Connect with us

Musik

Single ‘Nada Sousou’ Jadi Duet Perdana, Cinta Hiroaki Kato dan Arina Mocca

Published

on

Kabarhiburan.com, Jakarta – Vokalis grup musik Mocca, Arina Ephiphania dan penyanyi asal Jepang, Hiroaki Kato, membentuk rumah tangga pada Agustus silam. Pasangan musisi ini baru saja merilis karya duet perdana cinta mereka dalam single berjudul Nada Sousou.

Tidak hanya menyanyikan, mereka juga memadukan akustik gitar dan seruling yang membuat Nada Sousou terdengar syahdu dan menyentuh perasaan.

“Ini lagu kesukaan kami berdua. Sengaja kami translate dari Bahasa Jepang agar teman-teman di Indonesia bisa menikmati lirik dan nadanya yang amat bagus,” jelas Hiroaki didampingi Arini, saat ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (27/11).

Hiroaki mengatakan bahwa Nada Sousou, artinya air mata mengalir tanpa sadar. Oleh penciptanya di Okinawa, Jepang, mempersembahkan lagu ini untuk kakaknya yang telah meninggal dunia.

“Walau kenangan bersamamu kan pudar, sisa jejakmu akan kucari, ku teringat padamu Nada Sousou. Ku percaya kita kan bersama lagi,” ucap Hiroaki menyebut sepenggal lirik lagu Nada Sousou.

“Kalau sebelumnya lagu ini dinyanyikan seorang penyanyi pria atau penyanyi wanita. Kini Nada Sousou kami nyanyikan duet. Kami sangat senang dan bangga, bisa punya versi bahasa Indonesia dari lagu ini,” katanya.

Nada Sousou menjadi single kelima bagi Hiroaki, diharapkan dapat menginspirasi dan menghibur pendengarnya.

Tidak hanya bagi pasangan Hiroaki dan Arina, musisi Tulus juga menyukai lagu Nada Sousou.  Bahkan, pelantun Gajah ini bersedia menjadi pengarah kreatif video klip yang syuting di Ubud, Bali. Video klip ini digarap oleh sutradara Galih  dari Emkara Film.

Videoklip Nada Sousou sudah bisa disaksikan melalui YouTube, sedangkan single-nya dapat dinikmati di berbagai platform digital, seperti Spotify, iTunes dan JOOX. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Musik

Bagustik dan Komunitas Jakarta 22 Ramaikan Konser Musik ‘Jauhi Narkoba’

Published

on

By

Astrid dan Bagus dari kelompok Bagustik.

Kabarhiburan.com, Jakarta – Duo musisi yang tergabung dalam Bagustik, Astrid Juni Fanniza dan Bagus Muhammad Arief tampil semangat dalam konser musik Jauhi Narkoba, yang berlangsung di Hotel Grand Kemang, Jakarta, Sabtu (22/2) malam.

Mereka menghangatkan panggung dengan belasan lagu hits dunia. Sebut saja, Fix You (Coldplay), Shallow (Lady Gaga) dan masih banyak lagi. Setelah membawakan lagu karya sendiri, mereka pun membawakan lagu Berharap Tak Berpisah dan Pamer Bojo.

“Usia kami memang bukan milenial, tetapi bisa menyanyikan lagu-lagu yang milenial sukai,” ujar Bagus yang antusias mendukung program Jauhi Narkoba yang digagas oleh Herry Koko Santoso, CEO Deteksi Production.

Bagi Bagus, musisi berdalih agar mood dalam berkarya dengan menggunakan narkoba, sudah bukan masanya lagi.

“Menurut saya, mood harus diciptakan sendiri. Tidak harus dari pakai narkoba,” ujar musisi yang pernah tampil pada pagelaran International Indie Festival (2019).

Berita tentang pesohor muda yang tertangkap mengonsumsi narkoba nyaris tidak pernah absen menghiasi media sosial. Bahkan, ada pula yang terlibat dalam bisnis narkoba.

Kesadaran diri menjadi kunci bagi Bagus, agar selalu produktif dan kreatif. Ia juga mengamati bahwa semakin anak muda yang menyandang status “anak rebahan” alias kurang gerak.

