Connect with us

Musik

Sembilan Musisi Milenial Cetak Album Kompilasi ‘Musikini Superhits’

Published

on

Kabarhiburan.com, Jakarta – Pecinta musik Indonesia selalu memberi ruang bagi regenerasi musisi di Tanah Air. Situasi ini dimanfaatkan sebaik mungkin oleh sembilan musisi milenial, yang terdiri dari solois dan grup band.

Sembilan musisi yang dimaksud adalah Ahmad Abdul, Aaliyah Massaid, Brisia Jodie, Budi Doremi, Chintya Gabriella, Ghea feat band Lyla, band Eclat dan Band Juicy Luicy.

Semua musisi milenial ini sudah lebih dulu eksis di dunia maya, lewat karya yang ditampilkan di YouTube maupun Instagram pribadi. Dari sana menghimpun follower yang jumlahnya sudah tidak terhitung banyaknya.

Mereka kini sepakat mengemas karyanya ke dalam CD (Compact Disc), berupa album kompilasi bertajuk Musikini Superhits, persembahan Jagonya Musik & Sport Indonesia (JMSI).

Ada 10 karya ditampilkan disana, namun memiliki satu benang merah, yakni seputar asmara yang dipastikan akan membuat hati pendengarnya ‘meleleh’. Salah satunya, Chintya Gabriella yang menyanyikan lagu Percaya Aku, ciptaan musisi Anji alias Manji.

“Lagu ini buat mereka yang punya pacar cemburuan,” ujar Chintya Gabrriella jelang menyanyikan Percaya Aku dalam jumpa pers yang berlangsung di KFC, Mal Artha Gading, Jakarta Utara, Senin (21/10).

Grup band asal Bandung, Juicy Luicy sumbang dua lagu berjudul ‘Mawar Jingga’ dan ‘Tanpa Tergesa’ kei dalam album kompilasi ‘Musikini Superhits’.

Didukung suaranya yang khas, gadis asal kota Medan ini mengaku sejak lama meng-cover banyak lagu, termasuk karya Manji. Sebut saja di antaranya, Menunggu Kamu, Bidadari Tak Bersayap, hingga lagu Telur Dadar.

“Awalnya di YouTube lalu IG. Aku pernah di-hack. Di situ Manji hubungi aku untuk kasih semangat. Dia juga memberikan lagu Percaya Aku. Katanya, lagu ini cocok untuk suara Chintya, ternyata benar,” ujarnya.

Terbukti, lagu ini sempat mencetak trending topic. Yang lebih membahagiakan lagi, Chintya mendapat tawaran untuk bergabung dalam Album Kompilasi Musikini Superhits,” ujar Chintya yang menjadikan Percaya Aku sebagai lagu perdananya di industri musik Indonesia.

“Kaget bisa bergabung dengan para penyanyi hebat,” ujar Chintya tentang sosok Brisia Jodie, Ghea dan Ahmad Abdul, jebolan ajang pencarian bakat,” pungkasnya.

Steve Lillywhite selaku CEO JMSI mengatakan bahwa Musikini Superhits merupakan album kompilasi yang mewakili musisi populer.

Baru kali ini saya memiliki banyak penyanyi superhits dalam satu album. Album ini mewakili musik terbaik anak muda Indonesia,” ujar Steve Lillywhite. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Musik

Deteksi Production Gandeng Musisi Gaungkan ‘Jauhi Narkoba’

Published

on

By

Moliano (kiri) tampilkan permainan gitar yang memikat.

Kabarhiburan.com, Jakarta – Deteksi Production sudah merencanakan secara rutin menggelar panggung musik di Hotel Grand Kemang, Jakarta Selatan.

Berbeda dari panggung musik biasanya, Harry ‘Koko’ Santoso selaku CEO Deteksi Produduction menampilkan secara bergiliran, para musisi yang juga mantan pecandu narkoba. Acara ini mendapat dukungan Gentara (Gema Nusantara Anti Narkoba). Tampak hadir Wakil ketuanya, Husni Azof.

“Kami akan memberi ruang bagi musisi mantan pengguna narkoba  secara bergiliran untuk tampil main musik. Kemudian mereka menggaungkan aksi Jauhi Narkoba,” ujar Koko.

Musisi senior dari Singapura, Moliano mendapat kehormatan untuk tampil perdana dalam acara Jauhi Narkoba, Jumat (25/1) malam.

