Connect with us

Event

Sacti Club Tekwondo Indonesia Serukan Olahraga Pakai Masker

Published

on

Masker diturunkan sedikit bila melakukan latihan fisik berat.

Kabarhiburan.com, Jakarta – Matahari baru saja menampakkan diri di ufuk timur, ketika lebih dari 60 peserta Sacti  Club Taekwondo Indonesia Unit Bintaro dari berbagai tingkatan, sudah berkumpul di Lapangan Parkir Sekolah Pembangunan Jaya, Bintaro, Jakarta Selatan, Minggu (16/8).

Semua mengenakan masker, melengkapi Dobok (baju dan celana) dan Ti (sabuk) berwarna sebagai penanda tingkat masing-masing peserta, mulai dari putih hingga hitam.

Mereka menunggu menunggu aba-aba dari Temmy Nasution dan Ringin Bierlee selaku pengasuh, untuk memulai latihan. Kegiatan ini menjadi yang pertama kali, setelah sempat vakum selama lebih dari 3 bulan.

Temmy membenarkan bahwa pandemi Covid-19 yang melanda dunia, juga  memaksa mereka untuk berhenti latihan bersama sejak April silam. Termasuk berbagai kompetisi taekwondo, baik lokal maupun nasional ikut tertunda pelaksanaannya.

“Belakangan disadari bahwa vakum berlatih, apalagi dalam waktu yang lama, ternyata tidak baik bagi kesehatan. Terbukti, mereka yang biasa berlatih setiap hari, kemudian dipaksa diam terlalu lama membuat tubuh gampang sakit, selain berat badannya tidak terkontrol,” jelas Temmy pemegang sabuk taekwondo Dan 1 ini.

Akhirnya, Sacti Club Taekwondo Indonesia memutuskan kembali menggalakkan latihan fisik rutin bagi anggota, tentu saja dengan mengikuti protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah, yakni mengenakan masker dan sigap membersihkan tangan dengan hand sanitizer saat latihan.

“Berolahraga dengan mengikuti protokol kesehatan mulai kami gaungkan kepada masyarakat, agar mereka memahami bahwa berolahraga aman dan sehat kok, selama kita mengikuti protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah,” ujar Temmy didampingi Ringin Bierlee juga pemegang sabuk Dan 1.

“Insya Allah, kalau keadaan sudah kembali normal, maka kompetisi Taekwondo di daerah maupun Nasional siap bergulir. Kompetisi tersebut sudah ditunggu banyak pihak, seperti pihak sponsor maupun promosi,” imbuh Temmy.

Terkait penggunaan masker saat berolahraga, Temmy membenarkan bahwa penggunaan masker, apalagi tipe N95, memang  dapat mengurangi jumlah oksigen yang dihirup, sekaligus mengurangi jalur keluar karbondioksida. Akibatnya, karbondioksida yang sempat menempel di masker dapat kembali terhirup.

“Bila keadaan ini berlangsung lama, maka karbondioksida yang terhirup akan menumpuk di dalam darah, bisa menyebabkan tubuh menjadi lemas hingga dirasa pusing,” jelas Temmy yang kemudian menjelaskan cara mengantisipasi.

Temmy (kiri) dan Bierlee menjelaskan pemakaian masker saat berolahraga

“Kami sudah punya trik, yakni saat melakukan pemanasan masih boleh mengenakan masker secara utuh. Namun, begitu melakukan latihan utama cukup dengan menurunkan sedikit maskernya. Dengan begitu oksigen akan mengalir lancar memasuki hidung, kemudian dibuang lewat mulut.

Hasilnya, sudah dibuktikan oleh peserta Sacti Club Taekwondo Indonesia. Selama melakukan aktivitas latihan fisik, tidak menemukan keluhan dari anak didiknya.

”Alhamdulillah anak-anak dalam keadaan sehat, juga dari orangtua mereka. Makanya, kami akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat, yakni bila menggunakan masker saat berolahraga dengan benar, tidak akan mengganggu pernafasan selama bisa mengatur ritme bernafas,” anjur Temmy. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Event

Duta LIDA 2021 dari DKI Jakarta, Jihan dan Sawitri Idolakan Lesti Kejora

Published

on

By

Jihan, Duta DKI Jakarta di LIDA 2021

Kabarhiburan.com – Sebanyak 70 duta dangdut dari 34 provinsi dari seluruh Indonesia yang sudah dinyatakan lolos audisi online. Mereka siap berkompetisi di ajang pencarian bakat menyanyi dangdut musim keempat di Indosiar, Liga Dangdut Indonesia (LIDA) 2021.

