Connect with us

Musik

“Serpihan Hatiku” Lahir Dari Diskusi Panjang Hasilnya Sulit Ditebak

Published

on

Kabarhiburan.com, Depok. Ketika, kata komitmen menjadi pegangan teguh dalam hidup berumah tangga — jika tak dibilang sakral. Maka, apa pun yang terjadi dalam suatu kehidupan tersebut, harus tetap terjaga. Sekalipun, hati hancur menjadi serpihan, bak cermin pecah. Komitmen tersebut harus tetap utuh. Setidaknya, itulah gambaran alur cerita dari vedio klip Wali Band, “Serpihan Hatiku”

Vedio klip terbaru Wali Band tersebut, diperkenalkan oleh Nagaswara — di mana Wali bernaung di label tersebut, lewat akun YouTube Official-nya pada Senin (27/7/2020) dibintangi oleh pesinetron Ahmad Affandi dan penyanyi Ully Moch.

Menurut Apoy, gitaris sekaligus penulis lagu, konsep video klip “Serpihan Hatiku” lahir dari diskusi panjang antara Arwin W sang sutradara dan Wali Band serta pihak Nagaswara. Apoy menganggap, video klip yang digarap itu sudah sesuai dengan isi lagu “Serpihan Hatiku”.

Meski pengambilan gambarnya biasa biasa saja —- jika tak disebut ada sesuatu yang baru dari teknologi terbarukan, akan tetapi visualnya itu sangat inline dengan apa yang diinginkan dalam counten lagu ‘Serpihan Hariku’.

Dalam video klip terbaru Wali tersebut banyak memunculkan plot-plot twist yang dianggapnya sangat menarik. Alur ceritanya melahirkan hal-hal tak terduga. Sehingga ending dari video klip tersebut sangat sulit ditebak.

Apoy mengangkat jempol buat sutradara video klip dan tim Nagaswara yang mengkonsepkannya, “Cerdas habis. luarnya sulit ditebak. Ujungnya di-twist, yang dipikir A oleh penonton justru B juga sebaliknya,” kata Apoy.

Apoy berharap, kisah yang ada dalam video klip single “Serpihan Hatiku” dapat diambil menjadi pelajaran. Meski gambaran ke depan yang ada dalam video klip itu hanya halusinasi salah satu pihak, tapi komitmen harus tetap dijaga.

“Ini lebih kepada halusinasi seorang terhadap pasangannya. Harapannya sih nggak kayak begini. Tapi ini juga jadi satu simbol, sehancur – hancurnya apa pun hati kita, akan tetap mencintai pasangan kita,” terang gitaris yang banyak menciptakan lagu buat grub Wali nya.

Sebenarnya, single “Serpihan Hatiku” sudah lebih dulu diperkenalkan Wali yang beranggotakan Apoy (gitar), Faank (vokal), Ovie (keyboard) dan Tomi (drum) di album mereka, “Wali 20.20”, pada bulan Maret 2020 lalu.

Namun kemudian, musik lagu “Serpihan Hatiku” banyak mengalami perubahan di video klip terbaru Wali. Lagu tersebut juga masih tetap mengusung konsep musik Wali yang pop balada ( Kemelayu Melayuan,red) khasnya Wali. ( Zar/KH)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Musik

Kenang 17 Tahun Perjalanan Bermusik, Geisha Kemas Ulang ‘Demi Waktu’ Milik Ungu

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Bagi penggemar lagu-lagu band Ungu, pasti akrab dengan lagu Demi Waktu (2005). Lagu ciptaan Enda tersebut, kini masuk dalam #Rencana Hebat 17 tahun perjalanan bermusik band Geisha.

Bagi band yang digawangi Regina Poetiray (vokal), Roby (gitar), Nard (bass), Dhan (keyboard), Demi Waktu  menjadi salah satu lagu  yang ikut menemani perjalanan mereka sewaktu awal bermusik.

Roby mengatakan, lagu Demi Waktu easy listening, liriknya tak lekang oleh waktu, dan merupakan lagu galau yang hits di zaman itu, yakni bercerita seolah olah seseorang tersebut susah untuk melepaskan pasangannya walaupun ada hati yang lain.

