Connect with us

Musik

Sembilan Duta Provinsi Mulai Bertarung di Babak Top 9

Published

on

Aksi Trio Kiki, Alif dan Puput menjadi klimak babak Top 9 Grup 1

Kabarhiburan.com, Jakarta – Ajang pencarian bakat dangdut LIDA 2019 sudah memasuki babak Top 9. Mereka menjadi 9 duta terbaik dari 80 Duta dari 34 provinsi yang menjadi peserta LIDA 2019.

Sebut saja Alif (Kalimantan Timur), Kiki (Kepulauan Riau), Puput (Sulawesi Selatan), Faul (Aceh), Hanan (Jawa Barat), Sheyla (Maluku), Angga (Sumatera Utara), Cut (Aceh) dan Nirwana (Bengkulu). Melanjutkan persaingan untuk meraih predikat terbaik sebagai juara LIDA 2019.

Kalau sebelumnya, mereka hanya tampil solo saja, pada babak ini mereka pun diwajibkan berkolaborasi bersama pesaingnya.

Konser Show Top 9 grup 1 terdiri dari Alif (Kalimantan Timur), Kiki (Kepulauan Riau) dan Puput (Sulawesi Selatan). Masing-masing sudah tampil total pada Rabu (17/8).

Konser dimulai oleh Alif yang membawakan lagu Muara Kasih Bunda harus puas dengan perolehan tiga lampu biru. Nassar menilai suara Alif enak didengar, namun feel-nya tidak terasa dan penampilannya pun biasa saja.

“Masih terlalu banyak nada yang fals di awal lagu” ungkap Nassar menyimpulkan.

Situasi yang sama juga dialami Kiki. Duta asal Kepulauan Riau ini hanya mendapatkan tiga dukungan dari panel provinsi untuk lagu Bisik Bisik Tetangga.

“Masih kurang fokus terlihat dari beberapa kesalahan lirik pada lagu serta improvisasi yang kurang matang,” ujar Inul Daratista.

Berbeda dengan penampilan Puput. Dara asal Sulawesi Selatan ini tampil memukau dan menghayati lagu Doaku, sehingga layak mendapat empat lampu biru.

“Penghayatan kamu oke, cengkok dan dinamika nya sudah pas tidak berlebihan,” tutur Zaskia Gotik. Sementara Dewi Persik menilai artikulasi Puput pada nada rendah dalam lagu sangat tidak jelas. Ini membuat keindahan lagu menjadi berkurang.

Suasana meriah saat dewan juri memberi standing ovation bagi trio Alif, Kiki dan Puput.

Penilaian minus saat  masing-masing tampil solo lantas sirna ketika Alif, Kiki dan Puput berkolaborasi menjadi trio. Mereka begitu padu suara dan aksinya saat menyanyikan lagu Tiada Guna. Dewan Juri pun tidak segan memberi standing ovation.

Konser Show Top 9 Grup 1 menempatkan Alif (Kalimantan Timur) berada di posisi terakhir. Perolehan ini masih akan berubah, sesuai akumulai dari dukungan pemirsa dan penilaian Dewan Juri.

Mereka masih memiliki satu lagi kesempatan untuk tampil di Konser Result Top 9 Result Grup 1. Konser ini disiarkan secara live di Indosiar, Kamis (10/4) pukul 18.30 WIB. (Tumpak Sidabutar/KH. Foto-foto: Dok. Indosiar)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Musik

Tak Pernah Merasa Tua, God Bless Persembahkan ‘Mulai Hari Ini’

Published

on

By

Kabarhiburan.com – God Bless, band rock legendaris, merayakan 48 tahun perjalanan musiknya di Industri musik Indonesia.

Selama itu pula, band yang digawangi  Achmad Albar (vokal), Donny Fattah (bass), Ian Antono (gitar), Abadi Soesman (kibor), dan Fajar Satritama (drum), tampil di atas pentas  mengaktualisasikan God Bless sebagai seniman musik.

“Jika Mulai Hari Ini, God Bless genap berusia 48 tahun, kami sama sekali tidak pernah merasa tua karena esensi musik sebaiknya dilepaskan dari dimensi ruang dan waktu. Yang kami lakukan adalah meretrospeksi karya-karya yang sudah pernah dihasilkan,” ujar God Bless dalam keterangan tertulisnya, Rabu (5/5).

Bertepatan dengan hari ulang tahunnya, God Bless juga memberi nafas baru pada lagu Mulai Hari Ini, lagu yang melukiskan perjalanan anak manusia dari hitam ke putih, meninggalkan kekelaman untuk menuju jalan Tuhan.

Hal ini merupakan pengayaan tema God Bless dalam menelusuri aspek kehidupan, mulai sosial, humanisme, lingkungan, kritik, persahabatan dan sebagainya.