Dua gadis belia, Jihan (14) dari Jakarta Utara dan Sawitri (16) dari Jakarta Barat, terpilih sebagai Duta DKI Jakarta, menyatakan siap bersaing di Top 70 bersama para duta dangdut dari 33 provinsi lainnya.

Menyukai musik dangdut sejak masih bocah, Jihan dan Sawitri kenyang pengalaman nyanyi di panggung off air. Kini mereka mendapat kesempatan yang diidamkan sejak lama, ikut ajang kompetisi LIDA 2021.

“Menyanyi di panggung off air, penonton tidak terlalu memperhatikan penampilan, yang penting menyanyi bagus,” ujar Sawitrio dan Jihan saat berbincang secara virtual, Minggu (7/3).

“Kalau di LIDA, ada juri yang akan menilai penampilan. Bukan hanya suara saja harus bagus, juga penghayatan dan ekspressi wajah juga harus sesuai dengan isi dan pesan lagu,” ujar Sawitri yang diamini oleh Jihan.

Melalui kompetisi LIDA, Jihan dan Sawitri pun menyampaikan harapan ingin menjadi penyanyi terkenal seperti sang idola, yakni Lesti Kejora.

“Lesti jadi juara D’ Academi 2014, aku baru nyanyi. Sejak saat itu, aku ngikutin cara dia nyanyi, cengkoknya, terus hafal lagu-lagu dia,” ujar Sawitri yang ingin duet bareng Lesti bila ada kesempatan.

Tidak mau kalah, Jihan juga mengidolakan Lesti. “Suaranya bagus, dia memotivasi aku ikut ajang LIDA dan berharap jadi penyanyi terkenal seperti Lesti,” ujar Jihan yang ingin memeluk Lesti bila kelak bertemu. (Tumpak S)

Continue Reading

Event

Talk Show Virtual Hanwha Life dan Miracle Aesthetic Clinic Dimeriahkan Tiara Eve

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Artis sekaligus DJ Tiara Eve tampak hadir dalam talkshow virtual bertajuk Love, Health and Beauty, yang berlangsung di World Trade Center, Jakarta, Jumat 5/3) siang.

Kehadirannya bukan untuk meracik musik, melainkan sebagai brand ambassador produk asal Korea Selatan berupa hand sanitizer DR. Harumi sekaligus produk madu Sikhye Honey Bee.

Tiara Eve pun menjelaskan secara detail manfaat hand sanitizer dalam rangka mencegah penularan  virus corona. Dia juga menjelaskan secara detail tentang manfaat madu bagi kesehatan.

Tiara Eve tidak sendirian. Talkshow ini juga menghadirkan David Yeom selaku CEO Hanwha Life Insurance,  Dewi Sukmowati selaku Regional Head Hanwha Life Insurance dan dr Renny Rosalita dari Miracle Aesthetica Clinic.

Dewi Sukmowati menjelaskan, mereka melakukan kolaborasi yang bertujuan untuk memperluas networking di tengah lesunya kegiatan bisnis di masa sulit akibat wabah virus Corona.

“Disini kami memperbaiki dan menata kembali struktur yang sudah lama mengendur. Ingin kami bangkitkan kembali dengan cara kolaborasi,” ujar Dewi Sukmowati, di sela-sela acara talkshow.

Seperti diketahui, Hanwha Life merupakan perusahaan asuransi ternama di Korea Selatan sejak 25 tahun silam, yang sudah 7 tahun lamanya menggarap pasar asuransi di Indonesia.

Davis Yeom diapit oleh Renny Rosalita (kiri) dan Dewi Sukmowati (kanan).

Sedangkan Miracle Aesthetic Clinic merupakan klinik kecantikan di Indonesia berkembang sejak 25 tahun silam, kini sudah memiliki 21 klinik perawatan kecantikan di berbagai kota besar di Indonesia.

