Connect with us

Musik

Rilis Single ‘As Long As’, Heidi Mau Jadi Diri Sendiri

Published

on

Heidi ingin menjadi diri sendiri, terutama dalam kapasitasnya sebagai musisi.

Kabarhiburan.com, Jakarta – Nama aslinya Heidi, namun ia lebih dikenal dengan nama panggung yang unik, The Girl with The Hair (TGWTH).

Sosok penyanyi ini semakin dikenal pecinta musik lewat karya maupun prestasinya. Sebut saja, sejak Heidi memperkenalkan single perdana yang sukses, berjudul Soon Finland, single yang menceritakan suasana hatinya.

Penyanyi yang pernah mendapat penghargaan AMI Award ini, kembali menuliskan pengalaman pribadinya ke dalam single cantik berjudul As Long As.

Lagu ini semakin sempurna dengan proses composing dan recording oleh para musisi dari Passion Vibes (Abe Belanegara & Abraham Edo) serta musisi Tommy Utomo.

As Long As dikemas mewah oleh berbagai elemen, membuat isi dan inti lagu ini terkesan berani. Menceritakan tentang perjalanan hidup Heidi dalam industri musik, sebagai musisi dan kehidupannya sebagai seorang perempuan.

Heidi menyerukan bahwa dalam bersosialisasi tidak perlu berubah. Tetaplah menjadi diri sendiri, terutama dalam kapasitasnya sebagai musisi.

“Sebagai individu yang kreatif dan berbeda, saya selalu dibandingkan atau dipaskan dengan standar yang ada di masyarakat, yang sebetulnya dibentuk dari sekelompok individu dalam lingkungan kita, yang menuntutnya untuk berubah,” ungkapnya.

Heidi menciptakan As Long As, setelah merasa bahwa kebanyakan masa hidupnya dituntut untuk melakukan berbagai ekspektasi yang tidak jelas.

As Long As menceritakan perjalanan hidup Heidi.

Belum lagi sebagai perempuan, terkadang dituntut untuk berbuat ini dan itu, begitu pula  dalam kehidupannya sebagai musisi. Suasana hati seperti inilah yang Heidi gambarkan dengan ilustrasi sebagai as long as I will be me.

As long as I wil be me, dalam artian jangan suruh-suruh saya dan jangan ubah-ubah, karena saya mau menjadi diri sendiri,”  ungkapnya seperti dalam rilis yang diterima Kabarhiburan.com, Jumat (19/4).

Heidi pun sengaja memilih lirik dalam bahasa Inggris sebagai bentuk kenyamanan dalam menulis lagu. Baginya, sebuah lagu yang ditulis dengan bahasa Inggris, akan lebih bisa mengungkapkan perasaan dengan lebih jujur dan lebih berhati-hati dalam memilih diksi.

Heidi yang enggan mengotakkan genre dalam single terbarunya, memang lumayan eksperimental. Melalui alunan pure folk yang sedikit lebih ramai dari lagu sebelumnya, As Long As terdengar sedikit lebih country. Bisa dibilang single barunya ini lebih bernuansa Americana.

Yang pasti, persembahan Heidi kali ini akan menyentuh bagi para musisi dan pendengar lagunya, terutama perempuan yang mempunyai pengalaman seperti dirinya. Lagu ini juga diperuntukkan bagi orang-orang yang tidak dapat berbaur dengan lingkungannya.

“Saya dedikasikan lagu ini kepada orang orang yang tertekan, minoritas, perempuan, misfits, musician, dykes, simply atau siapapun yang mempunyai rasa yang sama dengan lagu ini. No matter the age, background, race. This song is to represent all,” jelas Heidi.

Single yang cheerful ini sudah bisa dinikmati oleh seluruh pecinta musik Indonesia di semua  digital platform, seperti: iTunes, Apple Music, Spotify, Joox, Deezer, melon, Langit Musik dan Smart Music. (rls)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Musik

Lesti Berurai Air Mata Nyanyikan ‘Saat Terakhir’

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Setelah menggandeng Gen Halilintar dan Mawar Eva de Jogh, platform streaming musik JOOX bersama Trinity Optima Production kemudian mengajak Lesti, satu-satunya pedangdut untuk bergabung dalam Project 2000-an JOOX.