”Mungkin banyak orang diluar sana yang mengalami kejadian persis seperti lagu ini,” ujar Robi, yang melibatkan Enda (Ungu) sebagai pencipta untuk membantu mengisi vokal bersama Regina Geisha, Minggu (10/1).

Enda membenarkan, menulis syair Demi Cinta yang menceritakan momen melamar pacar. “Lamaran aku ditolak dari pihak keluarganya karena alasan tertentu,” kenang Enda yang meyakini bahwa lagu Demi Waktu merupakan sebuah mukjizat dan salah satu lagu yang menyelamatkan Ungu dari keterpurukan.”

Geisha membawakan lagu Demi Waktu dalam format akustik dengan penambahan notasi yang baru. “Alasannya, supaya lagu ini mempunyai nyawa, karakter dan identitasnya sendiri,” ujar para personil Geisha.

Lagu Demi Waktu dirilis pada tanggal 8 Januari 2021 di seluruh platform musik digital seperti Spotify, Apple Music, Joox, Langit Musik, Noice dan Resso.

Adapun official video dapat disaksikan di platform Vidio dan YouTube ‘Musica Studios’ serta video karaoke dapat dinikmati bersama melalui channel YouTube ‘Musica Karaoke’. (Tumpak S. Foto: Dok. Musica Studio’s)

Continue Reading

Musik

Yuk, Nonton Konser BEYONDmo 2021, NOAH Gunakan Teknologi Unreal Engine

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Pembukaan tahun 2021, grup band NOAH langsung membuat gebrakan memikat penggemarnya. Band yang digawangi Ariel, David dan Lukman tersebut bersinergi dengan PT Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk, dijadwalkan tampil dalam konser bertajuk BEYONDmo 2021.

Konser musik yang menggandeng platform media streaming Vidio.com ini akan berlangsung pada Sabtu (9/1/2021) pukul 20.00 WIB.

Sejauh ini NOAH masih merahasiakan judul-judul lagu yang akan mereka bawakan dalam konser BEYONDmo 2021. Yang pasti, konser ini didukung oleh Unreal Engine (UE) virtual production, yakni teknologi dalam industri permainan online dan perfilman.

Teknologi UE diyakini mampu meningkatkan pengalaman berinteraksi secara visual dalam berbagai efek visual fotorealism secara detail, seperti pencahayaan, bayangan, efek partikel, cuaca, pantulan sinar, serta kontras.

“Contoh penggunaan Unreal Engine ini bisa dilihat di serial Mandalorian. Ini konser tapi kayak video klip gitu, ada sisi sinematiknya,” kata Upie Guava selaku show director dalam jumpa pers virtual, Rabu (6/1).

Di sisi lain, personel NOAH mengaku antusias menyambut konser Temukan #BEYONDmo. Bahkan, mereka sengaja menyiapkan daftar lagu yang akan memaksimalkan teknologi audiovisual tersebut.

“Kami lebih ke prepare song list untuk memaksimalkan teknologi, yakni cari lagu apa yang pas dan bisa related dengan teknologi yang ada,” ujar Ariel yang akan membawakan lima lagu dalam konser kali ini.

Di tempat yang sama, Handayani selaku Direktur Konsumer BRI mengatakan bahwa kerja sama BRI dengan Noah sudah berlangsung sejak lama.

“Sejalan dengan waktu, kami melihat respon luar biasa masyarakat terhadap karya yang dihasilkan Noah, di luar ekspektasi. Jadi, dua brand yang sama-sama di luar ekspektasi, rasanya cocok dengan tagline BEYONDmo,” jelas Handayani.

