Connect with us

Sinetron

Sebagai Bunga di ‘Love Story The Series’, Haico Van Der Veken Enggan Disebut Pelakor

Published

on

Haico van Der Veken (Foto: Instagram Haico.vdv)

Kabarhiburan.com – Sejatinya seorang aktris selalu siap sedia melakonkan sebaik mungkin berbagai karakter yang diberikan sutradara. Itulah yang dilakukan Haico Van Der Veken.

Haico dalam waktu relatif cepat mampu bermetamofosis dari tokoh Cinta yang urakan di sinetron Samudra Cinta menjadi tokoh Bunga yang kalem di sinetron Love Story The Series.

Hadir sebagai tokoh baru di sinetron Love Story The Series, Haico bahkan mampu memberi suasana baru pada lika-liku kisah cinta Ken dan Maudy. Haico banyak bertemu Giorgino dalam berbagai adegan.

“Tadinya jalan cerita (Love Story The Series, Red.) terasa boring. Sekarang suasana syuting menjadi lebih seru,” ujar Giorgino dan Yasmin, dalam wawancara virtual, Kamis (9/9).

Utamanya bagi Giorgino Abraham dan Yasmin Napper, mengaku tidak kesulitan beradu akting dengan Haico. Giorgino juga memuji Haico yang mengasyikkan dan baik. Demikian pula, Haico tidak sulit untuk membaur dengan Yasmin dan Giorgino.

Yasmin Napper dan Giorgino Abraham (Foto: Instagram Giorgino)

Dalam sinetron garapan sutradara Gita Djun itu, Haico tampil sebagai tokoh Bunga, dianggap telah memicu perselisihan dan membuat rumah tangga Maudy (Yasmin Napper) dan Ken (Giorgino Abraham) hingga ke ambang perceraian.

Haico pun mengelak tudingan bahwa Bunga sebagai sosok pelakor.

“Bunga bukan pelakor diantara mereka. Situasi yang terjadi hanya karena kesalahpahaman,” jelas Haico, yang menambahkan tidak merasa kesulitan memerankan tokoh Bunga.

Sebagai Bunga, membuat Haico lebih banyak berinteraksi dengan Ken. Situasi ini memancing emosi Maudy, lalu merencanakan pisah dari Ken.

Bagaimana kisah selanjutnya? Saksikan Love Story The Series di layar SCTV setiap hari, pukul 15.15 WIB. (Tumpak S)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sinetron

Eva Anindita Perankan Karakter yang Tak Biasa di ‘Sinetron Cinta 2 Pilihan’

Published

on

By

Kabarhiburan.com‘Cinta 2 Pilihan’ telah memasuki bulan ketiga, tayang setiap hari di layar SCTV. Sinetron drama keluarga produksi SinemArt ini menampilkan tokoh utama, yakni Shandy Aulia (Sukma), Marcel Chandrawinata (Fathir) dan Eva Anindita (Clara). Ketiganya sudah tidak asing lagi bagi penggemar sinetron Indonesia.

Eva Anindita misalnya, sampai mendapat julukan ratu antagonis lantaran sering kebagian peran sebagai tokoh yang tidak disukai penonton. Kali ini memabawakan karakter Clara, ibu dengan satu anak, yang menjadi orang ketiga dalam keluarga pasangan Fatir dan Sukma.

Kehadiran Clara sebagai mantan kekasih Fathir, berhasil menyulut lahirnya beragam konflik yang membuat alur cerita sinetron ‘Cinta 2 Pilihan’ kian membuat penontonnya emosional.

Sosok Clara juga memperkuat eksistensi Eva Anindita si Ratu Antagonis. Ia berpura-pura baik sambil menyusun rencana buruk untuk mengusik kebahagiaan Sukma bersama Fathir.

Dalam wawancara virtual, Eva mengaku sangat menikmati karakter Clara yang dibawakannya. Baginya, peran antagonis justunya lebih banyak tantangannya dibanding peran protagonist.

“Bagiku, peran antagonis lebih mudah dibanding protagonis. Keluar dari kebiasaan kita sehari-hari, memerankan karakter yang nggak biasa. Sebaliknya, protagonis, kan harus sedih atau nangis, ya, justru lebih capek menurutku,” ujar Eva didampingi Marcel Chandrawinata dalam wawancara virtual, Jumat (23/9).

Eva Anindita didamping Marcel Chandrawinata.

Eva Anindita pun meyakini bahwa karakter antagonis, kalau dibawakan dengan baik maka penggemar akan memberikan apresiasi lebih.

“Selama 15 tahun berkarir, sejauh ini aku belum pernah sampai mendapat reaksi tidak mengenakkan dari fans. Aku belum pernah ditimpuk orang, atau diapain lah. Karena tentunya mereka tahu ini hanya akting dan aslinya tidak seperti itu,” imbuhnya.

Untuk menambah wawasannnya, Eva mengaku selalu menimba pengetahuannya dengan menonton dan membaca kisah para aktor dan aktris baik dalam maupun luar negeri.

Sinetron ‘Cinta 2 Pilihan’, selain menyajikan sebuah hiburan, banyak pelajaran hidup yang bisa dipetik.

Cinta 2 Pilihan menegaskan bahwa kita tidak akan bisa menyenangkan semua pihak, saat menghadapi situasi seperti dalam cerita sinetron ini. Tetap harus ada yang diprioritasnkan, yakni keluarga, agar bisa mendatangkan kebaikan bagi semua,” jelas Marcel Chandrawinata. (Tumpak S)

Continue Reading

Sinetron

Tantangan Baru Dinda Kirana di Sinetron ‘Takdir Cinta Yang Kupilih’, Apa Itu?

