Connect with us

Lifestyle

‘Sudah Dong’ Gandeng Prilly Latuconsina Berkampanye Stop Bullying

Published

on

Kabarhiburan.com, Jakarta – Artis muda berbakat, Prilly Latuconsina senantiasa bersemangat kalau diajak berbagi pengalaman seputar cyberbully, yang belakangan ini marak terjadi di sosial media.  Seperti diketahui, public figure seperti Prilly sering mendapat bully dari netizen.

Pengalamannya sebagai korban dan caranya mengatasi, Prilly bagikan kepada puluhan anak muda dari berbagai komunitas di Jabodetabek, saat tampil di acara talkshow bertema Dealing with Cyberbullying: Safe and Connected.

Sebuah kampanye yang diprakarsai oleh Sudah Dong, sebuah gerakan anti-bullying  di bawah naungan Yayasan Kawula Madani.

Prilly mengingatkan bahwa sosial media identik dengan identitas diri, sekaligus cermin diri sendiri. Jadi, kalau tidak bisa menjaga tutur bahasa. Menjadi refleksi dari identitas kita, jika kita mem-bully orang lain.

“Tentu, tidak ada yang mau identitasnya jelek. Dengan mindset itu, akan mencegah kita untuk menuliskan komentar buruk di sosial media,” ujar Prilly, yang ditemui di Hotel Sari Pan Pacifik, Sabtu (28/7).

Ia menganjurkan, sebelum memberi komentar atas sesuatu di sosial media, sebaiknya pikir dan renungkan terlebih dulu dengan benar, tentang kata dan kalimat akan  diketik akun sosial media. Terutama tentang dampak dari pertanyaan maupun kritik yang mau dituliskan, baik atau buruk.

“Dengan mindset itu akan mencegah kita untuk memberi komentar buruk. Kalau tidak mau menjadi korban cyberbullying, sebaiknya selalu memposting hal-hal positif di sosial media.

Langkah apa yang dilakukan kalau mendapat bully? Menurut Prilly, cukup dengan mendiamkan saja, dan teruslah beraktifitas. “Nanti bully itu akan hilang dengan sendirinya. Saya sudah membuktikan,” ujar Prilly, yang juga salah seorang Humas Parfi56 ini.

Selain Prilly Latuconsina, Sudah Dong juga menampilkan personel grup musik HIVI!. Hadir pula,  Ahmad F Faziz dari Campaign.com. Mereka kompak berbagi hal-hal positif, baik secara offline maupun online yang bermuara pada penggunaan internet yang baik.

Katyana Wardhana dan Prilly Latuconsina bergandengan dalam kampanye stop-Bullying.

Katyana Wardhana, selaku  pendiri Yayasan Kawula Madani yang menaungi Sudah Dong, melihat bahwa kemajuan teknologi digital dan media sosial, sudah nyata memiliki dampak negatif.

Salah satunya, orang semakin mudah melakukan  bullying, tanpa harus berada di ruangan yang sama dengan korbannya.

“Para pembully bisa melukai emosi dan rasa percaya diri orang yang mereka targetkan. Oleh sebab itu bullying adalah ancaman besar. Bullying dapat mencegah generasi muda dalam meraih potensi dan mewudjudkan impian mereka,” jelas Katyana.

Kawula Madani Foundation, merupakan yayasan yang mendukung inisiatif kewirausahaan sosial di berbagai bidang, terutama di bidang pendidikan. Saat ini berfokus pada sektor pemberdayaan anak-anak dan perempuan, selain menaungi gerakan dan komunitas anti-bullying Sudah Dong dan Art for Refuge.

Sudah Dong yang didirikan sejak 2014 dimaksudkan untuk meningkatkan keberanian anak muda Indonesia dalam menyuarakan isu bullying. Sementara, Art for Refuge adalah komunitas yang didirikan Katrina Wardhana, yang secara rutin mengajar seni dan kesenian kepada anak-anak hingga remaja dari sejumlah komunitas refugee. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lifestyle

Gisella Anastasia Fokus Kembangkan Madame Gie Kebanggannya

Published

on

By

Gisella Anastasia Sambut Tahun Baru.

