Connect with us

Event

Sambut ‘I SEE FEST 2019’, GBK Disulap Jadi Panggung Terbuka

Published

on

Deddy Andu dan Hery Koko Santoso bersama sejumlah musisi pendukung I SEE FEST 2019.

Kabarhiburan.com, Jakarta – Sebagian besar area di Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta,  akan disulap menjadi panggung festival panggung terbuka pertama bertaraf Internasional di Indonesia, yang diberi nama Indonesia Senayan Festival (I SEE FEST) 2019. Berlangsung selama 10 hari, mulai 27 September sampai 6 Oktober 2019.

Perhelatan akbar ini mengusung konsep International Creative Culture-Outdoor Festival, yang menghadirkan beragam fitur di dalam satu area. Sebut saja, aneka produk kreatif, kuliner, kegiatan luar ruang, travel, hobi, otomotif dan pameran budaya dari dalam dan luar negeri.

I SEE FEST 2019 yang mengangkat tema Experience the Ambience, juga menghadirkan beraneka promo dari produk-produk favorit dan aktivitas untuk keluarga.

Hery Koko Santoso dan Deddy Andu menjadikan GBK sebagai panggung terbuka selama 10 hari, mulai 26 September sampai 6 Oktober 2019.

Promotornya, Deddy Andu selaku Director PT LIMA Armada Utama menciptakan I SEE FEST 2019 sebagai  ikon pameran baru bagi masyarakat, yang memberi nuansa rekreasi sambil berbelanja dan menikmati musik bersama keluarga.

“Konsep semacam ini belum pernah ada. Makanya kami akan menjadikannya sebagai pilihan terbaik destinasi hiburan bagi keluarga,” ujar Deddy Andu yang ditemui di studio Granada, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (12/8).

Andu menjelaskan bahwa I SEE Fest 2019 dibagi menjadi 8 area yang masing-masing memiliki karakteristik yang kreatif dan menarik. Area tersebut adalah Avenue of the World, Travel Around the World, Hobbyist Heaven, Sport Till You Drop, Street Food Arcade, Market Place Corner, Playground at The Park, dan Mini Racing Area.

Republic Community

Harry ‘Koko’ Santoso dari Deteksi Production selaku konseptor telah memastikan bahwa I SEE FEST 2019 akan dimeriahkan oleh penampilan ratusan musisi dari berbagai genre di Tanah Air dan Mancanegara. Di antaranya, Halus Lembut Band dan musisi Iis Rodinda sudah memastikan hadir.

Ongko, Zula dan Julian dari Halus Lembut Band membawakan lagu ‘Kapal Miring’.

“I SEE FEST 2019 menyediakan  4 panggung musik dan setiap hari menghadirkan 21 kelompok musik dari berbagai genre,” ujar Koko yang juga konseptor Republic Community.

Melalui even raksasa ini, Koko berharap dapat menyatukan beragam komunitas yang ada di masyarakat untuk bergabung dalam Republic Community. Sebut saja, komunitas otomotif, music, budaya dan masih banyak lagi.

Musisi Iis Rodinda

“Kita ingin menyatukan komunitas-komunitas dan teman musisi agar bisa bisa menjadi bagian dari perjalanan musik Indonesia yang diharapkan bisa memajukan musik Indonesia,” ujar Harry ‘Koko’ Santoso.

I SEE Fest 2019 menargetkan lebih dari 100 ribu pengunjung, masing-masing dikenakan tiket seharga Rp 25.000. Informasi lebih lanjut mengenai ticket dan jadwal I SEE Fest 2019, silakan mengunjungi laman www.senayanfest.com. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Event

Trend Tourism 4.0 JAS Luncurkan Aplikasi Airport Special Assistance

Published

on

Kabarhiburan.com, Jakarta- JAS Airport Services (JAS) mendukung sektor pariwisata digital lewat peluncuran aplikasi seluler ASA (Airport Special Assistance) di Hotel Ashley Jakarta (15/8/2019). Aplikasi seluler ASA merupakan aplikasi pertama di Indonesia yang menawarkan layanan Personal Assistant (Asisten Pribadi) saat penumpang berada di bandara.

Pesatnya pertumbuhan penggunaan internet dan penggunaan smartphone saat ini berdampak pada revolusi industri pariwisata berbasis teknologi digital. Menteri Pariwisata, Arief Yahya pernah menjelaskan tren saat ini baik personal, mobile dan interactive sudah serba digital. Penggunaan teknologi digital ini dianggap empat kali lebih efektif dibandingkan media konvensional.

Adji Gunawan, Direktur Utama JAS Airport Services menambahkan bahwa aplikasi seluler ASA ini merupakan inovasi digital yang diluncurkan untuk memantapkan posisi JAS sebagai perusahaan ground handling yang terus berkembang dalam menjawab serta menyesuaikan diri dengan kebutuhan pasar di era digitalisasi dan teknologi dewasa ini, termasuk mendukung sektor pariwisata digital.

