Connect with us

Film

“SI Doel The Movie’ Kini Sudah Dalam Bentuk DVD

Published

on

Kabarhiburan.com, Jakarta – Suasana di gerai KFC Kemang, Jakarta berubah heboh, saat para pendukung film Si Doel The Movie muncul di counter pemesanan makanan, Jumat (30/11).

Mereka adalah Rano Karno, Mandra, Adam Jagwani dan Fahreyza, sempat menarik perhatian para pelanggan yang tengah antre di counter makanan cepat saji tersebut. Mereka memang bukan untuk  meladeni pesanan para pelanggan, melainkan dalam rangka merilis film Si Doel The Movie dalam bentuk DVD.

Seperti diketahui, KFC Indonesia dan label Jagonya Sport & Musik Indonesia (JMSI) sudah digandeng Falcon Pictures dan Karno’s Film untuk mendistribusi keping DVD film Si Doel The Movie di seluruh gerai KCF di seluruh Indonesia, sejak 1 November 2018 silam.

CEO JMSI, Steve Lillywhite, merasa antusias pada sambutan masyarakat yang ingin memiliki keping DVD film, yang beberapa bulan lalu tayang di layar  bioskop Nasional dan meraih penjualan tiket hampir 1,8 juta penonton. Kini menjadi menjadi film keluarga pertama yang pernah dirilis JMSI dan KFC.

“Sejak 1 November sudah terjual lebih dari 100 ribu keping DVD. Jumlah ini akan terus meningkat, sehingga menjadi rekor untuk kategori film keluarga,” ujar Steve yang membandingkannya dengan penjualan single bentuk fisik milik Siti Badriah.

“Ini (penjualan DVD Si Doel The Movie) lebih baik dari penjualan single (bentuk fisik) lagu Lagi Syantik, dalam sebulan,” tambahnya.

Bagi produser sekaligus aktor, Rano Karno, perilisan DVD Si Doel The Movie dimaksudkan untuk mengobati kerinduan penggemar Si Doel Anak Betawi yang belum sempat menyaksikannya di layar  bioskop.

“Ada beberapa daerah yang tidak ada bioskop dan mereka sangat surprise dengan tersedianya DVD ini” ungkap Rano Karno.

Selain di Tanah Air, permintaan DVD ini juga cukup tinggi di luar negeri.  Ia mencontohkan, Taiwan, Hong Kong dan Saudi Arabia.

“Yang sangat surprise bagi saya, ini banyak permintaan dari Saudi Arabia. Dulu Si Doel sempat dibajak di Saudi Arabia,” tambahnya.

Bahkan, Suti Karno membawa sekitar 20 keping DVD Si Doel The Movie yang dibeli di KFC Pamulang untuk dibagikan di Seattle, Amerika Serikat.

“Sebelum dia (Suti Karno) berangkat (ke Seattle) dia bawa 20 DVD. Beli di KFC Pamulang dan dibagikan ke sana.  Taiwan minta lewat kami. Para TKW di Hong Kong juga minta,” ujar Rano yang tengah menjajagi syuting Si Doel The Movie kedua.

“Lokasinya masih dipilih, antara Korea Selatan atau Jepang. Tunggu saja,” pungkas Rano Karno.  (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Film

Film ‘Anak Hoki’, Kisah Inspirasi Remaja Ahok Bersama Tiga Sahabat

Published

on

By

Para pemain utama film Anak Hoki. Dari kiri: Lolox, Christ Lauren, Kenny Austin dan Nadine Waworuntu.

Kabarhiburan.com, Jakarta – Satu lagi kisah mantan politisi dan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (BTP)yang biasa disapa Ahok saat remaja divisualkan ke layar lebar. Kali ini berjudul Anak Hoki, yang akan tayang di layar bioskop Tanah Air mulai Kamis (21/2) mendatang.

Film garapan sutradara Ginanti Rona ini digarap fiksi, yang terinspirasi dari sosok Basuki Tjahaja Purnama semasa remaja.

“Diharapkan menjadi  representasi generasi muda agar jangan pernah menyerah dalam mengejar mimpi, tanpa melupakan nilai-nilai luhur,” ujar sutradara Ginanti, saat jumpa pers di bioskop Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (18/2).

Produsernya, Harry Tjahaja Purnama  membenarkan bahwa  Anak Hoki sungguh berbeda dengan film yang terlebih dulu tayang berjudul A Man Called Ahok, yang juga menceritakan tokoh yang sama.

Produser Anak Hoki, Harry Tjaja Purnama memberi keterangan dalam screening film ‘Anak Hoki’.

