Connect with us

Film

Saat Ninok Wiryono Lawan Rasa Takut di Lokasi Syuting Film ‘Rasuk’

Published

on

Kabarhiburan.com, Jakarta – Sudah cukup lama absen lantaran fokus sebagai motivator dan pengajar kepribadian di Look Academy, Ninok Wiryono tidak begitu saja dunia akting yang telah  melambungkan namanya. Sikap profesional sebagai aktris masih melekat dalam jiwanya.

“Saya masih suka menerima tawaran syuting FTV kok. Cuma memang enggak bisa stripping seperti dulu lagi. Alhamdulillah tahun ini dapat kesempatan main di (film) Rasuk,” ujar istri Sutradara Indrayanto Kurniawan ini.

Sikap profesional sebagai aktris, Ninok tunjukkan selama melakoni syuting film Rasuk garapan sutradara Ubay Fox. Disitu Ninok memerankan karakter Rosita, seorang istri yang mendapat perlakuan kekerasan dalam rumah tangga, bahkan dipasung oleh suaminya sendiri.

Rosita dijadikan pelampaiasan kemarahan sang suami yang mempelajari ilmu hitam, lantaran sangat kecewa atas putrinya yang tewas akibat bunuh diri setelah diperkosa oleh tukang bangunan.

“Saya diseret, dijambak, digebuki sampai lebam-lebam, bahkan dipasung. Jadi, penampilan saya disini enggak karu-karuan,” kenang Ninok pengalamannya selama syuting.

Sudah begitu, lokasi syuting Rasuk di kawasan pegunungan, Kabupaten, Garut Jawa Barat, memberi cerita tersendiri, lantaran di luar perkiraan Ninok.

“Saya ini kan punya panic attack. Begitu lihat gelap, nafas langsung sesak.  Apalagi saat itu mobilnya sempat mogok, sehingga terpaksa berjalan kaki beberapa kilometer menuju lokasi syuting di tengah hutan yang gelap dengan menggunakan lampu senter,” kenangnya.

Beruntung, saat itu Ninok ditemani beberapa orang, diantaranya  Baron Hermanto yang memegangi tangannya menyusuri kegelapan itu.

“Mbak Ninok takut kegelapan? Ayo  kita hadapi, buka matanya,” ujar Ninok menirukan Baron Hermanto yang menjadi lawan mainnya di film Rasuk.

“Sudah sampai sini. Aku tuh, masih nangis  karena ketakutan,” tambah Ninok yang ditemui sebelum menonton film Rasuk, baru-baru ini.

Siapa sangka, suasana menakutkan di lokasi syuting tersebut, justru berbuah ide motivasi bagi Ninok. “Pelajaran yang aku petik bahwa ketakutan itu memang harus dihadapi. Aku seorang motivator, yang biasa mengajar orang, justru  nggak bisa melawan ketakutan diri sendiri,” ujar Ninok.

Seperti diketahui, belakangan ini Ninok sering diundang sebagai motivator oleh berbagai instansi di berbagai kota di Indonesia.

Baginya, mengajar menjadi salah satu kegiatan yang menyenangkan. Apalagi, klien yang diajarnya seringkali datang dari beragam latar belakang profesi. Sekali waktu mengajar untuk  public figure, kemudian di lain kesempatan mengajar para calon ladies stand di ajang pameran otomotif.

“Mereka yang berinteraksi dengan banyak orang, dituntut harus sempurna dalam banyak hal. Tidak sekadar mengandalkan kecantikan fisik atau hanya sebagai pemanis. Mulai dari sikap, tersenyum, menatap dan berkomunikasi. Itulah kenapa mereka harus dibekali ilmu kepribadian,” ungkap Ninok. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Film

Nobar “Impian 1000 Pulau” Untuk Membantu Warga dan Lingkungan Kepulauan Seribu

Published

on

By

Kabarhiburan.com, Jakarta – Sudah beragam upaya yang dilakukan oleh berbagai pihak untuk menjaga lingkungan hidup. Kalingga, sebuah kelompok filantropis yang bernaung di bawah Lion Club Indonesia, mengadakan nonton bersama (nobar) di berbagai daerah, khususnya di Jakarta.

Upaya ini diwujudkan dalam rangka mewujudkan pengumpulan dana bagi perbaikan lingkungan di Kepulauan Seribu, Jakarta.

Kalingga Lion Club mengadakan nobar film Impian 1000 Pulau  bersama 500 siswa-siswi madrasah Al Fakhiriyah, di CGV Blitz Slipi Jaya Jakarta, Senin (12/11) pagi. Dilanjutkan sore harinya, nobar diadakan untuk siswa Khadijah Islamic School.

Impian 100 Pulau mengisahkan tentang seorang remaja dari keluarga nelayan yang bercita-cita menjadi pembuat film.  Keinginan itu ditentang habis-habisan oleh sang ayah, lantaran  menganggap itu usaha yang sia-sia.