Pria berambut gondrong ini sempat memamerkan kemahirannya bermain gitar pada beberapa judul tembang lawas. Sebut saja, Panggung Sandiwara,  Halimah Cinta, Will Take You Forever dan Soldier of Fortune.

Melihat permainan gitar yang begitu memikat, siapa sangka Moliano seorang mantan pengguna barang haram?

Malay Youth Performing Art

“Pada usia 9 tahun saya pecandu ganja. Ke sekolah pun bawa ganja dan berambut panjang macam hippies, sampai saya ditangkap polisi. Apa sebabnya?  Saya cuma mengikuti kata hati saya sendiri. Tak ada orang yang membimbing saya,” ujar Moliano yang memutuskan berhenti mengonsumsi ganja pada usia 16 tahun.

“Alhamdulillah, saya sangat suka musik. Menjelang usia 16 tahun, saya punya impian mau jadi rock star. Untuk mewujudkannya, saya pun kerja keras sejak usia 16 tahun dan putuskan berhenti sekolah. Saya  main musik di berbagai club. Ini membuat Ibu-bapak saya marah besar,” kenang Moliano.

Moliano memastikan bahwa kegiatan musik membantu anak-anak terhindar dari bahaya narkoba.

Setelah 15 tahun lamanya mengarungi karir sebagai pemusik, Moliano merasa sudah meraih semua keinginannya. Mencetak puluhan album dan popularitas yang meroket.

“Para penggemar saya pun sudah tidak terhitung jumlahnya, tapi saya memutuskan berhenti main musik. Saya lalu mengabdikan diri kepada penggemar saya, tentu melalui musik pula,” jelasnya.

Hasil pengamatannya pada remaja Singapura, umumnya suka musik dan olah raga. Moliano kemudian membuat program Malay Youth Performing Art, lalu mengajak anak-anak usia 7 hingga 19 tahun yang suka music untuk bergabung, tanpa memungut biaya alias gratis.

“Saya belikan pula alat musik keinginan mereka, seperti  gitar, keyboard, drum dan sebagainya. Sekali dalam sebulan mereka saya ajak tampil di hadapan penonton,” imbuh Moliano tentang program yang dibentuknya 10 tahun silam tersebut.

Selama 10 tahun Malay Youth Performing Art sudah menghasilkan 600 hingga 700 peserta. Bahkan angkatan pertama hingga keempat, memiliki profesi. Ada yang jadi polisi, seniman di universal studio, insinyiur, dan sebagainya.

Bentuk Karakter Anak Lewat Musik

“Apapun profesi mereka sekarang, tapi tetap mahir main musik. Inilah yang sungguh membanggakan saya sampai saat ini,” imbuhnya.

Moliano pun menyimpulkan bahwa anak yang gemar musik tidak lantas menjadi pemusik. Musik hanya membantu untuk membentuk karakter positip.

“Yang pasti, main musik telah membuat anak-anak terhindar dari bahaya narkoba dan memahami bahaya narkoba,” ujar Moliano optimis.

Moliano pun akhirnya menggaris bawahi pentingnya anak-anak mendapat pengarahan tentang pergaulan yang benar sejak dini.

“Jangan sampai tidak ada orang yang mengasuh dan mengarahkan, sebab bisa salah bergaul yang membuat terjerumus jadi pecandu narkoba. Akibatnya, tinggal menunggu waktu saja. Pada 5 hingga 20 tahun mendatang, negara pun bisa hancur. Itu menakutkan,” ujar Moliano dengan mimik serius.

Baginya, pembentukan karakter seseorang sudah dimulai sejak usia 8 hingga 10 tahun. Usia dimana anak-anak mulai suka mencoba-coba segala sesuatu.

“Sejak usia 8 – 10 tahun mulailah memberi bimbingan dan arahkan kepada anak  dengan kegiatan yang positif,” tambahnya. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading

Musik

The Promotor Band Hadir Ramaikan Musik Indonesia

Published

on

By

Personil The Promotor Band

Kabarhiburan.com, Jakarta – The Promotor band menyatakan siap meramaikan industri musik Tanah Air. Para personilnya: Adev (gitar),  Delva (bass), Endy (drum), Morai (vokalis) dan Kenny Saputra (gitar) mengusung genre Pop Rock.

Berasal dari band yang berbeda di Palembang dan Batam, The Promotor kini bernaung di bawah label Langit Biru Maharaya dan merilis single perdana berjudul Merindukan Kamu.

