Connect with us

Musik

Sambut Akhir Tahun, Forwan Gelar Diskusi Seputar Industri Musik

Published

on

Kabarhiburan.com, Jakarta – Usai menggelar Diskusi Publik Seputar Industri Pertelevisian sepekan silam,  Forwan kembali menggelar Diskusi Akhir Tahun Seputar Industri Musik, pada Jumat (15/12) mendatang.

Dalam kegiatan ini, Forwan akan  menghadirkan para pembicara: Rahayu Kertawiguna (CEO Nagaswara ) Naratama (Produser VOA New York), Rummy Aziez (Produser Jagonya Musik dan Suport), Seno M Hardjo (Target Pop) dan Agi Sugiyanto (CEO Pro Aktif).

“Dalam diskusi musik kali ini, sengaja kami hadirkan para pakar dibidang musik. Mereka memahami industri musik dan pasarnya. Dengan begitu, tentu diskusi ini menjadi menarik,” ujar Sutrisno Buyil Ketua Umum Forwan kepada awak media Rabu (12/12).

Ia berharap diskusi akan melahirkan ide dan pencerahan bagi anggota Forwan dan masyarakat pelaku industri musik Tanah Air.

Sementara itu, Naratama yang juga hadir dalam diskusi sebelumnya, menyambut gembira dihadirkan kembali dalam diskusi musik.

“Saya mendukung kegiatan yang digagas teman-teman Forwan. Sehingga saya bisa bertukar pengalaman di bidang musik Amerika dengan pelaku dan pemangku industri musik di Indonesia,” ujar Naratama.

Dukungan senada disampaikan Rahayu Kertawiguna, yang kali ini diajak sebagai narasumber.

“Diskusi yang digagas teman-teman wartawan yang tergabung di Forwan selalu menarik. Makanya saya selalu terlibat dan mendukung,” ungkap Rahayu.

Kehadiran para pembicara yang kompeten di bidang musik dalam diskusi ini, diharapkan akan memberikan solusi untuk kemajuan industri musik Indonesia.

“Diskusi ini sumbangsih kecil Forwan untuk kemajuan industri musik di masa depan,” pungkas Sutrisno Buyil. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Musik

Resmi Dirilis, Lagu ‘Rindu Ini’ Milik Mendiang Chrisye

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Karya mendiang Chrisye masih bisa dinikmati hingga saat ini. Bahkan, masih ada karyanya berupa sebuah lagu yang belum pernah dirilis. Lagu yang dimaksud berjudul Rindu Ini.

Lagu ciptaan Tito Soemarsono dan Cecep tersebut selesai almarhum rekam pada tahun 1992. Selama 28 tahun tersimpan, sehingga lagu Rindu Ini dinyatakan sebagai ‘Harta Karun dari Chrisye yang Tersimpan Berpuluh Tahun’.

Kemudian Musica Studios berinisiatif akan merilis lagu Rindu Ini, pada September 2020, bertepatan dengan bulan kelahiran Chrisye.

Rindu Ini bercerita tentang seseorang yang jatuh hati kepada pasangannya dan senantiasa merindukannya. Meskipun ada cerita sedih di masa lalu, namun dia tetap tulus mencintai sang kekasih hingga akhir hayatnya.

“Lagu Rindu Ini diciptakan dengan menggunakan balutan teknologi keluaran awal tahun 1990-an yang terbilang modern pada masanya. Jika diperdengarkan dengan seksama, aransemen dan musiknya masih relevan dengan zaman sekarang,” ujar Dwiki Dharmawan selaku produser, Sabtu (26/9).

Indrawati Widjaja selaku Executive Producer dari Musica Studios menjelaskan alasan kenapa Rindu Ini belum dirilis pada 1992, yakni proses untuk pemilihan lagu andalan pada masa itu tidak mudah. Perlu pertimbangan yang matang untuk memasukkan lagu andalan ke dalam rangkaian album selanjutnya.

“Demikian juga dengan lagu Rindu Ini. Lagu ini adalah salah satu lagu yang saat itu diunggulkan dan masih tersimpan rapi sampai saat ini. Musica baru memutuskan untuk mengeluarkan lagunya sekarang karena lagu ini dirasa memiliki materi bagus dan tetap bisa dinikmati oleh pencinta musik saat ini,“ ujar wanita yang akrab disapa Ibu Acin.

Lagu Rindu Ini dari Chrisye bisa dinikmati pada tanggal 25 September 2020 di Spotify, YouTube dan seluruh digital platform. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading

Musik

Langkah Pasti Minola Sebayang Angkat Musisi Karo ke Kancah Musik Indonesia

Published

on

By

Suasana konser ‘Karo Memanggil Kami Hadir’ berlangsung di Resto Toba Dream, Jakarta Selatan, Jumat (25/9).

Kabarhiburan.com – Selain kesibukan sebagai pengacara kenamaan,  Minola Sebayang masih menaruh perhatian besar kepada perkembangan budaya, terutama pada pelaku seni dan musisi Tanah Karo, Sumatera Utara, sejak belasan tahun silam.

Minola kini melangkah lebih jauh lagi dengan membentuk MSP alias Minola Sebayang Project, sebagai wadah untuk mengorbitkan musisi Tanah Karo ke industri musik Tanah Air.

Salah satu caranya, MSP menggagas acara musik berjudul  Karo Memanggil Kita Hadir, di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan, Jumat (25/9).

Sebuah konser live streaming di kanal YouTube Toba Dream TV, menampilkan empat penyanyi berbakat dari Tanah Karo, yakni Maharani Tarigan, Mey Permata Tarigan, Rainson Surbakti dan Trisna Key. Mereka menunjukkan penampilan terbaiknya dalam membawakan lagu-lagu yang akrab di telinga pendengarnya.