Film yang mengajak para generasi muda untuk lebih mencintai lingkungan hidup ini  disutradarai oleh pelajar SMA, menggunakan dana sumbangan dari berbagai pihak.

Remaja bertalenta ini berhasil menciptakan sebuah film yang bertujuan untuk mempromosikan wisata khususnya di Kepulauan Seribu.

Selain mengedukasi dengan film, para generasi muda ini juga mempromosikan aneka kuliner untuk memajukan industri pariwisata Kepulauan Seribu.

Eksekutif produser Ivone Zakaria menjelaskan,  pembuatan film bertujuan untuk mencari dana yang akan digunakan untuk membantu memperbaiki lingkungan dan usaha masyarakat Kepulauan Seribu.

“Hasil dari pengumpulan dana akan kita manfaatkan untuk mengembangkan usaha masyarakat. Di sana ada berbagai olahan kuliner yang kita coba angkat,” ujar Ivonne.

Bahkan, Ivonne pernah menyertakan koki dari hotel bintang lima untuk memberi pelatihan memasak tanpa menggunakan penyedap bagi masyarakat.

Ivonne menambahkan, setiap penonton yang menyaksikan film ini, berarti telah menyumbangkan satu batang pohon mangrove, yang akan ditanam di pesisir pantai Kepulauan Seribu.

“Target kami 1 juta pohon. Jadi harapannya akan ada sejuta penonton yang menyaksikan film ini,” tambah Ivone di dampingi Gubernur Lions Club Distrik 307-A1 Silvyana Murni.

Silvyana menjelaskan, pihaknya bekerjasama dengan produser film Impian 1000 Pulau untuk membantu usaha warga penanaman mangrove di Kepulauan Seribu.

Menurut Silvyana, saat ini ada 362 klub yang bernaung di bawah Lion Club Indoneaia yang akan digerakkan untuk menonton film ini.

“Kepulauan Seribu merupakan bagian dari Jakarta. Kita harus punya keperdulian. Mangrove harus tumbuh, tidak boleh ada pengeboman ikan dan kita didik masyarakat untuk mengolah makanan sehat,” pintanya.

Presiden Kalingga Lion Club Tjut Syahna mengungkapkan, kegiatan yang dilakukan Kalingga adalah untuk mendorong pertumbuhan pariwisata Kepulauan Seribu.

Baginya, kalau  Singapura punya Sentosa Island, kita punya Kepulauan Seribu, salah satu tujuan wisata yang dicanangkan sebagai salah satu dari 10 Bali Baru.

“Kita bukan hanya menanam mangrove, tetapi juga mendorong masyarakat tidak menggunakan hairspray dan sedotan plastik. Ini adalah pengabdian organisasi,” imbuhnya. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading

Film

Film Religi ‘Zharfa’ Beri Insiprasi Positip Bagi Indonesia dan Malaysia

Published

on

By

Aktris Kaka Azraff memberi keterangan bersama para pendukung film Zhafra.

Kabarhiburan.com, Jakarta – Para aktor dan aktris dari Indonesia dan Malaysia kembali bekerja sama dalam pembuatan film, sekaligus memilih lokasi syuting pun di Malaysia dan Indonesia.

Itulah film Zharfa, yang merupakan karya perdana sutradara Mr. Rius Production. Film yang memilih genre drama religi ini diharapkan bakal memberi inspirasi positif bagi penonton di dua negara pula.

Produsernya, Yudi Pratito mengatakan, Malaysia memiliki banyak kesamaan dengan Indonesia. Ditambah, langgam cengkok melayu yang dilafalkan penduduk negeri itu, menjadi salah satu poin penting film ini.

“Kita serumpun, menarik jika menggabungkan dua kultur negeri tersebut. Bahasanya pun mudah dimengerti, baik oleh kita maupun orang Malaysia,” kata Yudi, di Hard Rock Cafe, Jakarta, Senin (12/11) siang.

Film ini mengisahkan perjalanan hidup Zharfa, gadis cantik asal Malaysia dari keluarga tidak harmonis. Ia kecewa kepada ayah kandungnya yang pergi begitu saja meninggalkan Zharfa sejak masih bayi. Sudah begitu, ibunya menikah lagi dengan pria bertabiat licik yang sangat dibencinya.

Situasi keluarga yang demikian ini membentuk pribadi Zharfa berwatak keras dan emosional, Perdebatan dengan sang ayah tiri pun kerap terjadi.

Bahkan, sang ayah tiri memaksa Zharfa diasingkan ke sebuah pesantren nun jauh di negeri seberang, yakni di Indonesia. Persisnya, di sebuah kampung di kawasan Jawa Barat.

Film yang direncanakan tayang pada awal 2019 mendatang ini, mengedepankan pemeran utama dari Malaysia, yakni Kaka Azraff sebagai Zharfa. Sementara Donny Alamsyah menjadi lawan mainnya yang berasal dari Indonesia.