“Penyempurnaan pengalaman penumpang dan diferensiasi layanan adalah kunci penting bagi JAS Airport Services yang sekarang sudah berusia 35 tahun. Kami bukan hanya mahir sebagai penyedia jasa ground handling bagi maskapai, melainkan juga dalam meningkatkan pengalaman digital para penumpang atau wisatawan selama mereka berada di bandara,” jelas Adji.

ASA memiliki 4 layanan utama yaitu Premium, Premium Plus, Supreme and Supreme Plus. Inti layanan ASA adalah tersedianya Personal Assistant (Asisten Pribadi) untuk mendampingi para penumpang saat mereka berada di konter check-in, imigrasi, bagasi, hingga penyediaan lounge dan transportasi eksklusif dari maupun ke bandara.

Di dalam aplikasi seluler tersebut, ASA juga meluncurkan tambahan layanan baru seperti asuransi perjalanan yang didukung oleh WE+, layanan transportasi ekonomis yang didukung oleh GRAB (ekonomis) dan TRAC (eksklusif), serta Airport Delight yaitu voucher kuliner hasil kerja sama ASA dengan 22 tenant di Terminal 3 Bandara Int’l Soekarna-Hatta. Untuk kemudahan transaksi pembayaran, ASA menggandeng MIDTRANS sebagai payment gateway.

ASA sendiri merupakan salah satu unit bisnis di JAS Airport Services yang fokus pada pelayanan retail penumpang pesawat. ASA telah memulai layanannya sejak tahun 2011 di 3 lokasi yaitu Bandara Int’l Soekarno Hatta, Bandara Int’l Ngurah Rai dan Bandara Int’l Juanda. Dan saat ini ASA telah memiliki layanan di 6 bandara di Indonesia (Halim Perdanakusuma, Kualanamu dan Adi Sucipto) dan berhasil memperluas jaringan sampai ke Bandara Internasional Changi, Singapura.

Didukung lebih dari 1000 pekerja profesional, ASA terbukti mampu menangani grup tamu, dari event-event nasional dan internasional seperti FIFA World Cup Trophy (2014), Asia Africa Conference (2015), kunjungan Raja Salman (2017) dan yang terbaru adalah Asian Paralympic Games (2018).

Sigit Muhartono, Direktur Umum JAS Airport Services juga menambahkan bahwa banyak penumpang telah merespon layanan ASA dengan sangat positif, “Dengan adanya pendekatan digital semacam ini, penumpang dapat semakin nyaman di bandara, semua hanya dalam satu genggaman.”

 

 

Continue Reading

Event

Nyanyikan “Pelet Cinta”, Soimah Bikin Goyang Seluruh Penonton Show Top 6 D’Star

Published

on

Kabarhiburan.com, Jakarta-  Enam bintang melaju ke babak Top 6 D’Star. Semalam (14/8) babak Top 6 D’Star dibuka dengan penampilan Soimah lewat lagu “Pelet Cinta”. Lagu ini membuat seisi Studio 5 Indosiar bergoyang. Fildan, Rara, dan Aulia menjadi tiga bintang pertama yang tergabung dalam Grup 1 untuk berebut posisi ke babak selanjutnya.Setelah tampil secara berturut-turut sejak hari Senin, 12 Agustus 2019 lalu, malam tadi di Konser Show D’Star Top 6.

Grup 1 Fildan kembali hadir dengan penampilan spektakuler. Menyanyikan lagu “Hikayat Cinta” yang dipopulerkan oleh Dewi Persik. Kali ini Fildan berhasil ‘merampok’ hati Bebi Romeo.

“Kita semua sudah kerampok sama kamu. Kamu luar biasa dan pertahankan terus bagaimana cara kamu mengembangkan diri kamu kedepannya. Sukses terus Fildan !”, puji Bebi Romeo.

Bahkan Giring Ganesha yang selama ini belum pernah memberikan nilai 100, malam tadi Fildan berhasil meluluhkan hati Giring untuk memberikan nilai sempurna.

Lagu “Lima Menit Lagi” semalam terasa lebih spesial ketika dinyanyikan oleh Aulia, dengan aransemen musik yang berbeda. Tampil anggun mengenakan dress berwarna kuning, Aulia unjuk kebolehannya menari sambil menyanyi.

Meski sudah berupaya tampil sebaik mungkin, namun Aulia harus puas mendapat total skor lebih rendah dari Fildan dan Rara serta menerima beberapa kritik dari Dewan Juri salah satunya Giring Ganesha.

“Ekspresi kamu dalam menyanyikan lagu ini masih kurang menurut saya. Akan tetapi effort kamu luar biasa, gerakan juga oke. Terus kembangkan kemampuanmu karena kamu paket komplit”, ungkap Giring.

