Connect with us

Musik

Single ‘To Day Our For Tomorrow’, Band The Rain Gaungkan Krisis Iklim

Published

on

Kabarhiburan.com, Jakarta – Grup musik The Rain kebanyakan mendendangkan pahit dan manisnya cinta, sejak manggung pertama kali, 31 Desember 2001 di Yogyakarta.

Sederetan hits mereka, seperti  Dengar Bisikku, Serenade, Jangan Pergi, Terima Kasih Karena Kau Mencintaiku, Boleh Saja Pergi, Jabat Erat dan masih banyak lagi, akrab di telinga penggemar musik Indonesia.

Belakangan, band yang digawangi Indra Prasta (vocal dan gitar), Aang Anggoro (drum), Ipul Bahri (bass), Iwan Tanda (vocal dan gitar) ini makin memperluas definisi cinta mereka ke lingkungan. Misalnya, lagu Laut Bukan Tempat Sampahmu yang rilis pada Festival Laut dan mini album Kolasea milik Greenpeace Indonesia.

“Itu juga lagu cinta. Pada laut,” ujar Indra, baru-baru ini.

Pada Hari Musik Nasional, 9 Maret 2020, The Rain kembali merilis single baru dengan pesan serupa, berjudul Today For Our Tomorrow.

“Single ini bercerita tentang krisis iklim yang benar-benar ada. Kita tidak bisa lagi menutup mata. Krisis iklim bukan mengancam anak dan cucu kita di masa mendatang, melainkan sudah ada sekarang, di depan mata,” ujar Indra Prasta.

Indra Prasta menyampaikan pesannya secara sederhana dengan lirik berbahasa Indonesia kombinasi bahasa Inggris. seperti cities are sinking, forest are burning, and climate is changing.. what are we doing?” Lirik ini dipadu-padan dengan musik pop rock, khas The Rain.

Sebelum direkam, lagu ini sudah dibawakan saat penutupan Pekan Iklim yang digelar oleh Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia. Di acara ini The Rain berkenalan dengan komunitas yang benar-benar melakukan banyak kebaikan untuk lingkungan, yakni Komunitas Peduli Ciliwung dan Rekam Nusantara Foundation.

“Saat itulah kami memutuskan untuk berbuat sesuatu lewat lagu ini. Seluruh keuntungan penjualan lagu ini akan disalurkan ke Rekam Nusantara Foundation,” ucap Indra.

“Seluruh keuntungan penjualan lagu ini akan disalurkan ke Rekam Nusantara Foundation, untuk kegiatan edukasi dan pembuatan video-video dokumenter. Video-video tersebut akan dipublikasikan untuk terus mengajak generasi muda Indonesia menjadi generasi yang peduli pada pelestarian sumber daya alam Indonesia,” kata Ipul Bahri, bassis The Rain.

Selain, The Rain juga merilis merchandise khusus untuk lagu Today For Our Tomorrow, berupa tote bag berbahan kain sebagai tas belanja pengganti kantong plastik.

“Keuntungan penjualan tote bag tersebut akan digunakan untuk membeli tambahan peralatan keselamatan, yakni berupa rompi safety, sepatu karet, sarung tangan karet, helm safety, dan lain-lain, untuk teman-teman Komunitas Peduli Ciliwung,” ujar Indra Prasta. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Musik

Rindunya Personil JD Eleven Tampil Bersama

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Personil JD Eleven akhirnya berkumpul kembali, setelah hampir setahun lamanya tidak tampil di panggung. Kabar gembira tersebut mereka umumkan di Program Semangat Senin Indosiar (18/10).

Personil boy band jebolan ajang LIDA Indosiar tersebut, yakni Faul LIDA, Randa LIDA, Hari LIDA, Ridwan LIDA dan Gunawan LIDA, kompak menyatakan keriduan mereka untuk tampil bersama JD Eleven.

“Rindu moment latihan, suasana saat nunggu tampil di panggung. Pokoknya kami rindu mengguncang panggung,” ungkap Ridwan sambil menyelipkan banyak keinginan.

“Semoga harapan kita terwujud, seperti debut single JD Eleven. Berharap kami main di series. Kita nggak hanya nyanyi saja kok, tapi akting juga bisa,” pinta Ridwan berpromosi.

Pada kesempatan tersebut, mereka ditantang menyanyikan lagu anak tanpa menyebutkan huruf vokal yang sudah ditentukan. Sayangnya, Ridwan LIDA, Faul LIDA dan Gunawan LIDA harus melakukan push up karena gagal menyelesaikan tantangannya.

Selanjutnya, masing-masing menceritakan segudang aktivitas selama absen dari panggung.

“Walaupun jarang menyanyi di atas panggung, tapi sebagai penyanyi kami selalu melatih vokal kami di waktu lowong seperti di kamar mandi,” ujar Ridwan LIDA sambil tertawa, menjawab tentang menjaga kualitas vokalnya agar tetap prima.

Personil lainnya menceritakan kesibukan, seperti mengisi konten YouTube atau menggarap single. Ada pula yang sibuk kuliah.

“Kesibukannya lebih fokus ke YouTube, vlog ningkatin sosmed supaya endorse masuk. Sambil skripsi dan bimbingan online. Nanti ketika sidang dan wisuda kembali ke Jambi,” ujar Hari LIDA.

Senada dengan Hari, Ridwan LIDA dan Faul LIDA juga sibuk menyelesaikan kuliah. “Masuk ke semester lima kuliah ditambah lagi ada kerjaan FTV. Selama itu pekerjaan menghasilkan, dijalani saja,” kata Ridwan LIDA.

