beban tetangganya yang langsung terimbas covid-19.

Sejak bergabung pada Gerakan Rp 1000 untuk Indonesia, Becca melelang barang kesayangannya di media sosial.

66 paket sembako dari Rebecca (tengah) untuk tetangganya di kawasan Ciganjur.

“Iya betul. Saya lelang 2 lukisan karya saya dan satu tas merek Yves Saint Laurent,” tulis pelantun Tanpamu ini lewat whatsapp, Jumat (3/4).

Dari hasil lelang sebesar Rp 10 juta, sepenuhnya dimanfaatkan untuk membuat 66 paket sembako dan dibagikan kepada tetangganya di kawasan Ciganjur, Jakarta Selatan, hari ini, Sabtu (4/4).

“Saya menyumbang sembako untuk tetangga saya yang sebagian warga kurang mampu. Ada 66 keluarga. Saya berusaha bantu sebisa saya, meski sedikit,” jelas Becca.

Guna menghindari kerumunan, Becca membagikan sembako door to door. Ia dibantu oleh ketua RT dan petugas keamanan. Baginya, sedikit bantuan tersebut kiranya dapat meringankan beban mereka yang terdampak covid-19.

“Dimana kita bisa berbuat baik, kita harus berbuat baik dan bagaimanapun kita semua bersama di tengah wabah ini. Mari kita saling menjaga dan membantu sesama dengan yang lain,” ujar Becca.

Penyemprotan Desinfektan

Kegiatan kecil Becca tersebut mendapat apresiasi positif dari ‘Gerakan Rp 1000 untuk Indonesia’. Seluruh anak bangsa dari Sabang sampai Merauke dan dari Miangas sampai Pulau Rote, untuk berbuat sesuatu bagi Tanah Air, bagi Indonesia yang lebih sehat dan maju.

“Apapun latar belakang dan profesi, mari kita bersatu berdonasi  di Gerakan Rp 1000 untuk Indonesia,” pinta Carl Ideas, salah seorang penggagas Gerakan Rp 1000 untuk Indonesia, yang sudah menyediakan menyediakan rekening di BNI, nomor 320.420.520.2 atas nama Gerakan Rp 1000 untuk Indonesia.

Dana yang terkumpul di rekening terus bertambah. Sejak diluncurkan Jumat (3/4) hingga kini, Sabtu (4/4) , donasi yang terkumpul mencapai Rp 62.936.704.

Sesuai rencana, gerakan ini sudah memiliki beberapa kegiatan yang akan dilakukan. Sebagai tahap awal, melakukan penyemprotan desinfektan di 1000 lokasi di Indonesia, terbanyak di Jakarta.

“Kenapa di Jakarta? Karena Ibu kota merupakan wilayah yang terdampak paling besar dan warganya terpapar paling banyak,” jelas Carl Ideas. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lifestyle

Sahabat Kartini dan SDG’s LIRA Sambangi Korban Banjir Ciliwung Saat Pandemi Covid-19

Published

on

By

Berlatar belakang permukaan Ciliwung dan limpahan lumpur, dua warga Pejaten Timur mengapit Fatma Nissa, bendahara Yayasan Sahabat Kartini.

Kabarhiburan.com, Jakarta – Nestapa masih saja menaungi warga yang mendiami bantaran Ciliwung di RT 4 RW 5 Kelurahan Pejaten Timur, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Mereka selalu terdepan menjadi korban banjir manakala Ciliwung meluap, seperti yang berlangsung Rabu (20/5) malam.

Hingga keesokan hari, warga masih sibuk membersihkan rumah yang mereka tempati berikut perabot rumah tangga yang luluh lantak tersapu luapan air setinggi 150 Cm. Sementara di ujung gang sempit, persis di pinggir Ciliwung, terlihat ratusan kubik lumpur belum tertangani.