“Lagu ini menceritakan kerinduan seseorang kepada kekasihnya yang dipisah oleh jarak. Situasi ini membuatnya selalu rindu dan senantiasa mendoakan sang kekasih,” ujar penciptanya, Kenny Saputra.

Mereka berharap, Merindukan Kamu akan mampu membawa nama The Promotor menjadi salah satu band yang diperhitungkan oleh pecinta musik Indonesia.

“Mudah-mudahan lagu ini menjadi terobosan di industri musik Tanah Air dan bisa diterima oleh pecinta musik kita,” ujar Kenny Saputra dalam jumpa pers di sebuah café di Jakarta Selatan, Sabtu (25/1).

“Selain Merindukan Kamu, kami sudah menyiapkan 4 lagu lainnya. Kami merencanakan merilis single terbaru pada setiap bulan,  sehingga setahun ke depan bisa menelurkan sebuah album,” timpal Adev yang berprofesi sebagai promotor musik.

Adev pula yang menggagas untuk membentuk band. Ia lalu mengajak keempat rekannya untuk bergabung dan kembali main musik. Mereka pun sepakat memilih nama band mereka The Promotor pada pertengahan tahun 2019 silam.

Bila tidak ada aral melintang, The Promotor akan melakukan tur  ke berbagai kota di Indonesia untuk memperkenalkan single perdana ini. Mereka juga giat melakukan promosi di berbagai setasiun radio dan sarana digital.

“Tidak tertutup kemungkinan kami akan membawa single ini ke negera tetangga,” ujar Adev yang sukses membawa musisi luar negeri untuk tampil di Indonesia. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading

Musik

Denny Frust Persembahkan ‘Katakan Saja’, Agar Orang Berani Ungkapkan Cinta

Published

on

By

Kabarhiburan.com, Jakarta – Penyanyi bergelar Prince of Ska Indonesia, Denny Frust, masih konsisten dengan ciri khasnya. Ia menyuarakan isi hati lewat lirik yang simple dan memotivasi, dipadu dengan tempo lagu ceria menggelitik, seperti pada single berjudul Katakan Saja.

Katakan Saja diproduksi oleh Best Beat Music pada 20 Januari 2020, merupakan salah satu lagu di dalam album solo ketiga milik Denny Frust, berjudul Mari Bergerak Kawan! yang dirilis pada September 2019 silam.

Di tengah padatnya jadwal sebagai penyanyi solo dan menulis lagu. Denny rupanya  memerhatikan kebiasaan orang yang mengandalkan media sosial dalam mengungkapkan perasaannya kepada orang yang dicintainya, tanpa berani bertemu secara langsung. Lalu berharap agar orang yang dicintainya membaca tulisan tersebut. Fenomena inilah yang Denny sampaikan lewat single Katakan Saja.

“Lagu ini saya ciptakan dari postingan teman-teman di sosmed (sosial media). Mereka cerita tentang orang yang mereka cintai, tapi terlambat untuk mengungkapkan perasaannya. Banyak yang malu mengungkapkan akhirnya disamber orang. Nyesek kan?” jelas Denny.

Lewat lagu Katakan Saja, Denny menggambarkan banyak yang sudah dekat dengan orang yang dicintainya, tapi orang tersebut malah jadian dengan yang lain. Karenanya, Denny mengajak penggemarnya segera ungkapkan perasaan kepada orang yang dicintai.

“Lirik lagu saya kebanyakan memotivasi. Lagu ini juga memotivasi orang untuk secepatnya bicara, sebelum sang kekasih diambil orang. Sudah banyak lho, yang udah dekat pake banget, tapi jadiannya malah sama orang lain. Kasian kan,” beber Denny sambil tertawa.

Simak saja pada single kali ini. Alunan musik Ska yang naik turun menjadikan lagu ini asyik dinikmati. Tambahan lagi dengan beberapa aransemen dari solo saxophone dan sentuhan keroncong di interlude lagu membuat Katakan Saja semakin unik dan spesial.

Denny yang tengah menjalani road tour album di Malaysia dan beberapa kota besar lainnya, berharap single terbarunya kali ini dapat diterima di semua kalangan.

“Lagu ini saya persembahkan bagi orang-orang yang malu-malu tapi mau. Semoga bisa menjadi penyemangat untuk mengungkapkan perasaaan bagi orang yang kita cintai,” pungkas Denny.

Single Katakan Saja sudah bisa dinikmati di seluruh digital platform Tanah Air. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement

Musik

Terbaru

Trending