“Kalau aku nggak sibuk banget sih. Mau selesaikan kuliah dan juga fokus ke YouTube. Alhamdulillah ditambah sekarang dapat program baru dari Indosiar. Lagi belajar ngehost,” sambung Faul LIDA.

Adapun Randa LIDA dan Gunawan LIDA punya aktifitas lain. “Kalau Gunawan lagi sibuk ngerjain single duet. Kemarin ada kerjaan sambil pulang kampung.

“Alhamdulillah video bareng Rara LIDA disambut baik sama masyarakat,” ujar Gunawan tentang single duet Rara LIDA berjudul Kala Cinta Menghampiri Jiwa yang rilis pekan lalu.

“Kalau Randa, ada kontrak endorse selama tiga bulan. Walau nggak ada kerjaan di Indosiar, tapi ada aja yang dikerjain. Lebih ke mengolah suara dan juga kesehatan. Ditambah lagi hobi mancing, jadi me time buat Randa,” ujar Randa. (Tumpak S)

Continue Reading

Musik

Fariz RM Hibur Penggemarnya Lewat ‘Dehills an Intimate Concert of Fariz RM’

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Musisi senior Fariz RM menyapa penggemarnya lewat konser bertajuk ‘Sound From Dehills an Intimate Concert of Fariz RM’. Konser ini digelar secara live streaming dari Deheng Hills Bogor, Jumat (15/10) malam.

Fariz pun mengaku senang bisa kembali menggelar konser. Rasa senangnya dia wujudkan dengan menyanyikan 12 lagu berturut-turut.

Lagu-lagu hits milik Fariz RM, diantaranya berjudul Penari, Sungguh, Hasrat dan Cita, Terindah, Suzie Bhelel, Barcelona, Hati yang Terang, Nada Kasih. Tidak ketinggalan aksi instrument piano dari Fariz RM.

“Saya senang sekali bisa konser di Deheng Hills. Ini intimate concert, kita bisa sedekat ini, benar-benar menikmati musik karya saya,” ujar Fariz RM di sela-sela konsernya.

“Semoga konser malam ini bisa menjadi silaturahmi panjang kita,” pinta Fariz RM, yang menyebut konser ini sebagai bentuk terima kasihnya kepada para pecinta karya musik dan lagu-lagunya selama berkarir.

“Malam ini saya hanya membawakan lagu hits saya. Ini memang untuk Anda, karena selama 45 tahun saya berkarir dan tetap eksis di panggung ini, ya karena Anda,” kata Fariz kepada penonton yang menyaksikan konser Fariz RM secara virtual.

Di tempat yang sama, Hendra Sinadia selaku Direktur Utama Deheng Hills Music Club (DMC) yang menjadi insiator dari Intimate Concert Fariz RM, mengatakan bahwa pihaknya memang berkomitmen untuk memberi sumbangsih di musik Indonesia, yang kali ini lewat Intimate Concert.

“Deheng Hills Music Club ini memang dibentuk untuk mendukung musik Indonesia dan membantu para musisi Indonesia untuk terus berkarya. Itulah komitmen kami,” ujar Hendra.

Sejauh ini Deheng Hills Music Club sudah menggelar 25 event dan ke depannya akan terus berbuat sesuatu yang bermanfaat bagi musik di Tanah Air. (Tumpak S)

Continue Reading

Musik

Gandeng Tatjana Saphira dan Ben Sihombing, Rendy Pandugo Rilis Video Klip ‘Morning Light’

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Kalau pada 3 September 2021 silam, solois Rendy Pandugo merilis single terbaru berjudul ‘Morning Light’ bersama Wonderland Records/Universal Music Indonesia, hari ini, 13 Oktober 2021, Rendy Pandugo merilis video musik dari lagu tersebut.

Rendy sebagai penulis dan produser, melalui “Morning Light”, menyanyikan isi hatinya saat mencoba untuk mendapatkan wanita idaman yang ia sebut sebagai “Morning Light” nya.

Pemujaan ini tergambar dalam video musik “Morning Light” yang dibintangi oleh Rendy Pandugo dan artis Tatjana Saphira, dibawah arahan sutradara Gilbert March dan produser Helen Wangsa.

Video musik ini menggambarkan perasaan kekaguman Rendy terhadap Tatjana Saphira. Rendy sebagai performer dan Tatjana sebagai fotografer, terlihat dari kalung mereka berdua melambangkan persahabatan.

Tatjana terpukau oleh suara lembut Rendy yang tercurah dari lagunya, seperti sinar pertama dari “Morning Light”. Di sisi lain, Rendy selalu menunggu kehadiran Tatjana di setiap penampilannya.  Tapi, ternyata Tatjana sudah memiliki pasangan, yakni Ben Sihombing.

“Morning Light” seolah membawa penggemarnya kembali ke masa ketika Rendy Pandugo pertama kali memulai perjalanannya di tahun 2017. Inilah Rendy benar-benar menjadi dirinya sendiri, melakukan apa yang dia mau.

Video Musik “Morning Light” menghadirkan versi lain dari Rendy Pandugo, yang mengeksplorasi nuansa vintage dan melodi modern secara bersamaan.

Video musik “Morning Light” akan tayang pertama kali (premiere) hanya di Channel YouTube Rendy Pandugo. (Tumpak S)

Continue Reading
Advertisement

Trending