Kabarhiburan.com – Penyanyi Gisella Anastasia siap menyambut Tahun Baru dengan banyak kegiatan. Salah satu yang Gisel lakukan adalah fokus mengurus bisnis yang sudah dirintisnya.

Ibu dari satu anak ini terus melangkah, di tengah isu tak sedap yang melilitnya beberapa waktu lalu. Gisel tetap aktif berkarir sembari tetap fokus kembangkan brand kebanggaannya, Madame Gie.

“Madame Gie selalu memberikan kejutan untuk MG’ers. Kali ini Madame Gie mengeluarkan skincare series untuk memanjakan kulit sehat MG’ers,” tulis Gisel dalam keterangan tertulisnya, Selasa (1/12).

Tahun depan, Gisella Anastasia bakal mengenalkan skin care series terbaru untuk para MG’ers (sebutan pengguna Madame Gie).

Total ada 5 produk skincare series yang bakal dirilis Gisel. Sebut saja, face cleanser, toner, serum, mist sampai face care pimple spot.

Jebolan Indonesian Idol tersebut, mengatakan pengenalan skin care series terbaru tersebut sudah diimpikannya sejak lama.

“Skincare series Madame Gie ini sudah saya nantikan sejak lama, dan ini terwujud juga karena banyak ya permintaan dari para sahabat dan MG’ers, makanya aku persembahkan skin care series ini untuk mereka,” tambahnya.

Saat disinggung soal harga, Gisel menjanjikan jika harga dari produk terbarunya yang bakal rilis nanti bakal tetap ramah bagi kantong. Sementara itu, kualitasnya sendiri akan tetap terjaga.

“Harapan Madame Gie karena sebentar lagi menyambut tahun baru 2021, ingin membuat kulit MG’ers lebih sehat dan lebih glowing pastinya dan tetap ramah di kantong MG’ers yang paling utama,” tuntas Gisel.

Selain Madame Gie, Gisel diketahui memiliki beberapa bisnis lain di bidang yang berbeda. Beberapa di antaranya adalah Mamain Cafe, Gulu Gulu, dan Gill by Giselle.

Seperti diketahui, Madame Gie merupakan produk bisnis yang dijalani Gisel. Produknya merupakan brand kosmetik keluaran PT Tjhindatama Mulia yang berdiri pada 2018 lalu.

Pada Oktober 2020 lalu, Madame Gie merayakan ulang tahun ke 2 dengan rangkaian acara setiap harinya, mulai 1 hingga 31 Oktober 2020. (Tumpak S)

Continue Reading

Lifestyle

Bikin Semangat Jalani Keseharian, Empat Klinik Kecantikan Ini Jadi Pilihan Utama

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Saat berkaca setiap pagi, pastikan kulit wajah Anda tampak cerah, lembut dan sehat. Kondisi kulit cantik bikin semangat dalam menjalani keseharian. Yuk, rawat mulai dari sekarang.

Melakukan perawatan kecantikan bisa dilakukan sendiri, selain mendatangi klinik estetika terpercaya.

Hanya saja, jumlah klinik kecantikan saat ini tidak sedikit. Masing-masing menawarkan berbagai opsi perawatan dan dokter estetika yang beragam pula.

Berikut beberapa rekomendasi klinik kecantikan:

Dermaster Clinic

Dermaster Klinik Indonesia merupakan klinik terbaik di Indonesia karena sudah meraih banyak penghargaan, berdasarkan hasil survey oleh Asosiasi Badan Riset terpercaya seperti Survei One, Success Research dan Tran n Co; Editor’s Choice Award 2019 OMNI Marketing Communication of The Years dari Marketeers; Perawatan Filler Berbahan Agar- Agar Pertama di Indonesia 2019  dari Info Brand; Highly Recommended Skincare Product 2019-2020 dari Award Center; Highest Contribution to the Medical Aesthetic Field in Indonesia for APTOS Thead Lifting 2019 dari PT. Lautan Luas Abadi.