Proyek ini bertujuan memperkenalkan kekayaan musik Indonesia kepada generasi muda dengan mengemas ulang lagu-lagu yang pernah populer di era 2000-an.

Lesti memilih lagu berjudul Saat Terakhir, yang bakal mengharu biru pendengarnya. Lagu ini pernah dipopulerkan oleh band ST12.

“Aku tuh sama semua lagu-lagunya ST12 suka. Dulu punya albumnya dan selalu dengerin, jadi hampir semua lagunya tahu dan seneng banget,” ungkap peraih juara pertama ajang Dangdut Academy ini, dalam rilis yang dikirim pada Selasa (29/9).

Lagu Saat Terakhir ditulis Charly van Houten sebagai ungkapan kesedihan yang mendalam, karena ditinggalkan oleh seorang sahabat sekaligus orang yang ia sayangi.  Begitu pula Lesti yang langsung teringat  momen ketika ia ditinggalkan sang uyut (kakek) yang disayangi.

“Waktu uyut sakit, uyut mau ketemu tapi akunya nggak bisa. Sampai uyut koma, uyut bilang mau ketemu aku. Kebetulan pas bisa pulang, excited banget saat itu, tapi di perjalanan pulang, uyut udah nggak ada,” kenang Lesti sambil berurai air mata.

Pengalaman ditinggalkan membuat Lesti sungguh menghayati ketika proses rekaman lagu Saat Terakhir.

“Lirik dan makna lagu ini, kan sangat menyentuh banget, membuat aku ikut ngerasain lagi sedihnya ditinggalkan. Jadi pas rekaman, aku sempat nangis sampai harus istirahat dulu,” jelas Lesti.

Selain penghayatan yang dalam melalui ciri khas suara Lesti, keindahan lagu ini diperkuat oleh   beberapa instrument dangdut yang natural. Lesti pun berharap pesan mendalam pada lagu Saat Terakhir dengan aransemen segar tersebut dapat tersampaikan.

Lagu Saat Terakhir akan dilepas di JOOX pada 24 September 2020, disusul video lirik yang dirilis pada 28 September 2020 di Kanal Youtube 3D Entertainment, sebagai sub-label Trinity Optima Production. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading

Musik

Resmi Dirilis, Lagu ‘Rindu Ini’ Milik Mendiang Chrisye

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Karya mendiang Chrisye masih bisa dinikmati hingga saat ini. Bahkan, masih ada karyanya berupa sebuah lagu yang belum pernah dirilis. Lagu yang dimaksud berjudul Rindu Ini.

Lagu ciptaan Tito Soemarsono dan Cecep tersebut selesai almarhum rekam pada tahun 1992. Selama 28 tahun tersimpan, sehingga lagu Rindu Ini dinyatakan sebagai ‘Harta Karun dari Chrisye yang Tersimpan Berpuluh Tahun’.

Kemudian Musica Studios berinisiatif akan merilis lagu Rindu Ini, pada September 2020, bertepatan dengan bulan kelahiran Chrisye.

Rindu Ini bercerita tentang seseorang yang jatuh hati kepada pasangannya dan senantiasa merindukannya. Meskipun ada cerita sedih di masa lalu, namun dia tetap tulus mencintai sang kekasih hingga akhir hayatnya.

“Lagu Rindu Ini diciptakan dengan menggunakan balutan teknologi keluaran awal tahun 1990-an yang terbilang modern pada masanya. Jika diperdengarkan dengan seksama, aransemen dan musiknya masih relevan dengan zaman sekarang,” ujar Dwiki Dharmawan selaku produser, Sabtu (26/9).

