Connect with us

Film

Semarakkan Liburan Sekolah, SCTV Hadirkan Film Animasi Box Office Dunia Setiap Hari

Published

on

Kabarhiburan.com, Jakarta – Jelang pergantian tahun 2018 menuju 2019, SCTV akan memanjakan pemirsanya melalii program berkualitas, penayangan Parade Film Liburan.

Ditandai dengan Serial komedi Mr. Bean yang telah tayang sejak akhir pekan lalu mulai pukul 08.30 WIB. Selanjutnya akan diikuti serangkaian film animasi box office lainnya yang tayang pada pagi hari bernuansa liburan.

Mulai 22 hingga 25 Desember 2018 setiap pukul 06.30 WIB, SCTV siarkan film animasi yang sukses memikat penonton di seluruh dunia.

Film Shrek mengetengahkan cerita seru sang ogre yang merasa terganggu ketika seluruh makhluk dari cerita dongeng mengungsi ke rawa miliknya, akan membuka parade  pada Sabtu, 22 Desember 2018.

Chicken Run mengisahkan perjuangan kehidupan kumpulan ayam yang mencoba melarikan diri dari peternakkan demi bertahan hidup, pada Minggu, 23 Desember 2018.

The Croods menceritakan kehidupan keluarga manusia zaman purba gua. Mereka harus bertahan hidup di tengah perubahan alam dan berbagai penemuan, yang akan mengantar mereka ke peradaban baru, pada hari Senin, 24 Desember 2018.

Tepat di hari Natal pada Selasa, 25 Desember 2018, SCTV akan  menayangkan How to Train Your Dragon 2.  Petualangan terbaru Hiccup anak pemuka Bangsa Viking dan Toothless Sang Naga Terbang. Kali ini mereka menghadapi ancaman baru atas kehidupan tentram mereka.

Film animasi menarik lainnya akan hadir di pekan terakhir Desember,  sejak  26 hingga 30 Desember 2018 pukul 07.00 WIB.

Serial kartun Talking Tom and Friends yang diadaptasi dari salah satu aplikasi game populer, menampilkan petualangan seekor kucing bernama Tom bersama dengan teman-temannya.

Senin, 31 Desember 2018, SCTV akan membawa kumpulan makhluk kuning menggemaskan dalam  Minions.

Mengisahkan bangsa Minion sudah sejak lama berpetualang mencari makhluk yang kuat dan memiliki kuasa, untuk dijadikan sebagai tuan mereka. Hanya saja, karena lebih sering membuat kekacauan, tidak ada satu pun makhluk kuat yang mau menerima minion sebagai pelayan.

Nikmati libur akhir tahun pemirsa bersama dengan rangkaian program menghibur hanya di SCTV Satu Untuk Semua!

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Film

Pohon Terkenal Angkat Romantika Kehidupan Para Taruna Akpol

Published

on

By

Kabarhiburan.com, Jakarta – Pohon Terkenal adalah sebutan bagi Taruna maupun Taruni yang gemar membuat ulah selama menempuh pendidikan di Akademi Kepolisian.

Julukan ini diangkat menjadi  judul film produksi  perdana Divisi Humas Mabes Polri. Film ini sudah tayang di layar bioskop di Tanah Air, sejak Kamis (21/3).

Sebelumnya, Divi Humas menyelenggarakan acara pemutaran perdana  Pohon Terkenal di bioskop Epicentrum, Kuningan, Jakarta. Film berdurasi 96 menit ini dibuat oleh produser Soemarsono bersama sutradara Monty Tiwa dan Annisa Meutia, yang bersama Lina Nurmalina menulis naskahnya.

Mereka memilih Umay Shahab, Laura Theux dan Raim Laode sebagai bintang utama, didampingi Adjis Doa Ibu dan Cok Simbara, serta puluhan taruna-taruni di Akademi Kepolisian, Semarang.

“Film ini mengemas dinamika kehidupan para calon polisi selama menempuh pendidikan di Akademi Kepolisian. Ada duka dan bahagia, selain romantika juga ada,” ujar Kadiv Humas Polri, Irjen. Pol. Mohammad Iqbal, SIK, MH yang ditemui di Bioskop Epicentrum, Kuningan Jakarta Selatan, Kamis (21/3).

“Film ini sangat layak ditonton. Oleh sebab itu, enggak muluk-muluk kalau kami ingin agar film ini mencapai box office,” imbuh Iqbal.

Cerita Pohon Terkenal berpusat pada tiga orang taruna baru bernama Bara Maulana (Umay Shahab), Ayu Sekarwati (Laura Theux), dan Johanes Solossa (Raim Laode). Mereka meninggalkan kehidupan remaja normal, lalu menjalani kehidupan baru sebagai calon perwira.

Sutradara Monty Tiwa mengemas cerita aspek kepolisian, lalu  mencampurnya dengan unsur komedi dan romantika dari ketiga tokoh utama. Jadilah Pohon Terang menjadi tontonan yang menghibur.

“Saya mendapat kebebasan untuk mengungkapkan kehidupan apa adanya para taruna-tarini di Akpol,” ujar Monty Tiwa yang melakukan syuting selama dua minggu di Semarang. (Tumpak Sidabutar/KH. Foto: Dok. Humas Mabes Polri)

Continue Reading

Event

Sepuluh Film Terlaris Akan Lomba Terbaik Dalam Ajang IBOMA 2019

Published

on

By

Kabarhiburan.com, Jakarta – Sebanyak 10 judul film terlaris, alias jumlah penonton terbanyak, akan bersaing merebut juara dalam ajang penghargaan  Indonesian Box Office Movie Awards (IBOMA) 2019, yang akan digelar di Studio Emtek, Jakarta, Jumat (5/4) mendatang.