Pada awal tahun 2020, Dermaster mendapatkan Awarding Top Digital PR Award dari Info Brand; Top Digital Company Award dari Majalah Marketing, serta masih banyak penghargaan lainnya.

Derma Express

Derma Express merupakan klinik kecantikan yang lahir dengan impian dapat memenuhi segala kebutuhan lapisan masyarakat untuk memiliki wajah yang proporsional, kulit yang sehat dan awet muda.

Derma Express meyakini bahwa wajah proporsional dan kulit yang sehat adalah investasi masa  depan. Derma Express membawa tagline “cakep terjangkau  #DermaExpressaja“.

Melalui tagline ini, Derma Express ingin menyampaikan bahwa mereka tetap memberikan produk dan pelayanan berkualitas tinggi namun dengan harga yang lebih terjangkau.

Derma Express menyediakan beragam treatment untuk memenuhi kebutuhan para konsumen, seperti derma filler, botox, tanam benang hidung, facial treatment, Under Arm Glow, Spot Free, dan penanganan jerawat sesuai kondisi kulit.

Saat ini Derma Express memiliki 2 cabang. Salah satunya, beralamat di Jalan Utan Kayu Raya No.79 B dan 79 C, Jakarta Timur. Satu lagi, berlokasi di Ruko Diamond III No 12-15, Jalan Gading Golf Boulevard, Gading Serpong, Pakulonan Barat, Kelapa Dua, Kota Tangerang, Banten.

ZAP Clinic

ZAP terus berkomitmen untuk terus melangkah menjadi solusi bagi masyarakat. Dengan perkembangan dan jumlah outlet ZAP yang telah tersebar di seluruh wilayah dengan total 50 cabang. Hal ini telah membawa ZAP menjadi klinik khusus wanita terbesar di Indonesia.

Menyediakan perawatan kecantikan berbasis laser dengan teknologi terbaik dunia, ZAP telah dikenal sebagai klinik yang menyediakan perawatan hair removal dan kecantikan berbasis laser dengan keamanan terbaik, serta seluruh perawatannya ditangani langsung oleh dokter.

ZAP kini menghadirkan ZAP Health yang berfokus kepada pelayanan kesehatan untuk meningkatkan imunitas tubuh dan vaksina si dewasa dan juga imunisasi bagi anak 0 – 18 tahun.

Menggabungkan konsep hospitality dan medical, ZAP mengedepankan pengalaman pelayanan berbintang, serta perawatan yang aman dengan ketepatan waktu dan sistem yang telah terintegrasi secara online di seluruh Indonesia.

Erha Clinic

Erha Clinic sendiri memposisikan diri sebagai klinik perawatan kulit yang memiliki dua solusi perawatan. Pertama, focus pada kebutuhan yang spesifik untuk masing-masing pelanggan. Kedua, menyediakan produk perawatan yang dijual bebas tanpa resep dokter.

Selain layanan di klinik yang sangat lengkap dan ditangani para ahli yang berpengalaman, range produk yang dijual bebas juga sangat banyak, sehingga untuk orang yang belum ada waktu bertemu dokter atau baru mau coba produk Erha, bisa dilayani juga oleh Erha.

Perjalanan panjang Erha Clinic tentunya tidak terlepas dari komitmen Erha Clinic dalam memberikan solusi perawatan kulit ke pada konsumen, membuat Erha Clinic mendapatkan tempat tersendiri di hati konsumennya. (TS)

Continue Reading

Lifestyle

Kedua Anak Ustadz Terkenal Ini Memotivasi Anak Muda, Lewat Buku. Ini Buku Mereka

Published

on

By

Wirda Mansur (kiri) dan Qumii Mansur (kanan) masing-masing merilis buku untuk memotivasi anak muda.