“Rebahan boleh-boleh saja, tapi jangan keterusan. Jadilah orang yang kreatif dan produkstif. Yuk Produktif,” ajak musisi gondrong ini.

Fadhil Indra (kiri) bersama komunitas Jakarta 22

Usai penampilan Bagustik, panggung kembali meriah oleh kehadiran Fadhil Indra, personil kelompok music progressive rock, Discus.

Fadhil tampil bersama komunitas yang menamakan dirinya, ‘Komunitas Jakarta 22’. Komunitas ini turut mendukung konser musik Jauhi Narkoba, sekaligus menegaskan bahwa pesan yang diusung konser musik Jauhi Narkoba sudah memasyarakat.

Personil Discus, Fadhil Indra, sangat meyakini bahwa hidup menjadi baik karena kesenian.

“Kesenian bisa menjadi wadah bagi anak muda untuk menghindar dari godaan penyalahgunaan narkoba,” ujar Fadhil. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading

Musik

Duet Romantis Fildan dan Rana (Sumatera Barat) Mengakhiri Babak Top 56

Published

on

By

Duet Fildan dan Rana membawakan lagu ‘Cinta Karena Cinta’

Kabarhiburan.com, Jakarta – Grup 7 Tim Putih menghadirkan Agung (Bengkulu), Rana (Sumatera Barat), Adilla (Kalimantan Selatan) dan Keket (Nusa Tenggara Timur), menjadi ‘gerbong terakhir’ babak Top 56 LIDA 2020.

Keempat duta ini sepakat ingin melaju ke babak Top 44 yang sudah di depan mata, telah menginspirasi agar tampil lebih baik lagi dibandingkan babak Top 70.

Mereka berusaha meraih apresiasi tertinggi dari Dewan Juri  dan penonton demi merebut tiga kursi terakhir, dalam Konser Top 56 Grup 7 Tim Putih, yang berlangsung Kamis (20/2).

Agung Putra R (Bengkulu) membuka kompetisi dengan suara merdu saat menyanyikan lagu Doa Suci, bahkan membuat Lesti DA terpesona.

Pada babak Top 70, Agung nyaris tersenggol. Kini menikmati standing ovation dari keempat Dewan Juri, yang terdiri dari Lesti DA, Reza DA, Fildan DA dan Maya Ratih.

“Terima kasih, kamu sudah bawakan lagu ini dan mampu membuatku tersentuh. Penyampaiannya pun sudah tepat. Saya suka penampilan kamu,” ujar Lesti DA memuji.

‘Tangis Bahagia’ Adilla berakhir di panggung Top 56 LIDA 2020.

Setelah kepada Agung, Dewan Juri kembali memberikan standing ovation untuk penampilan Rana Safira (Sumatera Barat) yang menyanyikan lagu Bagai Ranting Kering.

“Kamu keren banget. Dari awal kompetisi hingga kini masih tetap konsisten. Bahkan, kamu bisa menutupi kondisi kamu yang kurang sehat dengan suara merdumu,” tutur Fildan DA, lalu mengajak Rana berduet romantis dalam lagu Cinta Karena Cinta.

Pada babak 70 Rana bercokol di posisi kedua, kini menikmati puncak tertinggi perolehan polling, sebesar 40, 42.

Sayangnya, sukses Agung dan Rana tidak diikuti oleh Septi Adilla. Duta dari Kalimantan Selatan ini justru mendapat kritik dan saran dari Reza DA, usai membawakan lagu Tangis Bahagia.

“Sebenarnya lagu ini memerlukan penekanan di bagian-bagian tertentu. Kamu terlihat grogi dan kurang percaya diri. Kamu perlu banyak berlatih pada setiap materi lagu yang kamu dapatkan,” ungkap Reza DA.

Saran dan kritik juga Dewan Juri berikan kepada Ketherine Wetangbubung alias Keket (Nusa Tenggara Timur), usai menyanyikan lagu Dusta.

Polling sebesar 20,85 sudah cukup bagi Keket untuk melaju ke Babak Top 44.

