Connect with us

Musik

Sheyla (Maluku) Tampil Memikat, Dayat (Bali) Tersingkir

Published

on

Puput (Sulawesi Selatan) tampil memukau pada babak Top 16

Kabarhiburan.com, Jakarta – Enam belas Duta telah terpilih untuk terus bersaing di babak Top 16 LIDA 2019. Dengan semakin mengerucutnya peserta, tuntutan Dewan Juri justru semakin tinggi.

Pada episode sebelumnya, Ninda (Jawa Tengah) menjadi peserta pertama yang tersingkir di babak Top 16 LIDA 2019. Giliran Grup 2 menampilkan Cut (Aceh), Dayat (Bali), Puput (Sulawesi Selatan), dan Sheyla (Maluku), pada Senin (1/4).

Masing-masing telah menyiapkan strategi terbaik untuk meluluhkan hati Dewan Juri dan seluruh penonton Indosiar, demi tiket menuju babak final.

Kompetisi dibuka oleh Puput berhasil memikat hati seluruh Panel Provinsi dan Dewan Juri, lalu menyalakan lima lampu biru bagi Puput, usai menyanyikan lagu Janji.

“Saya bangga melihat penampilan kamu malam hari ini, karena kamu menyanyikan lagu tadi dengan sepenuh hati,” tutur Nassar memuji Puput.

Kebahagiaan Puput berlanjut saat melihat sosok ibunda yang dirindukannya diam-diam telah hadir di panggung LIDA 2019. Pelukan hangat sang ibu menjadi obat penawar rasa rindu bagi Puput, yang dibalasnya dengan persembahan lagu Sabda Cinta bagi ibunda.

Sukses Puput juga diikuti Cut. Duta Aceh ini pun mendapat lima lampu biru lewat lagu Nirmala. Kesuksesan Cut langsung disambut meriah oleh pendukungnya, yang selalu hadir menyertai setiap penampilan Cut.

Sedikit berbeda dengan sukses yang diraih oleh Dayat. Selain menyalakan semua lampu biru dari kelima juri lewat lagu syahdu berjudul Kiblat Cinta, Duta Bali ini juga mendapat standing ovation dari Zaskia Gotik.

Sementara itu, Dewi Perssik ikut memberikan pujian kepada Dayat. “Kamu itu luar biasa sekali, dapat menyampaikan lagunya dengan tulus, pokoknya kamu memiliki kualitas yang sudah bagus,” tutur Dewi Perssik.

Dayat (Bali) menjadi peserta kedua yang tersingkir dari babak Top 16.

Sukses Dayat diikuti oleh Sheyla yang menjadi peserta terakhir Grup 2. Duta Maluku ini  menuangkan seluruh kemampuan terbaiknya ke dalam lagu Zainal. Ia berhasil meraih lima lampu biru, selain membuat Nassar dan Zaskia Gotik untuk standing ovation.

“Kamu penampil terakhir yang memuaskan, penjiwaannya bagus, vokalnya bagus, liriknya aman, cengkoknya bagus, pokoknya semuanya aman,” ungkap Soimah.

Hanya saja, nyala lampu biru dari Dewan Juri bukan segalanya bagi kelanjutan nasib peserta di panggung LIDA 2019. Masih ada dukungan dari pemirsa yang justru memiliki porsi terbesar sebagai penentu tersenggol atau tidaknya peserta.

Dayat (Bali) memang telah memberikan kemampuan terbaiknya dan mendapat respon terbaik dari Dewan Juri. Hanya saja, dukungan pemirsa untuk Dayat berada di posisi terrendah, membuat  Dayat menjadi peserta kedua yang tersenggol di babak Top 16 LIDA 2019.

Lima lampu biru belum jaminan bagi peserta untuk lolos ke babak berikutnya.

Panggung LIDA akan menggelar Top 16 Grup 3, menyajikan penampilan Faul (Aceh), Hanan (Jawa Barat), Kiki (Kepulauan Riau), dan Vita (Lampung).

Mereka akan berjuang keras untuk mencuri perhatian Dewan Juri dan seluruh penonton Indosiar. Ditayangkan secara live dari Stasiun 5 Indosiar pada pukul 18.30 WIB. (Tumpak Sidabutar/KH. Foto-foto: Dok. Indosiar)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Musik

Andi Rianto Jelaskan Alasan Kolaborasinya Dengan Bona Pascal

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Komposer kenamaan Indonesia, Andi Rianto, baru saja menorehkan namanya ke dalam tiga nominasi AMI Awards 2020, yakni Penata Musik Pop Terbaik, Pencipta Lagu Anak-anak Terbaik dan Penata Musik Lagu Anak-anak Terbaik.

