Connect with us

Event

Semangat Berbagi GSUI dan Sahabat Serumpun Yusoff Family dari Singapura

Published

on

Kabarhiburan.com, Jakarta – Rencana terbaru pemerintah melonggarkan pembatasan sosial, tampaknya belum mengubah nasib nelangsa para pekerja seni.

Pekerja seni yang menjual suara dan bermusik di café, hotel, restoran, acara pesta maupun musisi jalanan, masih saja terlilit oleh dampak pandemi covid-19. Entah sampai kapan.

Situasi tersebut membuat Gerakan Seribu Untuk Indonesia (GSUI) lebih fokus pada distribusi donasi bagi para pekerja seni pada dua pekan belakangan ini.

Berkat dukungan pada donatur, GSUI sudah mendistribusikan ratusan paket sembako bagi para pekerja seni di kawasan DKI Jakarta pada pekan lalu. Kini GSUI menjangkau para pekerja seni yang berdomisili di Karawang, Depok, Tangerang dan sekitarnya, yakni menyalurkan 1000 paket sembako dan nasi kotak kiriman  Yusoff Family, pemilik event organizer di Singapura.

“Hari ini ada 350 paket sembako dan 650 nasi kotak didonasikan oleh Yusoff Family dari Singapura. Mereka mempercayakan GSUI untuk mendistribusikannya. Beliau sangat senang bisa membantu saudara serumpun,” ujar Muhanto Hatta, selaku Ketua GSUI, di Jakarta, Kamis (14/5).

Acara penyerahan sembako tersebut dihadiri oleh musisi Tya Subiakto, yang menyerahkan lagu berjudul Panggilan Untuk Indonesia ciptaan Edi Prasetyo, kepada Muhanto Hatta selaku Ketua GSUI. Pada acara serah terima lagu tersebut diadakan pemotongan tumpeng.

Penggalangan Dana

GSUI yang dibangun dari semangat gotong royong, semakin menguatkan rasa optimis bagi Muhanto. Ia mengatakan, masih banyak dermawan yang sukarela menyalurkan donasi melalui GSUI guna disalurkan bagi korban pandemi tersebut.

“Tujuan GSUI sedari awal adalah untuk menyebarkan semangat kebersamaan. Jika dahulu kami membangun semangat  bermusik, maka kali ini membangun semangat solidaritas dan gotong royong dalam melawan pandemi ini,” jelas Muhanto.

Semangat kebersamaan tersebut begitu nyata, terlihat dari banyaknya artis dan tokoh masyarakat yang bergabung sebagai endorser dari gerakan yang diinisiasi Muhanto Hatta, Kris Tjandra, Carl Ideas dan Harry Koko Santosa ini.

GSUI memulai langkahnya dengan menyebarkan masker dan ekstrak desinfektan di 250 kelurahan di Jakarta, dalam rangka mencegah penyebaran covid-19. Berlanjut dengan memberikan sembako bagi supir taksi dan kendaraan online.

“Selanjutnya pada pekan depan, GSUI akan mendistribusikan 10 ribu masker ke berbagai kota yang warganya paling banyak terinfeksi covid-19,” imbuh Muhanto.

Di sisi lain, GSUI terus mengadakan penggalangan dana melalui YouTube live dalam online streaming Music and talk show dan musik, yang sudah memasuki episode ke empat pada Sabtu (16/5) mendatang.

“Pada episode keempat, penggalangan dana melalui YouTube live bertajuk  Tribute to Didi Kempot, menampilkan para bintang tamu, seperti Ayu Azhari dan Paramitha Rusady. Mereka bersama para Sobat Ambyar di Tanah Air membawakan lagu Sewu Kutho, karya Didi Kempot,” ungkap Carl Ideas.

GSUI masih membuka donasi melalui Bank BNI No. Rek 320.420.520.2, atas nama Gerakan 1000 untuk Indonesia. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Event

Kementerian Sosial Republik Indonesia Memberikan Paket Sembako Melalui YPJI

Published

on

By

Di masa pandemi covid 19 ini, Kementrian Sosial Republik Indonesia ( Kemensos) kembali memberikan bantuan paket sembako melalui Yayasan Peduli Jurnalis Indonesia ( YPJI).