Derita mereka seakan tiada habisnya. Saat negeri ini diterpa pandemi Coviid-19, mereka pun terimbas dampaknya. Banyak yang tidak lagi bisa mencari nafkah untuk keluarga.

Kesanalah, Komunitas Sahabat Kartini dan Yayasan Bahiira, dua organisasi perempuan pimpinan Rani Anggraini Safitri hadir untuk menyapa warga sekaligus berbagi kasih.

“Musibah bertubi-tubi menimpa mereka. Selain terdampak pandemi, warga masih terkena musibah banjir. Kami hadir untuk membantu meringankan beban warga disini,” ujar Fatma Nissa Assegaf, selaku bendahara Komunitas Sahabat Kartini yang hadir memberikan bantuan kepada warga terdampak banjir, Kamis (21/5).

“Saat ini kami memberikan bantuan berupa peralatan mandi dan kebersihan serta paket sembako bagi 100 Kepala Keluarga yang terdampak banjir,” ujar Fatma saat menyerahkan secara simbolis bantuan yang dibawanya.

Ketua SDG’s LIRA Hana Hasanah (kedua dari kanan) ikut menyapa warga Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Hana Hasanah Fadel selaku ketua organisasi SDG’s LIRA. Ia ikut blusukan untuk menyapa satu demi satu warga.

Kehadiran Fatma Nissa Asegaf dan Hana Hasanah mendapat sambutan positif oleh Mardiana, mewakili warga setempat.

“Ini pertama kalinya kami terkena bencana yang berbarengan dengan wabah Covid-19 . Jadi dobel-dobel,” ujar Mardiana.

“Biasanya kami hadapi bencana ini dengan ikhlas saja, tapi saat ini kami benar-benar lagi diuji,” ujar Mardiana yang mengaku belum punya pilihan lain, selain tetap bertahan tinggal di bantaran sungai Ciliwung.

“Disini kami tinggal di rumah sendiri, namun kalau ada dana, sih, kami mau saja pindah. Tapi ya mau gimana lagi saat ini, apa-apa terasa sulit,” ujar Mardiana pasrah. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading

Lifestyle

Gerakan Peduli Jurnalis Bersama RBM Goat Milk Tuntaskan Aksi Berbagi Donasi

Published

on

By

Agus Ahaya selaku Direktur RBM Goat Milk ikut merasakan sensasi berbagi kepada masyarakat terdampak Covid-19.

Kabarhiburan.com, Jakarta – RBM Goat Milk menggandeng Gerakan Peduli Jurnalis (GPJ) untuk mendistribusikan 350 makanan berbuka puasa kepada pengemudi ojek online, taksi dan mikrolet, serta pemulung di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan, Kamis (21/5).

Selain makanan, masyarakat juga mendapatkan masker unik karya desainer Migi Rihasalay, yang dibagikan dengan prosedur physical distancing sesuai anjuran pemerintah.

Kegiatan ini sekaligus menandai aksi GPJ berbagi kepada masyarakat dan para jurnalis terdampak Covid-19 selama bulan Ramadan 1441 H.

Menariknya, Agus Ahaya Mile selaku Direktur RBM Goat Milk ikut merasakan sensasi berbagi. Ia turut serta bersama relawan GPJ membagikan satu demi satu paket nasi berbuka puasa kepada masyarakat yang antre.

Kegiatan serupa telah dilakukan RBM selama masa pandemi. Mereka membagikan paket sembako bagi masyarakat di berbagai titik distribusi.

“Suatu kebanggaan bagi RBM, kini bisa berbagi bersama Gerakan Peduli Jurnalis. Selama bulan Ramadan ini, kami juga berbagi 500 nasi box untuk berbuka puasa, setiap harinya,” ujar pria berkacamata ini.

Sama seperti seperti harapan seluruh umat manusia di dunia, Agus juga berharap agar pandemi Covid-19 segera berakhir.