Kaka Azraff mengaku, karakternya dalam film sungguh berbeda dengan pribadinya yang sebenarnya.

“Zharfa seorang yang tomboy dan keras wataknya. Saya sendiri menangis saat syuting karena betul-betul cerita ini penuh dengan rasa. Saya yakin penonton akan ikut merasakan. Semua adegan sedih itu betul-betul dirasa,” kata Kaka.

Shelomita.

Selain Kaka Azraff dan Donny Alamsyah, film ini juga dibintangi oleh Shelomita. Ia berperan sebagai ibu dari Zharfa, menjadi satu-satu pemain orang Indonesia yang harus berbahasa Malaysia.

“Tantangannya lumayan berat, khususnya soal bahasa. Saya harus melafalkan bahasa Malaysia secara benar dan logat Malaysia,” ujar Shelomita yang akhirnya mampu mengatasi persoalan bahasa.

“Selalu saya latihan dulu sebelum akting. Saya ngobrol dulu sama Kaka, enaknya ngomongnya begini, jadi akhirnya saya yakin dan pede. Mudah-mudahan nggak ada salahnya,” pungkasnya.  (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading

Film

Ayu Ting Ting, Zaskia Gotik dan Dewi Perssik Berkolaborasi Dalam ‘Nyai’

Published

on

By

Dewi Perssik, Ayu Ting Ting, Zaskia Gotik, dan bintang cilik Aqila Herby dalam acara official poster dan trailler film Nyai.

Kabarhiburan.com, Jakarta – Setelah menelurkan film Arwah dengan bintang utama Zaskia Gotik pada September silam, rumah produksi RA Pictures bersiap merilis film Nyai dengan bintang utama Ayu Ting Ting.

Produsernya, Raffi Ahmad mengatakan film Nyai merupakan bagian kedua dari trilogi: Arwah Tumbal Nyai, akan tayang di layar bioskop Tanah Air mulai Senin (29/11) mendatang.

“Memang dikonsepin sejak setahun lalu. Disebut trilogi, lantaran cerita film ini  berkesinambungan. Bagian yang diangkat sebagai cerita memang berbeda, namun memiliki benang merah cerita,” ujar Raffi Ahmad dalam jumpa pers di kawasan Cikini, Jakarta,  Kamis (1/11).

“Sosok setannya setiap film berbeda. Zaskia hantunya, Ayu itu nenek tua, Dewi beda lagi,” imbuh Raffi tentang film yang dibintangi tiga pedangdut kenamaan, Ayu Ting Ting, Dewi Perssik dan Zaskia Gotik ini.

Raffi menambahkan bahwa Ayu Ting Ting dan Zakia Gotik belum pernah main horor. Hanya saja mereka punya potensi di film horor.

“Maka ketiganya saya gabung dalam film trilogi Arwah Tumbal Nyai. Terbukti, mereka memberikan warna berbeda di film horor,” imbuh Raffi.

Zaskia membenarkan bahwa dirinya dengan Ayu Ting Ting dan Dewi Perssik mampu saling mendukung satu sama lain. Masing-masing tampil di sejumlah bagian film.

“Aku ada di beberapa bagian di film Nyai. Sementara Dewi ada beberapa bagian di filmnya aku (Arwah, Red.). Begitu juga kelak di filmnya Dewi Perssik. Pokoknya keren. Wajib ditonton,” ujar Zaskia berpromosi.

Bagi Ayu Ting Ting, film Nyai merupakan film debutnya di film horor. Janda satu anak ini merasa tertantang untuk mencoba pengalaman baru bermain di film horor.

“Kalau saya dipercaya main film aku coba. Pastinya kan jadi pengalaman berbeda buat aku,” tutur Ayu yang sudah pernah bermain film drama dan komedi.

Dibandingkan dengan Zaskia dan Ayu Ting-Ting, maka Dewi Perssik yang terbilang lebih sering bermain film,  mengaku sangat menikmati  syuting bersama Ayu dan Zaskia.

“Anak dua ini suka bercanda. Sama mereka menghilangkan stres. Berbagi pengalaman dan ilmu pasti. Sama mereka lebih senang bercanda,” kata Dewi.

Selain Ayu Ting Ting, Dewi Perssik dan Zaskia Gotik, film Nyai  didukung oleh bintang kenamaan lainnya seperti Tyas Mirasih, Raffi Ahmad, Ayu Dyah Pasha dan Aqila Herby.

Film Nyai mengisahkan Rosmalina (Ayu Ting Ting) yang hidup bersama Nayla (Aqila Herby) anak semata wayangnya. Setelah kematian neneknya, Rosmalina merasakan ada makhluk gaib yang tinggal di rumahnya. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement

Musik

Terbaru

Trending