Hanya saja keberuntungan lebih memihak Keket karena meraih polling LIDA 2020 sebesar 20,85. Angka ini sudah cukup bagi Keket untuk melaju ke babak Top 44. Sebaliknya, Adilla (Kalimantan Selatan) harus tersenggol.

Pada akhir konser ditetapkan bahwa Rana (Sumatera Barat), Agung (Bengkulu) dan Keket (Nusa Tenggara Timur) melaju ke babak Top 44 LIDA 2020.

Top 44 memulai kompetisi  dengan enghadirkan Angga (Kalimantan Barat), Fiki (Papua), Nia (Sulawesi Selatan) dan Vania (Sulawesi Tengah) pada Grup 1, pada Jumat (21/2).

Bisa dipastikan persaingan akan semakin seru. (Tumpak Sidabutar/KH. Foto-foto: Dok. Indosiar)

Continue Reading

Musik

Kalimantan Tengah Kehilangan Seluruh Dutanya di LIDA 2020

Published

on

By

Waldi Mahendra tersenggol, sekaligus memupus harapan Kalimantan Utara meraih tangga juara LIDA 2020.

Kabarhiburan.com, Jakarta – Provinsi Kalimantan Tengah menambah panjang deretan provinsi yang tidak mungkin lagi menjuarai LIDA 2020, lantaran sudah kehilangan seluruh dutanya di ajang kompetisi dangdut terbesar tersebut.

Seperti diketahui, beberapa provinsi lain telah kehilangan seluruh perwakilannya. Sebut saja, Kalimantan Utara, Maluku, Kalimantan Timur, Bali dan Kepulauan Riau.

Kalimantan Tengah yang sebelumnya sudah kehilangan Siti Puspa Bulan Saripah pada babak Top 70, resmi mengakhiri partisipasinya di panggung LIDA 2020, setelah Waldi Mahendra tersenggol pada Konser Top 56 Grup 7 pada Rabu (19/2).

Waldi yang menyanyikan lagu Resesi Dunia, dinilai Inul Daratista kurang penekanan saat bernyanyi. Benar saja, Waldi mendapatkan nilai terendah dan Dewan Juri sepakat untuk menyelamatkan Dini (Sumatera Utara).

Penampilan Waldi sempat diwarnai kejutan oleh kehadiran ibunda tercintanya di panggung LIDA 2020. Waldi yang rindu sempat meneteskan air mata bahagia langsung memeluk sang ibunda.

Dewi Pancar Langit

Kebahagiaan setara juga dirasakan Eva Yolanda (Nusa Tenggara Barat) yang didukung langsung sang Ayah, saat membawakan lagu Cintai Aku Karena Allah.

Kehadiran sang ayah sudah tentu memberi energi positif bagi Eva. Terbukti, Eva meraup pujian dan membuat seluruh Dewan Juri memberikan standing ovation.

Tak ketinggalan Nassar, menyebut Eva sebagai Dewi Pancar Langit karena kecantikan dan suara merdunya.

Ayah Eva mengaku selalu memperhatikan komentar Dewan Juri sejak penyelenggaraan D’Academy sesi 1, kali ini didapuk sebagai Dewan Juri. Ia mengomentari duet Nassar dan Zaskia Gotik, yang menurutnya fals. Adegan ini membuat penonton tertawa.

Lagu ‘Sebening Embun’ membuat Zahra meraih pujian.

Inul Daratista memuji Zahra (Riau) yang dinilai sangat berani membawakan lagu Sebening Embun. Lagu tersebut memiliki tingkat kesulitan yang tinggi sehingga jarang dinyanyikan di ajang kompetisi.

Sementara Zaskia Gotik memberikan masukan kepada Dini Fransiska Marpaung (Sumatera Utara) usai menyanyikan lagu Sejuta Luka. Zaskia mengatakan Dini masih harus mengatur pernapasan agar lebih baik lagi.

Dini mendapat kesempatan menunjukkan potensi lain dalam dirinya, yakni bermain bola. Atraksi ini telah menggugah Inul untuk memberikan sepatu bola, jika Dini lolos ke babak selanjutnya. (Tumpak Sidabutar/KH. Foto-foto: Dok. Indosiar)

Continue Reading
Advertisement

Musik

Terbaru

Trending