Anak Hoki menceritakan tentang keluarga Ahok dan teman-temannya. Ini merupakan film keluarga, dimana problem keluarga bisa diselesaikan dalam film ini,” ujar Harry yang merupakan adik kandung BTP.

“Film ini dimulai dengan narasi yang mengatakan bahwa di dunia ini, harta yang paling berharga adalah keluarga. Ketika ada masalah maka keluargalah pertama yang akan membantunya. Moga-moga film ini jadi inspirasi buat semua,” ujar Harry saat screening film Anak Hoki di bioskop Epicentrum, Jakarta, Senin (18/2).

Harry dan Ginanti Rona memilih aktor Kenny Austin memerankan sosok Ahok semasa sekolah hingga kuliah bersama 3 sahabatnya. Mereka adalah Eva (Nadine Waworuntu) Daniel (Lolox), dan Bayu (Chris Laurent).

Film ini juga menampilkan Maia Estianty, Tamara Geraldine,  Leroy Osmany, Tina Toon, Fero Walandouw, Edric Tjandra.

Kenny Austin

Kenny Austin membenarkan, film Anak Hoki sama sekali tak mengangkat isu politik.

“Cerita ini nggak ada unsur politik sama sekali. Easy banget, terus seru, happy. Ada sedikit drama keluarganya. Kami hanya mengambil latar belakang karakternya Pak Ahok, dari cara bicaranya, geraknya, cara berpakaian, dandanan, rambut,” Kenny Austin.

Film ini sekaligus menjadi debut pertama bagi Nadine Waworuntu yang memerankan sosok Eva  yang berasal dari keluarga broken home.

“Sosok Eva yang aku perankan berbeda 180 derajat dengan aku. Tantangannya aku harus memasukkan karakter eva ke dalam kehidupanku yang ekspresif, sementara Eva orangnya tidak banyak omong dan cuek,” jelas Nadine, putri dari pasangan Ruth Sahanaya dan Jefrey Waworuntu.

Pendek kata, Anak Hoki tetap santai untuk dinikmati, dibumbui oleh adegan berdialog  kocak oleh kehadiran Tamara Geraldine, yang memerankan sosok ibunya Daniel yang kocak.

Film produksi oleh Unlimited dan Revolution Pictures ini berdurasi 90 menit hadir sebagai tontonan menghibur yang tersaji dengan rapi. Tidak muluk-muluk tentang berisikan kehebatan Ahok di masa mudanya. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading

Film

Tu7uh Rumah Produksi Perkenalkan Chiara Aurelia, Pemeran Utama Film ‘Kunarpa’

Published

on

By

Kabarhiburan.com, Jakarta – Masih tingginya minat pecinta film Indonesia untuk menyaksikan film genre horor, telah menginspirasi para sineas untuk terus menggali cerita horor terbaru. Salah satunya Tu7uh Rumah Produksi yang sedang menyiapkan film horor terbaru berjudul Kunarpa.

Sejauh ini Tu7uh Rumah Produksi telah menemukan sosok yang tepat untuk memerankan sosok Morie saat belia dan dewasa. Dia adalah Chiara Aurelia, artis pendatang baru yang didapuk sebagai pemeran utama.

Dara kelahiran Jakarta,  berusia 22 tahun silam mengaku harus banyak belajar akting untuk mendalami perannya.

“Tantangan buat aku agar bisa memerankan karakter Morie saat belia dan dewasa,” ujar Chiara Aurelia saat ditemui di kawasan Ciracas, Jakarta Timur, Selasa (12/2).

Chiara yang pernah mendukung sinetron Candy (2007) mengaku bersyukur bisa bekerja sama Tu7uh Rumah Produksi.

“Sekarang aku bertemu PH dan MA (Manajemen Artis) yang jelas, memproduksi film-film sendiri, bersifat kekeluargaan yang membuatku menjadi paham tentang hidup, menghargai usaha dan pengorbanan. Benar-benar hidupku menjadi berwarna dan aku siap untuk menjelajahi industri perfilman sebagai aktris berkualitas,” ujar Chiara sumringah.

Produser Andre Murtono memiliki alasan tersendiri memilih Chiara Aurelia sebagai pemeran utama, yakni wajah Chiara Aurelia seperti keturunan Jepang.

Ini sesuai dengan latar belakang film Kunarpa yang mengambil setting pada masa penjajahan Jepang di Indonesia.

“Kami memilih Chiara prosesnya tidak sebentar. Akhirnya kami sepakat memilih Chiara karena mukanya mirip keturunan Jepang. Kebetulan dia  memiliki kualitas akting yang bagus,” ungkap Andre yang berharap Chiara Aurelia semakin dikenal masyarakat Indonesia.