Dewi menambahkan Hanwha Life memiliki RBC (Risk Based Capital) alias kemampuan membayar klaim kepada nasabahnya mencapai 6000 persen. Itu artinya, Hanwha Life memiliki kecukupan modal jauh di atas nilai yang dipersyaratkan OJK, yakni 120 persen.

“Di tengah dunia yang tidak pasti ini, Hanhwa life Insurance memberikan kepastian bagi masyarakat,” ujar Dewi Sukmowati, selaku Regional Head Hanwha Life Insurance berpromosi.

Di tempat yang sama, dr. Renny Rosalita dari Aesthetic Clinic menjelaskan bahwa selama pandemi Covid-19 cukup banyak masalah kulit yang terjadi pada saat penggunaan masker yang diwajibkan pemerintah. Dalam hal ini, Miracle memberi solusinya.

“Kami bisa bertahan selama 25 tahun, itu artinya kualitas pelayanan maupun kualitas SDM-nya sudah tidak diragukan lagi. Kami benar-benar menjaga kualitas pelayanan yang benar-benar premium untuk semua kondisi kulit, mulai dari kulit kering, penuaan dini, hingga masalah jerawat,” jelas Renny Rosalita. (Tumpak S)

Continue Reading

Event

YPJI Galang Donasi via Live Streaming Bagi Korban Banjir Jakarta dan Jawa Barat

Published

on

By

Kabarhiburan.com, Jakarta – Salah satu bentuk kepedulian terhadap penderitaan para korban bencana alam di berbagai wilayah di Indonesia, Yayasan Peduli Jurnalis Indonesia (YPJI)  menggelar kegiatan penggalangan donasi bagi para korban terdampak.

Salah satu bencana yang baru saja terjadi yakni banjir di wilayah Jakarta dan Jawa Barat (Jabar) pada 20 Februari 2021 silam, dijadikan sebagai fokus penggalangan dana ini.

Penggalangan dana terlaksana berkat kerja sama YPJI dengan Himpunan Mahasiswa Teknik Industri (HMTI), Politeknik STMI Jakarta, yang berlangsung sejak awal Februari 2020.

Penggalangan dana juga dilakukan lewat acara live streaming bertajuk ‘Live Charity Stream Disaster Relief’ secara online, yang digelar di Lobbyn Sky Terrace, Hotel Liberta, Kemang, Jakarta Selatan, yang berlangsung Kamis (25/2) malam.

Acara meriah tersebut tersebut dimeriahkan penampilan DJ Ay Claudia dan DJ Jasmine Larosie, dengan dipandu oleh host pengurus YPJI, yakni Pray dan D Novriansyah, selaku Kepala Bidang Donasi dan Sosial YPJI.

Donasi yang terkumpul dalam program ini akan disalurkan bagi masyarakat dan juga rekan jurnalis terdampak banjir di wilayah Jakarta dan Jawa Barat.

Wakil Ketua YPJI, Mambang Yazid, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian dari YPJI ke masyarakat dan jurnalis yang yang terdampak bencana banjir.

“Sebagai jurnalis, kita turut merasakan penderita masyarakat terdampak banjir. Rencananya, kita akan serahkan donasi bagi korban banjir bersama teman-teman mahasiswa HMTI Politeknik STMI Jakarta,” ujar Mambang Yazid.

Dalam penggalangan donasi ini, YPJI juga bekerjasama dengan Mustika Ratu dan Lobbyn Sky Terrace Hotel Liberta, serta beberapa donatur pribadi yang enggan menyebut namanya.

“YPJI juga berterima kasih banyak kepada semua pihak yang telah mendukung kita. Terima kasih juga buat para donatur pribadi yakni Maya Miranda Ambarsari selaku President Director PT Batamec Shipyard, Vicky Muhamad, Gita, Puri, Igub, serta donatur lainnya,” ujar Mambang Yazid lagi.

YPJI, imbuh Yazid juga berharap, kegiatan penggalangan donasi bencana seperti ini bisa terus dilakukan lewat kerjasama dengan sejumlah donatur.

“Semoga musibah bisa cepat berlalu, termasuk pandemi Covid-19 agar bisa segera berakhir, dan kondisi kembali normal. Semoga program ini sedikit banyak dapat membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak banjir,” pungkasnya. (Rls)

Continue Reading
Advertisement

Trending