Connect with us

Lifestyle

Rokok Elektrik Maupun Konvensional Sama Adiktifnya

Published

on

Kabarhiburan.com, Jakarta – Koordinator Nasional Masyarat Sipil Untuk Pengendalian Tembakau, Ifdhal Kasim menekankan bahwa perilaku merokok, baik vape maupun rokok konvensional, bukan merupakan Hak Asasi Manusia (HAM), sehingga keberadaan produk tembakau dalam bentuk apapun harus dibatasi.

Negara harus melindungi hak asasi warga negara untuk dapat hidup sehat dan terhindar dari dampak buruk produk yang mengandung zat adiktif.

“Oleh sebab itu, pemerintah harus membatasi, bahkan melarang, penggunaannya sebagai bentuk upaya perlindungan negara terhadap warganya,” kata Ifdhal, dalam diskusi “Polemik Rokok Elektronik atau Vape di Indonesia”, di Jakarta, Kamis (15/3).

Dalam diskusi juga membahas klaim bahwa Vape tidak lebih sehat dan aman dibandingkan rokok konvensional. Hal ini dikemukakan oleh Iswandi dari Subdirektorat Pengawasan Produk Tembakau Badan Pengawas Obat dan Makanan

“Klaim bahwa Vape lebih sehat dan aman yang  dapat berperan sebagai alat terapi untuk membantu orang berhenti merokok, sebenarnya tidak tepat,” ujar Iswandi.

Ia menekankan bahwa sebagian besar produk Vape mengandung nikotin sehingga memiliki efek adiktif atau candu bagi penggunanya. Ini mempersulit visi pemerintah untuk mengurangi angka perokok anak yang tergolong sangat tinggi,” ” ujar Iswandi.

Terbukti, sudah ada 98 negara membuat regulasi produk Vape, mulai dari pemasaran, penggunaan, serta periklanan, promosi dan pensponsoran.

Sementara itu, rokok konvensional masih menjadi masalah, terbukti dengan peningkatan jumlah perokok pemula usia 10 tahun hingga 18 tahun terus meningkat.  Di saat yang sama muncul masalah baru,  Vape.

Riset Kesehatan Dasar 2018 menyatakan angka prevalensi perokok usia 10 tahun hingga 18 tahun meningkat menjadi 9,1 persen dari 7,3 persen pada 2013.

Padahal, sasaran dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional  2014-2019 adalah penurunan prevalensi perokok usia muda menjadi 5,6 persen.

Meskipun sudah menjadi konsumsi masyarakat dan digunakan berbagai kalangan,  Indonesia masih belum memiliki peraturan yang jelas tentang Vape. (Rachmawati AB/KH).

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lifestyle

Kowani Gelar Rapid Test Gratis Selama 3 Hari Jaring 1012 Peserta

Published

on

By

Kabarhiburan.com, Jakarta – Kongres Wanita Indonesia (Kowani) terus aktif membantu pemerintah dalam menghadapi masa sulit akibat pendemi Covid-19.

Setelah distribusikan sembako bagi masyarakat terdampak virus Corona beberapa waktu lalu, Kowani kini bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan RI untuk menggelar Rapid Test bagi anggotanya dan masyarakat umum.

Kegiatan Rapid Test berlangsung di kantor Pusat Kowani, Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, sejak Kamis (28/5) sampai Sabtu (30/5) berhasil menjaring 1012 peserta. Selain di Jakarta, Kowani juga menyelenggarakan Rapid Test di Surabaya dan Padang.

Ketua Umum Kowani, Dr. Ir. Giwo Rubianto, M.Pd mengatakan, selama pelaksanaan Rapid Test di Jakarta berhasil menjaring 25 peserta yang dinyatakan positif terpapar covid-19.

Kowani kemudian merujuk pasien yang positif ke Suku Dinas Kesehatan setempat, sesuai data KTP yang bersangkutan untuk ditindaklanjuti dengan Swab Test, sesuai protokol kesehatan tentang Covid-19.

Sementara bagi peserta dengan Rapid Test negatif, mendapat surat keterangan yang dapat dimanfaatkan saat peserta melakukan perjalanan ke luar kota.

“Surat keterangan ini berlaku selama 14 hari sejak melakukan Rapid Test,” ujar Giwo Rubianto yang merencanakan kegiatan yang sama bila permintaan masih tinggi.

Giwo Rubianto menambahkan, kegiatan Rapid Test dimaksudkan untuk memutus rantai penularan Covid-19, sekaligus mengurangi jumlah masyarakat yang terpapar Covid-19.

Kowani Dukung New Normal

Masih adanya warga terpapar Covid-19, kata Giwo Rubianto, menunjukkan bahwa pandemi ini masih terus menghantui masyarakat, entah sampai kapan.

“Tidak ada yang tahu kapan pandemi Covid-19 akan berakhir. Sementara kehidupan kita tidak bisa menunggu hingga vaksinnya ditemukan, sehingga kehidupan baru atau New Normal memang harus dijalani. Kita akan memasuki era New Normal,” tegasnya.

New Normal merupakan sebuah kehidupan baru dimana kita menjalani aktivitas seperti sedia kala berdampingan dengan Covid-19.

Dengan demikian, setiap orang wajib menerapkan standar kesehatan yang ditetapkan  pemerintah, yakni membiasakan diri jaga jarak dengan orang lain, membiasakan cuci tangan dengan sabun, mengenakan masker bila keluar rumah. Intinya, kita harus menyesuaikan diri selama berdampingan dengan Covid-19.

