Connect with us

Event

Republic Community Menjadi Identitas ‘I SEE FEST 2019’

Published

on

Harry ‘Koko’ Santoso dan Deddy Andu.

Kabarhiburan.com, Jakarta – LIMA Armada Utama dan Pengelola Gelora Bung Karno  telah menginisiasi sebuah festival outdoor pertama berskala Nasional, yang diberi nama  Indonesia Senayan Festival atau I SEE FEST 2019, berlangsung  di Gelora Bung Karno (GBK), mulai 27 September sampai 6 Oktober mendatang.

Ajang berkonsep International Creative Culture-Outdoor ini menggelar multi produk dan multi hiburan, yang menjadikannya sebagai destinasi keluarga terbesar di Jakarta.

“Event ini akan jadi ajang rekreasi keluarga masyarakat perkotaan terbesar, berformat outdoor setelah ajang Asian Games beberapa waktu lalu. Kita bikin sebuah ajang pameran, budaya dan hiburan kreatif di tengah kota Jakarta dengan melibatkan sentuhan budaya nasional dan internasional,” jelas Deddy Andu, Director LIMA Event dalam jumpa pers di Granada Studio, Jakarta, Senin (12/8).

Selain Deddy Andu, jumpa pers ini juga menghadirkan Harry ‘Koko’ Santoso dan menampilkan Halus Lembut Band, Iis Rodinda dan musisi Singapura, Moliano.

Penampilan Halus Lembut Band

Ajang bertema Experience the Ambience membagi GBK menjadi menjadi 8 area yang masing-masing memiliki karakteristik yang kreatif dan menarik. Sebut saja, Avenue of The World, Travel Around The World, Hobbyist Heaven Sport Till You Drop, Street Food Arcade, Market Place Corner, Playground at The Park dan Mini Racing Area.

Republic Community

I SEE FEST 2019 menargetkan lebih dari 100 ribu pengunjung, akan menggelar beragam arena hiburan. Sebut saja, sirkus, skate park, playground, permainan tradisional, kuliner dan masih banyak lagi.

Khusus untuk hiburan musik dan budaya yang akan mengawal I SEE FEST 2019, panitia penyelenggara yang diwakili oleh Harry ‘Koko’ Santoso, akan menerapkan konsep pengerahan massa dari berbagai komunitas musik  nasional yang turut  menyemarakkan ajang raksasa ini.

Republic Community akan menjadi identitas penting dalam perhelatan ISEE FEST 2019,” ujar Harry ‘Koko’ Santoso (kanan)

“Konsep musik dan budaya berformat musik akan menghibur dan berkreasi di 4 panggung I SEE FEST 2019 ini, kita sebut Republic Community. Sekaligus menjadi fasilitator dalam pertemuan beragam komunitas musik dari berbagai genre,” ujar Koko.

Ia mengatakan, Republic Community akan menjadi identitas penting pada perhelatan I SEE FEST 2019 dalam menyemarakkan festival multi kultur, multi produk dan multi entertainment dari multi genre yang hadir.

Selama 10 hari, I SEE FEST 2019 berlangsung setiap hari, Senin sampai Jumat mulai pukul 15.00 sampai 22.00 WIB, Sabtu mulai pukul 09.00 sampai 22.00 WIB dan Minggu mulai pukul 07.00 sampai 22.00 WIB.

“Setiap hari kita akan menghadirkan 21 kelompok musik dan musisi yang mempunyai komunitas di genre masing-masing. Mereka nantinya menyatu dengan para fans untuk nyanyi bareng, foto bareng dan menikmati musik,” ujar Harry ‘Koko’ Santoso yang juga CEO dari Deteksi Production ini. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Event

Trend Tourism 4.0 JAS Luncurkan Aplikasi Airport Special Assistance

Published

on

Kabarhiburan.com, Jakarta- JAS Airport Services (JAS) mendukung sektor pariwisata digital lewat peluncuran aplikasi seluler ASA (Airport Special Assistance) di Hotel Ashley Jakarta (15/8/2019). Aplikasi seluler ASA merupakan aplikasi pertama di Indonesia yang menawarkan layanan Personal Assistant (Asisten Pribadi) saat penumpang berada di bandara.

Pesatnya pertumbuhan penggunaan internet dan penggunaan smartphone saat ini berdampak pada revolusi industri pariwisata berbasis teknologi digital. Menteri Pariwisata, Arief Yahya pernah menjelaskan tren saat ini baik personal, mobile dan interactive sudah serba digital. Penggunaan teknologi digital ini dianggap empat kali lebih efektif dibandingkan media konvensional.

Adji Gunawan, Direktur Utama JAS Airport Services menambahkan bahwa aplikasi seluler ASA ini merupakan inovasi digital yang diluncurkan untuk memantapkan posisi JAS sebagai perusahaan ground handling yang terus berkembang dalam menjawab serta menyesuaikan diri dengan kebutuhan pasar di era digitalisasi dan teknologi dewasa ini, termasuk mendukung sektor pariwisata digital.

