Connect with us

Sinetron

Sinetron Pesantren Rock N’ Dut, Konflik Berujung Hijrah

Published

on

Kabarhiburan.com, Jakarta – SCTV kembali memanjakan pemirsanya dengan sinetron unggulan yang menarik, berjudul Pesantren Rock N’ Dut, tayang saban hari pada pukul 19.15 WIB sejak Senin (1/6).

Seperti judulnya, sinetron drama garapan Screenplay Productions ini berlatar kisah di pesantren yang memberikan warna baru dan ceritanya yang menarik. Terbukti, sejak tayang 4 hari silam langsung menempati posisi tertinggi rating share sinetron Tanah Air.

Menceritakan sepasang remaja, Sahur (Kevin Ardilova) dan Nayla (Indah Permatasari) yang dianggap sebagai biang rusuh di keluarga masing-masing, sehingga harus masuk pesantren.

Sahur suka musik dangdut karena terlahir dari ibu yang berprofesi sebagai penyanyi dangdut, Kesibukan ibunya membuat dirinya kurang dapat perhatian dari orang tua. Jadilah nongkrong bersama teman-teman, kebut-kebutan di jalan raya dan sering masuk kantor polisi sebagai pelarian. Demi memperbaiki akhlak, sang ibunda memaksa Sahur masuk pesantren.

Disana, Sahur bertemu Nayla yang menyukai musik rock karena begitu mengagumi sosok ayahnya, seorang musisi rock ternama, namun menghilang entah dimana. Pencarian sang ayah membawa Nayla mendatangi pesantren Ibadurrahman.

Keluar Dari Zona Nyaman

Pertemuan Sahur dan Nayla di pesantren diwarnai pertengkaran hebat, sampai harus dilerai oleh guru di pesantren, Kyai Sobri (Dicky Chandra).

Dari sinilah cerita sinetron Pesantren Rock N’ Dut berkembang semakin berwarna. Apalagi  didukung oleh kemampuan akting para bintangnya yang mumpuni untuk mengikuti arahan sutradara.

“Ini sinetron yang membuat saya cukup menderita. Saya yang senang komedi, tapi khusus dalam sinetron ini saya harus menahan diri, 90 persen serius,” ujar Dicky Chandra dalam press briefing virtual dua sinetron terbaru SCTV, Kamis (4/6).

“Saya suka bercanda, saya berasal dari keluarga pecinta komedi (KPK). Tapi disini saya mencoba bermain serius karena sinteron merupakan tontonan sekaligus tuntunan. Ini karya yang sangat bagus,” jelas Dicky berpromosi.

Bukan hanya Dicky. Indah Permatasari pun harus keluar dari zona nyaman saat memerankan sosok Nayla.

“Mungkin 50 persen karakter Nayla yang tomboy ada di aku. Sisanya, aku bukan penikmat musik rock. Tantangannya disitu yang paling sulit karena aku bukan penyanyi dan enggak tau caranya,” jelas Indah Permatasari.

Demikian pula Kevin Ardilova yang mengaku sebetulnya tidak mampu menyanyikan lagu dangdut.

“Di sinetron ini harus membawakan lagu dangdut, padahal saya tidak bisa nyanyi dangdut. Ha ha ha,” jelas Kevin tertawa.

“Waktu pertama kali masuk pesantren, Sahur enggak punya sopan santun. Pak Kyai saja dipanggil dengan sebutan ‘bro’. Tapi lama-lama Sahur jadi berbaur dengan lingkungan, sampai Sahur hijrah. Konflik ini membuat sinetron Pesantren Rock N’ Dut enak ditonton,” ujar Kevin menjanjikan. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sinetron

Kian Akrab dengan Aliando Syarief, Sitha Marino: Aku Jadi Lebih Enak

Published

on

By

Sitha Marino dan Aliando Syarief (Foto: Instagram)

Kabarhiburan.com – Mendulang prestasi di arena olah raga basket, aktris dan penyanyi Sitha Marino kini memasuki dunia peran di sinetron. Pilihannya adalah Keajaiban Cinta SCTV.  Sitha beradu akting dengan Aliando Syarief, yang namanya melejit melalui sinetron Ganteng-Ganteng Serigala.

Seperti judulnya, mereka menjalin hubungan sebagai kekasih dan berjuang untuk selalu bersama di tengah permusuhan keluarga. Inilah yang membuat penonton penasaran untuk terus mengikuti kisahnya di sinetron Keajaiban Cinta, setiap hari, pukul 21.30 WIB.

Keduanya tampak serasi membawakan adegan mesra. Chemistry diantara keduanya kuat sekali, meski baru pertama kali dipasangkan dalam sinetron. Situasi ini membuat kepo penggemarnya.

Sitha akhirnya memberikan konfirmasi bahwa dirinya sempat kesulitan menemukan chemistry dengan Aliando. Tapi itu hanya berlangsung pada 3-4 episode awal.

“Aku buat dapat chemistry sama Ali (sapaan akrab Aliando Syarief, Red.) butuh 3-4 episode. Awalnya masih maksain gitu,” ujar Sitha dalam acara Press Tour Virtual Lokasi  ke Syuting Keajaiban Cinta, Kamis (3/6).

Namun tidak berlangsung lama. Seiring dengan waktu, keduanya kian akrab berkat sering ngobrol dan diskusi pada setiap adegan. Hasilnya?

“(Episode) Lima ke atas ngalir banget sih. Aku seneng banget. Pas ngobrol berdua, jadi tahu satu sama lain. Semenjak itu aku jadinya lebih enak,” jelas Sitha yang diamini Aliando.