Penyerahan secara simbolis tersebut di lakukan langsung oleh Menteri Sosial Republik Indonesia, Juliari P Batubara di Sekretariat YPJI di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan pada Kamis ( 3-12-20)

Mensos, dalam kata sambutannya mengutarakan, bantuan yang diberikan semoga dapat bermanfaat untuk para jurnalis. ” Semoga bantuan ini bermanfaat. Banyak dan sedikitnya, tergantung yang menerima. Sudah 9 bulan kami memberikan bantuan berupa barang dan uang selama pandemi ini, ” ujar Juliari P Batubara.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Ketua Dewan Pembina YPJI, Agus A Mile dan Ketua Umum, YPJI, Andi Arief. Menurut Andi Arif, bantuan yang diberikan oleh Kemensos tersebut, bantuan tahap kedua.

Lebih lanjut, Andi menjelaskan, pandemi covid 19 yang sejak awal tahun lalu merebak hingga kini, sangat amat berimbas keberbagai sektor pekerjaan, tak terkecuali para jurnalis.

” Karena itu, bantuan dari pemerintah ini, kami manfaatkan sebaik baiknya. Khususnya untuk membantu sahabat jurnalis yang terdampak langsung pandemi covid 19,” ujar Andi

Disela kesempatan tersebut, Mensos pun menekankan kemitraan yang baik kepada para jurnalis dan memberikan apresiasi kepada media yang selama ini membantu program program pemerintah.

” Tak bisa dipungkiri, kami membutuhkan media. Tak hanya di masa pandemi covid saja. Hubungan antara Kementrian dan media saling menguntungkan. Tak perlu harus membela, akan tetapi kami butuh suport atas pemberitaan kami, ” ujar Mensos.

Meski demikian, pihaknya butuh kritik dari peran media atas kinerja Kementeriaannya. Baginya, peran media bukan sekedar menjadi corong pemerintah belaka.

” Kami butuh masukan yang konstruktif. Jika dinilainya kinerja kami kurang baik, atau program kami kurang bermanfaat, bilang saja. Kami berharap, peran media dapat mengangkat pemberitaan yang membangun optimistis bagi pembacanya” ujar Juliari.
( Zar/KH)

Continue Reading

Event

Tampil Memukau Seluruh Dewan Juri, Julian (Batam) Nyaris Tereliminasi

Published

on

By

Julian (Batam) berduet dengan Weni DA menyanyi lagu ‘Begadang’, sukses meraih semua standing ovation.

Kabarhiburan.com – Sepanjang babak Top 12 Pop Academy, para academia mendapat tantangan berduet dengan para bintang jebolan ajang pencarian bakat Indosiar sebelumnya.

Tiga academia yang tergabung dalam Grup 3, yakni Agnes (Malang), Julian (Batam), dan Martha (Jayapura) pun berduet dengan Reza DA, Weni DA dan Rara LIDA, yang berlangsung Selasa (1/12) malam.

Agnes (Malang) dan Reza DA membuka kompetisi dengan lagu Los Dol. Mereka menciptakan perpaduan dua suara merdunya, saat membawakan lagu berbahasa Jawa dengan tampilan aransemen musik yang berbeda pula.

Hasilnya, sukses meraih standing ovation dari dewan juri: Anji, Rayi ‘RAN’, Pinkan Mambo, dan Maya Ratih.

“Kalian mempermudah pekerjaan saya. Saya mendapat suguhan penampilan sangat menghibur. Chemistry kalian sangat baik, ditambah sedikit teatrikal menciptakan penampilan kian keren,” puji Rayi.

Duet sempurna Agnes (Malang) dan Reza DA bawakan lagu ‘Los Dol’.

Sebaliknya, Soimah tidak memberikan standing ovation. Ia menyoroti kreativitas Agnes. “Aku tidak melihat Agnes yang biasanya menghadirkan kreativitas di tengah lagu,” ungkap Soimah.

Soimah masih enggan memberikan standing ovation kepada Martha (Jayapura) duet Rara LIDA saat membawakan lagu Pandangan Pertama. Alasannya?