“Keempat penyanyi ini punya talenta yang besar dari Karo. Saya ingin mengangkat nama Karo di pentas musik Indonesia,” ujar Minola, yang ditemui seusai acara.

Minola Sebayang (kedua dari kanan) diapit oleh para penyanyi asal Tanah Karo yang diorbitkan.

Minola Sebayang mengaku optimistis, bakat besar yang dimiliki keempat penyanyi tersebut akan mengangkat nama musisi asal Karo semakin dikenal di jagat musik Indonesia.

“Artis Karo punya talenta besar di musik yang tak kalah dengan musisi lain. Sekarang saya mencoba membawa mereka berkiprah di musik tingkat nasional,” ujar Minola yang berjanji akan membuka kerjasama dengan musisi Indonesia demi mengangkat nama Karo.

“Saya telah bekerja sama dengan Rieka Ruslan dalam proyek ini. Termasuk juga dengan Viky Sianipar, seperti pada acara konser streaming ini. Semoga ke depan musisi dari Tanah Karo bisa bersaing dan diakui di musik Indonesia,” pinta Minola.

Minola juga menyebutkan, tekadnya untuk membesarkan nama Karo di musik Indonesia itu sudah dilakukannya sejak tahun 1999. Hingga kini, Minola terus konsisten memperjuangkan nama Karo di musik.

Baginya, untuk membangun Karo tidak harus menjadi pemimpin, misalnya menjadi kepala daerah terlebih dahulu.

“Sebagai seorang putra daerah pun, saya harus bisa membawa nama harum Tanah Karo di banyak bidang. Salah satunya adalah bidang seni, seperti kita tahu, Karo adalah salah satu daerah di Indonesia yang memiliki kekayaan seni budaya sendiri,” pungkas Minola Sebayang. (Tumpak Sidabutar/KH. Foto: Istimewa))

Continue Reading

Musik

Duta Provinsi Jambi, Jawa Barat dan Maluku Utara Tampil di ‘Konser Menuju Puncak’

Published

on

By

Meli (Jawa Barat) menduduki tempat teratas di antara 3 grand finalis LIDA 2020.

Kabarhiburan.com – Indosiar akan menggelar Konser Menuju Puncak LIDA 2020, pada hari Sabtu, 26 September 2020 LIVE pukul 20.00 WIB.

Konser tersebut menampilkan tiga Duta Provinsi sebagai Grand Finalis yakni Meli (Jawa Barat), Hari (Jambi) dan Gunawan (Maluku Utara).

Untuk itu, pemirsa dapat mengirimkan dukungan sebanyak-banyaknya melalui SMS dengan format LIDA (spasi) Nama Duta Provinsi kirim ke 97288.

Ketiganya memastikan diri akan memperebutkan hadiah total senilai Rp 1 Miliar dan piala bergilir bagi provinsi kebanggannya, setelah mengalahkan 67 duta lainnya dari 34 provinsi di Indonesia. Termasuk memutus langkah Wulan (Banten) pada babak Top 4 Result Show, Kamis (24/9) malam.

Konser Top 4 tersebut dipandu oleh Ramzi, Irfan Hakim, Gilang Dirga, Rizky Billar, Rara LIDA, dan Jirayut DAA. Keempat Duta Provinsi menerima tantangan berduet dengan Dewan Juri, yakni Soimah, Dewi Perssik, Inul Daratista, dan Nassar.

Wulan (kiri) tersisih di Konser TOP 4 LIDA 2020

Kompetisi dibuka oleh penampilan Wulan berduet dengan Inul Daratista, menyanyikan lagu Madu Tuba sukses membuat seluruh Dewan Juri memberikan standing ovation.

“Wulan, penampilan kamu dengan Mbak Inul sukses, keren banget. Kamu tidak terlihat minder, sehingga dapat saling mengimbangi. Semoga warga Banten mengirimkan dukungan SMS untuk kamu sebanyak-banyaknya,” pinta Soimah.

Duet apik juga disuguhkan Gunawan dan Soimah yang menampilkan mashup lagu berjudul Baca dan Jagad Anyar Kang Dumadi. Seluruh Dewan Juri pun memberikan standing ovation bagi Gunawan dan Soimah.

Suasana konser Top 4 LIDA 2020 Result Show semakin meriah oleh kehadiran lagu Mari Berdendang, persembahan Hari dan Dewi Perssik.

Hari (Jambi) terbilang istimewa, lantaran berduet dengan dua dewan juri, yakni dengan Dewi Perssik dan Lesti DA.

Seluruh Dewan Juri memuji duet tersebut. Bahkan Lesti DA mengajak Hari berduet menyanyikan lagu yang sama, juga sukses membuat cemburu Rizky Billar.

Tentu saja, Meli tidak mau kalah dari ketiga pesaingnya. Gadis dari ranah Sunda ini pun berupaya tampil maksimal saat berduet dengan Nassar, menyanyikan lagu Gejolak Asmara. Hasilnya, Meli sukses mencuri hati seluruh hati Dewan Juri.

Keempat Duta Provinsi telah berupaya tampil dengan maksimal, namun dukungan yang dikirimkan pemirsa melalui SMS menjadi penentu nasib mereka di panggung LIDA 2020.

Perolehan akhir polling LIDA 2020 menempatkan Meli di posisi teratas, disusul oleh Hari dan Gunawan. Sementara Wulan (Banten) berada di posisi terendah. Itu artinya, Wulan gagal melaju ke babak Grand Final LIDA 2020. (Tumpak Sidabutar/KH. Foto-Foto: Dok. Indosiar)

Continue Reading
Advertisement

Musik

Terbaru

Trending