“Penyempurnaan pengalaman penumpang dan diferensiasi layanan adalah kunci penting bagi JAS Airport Services yang sekarang sudah berusia 35 tahun. Kami bukan hanya mahir sebagai penyedia jasa ground handling bagi maskapai, melainkan juga dalam meningkatkan pengalaman digital para penumpang atau wisatawan selama mereka berada di bandara,” jelas Adji.

ASA memiliki 4 layanan utama yaitu Premium, Premium Plus, Supreme and Supreme Plus. Inti layanan ASA adalah tersedianya Personal Assistant (Asisten Pribadi) untuk mendampingi para penumpang saat mereka berada di konter check-in, imigrasi, bagasi, hingga penyediaan lounge dan transportasi eksklusif dari maupun ke bandara.

Di dalam aplikasi seluler tersebut, ASA juga meluncurkan tambahan layanan baru seperti asuransi perjalanan yang didukung oleh WE+, layanan transportasi ekonomis yang didukung oleh GRAB (ekonomis) dan TRAC (eksklusif), serta Airport Delight yaitu voucher kuliner hasil kerja sama ASA dengan 22 tenant di Terminal 3 Bandara Int’l Soekarna-Hatta. Untuk kemudahan transaksi pembayaran, ASA menggandeng MIDTRANS sebagai payment gateway.

ASA sendiri merupakan salah satu unit bisnis di JAS Airport Services yang fokus pada pelayanan retail penumpang pesawat. ASA telah memulai layanannya sejak tahun 2011 di 3 lokasi yaitu Bandara Int’l Soekarno Hatta, Bandara Int’l Ngurah Rai dan Bandara Int’l Juanda. Dan saat ini ASA telah memiliki layanan di 6 bandara di Indonesia (Halim Perdanakusuma, Kualanamu dan Adi Sucipto) dan berhasil memperluas jaringan sampai ke Bandara Internasional Changi, Singapura.

Didukung lebih dari 1000 pekerja profesional, ASA terbukti mampu menangani grup tamu, dari event-event nasional dan internasional seperti FIFA World Cup Trophy (2014), Asia Africa Conference (2015), kunjungan Raja Salman (2017) dan yang terbaru adalah Asian Paralympic Games (2018).

Sigit Muhartono, Direktur Umum JAS Airport Services juga menambahkan bahwa banyak penumpang telah merespon layanan ASA dengan sangat positif, “Dengan adanya pendekatan digital semacam ini, penumpang dapat semakin nyaman di bandara, semua hanya dalam satu genggaman.”

 

 

Continue Reading

Event

Nyanyikan “Pelet Cinta”, Soimah Bikin Goyang Seluruh Penonton Show Top 6 D’Star

Published

on

Kabarhiburan.com, Jakarta-  Enam bintang melaju ke babak Top 6 D’Star. Semalam (14/8) babak Top 6 D’Star dibuka dengan penampilan Soimah lewat lagu “Pelet Cinta”. Lagu ini membuat seisi Studio 5 Indosiar bergoyang. Fildan, Rara, dan Aulia menjadi tiga bintang pertama yang tergabung dalam Grup 1 untuk berebut posisi ke babak selanjutnya.Setelah tampil secara berturut-turut sejak hari Senin, 12 Agustus 2019 lalu, malam tadi di Konser Show D’Star Top 6.

Grup 1 Fildan kembali hadir dengan penampilan spektakuler. Menyanyikan lagu “Hikayat Cinta” yang dipopulerkan oleh Dewi Persik. Kali ini Fildan berhasil ‘merampok’ hati Bebi Romeo.

“Kita semua sudah kerampok sama kamu. Kamu luar biasa dan pertahankan terus bagaimana cara kamu mengembangkan diri kamu kedepannya. Sukses terus Fildan !”, puji Bebi Romeo.

Bahkan Giring Ganesha yang selama ini belum pernah memberikan nilai 100, malam tadi Fildan berhasil meluluhkan hati Giring untuk memberikan nilai sempurna.

Lagu “Lima Menit Lagi” semalam terasa lebih spesial ketika dinyanyikan oleh Aulia, dengan aransemen musik yang berbeda. Tampil anggun mengenakan dress berwarna kuning, Aulia unjuk kebolehannya menari sambil menyanyi.

Meski sudah berupaya tampil sebaik mungkin, namun Aulia harus puas mendapat total skor lebih rendah dari Fildan dan Rara serta menerima beberapa kritik dari Dewan Juri salah satunya Giring Ganesha.