Prestasi ini menyusul suksesnya sepanjang tahun ini mengantarkan sejumlah penyanyi dan musisi pendatang baru ke tangga popularitas di industri musik Tanah Air.

Sebut saja Ajeng, Kevin Widya dan Maruli Tampubolon, berhasil mencuri perhatian penggemar musik, setelah bersinergi dengan Andi Rianto.

Hingga yang terbaru, berkolaborasi dengan Raisa. Mereka merilis ulang karya masterpiece-nya berjudul Bahasa Kalbu, bersama Titi DJ dan Dorie Kalmas.

Jelang penghujung tahun ini, Andi Rianto menjatuhkan pilihannya kepada Bona Pascal, yang menjadi pasangan kolaborasi berikutnya.

Dilansir dari akun Instagram @andirianto official, pria di balik Magenta Orchestra ini melihat Bona Pascal pertama kali di Instagram melalui challenge lagu Tak Berhenti.

“Saya selalu senang berkolaborasi dengan para musisi muda dan semangatnya untuk bermusik. Kali ini saya bersyukur sekali bisa menerjemahkan pesan cinta universal dari lirik lagu karya Bona, yang sekiranya dapat terus mengingatkan kita … semua ini karena kamu… karena cinta,” jelas Andi Rianto tentang alasan kolaborasinya dengan Bona.

Seperti diketahui, Bona Pascal yang tengah aktif merilis beberapa lagu di tahun ini, bahkan sempat merilis lagu bersama Abdul & The Coffee Theory.

Kabarnya, Bona akan meluncurkan hasil berkolaborasinya dengan Andi Rianto pada awal November mendatang. Seperti apakah hasil kolaborasi dari dua pria kelahiran Sorong, Papua ini? Simak terus kabar terbaru mereka melalui akun Instagram Bona Pascal (@bonapascal) dan Andi Rianto (@andirianto_official). (Tumpak S)

Continue Reading

Musik

Usai Menjuarai LIDA, Meli Nuryani Rilis Single Perdana, ‘Hikmah’

Published

on

By

Meli Nuryani (Foto: Instagram Meli Nuryani)

Kabarhiburan.com – Sang juara Liga Dangdut Indonesia (LIDA) 2020,  Meli Nuryani (16) mulai melangkah ke industri musik Tanah Air dengan merilis single perdana berjudul Hikmah.

Lagu tersebut secara khusus diciptakan oleh musisi dangdut ternama, Hendro Saky, sebagai penanda kemenangan Meli, sekaligus langkah awal karirnya sebagai penyanyi profesional.

Di bawah naungan label 3D Entertainment dan artist management Stream Entertainment, Meli melepas Hikmah melalui music video di kanal YouTube 3D Entertainment, Sabtu (24/10).

Hendro Saky menilai kualitas suara Meli berada di atas rata-rata, meski usianya masih muda belia. Pertama, Meli memiliki tehnik dan olah vokal yang sangat bagus bahkan nyaris sempurna.

“Kedua, Karakter vokal Meli memang dangdut banget. Dia juga mampu melantunkan cengkok-cengkok dangdut yang sangat tajam, artinya cengkok yang banyak sekali melibatkan not. Ini luar biasa. Hanya penyanyi dangdut profesional yang bisa melakukan ini,” jelas Hendro Zaky dalam siaran pers, Senin (26/10).

Hendro Saky lalu menyandingkan Meli dengan Lesti (Juara Dangdut Academy 1) dan Selfi (Juara 1 LIDA 2018). Ia menilai, ketiganya sangat piawai melantunkan cengkok-cengkok dangdut.

Gadis yang masih duduk di bangku kelas 1 SMA ini merasa bersyukur telah dipercaya untuk membawakan karya Hendro Saky sebagai langkah awal karirnya di industri musik.

“Alhamdulillah, aku langsung suka banget sama lagunya sejak pertama kali dikasih tau ini lagu untuk Meli.  Saking sukanya, aku benar-benar nggak sabar lagu ini rilis. Proses rekaman berjalan lancar dan cepat,” ujar Meli yang menggarap music video selama 2 hari.

Music Video tersebut menceritakan Meli berpacaran dengan Randa dan membangun sebuah usaha bersama, yaitu kedai kopi.  Namun hubungan mereka menemui jalan buntu, hingga Gunawan datang mendekati Meli.

Meli berharap pesan lagu Hikmah dapat tersampaikan, seperti tertulis dalam penggalan liriknya.

“Ku coba mencintai kehilangan, Seperti mencintai kehadiran, Karena ku yakin ada dan tiada, Hikmah hidup dari yang kuasa”.(Tumpak S)

Continue Reading

Musik

Menunggu Penampilan Terbaik Tiga Grand Finalis di ‘Konser Kemenangan KDI 2020’

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Menggelar babak Grand Final Kontes Dangdut Indonesia (KDI) 2020, MNCTV sukses menghibur masyarakat Indonesia di tengah suasana pandemi Covid-19.

