Connect with us

Event

Seniman Betawi Kolaborasi Artis Milenial di ‘Pulomas Fiesta dan Festival Kayu Putih’

Published

on

Kabarhiburan.com, Jakarta – Jakarta Timur merupakan wilayah paling luas sekaligus terbanyak jumlah penduduk, dibanding empat wilayah lainnya di DKI Jakarta. Keunggulan ini mendorong Pemerintah Kota Jakarta Timur terus menjalin sinergi lintas sektoral untuk memberdayakan budaya lokal yang ada di Jakarta Timur.

Salah satunya, dengan menyelenggarakan Pergelaran Seni Budaya di Kawasan Unggulan Jakarta Timur, yang diberi nama Pulomas Fiesta dan Festival Kayu Putih. Festival ini akan digelar di area Pacuan Kuda, Pulomas ini berlangsung selama dua hari, mulai Sabtu (27/4) hingga Minggu (28/4) mendatang.

Iwan Henry Wardhana selaku Kepala Suku Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jakarta Timur, mengatakan bahwa Pulomas Fiesta, merupakan salah satu cara untuk merawat, melestarikan dan memberdayakan budaya lokal yang merupakan identitas DKI Jakarta.

“Harapan kami, Festival ini akan memacu kegiatan budaya di Jakarta Timur lebih bergairah lagi, sehingga menjadi salah satu daya tarik destinasi wisata di Jakarta Timur,” ungkap Iwan Henry Wardhana di ruang kerjanya, Selasa (23/4).

Pemkot Jakarta Timur bekerjasama dengan  Jakarta Indonesia Equitrian Park (JIEP), akan mengombinasikan kegiatan  budaya oleh para seniman lokal dan seniman muda dari kalangan millenial, melalui festival budaya, konser musik, kuliner dan pameran multi produk masyarakat Jakarta Timur.

Kekayaan Budaya Lokal

Kemasan budaya yang dimaksud adalah menampilkan kreatifitas tokoh seniman Betawi di Jakarta Timur. Sebut saja, Opi Kumis , Mpok Linda, Bang Ocit, Bang Qubil dan masih banyak lagi seniman Betawi lainnya.

Mereka akan berkolaborasi dengan para seniman muda dan dimeriahkan oleh pentas musik yang mewakili era milenial. Sebut saja, Roy Jeconiah (Ex Boomerang),  Steven Jam, Rama Yumatha bersama Ome and The People,  Willy (ex vocalis Slank), Reynold Senar Gitar (ex gitaris Slank), Remedy Reunion, Nina Wang dan Kirana.

“Lantaran acara ini bertujuan untuk melestarikan budaya, maka saya bersama Roy Jeciniah dan Steven Jam akan berkolaborasi dengan tokoh budaya Betawi,” imbuh Rama Yumatha yang dibenarkan oleh Iwan Henry Wardhana.

“Dengan demikian pengunjung yang hadir, bukan semata-mata untuk belanja, melainkan untuk memperkaya pengetahuan lebih jauh tentang kekayaan budaya lokal di Jakarta Timur,” ujar Iwan.

Iwan menambahkan bahwa memiliki beragam detinasi wisata di Jakarta Timur, seperti Kawasan Budaya di Condet, St. Cornelius Catholic School di Jatinegara, kemudian Velodrome dan Jakarta Indonesia Equestrian Park (JIEP).

“Kami juga memiliki 12 perguruan pencak silat tradisional, diluar anggota IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia),” imbuhnya.

Acara ini akan diresmikan oleh Walikota Jakarta Timur, M. Anwar SSI. MAP. Kemudian  dimeriahkan oleh parade sepeda yang diikuti sekitar 300 peserta dari komunitas sepeda.

“Mereka akan mengayuh sepeda bersama Pak Wali Kota, dari Velodrome hingga kawasan Pulomas,” ujar  Sri Nurmanti, selaku Koodinator Acara dan penggagas Pulomas Fiesta. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Event

Jadilah Peserta Lomba Lari ‘Second Chance Charity Run 2019’

Published

on

By

foto: secondchance.com

Kabarhiburan.com, Jakarta – Belakangan olahraga lari sedang tren di seluruh dunia. Selain relatif murah, mudah melakukannya, dapat dilakukan dimana saja, serta mampu masuk ke berbagai komunitas masyarakat.

Keunggulan olahraga lari tersebut menginspirasi Yayasan Second Chance mengajak masyarakat untuk turut menyebarkan semangat positif bagi warga binaan di lembaga pemasyarakatan dalam kegiatan lomba lari dalam acara Second Chance Charity Run 2019, pada Minggu (21/7) di Lot 16 SCBD, Jakarta.

Kegiatan ini menyediakan dua kategori lomba lari, yakni 5 KM dan 10 KM, didukung oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Dirjend PAS) Kementerian Hukum dan HAM, Kedutaan Besar Afrika Selatan di Indonesia serta Kantor PBB untuk urusan Narkoba dan Kejahatan (United Nation Office on Drug and Crime/UNODC).