Kabarhiburan.com – Usia 15 tahun, sudah jago merangkai kata-kata yang menyentuh perasaan pembacanya, terutama para remaja Indonesia. Itulah Qumii Rahmatul Qulmul Mansur, anak kedua dari pasangan Siti Maemunah dan Ustadz Yusuf Mansur.

Gadis belia ini akrab disapa Qumii, menulis apa saja yang menjadi keresahan perasaannya  saat membaca komentar-komentar para followers-nya, yang lebih dari 128 ribu jumlahnya.

Hasil refleksi dan kegundahan tersebut, kemudian Qumii kemas ke dalam buku berjudul Finding Myself alias Mencari Jati diri. Buku karya perdana bagi Qumii tersebut sudah diterbitkan oleh Penerbit Sunset Road.

“Tujuan aku bikin buku tuh, buat nyemangatin siapa saja, khususnya remaja,” ujar Qumii didampingi kakaknya Wirda Salamah Ulya Mansur, dalam jumpa pers yang diberlangsung di Pondok Pesantren Daarul Quran, Ketapang, Cipondoh, Tangerang, Minggu (29/11).

Qumii menambahkan, karyanya terinspirasi dari situasi yang ditangkapnya lewat bacaan maupun sosial media, bahwa betapa banyak remaja sepantarannya yang mentalnya sakit, putus asa, tidak mengetahui tujuan dan kelak mau seperti apa. Situasi tersebut sangat mengganggu pikirannya.

“Banyak sekali remaja yang putus asa dan berhenti di tengah jalan. Sayang sekali. Melalui buku ini aku mencoba nyemangatin mereka,” katanya.

“Saya berharap, agar mereka yang membaca buku saya bisa lebih happy hidupnya. Hidup lebih bermanfaat buat keluarga dan negara,” ujar Qumii yang berterima kasih kepada sang kakak atas dukungan moril hingga buku perdananya diterbitkan.

Sampai tahap ini, Qumii telah mengikuti jejak si sulung, Wirda Mansur, juga rajin menerbitkan buku. Memasuki usia 19 tahun, Wirda pun menerbitkan buku keenam, berjudul A Note to Remember.

Wirda mengatakan, mereka berdua sengaja menulis buku yang memotivasi anak muda, agar bangkit dan bersemangat menjalani hidup.

“Anak muda, sebenarnya hanya butuh ditepuk doang pundaknya agar bangun.  Ayo bro, bangkit lagi,” ujar Wirda mencontohkan.

“Alhamdulillah, media yang kami pilih untuk mendorong teman-teman dalam berjuang adalah lewat sosial media dan tulisan di buku,” ujar Wirda. Sama seperti Qumii, Wirda pun menulis buku sejak usia 15 tahun.

“Saat ini saya siap menerbitkan buku keenam. Saya berharap, kelak pada usia 19 tahun, Qumii sudah menulis 10 buku atau lebih. Mudah-mudahan ya, Qumii,”pinta Wirda yang diamini oleh Qumii.

Keduanya sependapat bahwa keinginan untuk menulis buku berkat dorongan dari Ustadz Yusuf Mansur.

“Papa juga kan penulis buku, karyanya sudah banyak. Nah, kebetulan sejak kecil kami berdua suka baca buku, lalu Papa minta agar jangan puas hanya membaca buku, tapi sekalian menjadi penulis buku,” kenang Wirda. “Semangat itu yang mendorong kami untuk menulis buku,” tambahnya.

Kalau Wirda Mansur lebih cenderung menjadi motivator mimpi, Qumii Mansur lebih cocok menjadi motivator hati bagi pembaca seusianya.

Keduanya berharap buku-buku mereka bisa menjadi teman bagi anak muda Indonesia dalam mencari jati dirinya dan mewujudkan mimpi-mimpi mereka. (Tumpak S)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Musik

Terbaru

Trending