Tiga grand finalis, yakni Gita (Lombok), Haviz (Dumai) dan Wahid (Sidoarjo), berhasil memberikan penampilan terbaik di Studio RCTI+, Kebun Jeruk, Jakarta, Senin (26/10) malam.

Disajikan secara live dari panggung indoor nan megah RCTI+ yang merupakan salah satu studio terbesar dan tercanggih di Asia, membuat penampilan tiga grand finalis semakin spektakuler.

Tersedia pula bagi sejumlah artis, panggung outdoor yang menyajikan Water Fountain, air mancur dengan iringan tata cahaya menawan yang menari mengikuti ritme lagu, menambah semaraknya Grand Final KDI 2020.

Membuka Grand Final, Wahid berduet dengan Ayu Ting Ting membawakan lagu Bole Chudiyan dan Dhoom Machale dengan iringan koreo seperti kolosal Bollywood bersama Vina Fan & Friend, berhasil mengajak para juri bergoyang.

Suasana Bollywood seketika berubah menjadi suasana K-Pop oleh penampilan Gita duet Via Vallen yang energik saat menyanyikan lagu How You Like That dan Kupuja Puja.

Tak mau kalah, Haviz pun mengajak Dewi Perssik membawakan lagu Salah Apa Aku, berhasil membuat Juri takjub pada penampilan mereka.

Panggung KDI dibuat semakin meriah oleh kehadiran Master Limbad dan Rhomedal. Keduanya sukses membuat tegang para penonton oleh aksi membengkokkan besi di leher.

Haviz menjadi kontestan pertama yang sukses mencetak 3 standing ovation dan mendapatkan komentar positif dari juri Iis Dahlia dan juga Ayu Ting Ting.

Para juri menilai Haviz mampu memberikan penampilan terbaik sejak audisi dan  membawakan lagu selalu enjoy.

“Alhamdulillah, bangga dan puas karena saya dan Kak Danang merasa bahwa ini penampilan terbaik saya selama audisi” ujar Haviz.

Begitu pula penampilan Wahid. Meski kondisinya kurang fit, pria asal Sidoarjo ini mampu membuat Danang takjub saat membawakan lagu Duit, yang dipopulerkan oleh Endang Kurnia.

“Saya merasa lebih tertantang lagi karena ini Grand Final, dimana banyak temen-temen yang ingin di posisi ini. Jadi adrenalin saya terpacu dan semoga penampilan saya tadi tidak mengecewakan para pendukung,” kata Wahid.

Gita (Lombok) yang mengakhiri panggung Grand Final, masih sempat membuat penonton ikut bergoyang mengiringi lagu Anak Yang Malang karya Rhoma Irama.

Ekspresinya memang kurang maksimal, tetapi Gita mampu membuat juri bertepuk tangan.

“Gita tampil dengan paket lengkap. Suaranya oke, aksinya oke, wajahnya oke, kamu sudah terlihat menjadi bintang KDI dari Lombok,” puji Danang.

Gita pun mengomentari penampilannya. “Gita kurang puas, karena aku merasa tadi ada beberapa part yang kurang maksimal menyanyikannya” ujar Gita.

Malam Grand Final KDI 2020 diakhiri oleh penampilan Via Vallen. Ia membawakan lagu ciptaannya sendiri berjudul Mung Titipane.

Ketiga kontestan juga sangat senang berkesempatan untuk tampil di studio RCTI+,  dengan panggung yang sangat besar, dengan visualisasi LED yang canggih, serta tatanan cahaya lampu yang menakjubkan.

“Aku baru pertama kalinya perform di panggung yang sangat spektakuler. Aku sempat gugup karena panggungnya megah sekali. Alhamdulillah, aku bisa mengatasinya dan berasa seperti konser tunggal,” kata Haviz.

Perjuangan mereka masih berlanjut ke momen yang ditunggu-tunggu semua pendukung mereka, yakni  ‘Konser Kemenangan KDI 2020’, digelar pada Senin (2/11). Siapakah Juara KDI 2020?

Ayo, dukung terus kontestan idola kalian melalui SMS dengan format ketik KDI (spasi) Nama Kontestan kirim ke 95151 dan melalui aplikasi RCTI+.

Jangan lupa, saksikan secara langsung ‘Konser Kemenangan KDI 2020’, Senin, 2 November 2020, pukul 19.00 WIB di layar MNCTV. (Tumpak S. Foto-foto: Dok. MNCTV)

Continue Reading
Advertisement

Musik

Terbaru

Trending