Published

on

By

Tantangan baru Dinda Kirana (Foto: Instagram pribadi)

Kabarhiburan.com – Menjadi korban KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga) sekaligus pelakor, apa enaknya? Karakter seperti itulah yang diperankan oleh artis cantik, Dinda Kirana sebagai Tammy, dalam sinetron Takdir Cinta Yang Kupilih SCTV.

Kedua karakter antagonis tersebut justru dijadikan tantangan baru bagi Dinda Kirana, yang sudah melakoni beragam karakter seiring perjalanan karir aktingnya sepanjang puluhan judul sinetron dan FTV, sejak 2004 silam.

Sebagai tantangan baru, Dinda mengaku berupaya keras untuk melakukan pendalaman karakter sebagai korban KDRT. Caranya, tak cukup hanya membaca skrip yang diterimanya, mengingat Dinda mengaku belum pernah mengalami KDRT.

“Aku juga membaca banyak novel yang di dalamnya berkisah tentang KDRT, sehingga dalam menghayatinya menjadi lebih mudah,” jelas wanita berusia 27 tahun ini, saat wawancara virtual, Kamis, 8 September 2022.

Diceritakan, Tammy melarikan diri ke Indonesia setelah tersiksa akibat KDRT di Belanda. Beruntung, ada Novia (Alisia Rininta), sahabatnya di Indonesia yang memberinya tumpangan di rumahnya.

Jonathan Frizzy diapit oleh Dinda Kirana dan Alisia Rininta.

Hanya saja, rumah tangga Novia yang bersuamikan Hakim (Jonathan Frizzy) berdiri tanpa alas cinta. Bisa ditebak, kehadiran Tammy malah mempertajam konflik di dalam rumah tangga  Novia dan Hakim.

Dari sinilah cerita yang diciptakan oleh penulis Donna Rosamaya di bawah arahan sutradara Encep Masduki, dimulai. Berbagai problematika rumah tangga pun bermunculan, yang pasti membuat penonton selalu ingin terus mengikuti jalan ceritanya.

“Yang aku rasakan, jalan ceritanya mengalir. Misalnya, saat muncul cerita pelakor, rasanya berjalan smooth. Tidak ada kesan dipaksakan.

Apalagi, Dinda Kirana juga beradu akting dengan Jonathan Frizzy dan Alisia Rininta yang sudah tinggi jam terbangnya di dunia akting, dirasakan turut membantunya menjawab tantangan baru di sinetron yang tayang sejak 5 September 2022, setiap hari pada pukul 21.15 WIB. (Tumpak S)

Continue Reading

Sinetron

Sinetron ‘Takdir Cinta Yang Kupilih’ Tayang Besok, Ini Kata Donna Rosamaya

Published

on

By

Sinetron ‘Takdir Cinya Yang Kupilih’ Tayang di SCTV besok, Senin (5/9/2022)

Kabarhiburan.com – SCTV siap menyajikan tayangan sinetron drama berjudul ‘Takdir Cinta Yang Kupilih’. Tayang setiap hari, mulai Senin 5 September 2022 pukul 21.15 WIB.

Sinetron produksi SinemArt ini dibintangi oleh sederetan nama yang sudah tidak asing lagi bagi pemirsa. Mereka adalah Alisia Rininta (Novia), Jonathan Frizzy (Hakim, Randy Pangalila (Jeffry), Dinda Kirana (Tammy) dan masih banyak lagi.

Mereka memainkan karakter yang dibentuk oleh Donna Rosamaya selaku penulis cerita sekaligus penulis skenario. Selanjutnya, di lokasi syuting ada sutradara Encep Masduki yang mengarahkan.

Menurut Donna, para pemain bukan orang baru di sinetron. Karena jam terbang sudah tinggi, sehingga bisa memerankan karakter masing-masing dengan baik.

“Mas Ijonk, misalnya, saya rasa dia duluan jadi pemain sinetron daripada saya jadi penulis sinetron. Ha ha ha,” ujar Donna saat wawancara virtual, Sabtu (3/9).

“Juga ada Bang Encep (Masduki), yang akan men-deliver skenario menuju gambar. Dia akan membentuk karakter dari Novia dan Hakim,” tambahnya.

Sejauh ini Donna Rosamaya mengaku puas dan senang akan hasil visualisasi dari skenario yang dia bikin. Ia juga mengapresiasi akting semua pemain. Masing-masing pemain bisa memainkan emosi dengan baik, sehingga penonton nanti bisa merasakan apa yang mereka rasakan.

“Mas Ijonk bagus. Adegan marah-marahnya bagus, saya suka. Alisia juga begitu. Saat nangis, bukan yang kayak lebay. Dengan dia meneteskan air mata aja, penonton sudah ter-deliver rasa sakit dia gimana,” ungkap Donna Rosamaya.

Donna menyebut Takdir Cinta Yang Kupilih beda dari karya-karya dia sebelumnya. Ini untuk kali pertama Donna menulis sinetron bergenre drama keluarga dan persahabatan.

“Konfliknya tentang kesetiaan, komitmen, persahabatan. Gimana sih sebenarnya sahabat. Sahabat itu akan bahagia kalau sahabatnya bahagia. Dia akan sedih kalau sahabatnya sedih. Itu sih yang mau saya angkat dari sini,” jelas Donna Rosamaya. (Tumpak S)

Continue Reading
Advertisement

Trending