“Ekspresi kamu dalam menyanyikan lagu ini masih kurang menurut saya. Akan tetapi effort kamu luar biasa, gerakan juga oke. Terus kembangkan kemampuanmu karena kamu paket komplit”, ungkap Giring.

Suasana panggung D’Star seketika berubah ketika Rara menyanyikan lagu “Cinta Hanya Sekali” yang di mashed-up dengan lagu “Lingsir Wengi”. Rara mencoba untuk memasukkan unsur misteri pada penampilannya kali ini. Namun Soimah tampak belum puas dengan upaya Rara supaya tampil berbeda dengan sebelumnya.

“Saya masih belum merasakan sedih dan seramnya karena lagunya tidak tepat untuk diberi sentuhan seram. Konsepnya memang susah. Saya tetap bangga dengan Rara. Saya suka kamu sudah berusaha”, tutur Soimah yang malam tadi hanya memberikan nilai 99 untuk penampilan Rara.

Sementara akumulasi perolehan skor, dari dukungan pemirsa menempatkan Fildan di urutan teratas, disusul Rara dan Aulia. Pertarungan ketiga bintang masih akan terus berlanjut pada Konser Result Show D’Star Top 6 Grup 1 yang tayang pada hari Senin, 19 Agustus 2019 pukul 20.30 WIB LIVE dari Studio 5 Indosiar.

Continue Reading

Event

‘Sekuntum Mawar Merah’ dari Fildan Untuk Elvy Sukaesih

Published

on

By

Sambil menyanyi, Fildan mendekati Elvy Sukaesih dan menyerahkan sekuntum mawar merah

Kabarhiburan.com, Jakarta – Mengusung tema Tribute Elvy Sukaesih, empat bintang Dangdut, Fildan, Rara, Aulia dan Maria Calista bersaing sengit memberikan penampilan terbaiknya pada Konser D’Star Result Top 8 Grup 2, Selasa (13/8) malam.

Konser ini menjadi peluang terakhir mereka dalam meraih posisi di babak Top 6, menyusul Konser show yang berlangsung Senin (12/8).

Fildan memilih lagu Sekuntum Mawar Merah yang di-medley dengan Baby Baby I Love You. Hasilnya, juara DAA 3 ini  mendapatkan 5 standing ovation dengan nilai nyaris sempurna, 598.

Selain menyanyi, Fildan juga membuat kejutan lain. Perlahan ia mendekati Elvy Sukaesih, yang hadir sebagai Dewan Juri, lalu menyerahkan setangkai mawar merah. Sebuah aksi menarik yang menyedot perhatian penonton dan Dewan Juri.

Bebi Romeo pun mengaku bangga pada Fildan. “Kamu berhasil merampok hatiku,” pujinya.

Ekspresi Rara saat membawakan lagu ‘Seujung Kuku’, sukses membawanya melangkah ke babak Top 6.

Keberuntungan juga berpihak pada Rara yang tampil membawakan lagu Seujung Kuku. Gadis enerjik asal Prabumulih-Sumatera Selatan ini mengenakan gaun merah, semakin menunjang penampilannya di depan Dewan Juri.

“Semua lagu bisa kamu nyanyikan. Saya salah satu juri yang bangga sama kamu,” ungkap Dewi.

Sebaliknya, Aulia kurang mendapat respon dari Dewan Juri saat membawakan lagu Perih. Terbukti, Elvy Sukaesih memberikan nilai 90 alias terrendah dari semua Dewan Juri bagi gadis asal Pontianak ini.

Bermodal nilai 90 dari Elvy Sukaesih, Aulia masih mampu melaju di panggung D’Star.

“Kamu harus lebih kreatif lagi saat sedang menampilkan sesuatu. Dua hari berturut-turut kamu membawakan lagu dengan genre yang sama,” ujar Soimah.

Penampilan Maria Callista sebagai peserta terakhir, sebenarnya tidak bisa dipandang sebelah mata. Mengenakan gaun pink, Maria tampil menggoda saat menyanyikan lagu Bercanda, namun belum cukup untuk membawanya melaju ke babak Top 6.

“Saya melihat kemauan belajar bernyanyi dangdut sangat luar biasa, walaupun ahli di genre pop. Maria mampu membuat musik dangdut lebih berwarna,” ungkap Inul.

Tampil apik dan menggoda, langkah Maria Calista bderhenti di babak Top 8.

Kini, pertarungan bintang segala bintang  menyisakan 6 bintang, membuat panggung kompetisi D’Star semakin seru. Mereka adalah  Aulia, Fildan dan Rara di group 1. Kemudian ada  Reza, Weni dan Selfi di group 2.

Malam ini  Konser Show D’star Top 6 group 1 mulai bergulir mulai pukul 20.30 LIVE di Indosiar. (Tumpak Sidabutar/KH. Foto-foto: Dok. Indosiar)

Continue Reading
Advertisement

Musik

Terbaru

Trending