Indrawati Widjaja selaku Executive Producer dari Musica Studios menjelaskan alasan kenapa Rindu Ini belum dirilis pada 1992, yakni proses untuk pemilihan lagu andalan pada masa itu tidak mudah. Perlu pertimbangan yang matang untuk memasukkan lagu andalan ke dalam rangkaian album selanjutnya.

“Demikian juga dengan lagu Rindu Ini. Lagu ini adalah salah satu lagu yang saat itu diunggulkan dan masih tersimpan rapi sampai saat ini. Musica baru memutuskan untuk mengeluarkan lagunya sekarang karena lagu ini dirasa memiliki materi bagus dan tetap bisa dinikmati oleh pencinta musik saat ini,“ ujar wanita yang akrab disapa Ibu Acin.

Lagu Rindu Ini dari Chrisye bisa dinikmati pada tanggal 25 September 2020 di Spotify, YouTube dan seluruh digital platform. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading

Musik

Langkah Pasti Minola Sebayang Angkat Musisi Karo ke Kancah Musik Indonesia

Published

on

By

Suasana konser ‘Karo Memanggil Kami Hadir’ berlangsung di Resto Toba Dream, Jakarta Selatan, Jumat (25/9).

Kabarhiburan.com – Selain kesibukan sebagai pengacara kenamaan,  Minola Sebayang masih menaruh perhatian besar kepada perkembangan budaya, terutama pada pelaku seni dan musisi Tanah Karo, Sumatera Utara, sejak belasan tahun silam.

Minola kini melangkah lebih jauh lagi dengan membentuk MSP alias Minola Sebayang Project, sebagai wadah untuk mengorbitkan musisi Tanah Karo ke industri musik Tanah Air.

Salah satu caranya, MSP menggagas acara musik berjudul  Karo Memanggil Kita Hadir, di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan, Jumat (25/9).

Sebuah konser live streaming di kanal YouTube Toba Dream TV, menampilkan empat penyanyi berbakat dari Tanah Karo, yakni Maharani Tarigan, Mey Permata Tarigan, Rainson Surbakti dan Trisna Key. Mereka menunjukkan penampilan terbaiknya dalam membawakan lagu-lagu yang akrab di telinga pendengarnya.

“Keempat penyanyi ini punya talenta yang besar dari Karo. Saya ingin mengangkat nama Karo di pentas musik Indonesia,” ujar Minola, yang ditemui seusai acara.

Minola Sebayang (kedua dari kanan) diapit oleh para penyanyi asal Tanah Karo yang diorbitkan.

Minola Sebayang mengaku optimistis, bakat besar yang dimiliki keempat penyanyi tersebut akan mengangkat nama musisi asal Karo semakin dikenal di jagat musik Indonesia.

“Artis Karo punya talenta besar di musik yang tak kalah dengan musisi lain. Sekarang saya mencoba membawa mereka berkiprah di musik tingkat nasional,” ujar Minola yang berjanji akan membuka kerjasama dengan musisi Indonesia demi mengangkat nama Karo.

“Saya telah bekerja sama dengan Rieka Ruslan dalam proyek ini. Termasuk juga dengan Viky Sianipar, seperti pada acara konser streaming ini. Semoga ke depan musisi dari Tanah Karo bisa bersaing dan diakui di musik Indonesia,” pinta Minola.

Minola juga menyebutkan, tekadnya untuk membesarkan nama Karo di musik Indonesia itu sudah dilakukannya sejak tahun 1999. Hingga kini, Minola terus konsisten memperjuangkan nama Karo di musik.

Baginya, untuk membangun Karo tidak harus menjadi pemimpin, misalnya menjadi kepala daerah terlebih dahulu.

“Sebagai seorang putra daerah pun, saya harus bisa membawa nama harum Tanah Karo di banyak bidang. Salah satunya adalah bidang seni, seperti kita tahu, Karo adalah salah satu daerah di Indonesia yang memiliki kekayaan seni budaya sendiri,” pungkas Minola Sebayang. (Tumpak Sidabutar/KH. Foto: Istimewa))

Continue Reading
Advertisement

Musik

Terbaru

Trending