“Saya mengajak masyarakat agar mengikuti anjuran pemerintah, yakni konsisten menjaga jarak, mengenakan masker dan sering mencuci tangan, guna memutus penyebaran pandemi Covid-19,” pinta Agus.

Kegiatan berbagi makanan berbuka puasa dan masker tersebut, sekaligus menjadi wujud rasa syukur GPJ telah melaksanakan amanah para donatur yang memercayakan donasi melalui GPJ sepanjang Bulan Suci Ramadan 1441 H.

“Dalam kesempatan ini, saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada panitia atas kerja keras serta kerjasamanya, hingga gerakan Peduli Jurnalis berjalan lancar,” ujar Ketua Gerakan Peduli Jurnalis, Andi Arief.

Wakil Ketua GPJ, Gilbert Silaen menambahkan bahwa GPJ masih memiliki sejumlah rencana aksi sosial selepas Lebaran nanti.

“Semoga semuanya berjalan lancar kedepannya,” ujar Gilbert. (Tumpak Sidabutar/KH).

Continue Reading

Lifestyle

Berbagi di Tengah Pandemi, Wali Band Serukan ‘Indonesia Jangan Terserah’

Published

on

By

Kabarhiburan.com, Jakarta – Wali Band bersama tim manajemen Wali Care menggagas pemberian bantuan untuk meringankan beban masyarakat, termasuk jurnalis yang terhimpit oleh pandemi Covid-19.

Dalam menyalurkan bantuan, Wali Care menggandeng Gerakan Peduli Jurnalis (GPJ) untuk mendistribusikan bantuan agar tepat sasaran.

Apoy membenarkan bahwa dampak Covid-19 dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk musisi dan jurnalis.

“Termasuk kami para musisi dan juga rekan-rekan jurnalis,” imbuh Apoy dan kawan-kawan yang ikut menyalurkan donasi senilai Rp 10 juta. Secara simbolis donasi diterima oleh Oktra Z. relawan GPJ, di kawasan Kebun Jeruk, Jakarta Barat, baru-baru ini.

“Jurnalis merupakan bagian dari perjalanan hidup Wali Band, sudah seperti keluarga. Jadi, tetap semangat yang rekan-rekan jurnalis,” pinta gitaris Wali Band yang ditemui di Kawasan Kebun Jeruk, Jakarta Barat baru-baru ini.

Seluruh personil Wali Band mengajak semua pihak agar berdoa dan saling mendukung supaya pandemi ini segera berakhir.

“Mari kita semua berdoa agar pandemi ini segera berlalu. Indonesia Jangan Terserah,” seru Apoy yang didukung semua personil Wali Band lainnya.

Berdonasi juga dilakukan Stun Inc Public Relation. Mereka mendonasikan Rp 10 juta melalui GPJ untuk  disalurkan bagi jurnalis terdampak Covid-19.

Tidak ketinggalan Gloskin memberikan partisipasi dalam gerakan ini. Dr. Nanang, pimpinan klinik kecantikan ini mengaku prihatin atas kondisi masyarakat akibat pandemi saat ini.

“Kami ingin ikut berbagi dan peduli bagi teman-teman jurnalis yang juga terdampak akan pandemi Corona ini,” ucap dr Nanang.

Andi Arief selaku Ketua GPJ menyambut positif atas kekepercayaan yang diberikan oleh para donatur kepada GPJ.

“Terima kasih, Wali Band, Stun Inc Public Relation dan Gloskin.  Semua bantuan akan kami teruskan kepada teman-teman yang berhak,” ujar Andi.

Selanjutnya, GPJ mendistribusikan bantuan bagi 100 jurnalis terdampak covid-19. Bantuan diberikan dalam bentuk bahan makanan dan THR (Tunjangan Hari Raya).

Pembagian donasi bagi jurnalis yang sudah memasuki tahap keempat ini, berlangsung Senin (18/5) dan Selasa (19/5), di Posko Peduli Jurnalis, di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement

Musik

Terbaru

Trending