Meski Sitha belum menemukan chemistry, keduanya bersikap professional untuk memberikan tontnan terbaik bagi penonton.

“Kita ngatasinya being professional. Kami tahu, disini kami bikin sesuatu,” jelas Aliando. (Tumpak S)

Continue Reading

Sinetron

Aliando Syarief Ceritakan Kesan Pertama di Lokasi Syuting ‘Keajaiban Cinta’

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Meet and Greet All Stars melalui Vidio.com – pilih Live – pilih Meet anda Greet Sinetron All Stars Sinetron Unggulan SCTV digelar pada Sabtu 29 Mei 2021 sore.

Seperti judulnya, program akhir pekan kali ini menghadirkan para bintang sinetron unggulan SCTV. Mereka adalah  Aliando Syarief, Erdin Werdrayana dan Sitha Marino (Keajaiban Cinta); serta Stefan William, Immanuel Caesar Hito dan Michelle Ziudith dari sinetron Badai Pasti Barlalu.

Kehadiran mereka dihadapan ribuan SCTV Fevers, menjadi topik perbincangan para bintang Dari Jendela SMP: Sandrinna Michelle dan Rey Bong, serta Zoe Jackson dan Cinta Brian (Buku Harian Seorang Istri).

“Keren banget, ada Kak Aliando yang kembali syuting sinetron lagi,” celetuk Rey Bong, yang mengaku telah menyaksikan sinetron Keajaiban Cinta dan Badai Pasti Berlalu.

Aliando mengatakan, sinetron yang dibintanginya telah menyelesaikan proses syuting untuk episode ke-16. Sejauh ini, kata Aliando, dirinya bersama Sitha Marino lebih banyak ngobrol dan nyanyi bareng guna membangun chemistry.

“Seru banget dan Alhamdulillah berjalan lancar,” ujar Aliando, yang kehadirannya juga menarik perhatian Alfiah, salah satu penonton yang hadir dalam Meet and Greet kali ini.

Tanpa malu-malu, Alfiah melontarkan kekagumannya pada sosok ganteng Aliando, yang sempat vakum selama dua tahun. Bagaimana menyesuaikan diri pada proses syuting?

“Butuh beradaptasi lagi dan sempat kaget, karena menyesuaikan kondisi pandemi yang memerlukan swab test setiap minggu,” jawab Aliando, yang menambahkan dirinya ingin terjun ke duania musik.

Sirik Banget

Tidak mau ketinggalan Zoe Jackson yang bermain di sinetron Buku Harian Seorang Istri. Ia mengaku iri dengan syuting Badai Pasti Berlalu yang berlokasi di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.

“Kami juga sempat nonton bareng di lokasi syuting episode perdananya, gak sempat nonton banyak sih. Sirik banget, jujur, karena syutingnya di Bajo,” ujar Zoe Abbas Jackson.

Berbeda dengan lawan mainnya, Cinta Brian, justru menyambut kehadiran Michelle Ziudith di Meet and Greet.

“Terasa istimewa karena kehadiran pemain sinetron Badai Pasti Berlalu, yang ada si cantik Michelle Ziudith,” kata Cinta Brian, yang juga mengagumi proses syuting di Labuan Bajo yang indah.

Pujian tersebut membuat Ziudith melebarkan senyumnya, termasuk ketika Erdin Wedrayana melontarkan pujian senada.

“Saya akan menerima syuting sinetron maupun film selama bisa bersama Michelle Ziudith,” ungkap pemeran Bastian Alvino dalam sinetron Keajaiban Cinta. (Tumpak S)

Continue Reading

Sinetron

Caesar Hito Memberikan ‘Nyawa Baru’ pada Helmi di Sinetron Badai Pasti Berlalu

Published

on

By

Immanuel Caesar Hito (Foto: Instagram hitocaesar)

Kabarhiburan.com – Memberi “nyawa baru” pada karakter Helmi, sosok lelaki pendendam, menjadi tantangan yang menyenangkan bagi Immanuel Caesar Hito dalam sinetron Badai Pasti Berlalu.

Sinetron terbaru SCTV ini diadaptasi dari novel dan film laris pada dekade 1990-an, kini dibuat kekinian dalam format sinetron.

Hito mengaku tertantang karena harus menyesuaikan sosok Helmi pada masa kekinian.

“Sinetron ini memang nggak sama dengan filmnya, sehingga karakternya pun harus disesuaikan dengan situasi yang sekarang,” jelas Hito dalam jumpa pers virtual baru-baru ini.

Demi tujuan tersebut, mau tidak mau Hito berinisitif menggali referensi dengan menonton drama Korea, akhirnya menemukan karakter Helmi yang pas.

“Saya banyak-banyakin nonton drakor lah atau drama tv yang pernah aku tonton sebelumnya aja. Gimana mainin karakter pendendam, tapi nggak ketahuan sama target,” kata Hito didampingi rekannya Stefan William dan Michelle Ziudith.

Di sisi lain, Pantai Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur yang indah sebagai latar cerita Badai Pasti Berlalu, turut membantunya untuk memaksimalkan segenap kemampuan aktingnya.

“Pemandangannya bagus. Lihat Komodo sih, yang paling berkesan, sama Pulau Padar,” tambah pria yang telah membintangi belasan judul sinetron ini.

Hito secara sekilas juga menceritakan pengalamannya melakukan syuting di dalam air dengan panorama bawah laut yang menakjubkan.

“Tiga minggu lah di Labuan Bajo. Scene underwater banyak ya. Seru di laut beneran,” ujar Hito.

Sinetron Badai Pasti Berlalu SCTV, tayang setiap hari pada pukul 19.30 WIB. (Tumpak S)

Continue Reading
Advertisement

Trending