Mulai Hari Ini dijadikan obat kerinduan God Bless yang tidak dapat menemui penggemarnya selama pandemi. Selain, dapat diartikan sebagai sebuah harapan bagi God Bless untuk menyongsong hari baru yang semoga akan terus membaik.

“Semoga lagu ini bisa menjadi penyejuk, terutama bagi saudara-saudara kami yang dalam waktu dekat akan merayakan hari raya Idul Fitri,” pinta mereka.

Lagu Mulai Hari Ini merupakan karya cipta Ian Antono dan Fajar Budiman. Berirama rock n roll klasik, warna yang pernah dimunculkan pada debut album lewat lagu Sesat dan Rock Di Udara. Sempat pula menghiasi film Alangkah Lucunya (Negeri Ini), garapan Deddy Mizwar dengan Reza Rahardian dan Slamet Rahardjo sebagai tokoh utama.

Ian Antono juga mengerjakan scoring-nya bersama Thoersi Argeswara dimana kolaborasi ini dianugerahi Piala Citra sebagai Penata Musik Terbaik pada Festival Film Indonesia 2010. (Tumpak S)

Continue Reading

Musik

Bangkitkan Lagu Anak Bermutu, Avish Persembahkan ‘Demi Cita-Citaku’

Published

on

By

Avish diapit oleh Kak Seto dan Bens Leo.

Kabarhiburan.com – Momentum Hari Pendidikan Nasional 2021 menjadi waktu yang tepat untuk mempertanyakan masihkah ada anak-anak bangsa mendapatkan tembang sepantar usianya?

Kegundahan yang sama juga dirasakan Ndoo Atria alias Ari Wahyudi, lewat karyanya ingin mengembalikan anak-anak menyanyi sesuai usia. Ndoo lalu menggandeng Avish (8) untuk merilis lagu Demi Cita-Citaku.

Lirik lagu Demi Cita-Citaku bercerita tentang begitu kuat dan semangatnya anak-anak belajar secara online alias pembelajaran jarak jauh, selama masa pandemi demi mengejar cita-cita.

“Selain itu ada juga harapan agar semuanya kembali normal seperti sedia kala,” ujar Ndoo Atria didampingi Avish yang ditemui di kawasan Gatot Sunroto, Jakarta Selatan, Selasa (4/5).

Ndoo mengaku tertarik pada bakat menyanyi Avish, sehingga menyiapkan lagu yang setara dengan usianya.

“Kebetulan saya kenal dengan ayahnya, maka saya tawarkan untuk menyanyikan lagu yang saya buat. Jadilah single perdana, Demi Cita-Citaku,” ujar Ndoo.

Gayung pun bersambut, Avish mengaku senang dengan lagu Demi Cita-Citaku. Ia tidak kesulitan mendendangkannya hingga proses rekaman.

“Saya senang, waktu pertama kali mendengar lagu om Ndoo, terus saya pelajari. Hanya butuh 4 hari bisa langsung proses rekaman,” kata Avish yang belajar piano sejak usia 4 tahun.

Kehadiran Avish di Industri musik anak-anak, mendapat perhatian Kak Seto dan Bens Leo. Keduanya turut mengapresiasi hadirnya single perdana milik Avish.

“Lagunya cocok buat anak-anak, liriknya sesuai dengan usianya. Avish mempunyai bakat yang bagus,” ujar Kak Seto yang berharap kehadiran Avish akan menginspirasi lahirnya penyanyi-penyanyi cilik lainnya.

Senada dengan Kak Seto, pengamat musik Bens Leo memuji lirik lagu Demi Cita-Citaku.

“Liriknya ada kata-kata cita-citaku ingin jadi Gubernur, ingin jadi presiden, ingin jadi polisi dan tentara. Menurut saya, secara lirik sudah sesuai dengan anak seusia Avish,” ujar Bens Leo yang mengusulkan agar lagu milik Avish itu didaftarkan di ajang Ami Awards.

Bayu Randu selaku owner Musicblast pun menjanjikan upaya promosi yang maksimal.

“Nanti akan kami pilih agar iklannya muncul di konten anak-anak yang sesuai umur Avish. Misalnya, di konten anak umur antara 8 sampai 12 tahun”, jelas Bayu.

Executive Produser Apih Dicky dari Somen Record mengaku tertarik menjadi produser bagi Avish.

“Bakat Avish luar biasa. Selain nyanyi dia juga jago taekwondo, jadi saya beruntung bisa memproduseri dia,” kata Apih. (Tumpak S)

Continue Reading

Musik

Meldha (Jawa Barat) Sukses Taklukkan Panggung LIDA 2021

Published

on

By

Sawitri (DKI Jakarta)

Kabarhiburan.com – Konser LIDA 2021 Top 42 Grup 6 Merah menghadirkan Sawitri (DKI Jakarta), Meldha (Jawa Barat), dan Ikhwan (Sulawesi Barat), berlangsung pada Senin (3/5) malam. Mereka bertanding diawasi seksama pada Dewan Juri: Soimah, Inul Daratista, Dewi Perssik, dan Yosep Sinudarsono.