Melalui tema Temukan #BEYONDmo ini, BRI ingin membumikan layanan perbankan digital banking next level yang beyond expectation dengan berbagai kemudahan layanan dan fitur kaya warna, yang mengedepankan keamanan dan kenyamanan nasabah, khususnya kalangan muda yang benar-benar mobile dan aktif menggunakan layanan BRI. (Tumpak S. Foto-foto: Dok. Musica Studio’s)

Continue Reading

Musik

Sinergi Chossypratama Bersama Jendral Rich Orbitkan 21 Penyanyi Baru Sepanjang 2020

Published

on

By

Chossypratama (baju merah) didampingi Rulli Aryanto alias Jendral Rich. (Dok. Fadhli)

Kabarhiburan.com – Eksistensi Chossypratama sebagai Musisi Legendaris Indonesia terus mewarnai perkembangan musik di Tanah Air dan tidak pernah berhenti. Karya-karya lagunya telah melahirkan penyanyi-penyanyi ternama di Indonesia, seperti: Chrisye, Krisdayanti, Utha Likumahuwa, Novia Kolopaking, Desy Ratnasari, Paramitha Rusady dan masih banyak lagi.

Bukan itu saja. Sepanjang tahun 2020, Chossy telah merilis lebih dari 30 lagu bersama 28 penyanyi Indonesia, Singapura dan Malaysia. 21 penyanyi diantaranya, datang dari berbagai kota di Indonesia lewat program Chossy Pratama Cari Penyanyi (CPCP).

Rulli Aryanto yang akrab disapa Jendral Rich, selaku Direktur Chossy Pratama Production (CPP), menjalankan program-program Chossypratama merincikan 28 penyanyi yang merilis lagu pada Tahun 2020. Mereka adalah Al Jawaher (Singapura) feat Dewi Yull, Kat (Malaysia), Jery Lee (Malaysia), Fadia Haya / Glennpratama – Tersanjung (Jakarta).

Kemudian ada Gen Halilintar – Dunia Menangis (Jakarta), Santy (Semarang), Nanz (Kupang), Wiwin (Makassar) Sarah (Bandung), Aini (Ciamis), Iin Fellik (Surabaya), Riri (Madura), Erika Rasyid (Jogja), Prilla (Solo), Nidy (Jogja), Fitrah (Bandung), Hetty (Jakarta), Sanchai Yang (Jakarta),  Nadya (Bali), Jihan (Madura), Fredi Lee (Surabaya), Atthahirah (Palembang), Hedwico (Ciamis), Adiba Cahya (Surabaya), Alex Yunggun & Bea Serendy (Jogja), Cello Elby (Surabaya), Lauwrence (Jakarta), dan Bagas Bagus (Semarang).

Jendral Rich mengatakan, dirinya bersama Chossy tidak punya target dalam berkarya, mengalir saja, dan terus berkarya. Tantangan untuk menyukseskan program CPCP ada pada jarak, jadi harus memaksimalkan teknologi.

“Pada akhirnya membuat saya semakin kenal pada Chossypratama. Beliau bukan hanya profesional sebagai komposer atau music engineer saja, tapi secara music technology beliau juga sangat bisa diperhitungkan,” jelas Jendral Rich di studio musik Promidi Audio Indonesia – Jakarta, Kamis (31/12/2020)

“Team work, itu yang selalu Om Chossy sampaikan. Artis tidak akan bisa berdiri sendiri tanpa produser, management, dan team promotion, demikian juga sebaliknya. Kepuasan kami, di tengah pandemi kami masih bisa terus berkarya. Meskipun belum ada jebolan CPCP yang booming, namun kami tetap berkarya tanpa berekspektasi, yang penting berkarya saja, karena karya itu titipan Tuhan,” kata Jendral Rich.

Memasuki Tahun 2021, Chossypratama akan melanjutkan program #KataChossypratama, dan tetap membuka diri buat siapapun yang mau bergabung dengan CPP untuk berkarya bersama. Mengajak para pegiat musik di Tanah Air, terutama generasi muda, agar terus berkarya, mewarnai dunia dengan karya.

Bagi Jendral Rich, Chossypratama adalah sosok yang sangat mengenal dirinya dan tahu mau ke mana, serta mau jadi apa.

“Chossypratama adalah sosok ayah, guru, teman, manusia merdeka yang tidak akan pernah bisa dibatasi oleh apapun dalam berkarya. Chossypratama itu Underground POP,” pungkas Jenderal Rich. (M. Fadhli)

Continue Reading
Advertisement

Trending