Suasana panggung D’Star seketika berubah ketika Rara menyanyikan lagu “Cinta Hanya Sekali” yang di mashed-up dengan lagu “Lingsir Wengi”. Rara mencoba untuk memasukkan unsur misteri pada penampilannya kali ini. Namun Soimah tampak belum puas dengan upaya Rara supaya tampil berbeda dengan sebelumnya.

“Saya masih belum merasakan sedih dan seramnya karena lagunya tidak tepat untuk diberi sentuhan seram. Konsepnya memang susah. Saya tetap bangga dengan Rara. Saya suka kamu sudah berusaha”, tutur Soimah yang malam tadi hanya memberikan nilai 99 untuk penampilan Rara.

Sementara akumulasi perolehan skor, dari dukungan pemirsa menempatkan Fildan di urutan teratas, disusul Rara dan Aulia. Pertarungan ketiga bintang masih akan terus berlanjut pada Konser Result Show D’Star Top 6 Grup 1 yang tayang pada hari Senin, 19 Agustus 2019 pukul 20.30 WIB LIVE dari Studio 5 Indosiar.

Continue Reading

Event

‘Sekuntum Mawar Merah’ dari Fildan Untuk Elvy Sukaesih

Published

on

By

Sambil menyanyi, Fildan mendekati Elvy Sukaesih dan menyerahkan sekuntum mawar merah

Kabarhiburan.com, Jakarta – Mengusung tema Tribute Elvy Sukaesih, empat bintang Dangdut, Fildan, Rara, Aulia dan Maria Calista bersaing sengit memberikan penampilan terbaiknya pada Konser D’Star Result Top 8 Grup 2, Selasa (13/8) malam.

Konser ini menjadi peluang terakhir mereka dalam meraih posisi di babak Top 6, menyusul Konser show yang berlangsung Senin (12/8).

Fildan memilih lagu Sekuntum Mawar Merah yang di-medley dengan Baby Baby I Love You. Hasilnya, juara DAA 3 ini  mendapatkan 5 standing ovation dengan nilai nyaris sempurna, 598.

Selain menyanyi, Fildan juga membuat kejutan lain. Perlahan ia mendekati Elvy Sukaesih, yang hadir sebagai Dewan Juri, lalu menyerahkan setangkai mawar merah. Sebuah aksi menarik yang menyedot perhatian penonton dan Dewan Juri.

Bebi Romeo pun mengaku bangga pada Fildan. “Kamu berhasil merampok hatiku,” pujinya.

Ekspresi Rara saat membawakan lagu ‘Seujung Kuku’, sukses membawanya melangkah ke babak Top 6.

Keberuntungan juga berpihak pada Rara yang tampil membawakan lagu Seujung Kuku. Gadis enerjik asal Prabumulih-Sumatera Selatan ini mengenakan gaun merah, semakin menunjang penampilannya di depan Dewan Juri.

“Semua lagu bisa kamu nyanyikan. Saya salah satu juri yang bangga sama kamu,” ungkap Dewi.

Sebaliknya, Aulia kurang mendapat respon dari Dewan Juri saat membawakan lagu Perih. Terbukti, Elvy Sukaesih memberikan nilai 90 alias terrendah dari semua Dewan Juri bagi gadis asal Pontianak ini.

Bermodal nilai 90 dari Elvy Sukaesih, Aulia masih mampu melaju di panggung D’Star.

“Kamu harus lebih kreatif lagi saat sedang menampilkan sesuatu. Dua hari berturut-turut kamu membawakan lagu dengan genre yang sama,” ujar Soimah.

Penampilan Maria Callista sebagai peserta terakhir, sebenarnya tidak bisa dipandang sebelah mata. Mengenakan gaun pink, Maria tampil menggoda saat menyanyikan lagu Bercanda, namun belum cukup untuk membawanya melaju ke babak Top 6.

“Saya melihat kemauan belajar bernyanyi dangdut sangat luar biasa, walaupun ahli di genre pop. Maria mampu membuat musik dangdut lebih berwarna,” ungkap Inul.

Tampil apik dan menggoda, langkah Maria Calista bderhenti di babak Top 8.

Kini, pertarungan bintang segala bintang  menyisakan 6 bintang, membuat panggung kompetisi D’Star semakin seru. Mereka adalah  Aulia, Fildan dan Rara di group 1. Kemudian ada  Reza, Weni dan Selfi di group 2.

Malam ini  Konser Show D’star Top 6 group 1 mulai bergulir mulai pukul 20.30 LIVE di Indosiar. (Tumpak Sidabutar/KH. Foto-foto: Dok. Indosiar)

Continue Reading
Advertisement

Musik

Terbaru

Trending