“Inilah antara lain protokol kesehatan memasuki era New Normal,” tandas Giwo Subianto. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading

Lifestyle

Hadiah Kejutan dari Gusti Ega Kepada Elina Joerg di Hari Lebaran

Published

on

By

Kabarhiburan.com, Jakarta – Banyak cara yang bisa dilakukan pria untuk memperlihatkan keseriusan dalam membina hubungan asmara. Salah satunya dengan cara yang coba diperlihatkan oleh pengusaha muda, Gusti Ega Putrawan, kepada sang kekasih, Elina Joerg (20).

Pria yang akrab disapa Gusti Ega, kerap membuat kejutan menyenangkan bagi tambatan hatinya, Elina Joerg yang juga atris, model dan selebgram. Elina pernah menikmati perayaan ulang tahun di sebuah kapal pesiar nan mewah, bahkan liburan ke luar negeri.

”Bagiku, dia sosok yang baik dan gak pernah nuntut ini dan itu. Namun aku selalu menyimak keinginan Elina. Meski sebenarnya, Elina juga mampu melakukannya sendiri, tapi aku selalu berusaha untuk duluan aja. Ha ha ha,” ujar Gusti Ega, Selasa (26/5).

Menyambut hari raya Idul Fitri 1441 H, Gusti Ega kembali mempersembahkan sebuah mobil mewah, Toyota Alphard G Series bagi Elina. Momen istimewa tersebut Elina perlihatkan melalui postingan feeding foto di akun instagram pribadi dara blasteran Jerman-Batak berikut:

elinaaaajoerg Aku mau cerita sedikittt yaa guys,jadi ceritanyaa tuhhh aku waktu ituu pernah bilang mau beli mobil Iagii buat shooting2. Aku juga sama sekali gak minta sama egaa sama sekaliiii,aku tuhh niatnya mau ngumpulin uang aja duluuu dan aku juga belum tauu mau beli apaa karna masih rencana doanggg. Terus ega tuhh sering bilang yaudah dehhh aku beliin ajaaa,aku bilang apaan sii gak usahhh,terus dia tuhh suka ngeselin gitu dehhh. Eehhh tiba2 dia bilangg,dia punya kejutan buat akuu untuk lebaran .Ternayataa siang2 ada mobil datenggg,aku kira kan juga yaudahh mobil egaaa. Eehhh ternyataa dia bilangg mobil buat akuu buat THR . Jujurrr speechless bangettt. Sumpahhh seneng bangettt tapi aku gak enakk apalagi aku juga belum nikahh. Sumpahhh baikkk bangettt berlebihan dia orangnya,wa\aupun suka ngeselinnn. Tapi ku senanggg dan bahagiaaa mmmmwwwwaaaahhhhh. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading

Lifestyle

Sahabat Kartini dan SDG’s LIRA Sambangi Korban Banjir Ciliwung Saat Pandemi Covid-19

Published

on

By

Berlatar belakang permukaan Ciliwung dan limpahan lumpur, dua warga Pejaten Timur mengapit Fatma Nissa, bendahara Yayasan Sahabat Kartini.

Kabarhiburan.com, Jakarta – Nestapa masih saja menaungi warga yang mendiami bantaran Ciliwung di RT 4 RW 5 Kelurahan Pejaten Timur, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Mereka selalu terdepan menjadi korban banjir manakala Ciliwung meluap, seperti yang berlangsung Rabu (20/5) malam.

Hingga keesokan hari, warga masih sibuk membersihkan rumah yang mereka tempati berikut perabot rumah tangga yang luluh lantak tersapu luapan air setinggi 150 Cm. Sementara di ujung gang sempit, persis di pinggir Ciliwung, terlihat ratusan kubik lumpur belum tertangani.

Derita mereka seakan tiada habisnya. Saat negeri ini diterpa pandemi Coviid-19, mereka pun terimbas dampaknya. Banyak yang tidak lagi bisa mencari nafkah untuk keluarga.

Kesanalah, Komunitas Sahabat Kartini dan Yayasan Bahiira, dua organisasi perempuan pimpinan Rani Anggraini Safitri hadir untuk menyapa warga sekaligus berbagi kasih.

“Musibah bertubi-tubi menimpa mereka. Selain terdampak pandemi, warga masih terkena musibah banjir. Kami hadir untuk membantu meringankan beban warga disini,” ujar Fatma Nissa Assegaf, selaku bendahara Komunitas Sahabat Kartini yang hadir memberikan bantuan kepada warga terdampak banjir, Kamis (21/5).

“Saat ini kami memberikan bantuan berupa peralatan mandi dan kebersihan serta paket sembako bagi 100 Kepala Keluarga yang terdampak banjir,” ujar Fatma saat menyerahkan secara simbolis bantuan yang dibawanya.

Ketua SDG’s LIRA Hana Hasanah (kedua dari kanan) ikut menyapa warga Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Hana Hasanah Fadel selaku ketua organisasi SDG’s LIRA. Ia ikut blusukan untuk menyapa satu demi satu warga.

Kehadiran Fatma Nissa Asegaf dan Hana Hasanah mendapat sambutan positif oleh Mardiana, mewakili warga setempat.

“Ini pertama kalinya kami terkena bencana yang berbarengan dengan wabah Covid-19 . Jadi dobel-dobel,” ujar Mardiana.

“Biasanya kami hadapi bencana ini dengan ikhlas saja, tapi saat ini kami benar-benar lagi diuji,” ujar Mardiana yang mengaku belum punya pilihan lain, selain tetap bertahan tinggal di bantaran sungai Ciliwung.

“Disini kami tinggal di rumah sendiri, namun kalau ada dana, sih, kami mau saja pindah. Tapi ya mau gimana lagi saat ini, apa-apa terasa sulit,” ujar Mardiana pasrah. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement

Musik

Terbaru

Trending