Konser ini dipandu Ramzi, Irfan Hakim, Ruben Onsu, Rara LIDA dan Jirayut DAA, lalu meminta Alif LIDA dan Wulan LIDA menanggalkan atribut kedaerahan demi tugas sebagai Sahabat Duta bersama Byodee dan Selfi LIDA.

Lengkingan cengkok dari Sawitri (DKI Jakarta) yang mantap saat membawakan lagu “Gundah”, membuat Inul Daratista dan Yosep Sinudarsono langsung memberikan standing ovation.

Inul Daratista menilai Sawitri (DKI Jakarta) layaknya penyanyi profesional, yang sudah terbiasa menyanyi dari panggung ke panggung.

“Sedikit masukan saja, mata kamu pada saat menyanyi harus lebih fokus lagi, meski tanpa penonton. SDemikian pula gaya panggung harus lebih disesuaikan,” tutur Inul Daratista.

Senada dengan Inul Daratista, Soimah juga menilai Sawitri (DKI Jakarta) sudah seperti penyanyi profesional.

“Ini adalah sebuah kompetisi, sehingga sedikit saja kekurangan akan dinilai dan dikomentari. Tadi di beberapa part lagu ada nada-nada yang geser,” kata Soimah tentang alasannya tidak memberikan standing ovation.

Meldha (Jawa Barat)

Tak mau kalah dari Sawitri, Meldha berupaya tampil maksimal lewat lagu Hadirmu Bagai Mimpi. Suaranya yang berkarakter langsung menuai standing ovation dari seluruh Dewan Juri.

“Saya melihat penampilan kamu sudah seperti penyanyi terkenal. Kamu harus bisa lebih banyak lagi menunjukkan karakter suara kamu yang berbeda”, komentar Dewi Perssik yang diamini  Inul Daratista.

“Banyak sekali kelebihan yang kamu miliki. Karakter suara yang bagus, tidak dimiliki oleh kebanyakan orang. Usahakan memilih lagu yang sesuai dengan suara serak-serak basah yang kamu miliki,” pesan Inul Daratista.

Suasana panggung LIDA 2021 seketika berubah ketika Soimah meminta Nia LIDA yang bertugas sebagai Sahabat Duta untuk memberikan contoh menyanyi yang baik. Sayang Nia LIDA mengecewakan Soimah karena dinilai lebih buruk dibandingkan peserta.

Siapa sangka, gertakan Soimah tersebut hanya bagian dari kejutan istimewa pada perayaan HUT Nia LIDA ke-19. Bola mata Nia LIDA berlinang menerima kejutan dari Dewan Juri, host, dan Sahabat Duta. Ramzi, bahkan telah menyiapkan satu kotak spesial untuk Nia LIDA.

“Saya memang menaruh perhatian khusus pada Nia yang cantik, baik, dan sopan. Jadi, kali ini gue kasih hadiah yang belum pernah diberikan kepada peserta lain,” kata Ramzi yang langsung ditanggapi oleh Nia LIDA.

“Aku merasa Abi memang baik sama aku dan perhatian sama aku sejak aku audisi”, ungkap Nia LIDA sambil membuka hadiah berupa makanan berbuka puasa.

Ramzi memberikan hadiah ulang tahun kepada Nia LIDA

Kompetisi berlanjut pada penampilan Ikhwan (Sulawesi Barat) membawakan lagu Seperti Mati Lampu, yang dipopulerkan oleh Nassar. Upaya Ikhwan kali ini hanya meraih satu standing ovation dari Yosep Sinudarsono.

Sebelum menerima komentar Dewan Juri, Ikhwan (Sulawesi Barat) mengakui penyebab penampilannya yang tidak maksimal, yakni beberapa nada masih goyang dan kehabisan nafas.

“Kamu anak pintar, dapat mengoreksi penampilan sendiri. Sebenarnya saya cukup terhibur dengan penampilan kamu dan suara kamu juga bagus. Tetapi saya tidak mau kamu lalai pada  beberapa hal yang perlu dikoreksi dari penampilan kamu. Semua yang kamu sebutkan tadi itu benar semua, hingga saya belum bisa memberikan standing ovation”, ujar Soimah.

Polling akhir menempatkan Meldha (Jawa Barat) di posisi teratas yang sekaligus memastikan diri melaju ke babak Top 28. Sementara Ikhwan (Sulawesi Barat) harus puas berada di posisi dua terendah bersama Sawitri (DKI Jakarta).

Dewan Juri sepakat untuk menyelamatkan Sawitri (DKI Jakarta) untuk melaju ke babak Top 28. Dengan demikian Ikhwan (Sulawesi Barat) tersenggol dan perjuangannya hanya terhenti di babak Top 42 LIDA 2021. (Tumpak S. Foto-foto: Dok. Indosiar)

Continue Reading
Advertisement

Trending