“Ada kesalahan lirik di awal lagu. Tetapi hebatnya, Martha tidak terganggu oleh kesalahan tersebut dan Rara membantu menutupi beberapa kesalahan Martha di akhir-akhir lagu,” ujar Soimah sambil berharap Martha bisa tampil lebih fokus pada penampilan berikutnya.

Tampil di penghujung kompetisi, Julian (Batam) duet Weni DA membawakan lagu Begadang, justru berhasil membuat Soimah memberikan standing ovation bersama Anji, Rayi ‘RAN’, Pinkan Mambo, dan Maya Ratih.

“Sejak pertama melihat Julian, aku menilai Julian memiliki teknik menyanyi yang lengkap. Aku ikut bangga sekali melihat penampilan kamu malam ini. Selamat Julian,” puji Anji.

Pujian senada datang dari Rayi. “Komposisi lagu kamu sangat padat. Cara bernyanyi kalian mulai dari pop, dangdut, dan rock di lagu ini sangat baik. Saya memberi apresiasi untuk Julian, kamu memiliki potensi yang sangat baik,” puji Rayi.

Meski menuai banyak pujian, Julian (Batam) dan Martha (Jayapura) masih berada di posisi dua terrendah polling akhir Pop Academy Top 12 Grup 3. Posisi demikian mengharuskan mereka kembali berjuang di second chance.

Julian (Batam) memilih lagu Risalah Hati untuk dinyanyikan di second chance, sementara Martha (Jayapura) membawakan lagu Akad.

Soimah, Rayi, Anji, dan Maya Ratih sepakat memberi kesempatan kepada Julian (Batam). Sebaliknya, Martha (Jayapura) tereliminasi dan meninggalkan panggung Pop Academy.

Martha (Jayapura) tereliminasi dari Pop Academy.

Life must go on! Masih ada harapan Martha,” tutur Pinkan Mambo mencoba memberi dukungan kepada Martha. Sedangkan Julian (Batam) mengikuti jejak Agnes (Malang) untuk melanjutkan perjuangan di babak Top 9 Pop Academy.

Babak Top 12 Pop Academy masih bergulir, menghadirkan Grup 4 terdiri dari Gio (Ambon), Jessica (Jakarta), dan Tasya (Semarang). Mereka akan berduet bersama Fildan DA, Aulia DA, dan Rara LIDA.

Kirimkan Dukungan

Indosiar akan menayangkan Pop Academy Top 12 Grup 4 pada hari Rabu, 2 Desember 2020 LIVE pukul 21.00 WIB dari Studio 6 Emtek City, Daan Mogot, Jakarta Barat.

Pemirsa dapat mengirimkan dukungan sebanyak-banyaknya melalui aplikasi Lazada, atau vote melalui SMS ke 97288 dengan format: POPA (spasi) Nama Academia dengan tarif Rp 2,200/sms agar Academia favoritnya terus bertahan di panggung Pop Academy.

Info lebih lanjut dapat dilihat melalui Instagram: @popacademyindosiar, TikTok: @popacademyindosiar, Facebook: Pop Academy Indosiar, Twitter: PopAcademy, Youtube: Pop Academy Indosiar, dan Website: www.indosiar.com. (Tumpak S. Foto-foto: Dok. Indosiar)

Continue Reading

Event

Peluang Pupus Di ‘Second Chance’, Jessy (Manado) Pulang Dari Pop Academy

Published

on

By

Duet Shandy (Jambi) dan Fildan DA

Kabarhiburan.com – Babak Top 12 Pop Academy menampilkan tiga academia dari grup 2, yakni  Gullit (Medan), Shandy (Jambi) dan Jessy (Manado), pada Senin (30/11) malam.

Masing-masing tampil duet bersama para senior di ajang pencarian bakat Indosiar, yaitu Fildan DA, Reza DA dan Putri DA. Duet tersebut berlangsung dihadapan Dewan Juri: Soimah, Pinkan Mambo, Melly Goeslaw, Mario Kahitna dan Maya Ratih selaku Fashion Guru.