Film-film yang dimaksud adalah Dilan 1990, Suzzana: Bernapas Dalam Kubur, Danur 2: Maddah, Si Doel The Movie, Asih, Teman Tapi Menikah, Wiro Sableng: Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212, Jailangkung 2, A Man Called Ahok, dan Milly & Mamet.

Semua film ini dinyatakan telah meraup jumlah penonton terbanyak selama kurun waktu 1 Januari  hingga 31 Desember 2018.

David Suwarto selaku Deputy Director Programming SCTV, mengatakan bahwa IBOMA merupakan sedikit kontribusi SCTV terhadap industri film Tanah Air.

“Kami ingin mengapresiasi kerja keras teman-teman produser, sutradara, pemain dan seluruh tim yang telah menghasilkan film-film yang diminati masyarakat,” ujar David dalam jumpa pers di SCTV Tower, Senayan City, Kamis (14/3).

Ia menambahkan bahwa sepanjang 2018 film Indonesia telah mencatat rekor jumlah penonton terbanyak, yakni 51.192.832 tiket. “Ini merupakan pencapaian luar biasa. Tentu kami berharap jumlah penonton terus bertambah di tahun mendatang,” imbuhnya.

Dalam ajang IBOMA 2019, masing-masing film akan memperebutkan 12 kategori penghargaan, sebagai Film Box Office Terbaik, Pemeran Utama Pria Terbaik, Pemeran Utama Wanita Terbaik, Pemeran Pendukung Pria Terbaik, Pemeran Pendukung Wanita Terbaik, Sutradara Terbaik, Penulis Skenario Terbaik, Pendatang Baru Terbaik, Poster Film Terbaik, Trailer Film Terbaik, Original Soundtrack Film Terbaik dan Ensemble Talent Terbaik.

Selain 12 kategori tersebut, tersedia pula tiga kategori lain yang akan dianugerahkan tanpa proses penjurian. Tiga kategori ini didasarkan pada raihan jumlah penonton, yakni Top 10 Film Box Office Tahun Ini, Film Box Office Tahun Ini, dan Produser Film of The Year.

Guna menemukan para pemenangnya, panitia pun telah memilih tujuh juri yang kompeten dari berbagai kalangan. Mereka adalah Reza Rahadian, Monty Tiwa, Hanung Bramantyo,  Ayushita Nugraha, Cesa David Luckmansyah, Prisia Nasution dan Sha Ine Febrianti.

Reza Rahadian mengaku bahagia dengan 10 film Box Office yang masuk dalam nominasi sebab mewakili berbagai macam genre film. Perbedaan filmnya sangat jelas, meliputi berbagai macam genre sehingga tidak ada genre yang mendominasi.

“Kami juri juga senang melihat warna yang ada dari kesepuluh film ini,” ujar Reza Rahadian. (Tumpak Sidabutar/KH).

Continue Reading

Film

‘The Sacred Riana Beginning’: Film Horor Rasa Baru

Published

on

By

Kabarhiburan.com, Jakarta – Sosok The Sacred Riana memang banyak menarik perhatian publik. Dengan penampilan misterius dan rahasia pertemanannya dengan boneka Riani terus menarik perhatian sekaligus pertanyaan publik.

Kemisteriusan inilah yang coba diangkat dalam  The Sacred Riana Beginning. Film ini akan tayang serentak di layar bioskop mulai besok, Kamis (14/3).

Sebelum ke sana, Nant Entertainment terlebih dulu menggelar Gala Premiere di bioskop Plaza Senayan, Jakarta, Senin (11/3).

Film  yang disutradarai oleh Billy Christian  ini bercerita tentang Riana yang sejak kecil merasa terkucil di rumahnya. Ayah (Prabu Revolusi) dan ibunya (Citra Prima) seperti tidak punya waktu untuk berbagai dengan putri tunggal mereka.

Sebuah musibah kebakaran membuat  keluarga ini pindah  ke rumah kakak ayahnya Johan (William Bevers), seorang pedagang dan kolektor  barang antik.  Riana menemu boneka yang diberinya nama Riani.

Dengan bantuan Klara, seorang guru Bimbingan Penyuluhan di sekolahnya, akhirnya menemukan bahwa Riana  berkemampuan indigo (mampu melihat mahluk gaib) sekaligus telekinesis.

Klara berupaya agar Riana bersosialisasi. Caranya, Klara mengajak tiga anak untuk menginap di rumah Riana. Mereka adalah Hendro (Ken Anggrean),  Lusi (Agatha Chelsea) dan Anggi (Clara Nadine), yang  pernah mengidap indigo.

Sebuah kecerobohan menghadapkan mereka pada kemunculan sosok hantu jahat bernama Bava Gogh (Carlos Camelo), seorang psikopat yang hidup di abad ke 19 menjadi pembunuh berantai sejumlah anak perempuan. Salah seorang korbannya  berada  dalam boneka Riani.

Sosok hantu jahat dan keji dengan kostum dan dandananya  mengingatkan pada film horor dan fantasi karya sutradara Amerika Tim Burton yang gemar memakai elemen gotik.  Billy Christian mengakui The Sacred Riana: Beginning   bergenre horor fantasi.

Sosok Bava Gogh mengingatkan pada sosok Joker dalam Batman. Begitu juga dengan suasana rumah tua dengan barang-barang antik, seperti  Dark Shaddows. Oleh Billy dikombinasi dengan sosok hantu suster ngesot dalam berapa adegan. Terciptalah sinematografi yang menawarkan horor baru.

“Saya menawarkan film horor yang belum pernah ada di film horor Indonesia sebelumnya,” ujar Billy Christian. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement

Musik

Terbaru

Trending