Connect with us

Musik

‘Serenata Jiwa Lara’ Kolaborasi Diskoria dan Dian Sastrowardoyo

Published

on

Kabarhiburan.com, Jakarta – Sebagian orang sering larut dalam kepedihan dan meratapi kasih tak sampai. Duo DJ, Merdi Leonardo dan Fadli Aat yang tergabung dalam Diskoria,  justru jadikan tragedi patah hati sebagai perayaan untuk penambah semangat hidup. Semua ini mereka cetuskan dalam single terbaru berjudul Serenata Jiwa Lara.

Liriknya diciptakan oleh trio penulis lagu, Lale, Ilman dan Nino, disajikan dalam aransemen dansa, serta vokal Dian Sastrowardoyo yang khas mempertebal tema lagu. Jadilah Serenata Jiwa Lara menjadi suguhan menyegarkan di telinga pendengarnya.

Serenata Jiwa Lara direkam dalam format band, melibatkan Merdi pada drum, Aat pada bass, Nino mengisi vokal, Lale pada gitar dan vokal, Ilman pada keyboard dan vokal, dan Dian Sastrowardoyo pada Lead Vocals.

Mereka membawakan Serenata Jiwa Lara sebagai perayaan untuk menemukan terang di tengah suasana hati yang redup.

Serenata Jiwa Lara kami jadikan kontribusi kami buat kemajuan musik Indonesia,” ujar Diskoria, tentang single kedua mereka ini. Sebelumnya, Diskoria telah menelurkan single Balada Insan Muda (2019).

Dua single ini akan dirilis secara fisik dalam format piringan hitam. Diskoria menyiapkan piringan hitam 12 inci yang dicetak terbatas sebanyak 10 keping. Sembilan keping akan dijual, dan satu akan dilelang.

“Seluruh hasil komersial dari penjualan lagu ini akan kami sumbangkan kepada Yayasan Irama Nusantara, sebuah yayasan yang secara konsisten mengarsipkan musik Indonesia dari masa ke masa,” imbuh Diskoria. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Musik

Cerita Dibalik ‘Teka-Teki Hidup’ Jadi Lagu Tema Serial Religi ‘Jadi Ngaji’

Published

on

By

Kabarhiburan.com, Jakarta – “Teka-teki kehidupan kadang-kadang seperti permainan / Tak mudah kutemukan jawabnya”. Demikian sepenggal lirik lagu berjudul Teka Teki Hidup, yang dijadikan lagu tema pada serial  ‘Jadi Ngaji’.

‘Jadi Ngaji’ sendiri merupakan serial bergenre religi terbaru milik GoPlay, saat ini sedang tayang dan bisa dinikmati melalui media Over The Top (OTT) di Indonesia.

Serial ini bercerita tentang perjalanan para karakter dalam menemukan esensi Ibadah yang sesungguhnya, dari yang pada awalnya terpaksa mengaji untuk memenuhi agenda pribadi masing-masing.

Berbekal pengalaman sebagai pecandu gim, Lukman, sang tokoh utama, berupaya mencari metode belajar mengaji yang efektif bagi murid-murid Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) lewat berbagai permainan dan interaksi seru lainnya.

Diproduksi oleh Arseri Creative House, serial ‘Jadi Ngaji’ membuat beberapa lagu tema sebagai musik latar serial ini. Lagu Teka-Teki Hidup, yang musiknya diciptakan oleh Khalishah Isyana dan liriknya ditulis oleh Muthia Zahra Feriani dijadikan lagu tema utama pada serial ‘Jadi Ngaji’.

Menggandeng Paul Partohap sebagai penyanyi dan pemain electrik piano, adalah mahasiswa kedokteran di Hamburg, Jerman yang banyak menghasilkan karya.

Paul Partohap

Memiliki latar belakang bermusik R&B, Gospel dan Korean Ballad, membuat Arseri Creative House yakin bahwa lagu Teka Teki Hidup bukan hanya sangat cocok untuk dibawakan oleh Paul, tapi juga dapat memberikan warna baru di telinga para pendengar.

Lagu ini merepresentasi bunyi dari cerita ‘Jadi Ngaji’, berkisah tentang hidup, di mana betapa hidup ini penuh dengan pertanyaan dan juga perjalanan menemukan berbagai jawaban.

Entah bagaimana Sang Pencipta meramu hidup bagi manusia yang seperti permainan, terkadang kita menang dan tak jarang kita juga bisa kalah. Manusia dalam hidupnya hanya perlu terus bermain dan menikmati setiap proses kecil sebagai perjalanan.

Yang membedakan Teka-Teki Hidup dengan lagu bertema religi lainnya adalah Khalishah Isyana sebagai komposer lagu ini menggunakan banyak efek suara 8-bit dan game karena tokoh utama dalam serial ini adalah seorang gamer.

Penulis lirik,  Muthia Zahra Feriani juga mencoba mengaitkan hubungan manusia ke dalam dirinya sendiri sampai akhirnya terhubung dengan Sang Pencipta.

Lagu ini sangat dipengaruhi oleh musik K-pop sebagaimana serialnya yang juga sangat dipengaruhi oleh K-drama. Ruang eksplorasi ini sengaja diciptakan agar dapat menjadi alternatif untuk para pecinta musik Indonesia.