Begitu kompetisi dibuka, panggung langsung menggelagar oleh penampilan Shandy (Jambi) dan Fildan DA membawakan lagu Mirasantika.  Hasilnya, Shandy meraih standing ovation dari seluruh Dewan Juri.

Soimah mengaku selalu menunggu Shandy di setiap babak, lantaran mampu menjawab tantangan dan memberikan penampilan yang berbeda.

Senada dengan Soimah, Melly Goeslaw juga respect pada Shandy yang bernyanyi dengan rileks seperti sedang memberikan pertunjukkan bukannya berkompetisi.

“Penampilan kalian berdua sangat terkonsep. Kamu itu magnetnya gede banget kalau di panggung. Potensi kamu besar, kemampuan kamu juga besar.” puji Melly kepada Shandy.

Gullit (Medan) diapit Pinkan Mambo dan Reza DA.

Komentar positif juga diberikan Juri untuk Gullit (Medan). Lagu Kerinduan yang dinyanyikannya bersama Reza DA membuat Pinkan Mambo berseru “I Love You” untuk Gullit.

Baginya, Gullit berhasil menunjukkan kemajuan dari hari ke hari dan mampu menyeimbangi Reza saat bernyanyi.

Mario juga memuji dengan mengatakan, tidak bisa membedakan mana yang sudah menjadi bintang dan mana yang masih peserta.

Sebagai rekan duet, Reza pun memberikan kiat agar bisa memukau saat bernyanyi. “Ga usah terlalu dibawa stres.” pesan Reza.

Tampil di urutan terakhir, Jessy (Manado) tetap mampu memikat kelima Dewan Juri agar spontan berdiri usai penampilannya di lagu Pacar 5 Langkah, yang dinyanyikannya bersama Putri DA.

Jessy (Manado) dan Putri DA

Lagu yang memiliki 3 aransemen mampu dilahap Jessy dengan sempurna, membuat Melly Goeslaw. Kagum. Menurutnya, tidak mudah memadukan tiga aransemen dalam satu lagu, ditambah dengan chemistry seirama antara Jessy dan Putri.

“Pokoknya, aku seneng banget. Saling ngisi dan konsep pecah suaranya juga bagus.” puji Melly.

Meski demikian, polling akhir Pop Academy menentukan Gullit (Medan) berhak posisi teratas dan berhak maju ke babak Top 9. Sementara Shandy (Jambi) dan (Jessy Manado), meskipun mendapat pujian dan standing ovation dari seluruh Dewan Juri, harus kembali tampil di second chance.

Shandy (Jambi) memilih lagu Pangeran Cinta, sedangkan Jessy (Manado) menyanyikan Ingin Ku Miliki. Shandy (Jambi) meraih tiga suara dari Soimah, Pinkan Mambo dan Melly Goeslaw, sementara Jessy (Manado) hanya dua suara dari Mario dan Maya Ratih.

Itu artinya, Jessy (Manado) harus tereliminasi dari babak Top 12, sebaliknya Gullit (Medan) dan Shandy (Jambi) akan kembali bersaing di babak Top 9 Pop Academy.

Kirim Dukungan

Pop Academy Top 12 berlanjut ke Grup 3, menampilkan 3 academia: Agnes (Malang), Julian (Batam) dan Martha (Jayapura) pada Selasa, 1 Desember 2020 LIVE pukul 21.00 WIB dari Studio 6 EMTEK City – Daan Mogot.

Pemirsa dapat mengirimkan dukungan sebanyak-banyaknya melalui aplikasi Lazada, atau vote melalui SMS ke 97288 dengan format: POPA (spasi) Nama Academia dengan tarif Rp 2,200/sms agar Academia favoritnya terus bertahan di panggung Pop Academy.

Info lebih lanjut dapat dilihat melalui Instagram: @popacademyindosiar, TikTok: @popacademyindosiar, Facebook: Pop Academy Indosiar, Twitter: PopAcademy, Youtube: Pop Academy Indosiar, dan Website: www.indosiar.com. (Tumpak S. Foto-foto: Dok. Indosiar)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Musik

Terbaru

Trending