Pendiri Yayasan Second Chance, Evy Amir Syamsudin diapit oleh Heni Yuwono (kanan) dan Delima Sari Putri (kiri)

Evy Amir Syamsuddin selaku pendiri Yayasan Second Chance mengatakan bahwa kesempatan kedua adalah hak setiap manusia, termasuk bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Ia berharap agar masyarakat turut membantu para warga binaan agar siap kembali ke lingkungannya sebagai warga masyarakat yang mandiri bermartabat.

“Kami memberikan pelatihan, pembinaan dan pendampingan yang berkesinambungan untuk membentuk kemandirian WBP, serta memberikan kesempatan yang sama pada WBP melaui program pelatihan yang kami siapkan,” ujar Evy dalam jumpa pers di kawasan Mega Kuningan, Jakarta, Selasa (16/7).

Senada dengan Evy, Direktur Pelayanan Tahanan dan Pengelolaan Basan Baran Dirjend PAS, Heni Yuwono, pihaknya mengajak masyarakat untuk turut memberikan dukungan positif bagi WBP dalam rangka membangun manusia Indonesia yang bermartabat.

“Kami berharap peran media untuk menjaring komunitas masyarakat lainnya yang memiliki kepedulian kepada WBP. Kami masih mengharapkan uluran tangan dalam membantu WBP,” ujar Heni Yuwono dalam jumpa pers yang menghadirkan Delima Sari Putri.

Delima merupakan salah satu Warga Binaan Pemasyarakatan yang sudah menghirup udara bebas dari Lembaga Pemasyarakatan Anak Wanita Tangerang sejak awal Juli 2019.

Begitu bebas, wanita cantik ini langsung mengambil bagian. Ia merancang desain menarik pada medali dan kaus bagi peserta Second Chance Charity Run 2019.

Bagi Anda yang berminat mengikuti kegiatan ini bisa mendaftar di laman panitia lomba: https://www.secondchancerun.com/ (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading

Event

‘Jembatan Asa’ SCTV Menyambung Harapan dari Barat Hingga Timur

Published

on

By

Peresmian ‘Jembatan Asa’ di Kampung Muncang Babakan, Jasinga, Bogor, bedrsama Dude Herlino, Rizky Nazar dan Cut Syifa.

Kabarhiburan.com, Jakarta – Tanpa terasa, SCTV telah memasuki usia 29 tahun. Jelang perayaannya, setasiun televisi yang bermarkas di kawasan Senayan ini kembali membuka tradisi penggalangan dana untuk program Jembatan Asa.

Program ini merupakan wujud kepedulian terhadap wilayah yang secara geografis aksesnya terputus karena rusak atau bahkan tidak tersedianya sarana jembatan.

Antusias pemirsa dalam mewujudkan kepeduliannya tercermin dari jumlah dana sebesar Rp 8.431.121.450, yang berhasil dihimpun selama 4 tahun terakhir pelaksanaannya.

Donasi yang disalurkan pemirsa SCTV, kemudian diwujudkan dengan pendirian berbagai tipe jembatan, sesuai kebutuhan dan kondisi geografis wilayah yang membutuhkan.

David Suwarto selaku Deputy Director Programming SCTV berharap jembatan-jembatan yang sudah dibangun mampu menjadi penyambung berbagai harapan dari warga setempat.

“Berkat budi baik pemirsa SCTV, kehidupan masyarakat di sekitar pembangunan jembatan berdampak positif menggerakkan sendi kehidupan sosial, budaya, perekonomian dan pendidikan setempat,” tambah David.

Jembatan Asa di Desa Sirna Bhakti, Pamengpeuk, Garut, Jawa Barat

Sejak 2015, sejumlah jembatan sudah dibentangkan dan bermanfaat bagi masyarakat dalam bentuk  jembatan  gantung, jembatan gelagar beton dan jembatan gelagar besi, yang tersebar dari pulau Sumatera, Jawa, Lombok, Bali, Sumbawa, Kalimantan hingga Sulawesi.

Jembatan sepanjang 110 meter di Kampung Astana, Desa Walikukun, Kec. Carenang, Kabupaten Serang, Banten – Banten, tercatat sebagai jembatan terpanjang yang pernah didirikan program ini.

Hingga saat ini proses pembangunan masih terus berlanjut, antara lain di Desa Bentek, Kecamatan Gangga, Lombok Utara; Desa Lian Batu, Kecamatan Walendrang Barata, Luwu; Desa Pasirkecapi, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak, Banten dan Desa Nanga Raun, Kecamatan Kalis, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.

Total sampai saat ini ada 23 jembatan hasil donasi pemirsa yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Kepedulian terhadap fasilitas jembatan bagi warga desa juga ditunjukkan para pemain sinetron Cinta Suci. Mereka adalah Irish Bella, Ammar Zoni, Raya Kohandi, Meriam Belina dan lainnya. Turut mengajak pemirsa untuk membantu masyarakat yang membutuhkan di berbagai wilayah di Indonesia.