“Seneng banget akhirnya bisa nemuin performer yang pas, walaupun proses kreatifnya jarak jauh, kami di Jakarta dan Paul di Jerman. Alhamdulillah semuanya lancar dan sekarang karya ini bisa dinikmati oleh banyak orang. Semoga yang mendengarkan karya ini sama senangnya dengan kami yang membuatnya,” jelas Khalishah Isyana.

Lagu ini bisa didengarkan di Spotify, Apple Music, Joox, dan digital streaming platform lainnya mulai tanggal 4 Desember 2020. (Tumpak S)

Continue Reading

Musik

Gandeng Musisi Tulus, Yura Yunita Rilis Lagu Cinta, ‘Duhai Sayang’

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Setelah berhasil menembus pasar pendengar di Malaysia, Singapura dan Filipina melalui Hoolala dan proyek kolaborasinya bersama penyanyi wanita dari Asia Tenggara, Heal, Yura Yunita kembali ingin memanjakan pendengar setianya di Indonesia pada hari ini, Jumat,  4 Desember 2020.

Yura Yunita merilis single bertajuk Duhai Sayang. Alunan musik yang menyejukkan suasana dan rangkaian lirik yang cerdas dan romantis.

“Duhai sayang, adalah nada baru menuju perjalanan yang baru,” kata Yura Yunita dalam siaran pers, Jumat (4/12).

Yura Yunita menggandeng Tulus untuk menulis lirik lagu bersama, serta Ari Renaldi sebagai produser musik.

Yura Yunita berharap lagu ini dapat memperindah suasana bersama orang terkasih.

“Banyak cinta yang ingin dituangkan melalui lagu ini, dengan harapan lagu ini akan menjadi lagu cinta Indonesia sepanjang masa versi Yura Yunita,” pintanya.

Bersamaan dengan rilisnya lagu Duhai Sayang di layanan streaming digital, Yura juga merilis video musiknya. Memvisualisasikan tentang figur terkasih yang Yura Yunita syukuri atas keberadaannya.

Video musik ini dirangkai secara apik oleh katakitaphoto dan dapat dinikmati melalui kanal YouTube Yura Yunita. (Tumpak S)

Continue Reading

Musik

Catat Tanggalnya, Noah Gelar Konser Virtual 360 Derajat, Gratis

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Pandemi covid-19 telah mengubah wajah dunia hiburan, kini mengandalkan teknologi agar tetap dapat terselenggara. Panggung off air pun bergeser menjadi konser virtual, seperti yang akan diselenggarakan Band Noah.

Band yang beranggotakan Ariel (vokal), David (kibor), dan Lukman (gitar) ini untuk pertama kali menggelar konser yang dikemas dalam video 360 derajat.

Kemudian, para penggemar diajak merasakan sensasi menonton konser bertajuk Keterkaitan Keterikatan Acoustic Version in 360 degrees, pada Sabtu 5 Desember 2020, pukul 20 WIB mendatang.

“Sebenarnya idenya sudah lama ada, tapi yang bisa melakukan eksekusi dengan bagus baru ada sekarang. Bakal seru, karena kita ubah semua aransemen lagu jadi akustikan,” janji Ariel dalam konferensi pers virtual, Rabu (2/12) sore.

Pada konser nanti, NOAH akan membawakan seluruh lagu dalam album terbaru, Keterkaitan Keterikatan. Dibawakan dalam versi full akustik dengan konsep Virtual Reality 360 derajat bertemakan klasik.

Lukman tampaknya bersemangat dengan sajian musik inovatif yang akan mereka berikan untuk penggemar Noah.

“Sebelumnya kalau konser, kan sudut pandangnya flat. Ini pertama kalinya konser 360 derajat. Belum tahu juga, waktu tes dan cek suara ternyata seru banget,” cerita Lukman.

Sementara itu, David menyoroti dari sisi aspek musik. Dia akan mengajak para fans untuk mendengar versi baru dari lagu-lagu Keterkaitan Keterikatan.

Dibantuin pemain cello juga, dan semua alat musiknya akustik,” tutur David.

Sebelum menikmati Konser Noah, calon penonton diminta terlebih dulu melakukan registrasi melalui situs www.noah360.id. Pendaftar diminta mencantumkan nama lengkap, NIK, dan tanggal lahir. Selanjutnya, konser untuk usia 18 tahun ke atas ini bisa disimak secara gratis via platform bookmyshow.id.

Menurut Noah, tidak ada kewajiban menggunakan perangkat VR tertentu untuk menonton konser. Setidaknya, hanya butuh ponsel pintar. Namun, saat melakukan registrasi, ada keterangan tambahan terkait perangkat yang bisa digunakan untuk menyimak konser.

Disarankan memakai perangkat Android, laptop, atau desktop, karena konser tidak kompatibel dengan Iphone dan Ipad.

Keterkaitan Keterikatan Acoustic Version in 360° merupakan kolaborasi Musica Studio’s bersama Nada Promotama. (Tumpak S)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Musik

Terbaru

Trending