Kunarpa dalam Bahasa Jepang berarti mayat, merupakan produksi keempat bagi Tu7uh Rumah Produksi. Mereka akan memulai syuting di berbagai wilayah, seperti Indramayu, Pangandaran, Bogor dan Sukabumi, mulai Mei mendatang. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading

Film

Film 11:11 Apa Yang Kau Lihat? Bencana Datang Dari Siluman Laut

Published

on

By

Menjelang tengah malam pukul 11:11 di sebuah pulau terpencil bernama Tanjung Biru, seorang mahasiswa arkeologi bernama Galih yang suka diving dan fotografi, menemukan fakta mengenai keberadaan Dewi, ibunya yang hilang ketika Galih masih kecil.

Galih mendatangi pulau terpencil itu bersama tiga temannya, Ozan, Vania dan Martin. Untuk mencapai vila di pulau ini, mereka harus melakukan perjalanan panjang.

Saat menyelam, mereka menemukan sebuah kapal yang karam di dasar laut. Dalam kapal, mereka menemukan sebuah artifak kuno yang menjadi petunjuk penting untuk mencari Dewi.

Hanya saja, penemuan artifak juga membawa bencana kepada mereka. Tanpa mereka sadari,  Siluman Laut penghuni kapal karam itu merasa terusik. Situasi menimbulkan bencana bagi mereka dan penduduk sekitarnya. Mampukah mereka bertahan hidup dan keluar dari Tanjung Biru?

Pertanyaan tersebut akan terjawab dalam film 11:11 Apa Yang Kau Lihat? yang akan tayang di bioskop Tanah Air mulai 21 Februari mendatang.

Horor Dalam Laut

Film produksi pertama Layar Production dan Cinema Delapan ini merupakan kisah film horor Indonesia pertama dalam laut.

Produsernya, Alfani Wiryawan dari Cinema Delapan menjelaskan bahwa film yang diproduksinya memang bergenre horor, namun tidak menghadirkan hantu, seperti pada umumnya film horor.

“Kami menghadirkan hantu yang tidak kalah serem, yakni Siluman Laut. Ini tentunya belum pernah ada dihadirkan dalam film horor Indonesia,” ujar Alfani usai pemutaran Gala Primiere di bioskop Senayan City XXI, Senin (11/2).

Executive Producer dari Layar Production, Fitrin Hapsari menambahkan bahwa lokasi syting filmnya mencakup Lampung, Bali dan Jakarta.

“Kelebihan lain film ini, kami memanjakan mata penonton juga kami manjakan dengan panorama alam Indonesia, khususnya yang ada di Lampung dan Bali,” kata Fitrin Hapsari. dimana Bali dan Jakarta juga jadi wilayah lokasi suting film tersebut.

Sementara Fitri Assidikki selaku Associate Producer menjelaskan kisah menarik selama menjalani syuting di Lampung.

“Ada kisah nyata dalam film ini, bagaimana pemeran siluman laut Iin Hermayani yang berprofesi sebagai bidan, kesurupan Siluman laut beneran di lokasi suting di Lampung. Awalnya saya sempat panik, khawatir kalau terjadi kesurupan massal. Untunglah ada orang pintar yang bisa menolong Iin dan esok harinya, kita bisa suting lagi,” ungkap Fitri Assidikki.

“Jadi teror siluman dalam film 11:11 Apa Yang Kau Lihat? tidak hanya akan terjadi dalam bioskop, saat penonton menyaksikannya. Kami pun dilokasi suting nyata-nyata diteror dengan kesurupanya Iin Hermayani pemeran siluman,” jelas Co Executive Produser Kei Ratnasari.

Cerita menarik dibalik layar film 11:11 Apa Yang Kau Lihat? tak hanya sampai sebatas itu. Komedian cantik Twindy Rarasati yang juga berprofesi sebagai dokter, mengaku tertantang main film horor, karena ini film perdananya main di genre horor. “Maka kita akan lihat yang satu dokter dan satu lagi bidan, seperti apa aksi mereka bersama main film horor ini,” papar Kei.

Cerita film 11;11 Apa Yang Kau Lihat? ditulis oleh Baskoro dan digarap oleh Sutradara Andi Manoppo. Menampilkan para bintang seperti Rendy Kejaenet, Twindy Rarasati, Bayu Anggara, Fauzan Smith, Toriq, Lady Nayoan dan Iin Hermayani. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement

Musik

Terbaru

Trending