“Mari kita salurkan bantuan untuk Jembatan Asa, Jembatan menuju kebahagiaan semua,” ajak Irish Bella.

Jembatan Asa menjadi perantara bagi pemirsa yang ingin berdonasi pengadaan sarana jembatan. Sejak 1 Juni 2019 lalu, pemirsa sudah dapat menyalurkan bantuannya melalui rekening Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih dengan nomor rekening BCA 500.557.2000.

Hingga Jumat (12/7) jumlah donasi yang berhasil dikumpulkan atas partisipasi 3596 pemirsa SCTV mencapai Rp 684.908.781.

Selain Jembatan Asa, SCTV akan kembali memberikan bantuan dana kelahiran dan berbagai bingkisan menarik kepada 29 ibu di 29 wilayah Indonesia yang melahirkan bayi dengan proses normal, tepat di Hari Ulang Tahun SCTV di tanggal 24 Agustus 2019 dalam program Kejutan Bayi 29. (Tumpak Sidabutar/KH. Foto-foto: Dok. SCTV)

Continue Reading

Event

PWI DKI Jaya Tingkatkan Sistem Pendidikan dan Latihan Wartawan

Published

on

By

Kabarhiburan.com, Bogor – PWI DKI Jakarta agar lebih meningkatkan sistem pendidikan dan pelatihan wartawan, diantaranya dapat dilakukan melalui kerja sama dengan perguruan tinggi.

Demikian antara lain, disampaikan Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Atal S. Depari, ketika membuka Rapat Kerja (Raker) PWI DKI Jakarta, di hotel Graha Dinar,  Cisarua,  Kabupaten Bogor,  Jawa Barat,  Selasa (12/7).

Raker PWI DKI Jakarta mengambil tema “Mengembalikan PWI Jaya sebagai Barometer Organisasi Kewartawanan Nasional “, berakhir pada Sabtu (13/7).

Dalam sambutannya, Atal mencontohkan Harian Kompas, yang sudah lebih dulu memberi program pendidikan dan pelatihan bagi wartawannya, secara rutin menugaskan wartawan meliput berbagai bidang dalam kurun waktu tertentu.

Atal pun berharap tugas PWI menjadikan wartawan yang kompeten dan semakin profesional. Termasuk program kerja yang diputuskan dalam Raker ini seyogianya tidak melenceng dari Peraturan Dasar (PD) dan Peraturan Rumah Tangga (PRT).

“Selamat melaksanakan Raker. Semoga berhasil menyusun program yang unggul sehingga PWI DKI Jakarta lebih maju dan berkembang,” pintanya.

Sebelumnya, Ketua PWI DKI Jakarta,  Sayid Iskandarsyah mengungkapkan, Raker baru saat ini dapat dilaksanakan.

“Komisi-komisi sudah menyelesaikan tugas, namun karena waktu dan keterbatasan Raker baru bisa dilaksanakan sekarang,”  ujar Sayid, yang berharap masing-masing komisi dapat menghasilkan output yang luar biasa untuk kemajuan PWI sebagai barometer organisasi kewartawanan.

Sayid menambahkan bahwa salah satu program prioritas adalah pembentukan Sekolah Jurnalistik Indonesia (SJI), sebagai motor pendidikan wartawan sehingga berkembang dan semakin profesional.

“Semoga Raker dapat menghasilkan program kerja yang terbaik,” pinta Sayid.

Program kerja dibahas dalam rapat komisi, terdiri dari Komisi A membahas Bidang Organisasi, Komisi B membahas Program Kerja, dan Komisi C membahas Keuangan.

Raker juga menghadirkan Ketua Komisi Kompetensi PWI Pusat, Kamsul Hasan, yang memberi  memberi materi tentang  Surat Keterangan Pendampingan Ijasah (SKPI) sebagai pembekalan untuk tim penyusun modul atau silabus dari SKPI, yang akan diterapkan di Universitas Bakrie, Jakarta, dalam waktu dekat.

SKPI merupakan dokumen resmi yang dikeluarkan oleh institusi perguruan tinggi, berisi pencapaian akademi serta capaian pembelajaran dan kualifikasi mahasiswa atau mahasiswi ketika menjalani perkuliahan.

Dalam kaitannya dengan PWI, penerapan SKPI dikhususkan kepada mahasiswa dari Fakultas Ilmu Komunikasi atau Jurnalistik. Landasan hukum SKPI adalah Permendikbud No. 81 Tahun 2014 tentang Ijazah, Sertifikat Kompetensi dan Sertifikat Pendidikan Tinggi.

Naek Pangaribuan selaku ketua panitia Raker berharap agar kegiatan ini dapat memacu kinerja organisasi, menyamakan persepsi, membuat program kerja jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement

Musik

Terbaru

Trending